
"Alea.. please jangan pergi. Jangan tinggalkan mas, mas tidak bisa hidup tanpa kamu. Alea..!!" Seketika Alvan langsung terbangun dengan tubuhnya penuh dengan keringat. Ternyata itu hanya mimpi. Ya dirinya mimpi lagi. Kemudian Alvan mengusap wajahnya dengan kasar. Sudah setahun, tapi mimpi itu tidak pernah hilang. Ia selalu saja memimpikan Alea. Membuat tidurnya tidak pernah nyenyak. Sudah pasti ia akan minum obat tidur kembali.
Perginya Alea benar-benar membuat hidupnya semakin kacau. Hampir saja ia mengalami depresi karena sampai sekarang ia belum menemukan Aleanya, istrinya dan wanita yang sangat ia cintai. Pengaruh Alea yang meninggalkan nya membuat seorang Alvan hancur. Ia bingung kenapa sampai bisa dirinya seperti ini padahal sudah setahun, ia tidak bisa melupakan Alea. Tapi kenapa saat di tinggal Tasya, ia tidak mengalami ini? Entahlah, yang jelas perginya Alea sampai membuatnya nyaris gila. Untungnya ada Arya yang selalu memberi semangat dan meyakinkan nya kalau dia pasti akan bertemu Alea kembali.
"Alea.. mas kangen banget sama kamu." lirih Alvan. "Alea..." desah Alvan dengan tatapan matanya lurus ke arah langit-langit kamarnya. Kemudian Alvan menarik nafasnya, lalu menghembuskan dengan perlahan. Ia mencoba menenangkan diri nya.
*
*
"Al sudah siap untuk acara pembukaan Apartemen ?" tanya Arya pada Alvan. Saat ini mereka berada di Gedung Apartemen milik Alvan yang baru selesai ia bangun, dimana Alvan sendiri Arsiteknya.
"Hmm.." jawab Alvan tidak semangat.
Arya menghela nafasnya, mendengar jawaban Alvan. yang tidak semangat.
"Al, jangan seperti ini. Sebentar lagi acara akan di mulai, tidak enak dengan tamu undangan yang hadir. Ayo dong Al semangat!" nasehat Arya pada Alvan.
"Kapan gue bisa bertemu dengannya ya Ar..?! Mengapa begitu sulit menemukannya, Ar.." Alvan menghela nafasnya, meredakan rasa sesak di dadanya.
__ADS_1
Arya berjalan mendekat ke Alvan. Kemudian ia merangkul bahunya, "Gue yakin Lo akan bertemu dengannya, Al. Tapi mungkin belum sekarang tuhan mempertemukan Lo dengannya." ucap Arya. "Udah ayo kita ke tempat acara. Tadi Heri chat gue kalau acaranya akan di mulai, Al.." mereka pun berjalan keluar dari salah satu unit Apartemen yang ia bangunnya sendiri.
"Ya ampun Ale.. gue kangen banget sama Lo!" ucap Ghea saat ia masuk ke toko milik Alea.
"Ghe, kamu disini?!" Alea langsung memeluk sahabatnya itu.
"Iya, kebetulan ada acara disini.." sahut Ghea. "Ale temenin gue ya please.." mohon Ghea. Ia sengaja ingin mengajak Alea ke acara pembukaan Apartemen milik kakaknya. Ghea benar-benar udah gak tega lihat kakaknya. Dengan membawa' Alea ke acara itu, jadi mereka bisa bertemu. Ia akan terima kemarahan Alea nanti, tapi yang terpenting kakaknya bisa bertemu dengan Alea. Dan sudah cukup ia menghukum kakaknya selama satu tahun tak memberitahukan dimana keberadaan Alea.
"Gak deh Ghe.. ngapain aku disana? lagian aku gak kenal." tolak Alea.
"Kan ada gue Al, hanya menemani bentar gak lama kok. Please..." mohon Ghea lagi.
Tepat jam 7 malam acaranya di mulai. Sudah banyak tamu yang datang di pembukaan Apartemen milik Alvan. Alvan mengadakan acaranya di ruangan terbuka, tepatnya di luar gedung. Apartemennya memiliki taman yang sangat luas dan Alvan sengaja membuat taman di luar Apartemen. Supaya yang menyewa maupun membeli Apartemennya, bisa bermain ataupun joging di taman itu.
Setelah selesai menggunting pita peresmian gedung Apartemennya, para tamu pun banyak memberi selamat pada Alvan. Termasuk Papa dan mamanya yang sangat bangga pada kesuksesan putranya.
"Mah dimana Ghea?! apa anak itu gak datang?!" tanya Alvan.
"Datang, katanya masih di jalan. Soalnya dia lagi bertemu dengan teman lamanya, tadi." jawab Nita.
__ADS_1
"Ooh.." Alvan pun berjalan menemui Arya yang masih sibuk berbincang dengan rekan bisnis mereka.
"Ghe, kamu serius ngajak aku ke acara ini?!" ucap Alea yang rasanya ragu ingin berjalan ke tempat acara. Karena begitu banyak orang disana. Apalagi Alea melihat, tamunya seperti para pengusaha semua. Ada rasa takut di hatinya kalau ia akan bertemu Alvan. Siapa tahu aja lelaki itu ada di acaranya ini juga. Masalahnya ia tidak memakai hijab yang sekalian ada cadarnya. Dan Ia hanya memakai masker saja.
"Iya, Alea... Ya udah ayo, bentar kok gak lama." Ghea kemudian menarik tangan Alea membawanya masuk ke acara itu.
Ini dia Aleandra.. yang sudah setahun tidak kelihatan dan ia semakin cantik.
Kalau yang ini si Ghea, sahabat baik Alea. Yang selalu membantu Alea.
"Ghe, sebenarnya ini acara apa? kok kayanya banyak banget pengusaha?!" tanya Alea penasaran.
Ghea menatap Alea tersenyum manis. "Ini acara pembukaan Apartemen, Ale.. pemiliknya adalah pengusaha. Udah jangan banyak tanya, kamu hanya perlu ikuti gue aja." ucap Ghea. "Apa Lo mau gue kenali sama teman gue yang pengusaha disini?" gurau Ghea.
"Gak perlu!" sahut Alea langsung.
__ADS_1
"Lo gak tahu aja Ghe, kalau aku susah buat lupain mas Alvan." ucapnya dalam hati sembari mengikuti Ghea.