
"Ghe, Lo serius mau menikah dengan Yuda? Model sok ganteng itu?!" tanya Reyhan tak percaya. Saat ini mereka lagi nongkrong di Cafe biasa tempat mereka nongkrong.
"Kenapa emang?!"
"Lo kan tahu kalau Yuda terkenal playboy, suka gonta-ganti pasangan." ucap Reyhan.
"Apa peduli Lo?"
"Ya gue peduli Ghe.. gue sahabat Lo dan gue gak mau Lo di sakiti sama playboy itu."
"Kamulah yang udh buat gue sakit hati Rey.. selama ini gue udah memendam perasaan gue ke Lo, tapi Lo gak pernah Mandang gue..!" ucap Ghea dalam hati.
"Ini udah pilihan gue Rey, dan lagian dia udah putusin semua pacar-pacarnya itu. Dan berjanji tidak akan pernah menduakan gue." ucap Ghea.
"Dan Lo percaya gitu aja! please Ghe.. jangan menikah dan player itu." kesal Reyhan.
"Lo ngatain pacar gue player dan Lo sendiri apa? bukannya Lo juga sama?!" timpal Ghea.
"iya gue akui gue emang playboy, tapi gue juga gak mau sahabat gue di sakiti dengan pria seperti kami ini." ujar Reyhan.
Ghea menghela nafasnya sembari menatap Reyhan. "Andai Lo tahu perasaan gue Rey? tapi itu tidak mungkin gue tahu Lo cintanya hanya dengan Alea. Dan Gue udah bertekad untuk mencoba menerima Yuda yang benar-benar tulus mencintai gue dan gue akan berusaha mencintai Yuda. Mungkin seiring berjalannya waktu cinta itu akan tumbuh di hati gue." gumam Ghea dalam hati.
"Rey, ini udah menjadi keputusan gue. Please dukung gue dan doain hubungan gue kalau Lo memang sahabat gue." Reyhan menatap lekat Ghea.
"Baiklah. Tapi kalau Yuda sampai nyakitin Lo, akan gue beri pelajaran dia!" ucap Reyhan yang membuat Ghea langsung tersenyum.
"Oke. Kasih dia pelajaran seperti kak Alvan yang menghajar dia habis-habisan kalau laki-laki itu sampai nyakitin gue." balas Ghea.
__ADS_1
"Hah! Kakak Lo lagi, gue juga kesal dengan dia."
"Kenapa?!" tanya Ghea.
"Dia udah nyakiti perasaan Alea, dan seenaknya saja meminta maaf, mengajak kembali bersama dan mengajak Alea tinggal di Jakarta. Wak kalian wanita yang sangat hebat!" ucap Reyhan penuh emosi. "lihat saja, kalau sampai Alvan kembali nyaki_-"
"Kenapa dengan suami ku?!" tanya Alea yang baru saja datang.
"Kok lama Ale?" tanya Ghea. "Gue kira Lo gak jadi datang, karena kak Alvan gak bolehin Lo ikut nongkrong bareng.." tambah Ghea lagi.
"Boleh, tapi ya gitu harus di bujuk dulu baru di ijinkan." ucap Alea. "Aku mau tanya kenapa tadi sebut mas Alvan?!" tanya Alea.
"Iya, Lo bego Udah di sakiti sama Alvan masih aja mau sama dia! kesal gue lihat kalian berdua!" ucap Reyhan.
"Rey, aku tahu. Tapi mas Alvan udah minta maaf dengan tulus dan dia sangat menyesalinya. Lagian aku mau memberikan kesempatan lagi dengan pernikahan kami. Dan kami juga belum bercerai ternyata." ujarnya.
"Gue yakin dan jamin kakak gue gak akan nyakitin Alea lagi!" ucap Ghea membela kakaknya.
"Kita lihat saja nanti!"
"Dasar Lo Rey, menyebalkan!" cibir Ghea. Sementara Alea hanya menghela nafasnya saja.
Setelah satu jam mereka nongkrong di Cafe, akhirnya mereka memutuskan berpamitan untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda. Reyhan ingin mengantar Alea, tapi Alea langsung menolaknya. Ia tahu suaminya pasti akan marah kalau ia di antar bersama lelaki lain. Jadi Ghea yang akan mengantarkan Alea ke kantor Alvan.
"Gue duluan ya Ale.." ucap Reyhan saat udah di depan Cafe dan akan berjalan menuju mobilnya.
"Oke, hati-hati Rey." Reyhan tersenyum sambil mengangguk kepalanya. Kemudian Reyhan melambaikan tangannya setelah sudah melajukan mobilnya keluar dari area parkir Cafe dan di balas Alea dengan melambaikan tangannya juga.
__ADS_1
"Ale mana Reyhan?!" tanya Ghea yang baru saja keluar dari Cafe karena selesai membayar pesanan mereka.
"Udah pergi." jawab Ale.
"Ya udah kamu tunggu disini biar gue ambil mobil dulu." ucap Ghea yang langsung berjalan menuju mobilnya.
"Ghea..!" panggil Alea.
"Iya..!"
"Aku di jemput sama mas Alvan, dia udah di jalan. Lo duluan aja Ghe.."
"Serius?!"
"Iya, ini baru masuk pesannya." ucap Ale.
"Oke. Gue duluan.. Lo hati-hati Ale." Kemudian Ghe masuk kedalam mobilnya dan tak berapa lama Ghea melajukan mobilnya keluar dari parkiran Cafe.
Kedua sahabatnya sudah pergi dari Cafe, Alea pun berinisiatif menunggu di depan.
Ketika sedang menunggu Alvan di pinggir jalan di depan Cafe, tiba-tiba saja ada sebuah mobil hitam berhenti tepat di depannya. Kemudian keluar tiga orang lelaki dengan tampang seperti seorang preman mendekati Alea, membuat Alea takut seketika.
"Siapa kalian! dan mau apa?!" teriak Alea.
Salah satu dari mereka langsung membekap mulut Alea pakai sapu tangan dan seketika Alea langsung pingsan. Bahkan Alea belum sempat meminta tolong. Ketiga lelaki itu langsung masuk kedalam mobil dengan membawa Alea.
"Cepat..! lajukan mobilnya sebelum ada orang tahu." ucap salah teman dari ketiga lelaki itu. Mobil hitam itu pun melaju dengan begitu cepat membawa Alea.
__ADS_1