Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 80


__ADS_3

"Sayang, kamu mau kemana?!" tanya Alvan ketika melihat Alea beranjak dari ranjang. Alea tersenyum menatap Alvan yang sedang duduk di sofa sembari memangku Laptopnya.


"Kedapur mas,"


"Mau Ngapain ke dapur?" Tanya Alvan. "Sayang mau apa? biar mas aja yang ambilin." ucap Alvan yang tidak mau istrinya turun kedapur. Bahkan semenjak Alea terkena tembakan yang mengakibatkan salah satu ginjalnya rusak dan Alea hamil juga, Alvan tak mengijinkan Alea kedapur untuk mengerjakan apapun disana.


"Mas, aku mau makan.. lapar." ucap Alea manja.


Alvan tersenyum sembari beranjak dari sofa. "Mau makan apa sayang?" tanya Alvan mencium kening Alea dengan begitu lembut.


"debay nya mau makan sate kacang mas.. Yang dekat kantor mas itu.. boleh?!" ucap Alea sembari memeluk pinggang Alvan dan menatap Alvan dengan menunjukan wajah sendunya agar ke inginan ngidamnya di penuhi. Dengan lembut Alvan mengusap kening Alea, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Mau sate?" Alea menganggukan kepalanya.


"Ya udah mas belikan dulu ya..?!" Alvan pun langsung mengambil dompet dan kunci mobilnya di atas meja rias Alea.


"Mas aku boleh ikut?!" Alvan menoleh ke istrinya.


"Di rumah aja ya sayang? ini udah malam banget, angin malam gak baik buat kamu sayang.." tolak Alvan dengan lembut.


"Tapi aku mau ikut mas.. boleh ya?!" bujuk Alea agar di bolehin ikut Alvan membeli sate. Melihat mata istrinya udah berkaca-kaca, membuat Alvan tidak tega. Alvan paling tidak bisa menolak apa yang di minta oleh istrinya. Yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan Alea.

__ADS_1


"Ya udah ia, tapi pakai hijabnya dan jaketnya juga ya.. di luar dingin banget soalnya." Alea pun langsung memeluk Alvan sembari mengucapkan terimakasih. Alvan membalas pelukan istrinya. Mungkin apa yang ia lakukan untuk istrinya tak sebanding dengan pengorbanan istrinya untuknya.


Tak berapa lama mereka sampai di gerobak sate di dekat gedung Perusahaan Alvan.


"Kamu disini aja ya? biar mas turun beli satenya." ucap Alvan yang langsung turun dari mobil.


"Mas tunggu..!" teriak Alea dan Alvan langsung kembali ke mobil mendengar Alea memanggil nya.


"Kenapa sayang, hmm? mau makan disini?!" tanya Alvan seakan mengerti ke inginan istrinya. Alea menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis menatap Alvan. Dengan sangat lembut Alvan membantu Alvan turun dari mobil kemudian menuntun Alea menuju gerobak sate, karena perut Alea yang udah semakin membesar Alvan takut Alea terjatuh atau semacamnya.


Alvan menghela nafasnya, seperti biasa dia yang akan menghabiskan makanan Alea yang tidak habis. Karena Alea hanya makan tiga suap saja. Walaupun begitu, Alvan tidak pernah protes kalau istrinya memintanya untuk menghabiskan sisa makanannya. Bahkan perutnya udah terlihat membuncit sekarang, mau olahraga kembali ia belum sempat.


"Senang banget, terimakasih mas.." ucap Alea senang.


"Buat kamu apapun akan mas lakukan, sayang.." balas Alvan sembari melajukan mobilnya menuju rumah mereka.


*


Tak terasa kandungan Alea sudah menginjak 8 bulan. Saat ini Alea lagi tinggal bersama dengan mertuanya, karena udah hampir seminggu Alvan berada di luar negeri. Alea sempat sedih tak mau di tinggal oleh Alvan, begitu juga dengan Alvan tidak tega meninggalkan Alea. Alvan sebenarnya merasa sangat berat meninggalkan istrinya ke luar negeri. Tetapi mau gimana lagi ini tuntutan kerja yang harus ia lakukan. Dengan susah payah Alvan membujuk Alea, akhirnya Alea mau di tinggal oleh nya.


"Ya ampun Bumil, makin cantik aja sih! Apalagi pipinya yang chubby ini." ucap Ghea sembari mencubit pipi Alea gemas. Ghea baru saja tiba di rumah sehabis pulang dari tokonya.

__ADS_1


"Baru pulang Ghe?" tanya Alea yang sedang asik makan cemilannya.


"Iya nih! Capek banget. Kapan kak Al pulang?" tanyanya.


"Belum tahu, katanya seminggu lagi disana. Soalnya dia langsung menuju ke negara lainnya." Jawab Alea.


"Lo gak sedih Ale? Di tinggal begitu lama sama kak Al?!" tanya Ghea lagi.


Alea matanya langsung berkaca-kaca, Ghea yang melihat itu terkejut. "Lo kenapa Ale?!" tanya Ghea bingung


"Aku kangen sama mas Alvan.." rengek Alea yang langsung membuat Ghea membelalakkan matanya, perasaan tadi sahabatnya ini anteng dan biasa saja sambil makan cemilan ibu hamilnya. Lah tiba di tanya soal kakaknya kapan pulang, eh malah mewek. Ini bukan Alea banget, Alea sahabatnya tidak seperti ini. Apa ini bawaan baby nya? yang membuat Alea jadi manja dan cengeng kaya sekarang.


"Lo kok jadi cengeng gitu sih Ale? Lebay lo!" ejeknya seraya tersenyum geli melihat sifat Alea sekarang.


"Kok di katain lebay.. Aku memang kangen Ghe sama mas Alvan?" rengek Alea lagi yang membuat Ghea benar-benar geli dan gemas sekaligus.


"Setiap hari video call juga, masih aja kangen!" cibir Ghea.


"Beda dong Ghe.. Aku gak bisa peluk dia." sahut Alea kesal.


"Tau ah, dasar lebay. Udah gue mau mandi dulu!Debay aunty mau mandi dulu ya.." ucap Ghea berbicara pada calon anak Alea sambil mengelus perut Alea yang sudah membesar.

__ADS_1


__ADS_2