Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 60


__ADS_3

"Ale kita makan siang dulu gimana?!" tanya Ghea yang saat ini mereka sudah sampai di mall.


"Boleh, aku juga lapar soalnya." sahut Alea.


"Alea..!" panggil seseorang dari belakang mereka. Alea dan Ghea sama-sama menoleh ke belakang.


"Bian..!" ucap Alea ketika melihat siapa yang memanggilnya.


"Ya ampun, kamu apa kabar Alea? lama aku gak lihat kamu." ucap Bian sambil bersalaman dengan Alea.


"Iya, biasa sibuk." jawab Alea asal.


"Lagi apa di mall Alea?!" tanya Bian.


"Ini ada yang mau di beli, tapi mau makan dulu." sahut Alea.


"Wah kebetulan aku juga mau makan nih! Barengan aja gimana?!" tawar Bian. Kemudian Alea menatap Ghea dan Ghea pun menganggukan kepalanya.


Mereka bertiga pun berjalan menuju Cafe yang berada aid mall tersebut.


"Oh iya Bian kenalin ini Ghea sahabat aku. Dan Ghea, ini Bian sahabat aku saat di kampung." ucap Alea memperkenalkan Ghea pada Bian. Saat ini mereka sudah duduk di sebuah Cafe yang ada di Mall tersebut. Mereka berdua pun bersalaman sambil menyebutkan nama masing-masing.


"Alea, gimana kabar suami kamu?!" tanya Bian di sela menikmati makan siang mereka.


"Alhamdulillah sehat dan baik." jawab Alea sembari tersenyum menatap Bian.


"Maaf Alea, Bian gue ke tinggal ke toilet dulu." pamit Ghea ke toilet.

__ADS_1


"Iya Ghe." sahut Alea.


"Alea, apa kamu bahagia?!" tanya Bian tiba-tiba.


Alea mengkerut kan keningnya, "Maksud kamu apa tanya seperti itu ?!" tanya Alea balik.


"Tidak ada, aku hanya_-"


"Aku bahagia, sangat!" potong Alea langsung.


Kemudian Bian menatap Alea begitu dalam, sampai sekarang ia belum bisa melupakan Alea. Andai saja waktu itu, sebelum ia pergi melanjutkan pendidikannya ke kota ia menyatakan perasaan nya pada Alea, mungkin Alea udah bersamanya saat ini. Mungkin saja ia yang udah menjadi suami Alea, bukan Alvan. Apakah ia harus merebut Alea dari suaminya?


"Alea.."


"Iya." jawabnya. Alea yang lagi makan langsung menatap Bian.


"Soal?!" tanya Alea.


"Alea, sebenarnya aku sudah lama suka dan cinta sama kamu, dari kita masih SMA dulu." ungkapnya langsung. Mendengar Bian mengatakan perasaannya pada dirinya membuat Alea terkejut.


"A-apa, Bi?!"


"Iya Alea, aku sangat mencintaimu. Dari dulu sampai sekarang. Alea perlu kamu tahu, aku sengaja pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikan ku agar aku bisa mencari atau mendapat kan pekerjaan yang lebih bagus dan layak. Kalau aku sudah sukses, aku berniat mau menjumpai orang tuamu untuk melamar kamu. Tapi sayang aku terlambat, ketika aku pulang ke kampung dan ingin menemui mu, mama bilang orang tau kamu sudah meninggal dan kamu tidak tinggal lagi di rumah kamu. Aku mencari kamu Alea, dan ketika bertemu kamu setahun yang lalu kamu malah sudah menikah dengan orang lain. Yang tidak aku sangka, kamu menikah dengan pengusaha sukses dan terkenal. Tapi Alea, rasanya begitu sakit dan berat menerima kamu sudah menjadi milik orang lain." ungkap Bian lagi.


Lagi-lagi Alea terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Bian. Alea masih diam dan bingung harus bicara apa karena masih syok dengan apa yang baru saja di dengar nya dari mulut Bian.


"Alea, makanya ku tanya ke kamu, apakah kamu bahagia dengan suami kamu? kalau tidak, aku bisa bahagiakan kamu Alea, walaupun aku tidak sekaya lelaki itu. Tapi aku bisa membahagiakan kamu, karena hanya aku yang bisa mengerti dirimu dan hanya aku yang tahu kamu seperti apa." ucap Bian sembari menyentuh tangan Alea yang ada di atas meja.

__ADS_1


Seketika Alea menarik tangannya dari Bian. Alea menghela nafasnya panjang, "Bi, terimakasih atas cinta mu ke aku. Tapi.." Alea menghentikan ucapannya sambil menatap Bian dengan serius.


"Tapi apa Alea?!" tanya Bian penasaran.


"Bi.. tapi maaf aku tidak bisa membalas perasaan mu. Karena aku mencintai suamiku dan aku bahagia bersamanya. Bian, coba buka hati kamu buat wanita lain, aku yakin nantinya kamu juga akan bahagia dan bisa mencintai wanita lain." tutur Alea.


Tanpa Alea dan Bian sadari ada seseorang yang terus memperhatikan mereka, bahkan orang itu sempat memfoto mereka melalui ponselnya. Apalagi ketika Bian menyentuh tangan Alea. orang itu langsung tidak mau membuang kesempatan untuk mengambil foto mereka berdua. Ia akan menggunakan foto ini untuk membuat rumah tangga Alea hancur. Dan ia juga akan memanfaatkan lelaki yang bersama Alea untuk membantunya. Untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Alea, aku udah coba tapi gak bisa. Hati aku tetep ke kamu Alea..!" ucap Bian lagi.


"Sorry Bian, aku be_-"


"Ale, maaf gue lama." ucap Ghea yang baru datang dari toilet membuat Alea menghentikan ucapannya.


"Hah, iya gak apa-apa." sahut Alea yang sedikit gugup.


"Kok mukanya pada tegang gitu, ada apa?!" tanya Ghea.


"Gak ada Ghe, tadi kami lagi bahas saat masa sekolah dulu." jawab Alea berbohong.


"Ooh.. seru kayanya?!"


"Ya gitu deh."


"Alea ayo entar kelamaan di mall, kak Alvan marah ke gue lagi!" ajak Alea untuk membeli barang yang Ghea inginkan.


"Iya, ayok. Bian kami duluan ya?!" pamit Alea pada Bian.

__ADS_1


Bian terus menetap Alea yang udah keluar dari Cafe.


__ADS_2