
Syafira berlari kecil dari dalam Mall sambil menangis. Ia benar benar tak menyangka kalau sahabat yang ia anggap seperti saudara melakukan hal ini padanya. Karena lelah Syafira duduk di salah satu kursi, ia juga membawa boneka nya.
Keenan mencari cari Syafira, Namun belum ketemu. Sampai akhirnya ia menemukan Syafira sedang duduk bersama Bonekanya. Keenan bergegas menghampiri nya. Keenan melihat mata Syafira yang sembab.
"Janda, kamu terlihat menyedihkan sekali" batin nya."
Keenan berusaha menghibur Syafira dengan sesuatu yang lucu. Ia mencoba semua hal yang ia bisa, Namun Syafira hanya terdiam. Keenan menghela nafas, ia memegang bahu Syafira dan mengatakan.
"Janda, aku tahu kalau kamu lagi sedih, aku tau kamu juga mengalami sesuatu yang besar. Tapi kamu enggak boleh begini terus, kasihan bayi yang ada di dalan kandunganmu. Dia pasti menangis melihat dirimu seperti ini.
Syafira menatap Keenan sebentar. Lalu dengan Reflek Syafira memeluk Keenan kencang. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Keenan. Keenan membalas pelukan Syafira.
Jantung Keenan berdetak kencang saat Syafira memeluk nya. "Kenapa dengan jantungku? Apa aku ada masalah jantung?" Batin Keenan.
Keenan mengelus rambuf Syafira, seolah olah Syafira adalah putrinya. Syafira melepaskan pelukan Keenan.
"Om, terima kasih buat semua yang om lakukan padaku. Walau pun om nyebelin tapi om memiliki sifat malaikat." Senyuman tulus diberikan Syafira pada Keenan.
"Iya aku tahu. Sekarang kamu tidak usah menangis lagi. Wajahmu benar benar mengerikan" tambah Keenan.
Syafira menghapus air matanya, ia memeluk boneka beruangnya.
"Jadi gak mau memeluk aku lagi nih?" Goda Keenan.
"Jangan genit deh om" ucap Syafira.
"Tadi yang meluk aku duluan siapa ya" sindirnya pada Syafira. Pipi Syafira memerah, ia merasa malu pada Keenan karena telah memeluknya. Syafira menutupi wajahnya dengan boneka beruang itu. Membuat Keenan terkekeh geli.
Adit datang menyusul Syafira, Adit merasa kalau ia harus minta maaf lagi pada Syafira. Entah itu dimaafkan atau enggak itu urusan belakangan.
Adit menemukan Syafira bersama Keenan, laki laki yang telah menonjok nya tadi. "Siapa sebenarnya dia, kelihatannya dia sangat dekat sekali sama Syafira" batin nya.
Adit melangkahkan kakinya menuju ke tempat mereka. Karena kedatangan Adit, Syafira yang tadi tersenyum malah menunjukkan wajah yang tak bersahabat. Rasanya Syafira ingin menjambak rambut Adit. Tapi entah dapat dorongan dari mana, Syafira benar benar menjambak Adit.
"Awh" ringis Adit.
Keenan tidak berusaha melepaskan, ia malah asyik menonton. "Syukurin, emang enak dijambak sama ibu ibu hamil".
"Dasar laki laki pengecut, sekarang kamu rasain nih jambakan dari aku"
Syafira terus menjambak Adit dengan kuat. Ia meluapkan kekesalannya pada rambut Adit. Adit berusaha melepaskan tangan Syafira tapi tidak bisa. Keenan tertawa lepas melihat adegan itu. Ia mengambil handphone dan merekamnya.
Karena sudah tak kuat lagi, dengan terpaksa Adit mendorong Syafira. Syafira hampir saja jatuh kalau tidak ditangkap oleh Keenan.
Keenan mengepalkan tangan nya dan langsung melayangkan tinju nya ke arah Adit. "Gak usah kasar sama cewek" ucap nya.
Adit tak terima, ia langsung membalas pukulan Keenan. Akhirnya perkelahian pun tak dapat dihindari lagi. Semua orang yang ada disana berteriak tanpa ada yang ingin memisahkan.
__ADS_1
Syafira mencari cara untuk menghentikan perkelahian itu. Akhir nya ia menemukan cara. Syafira pura pura pingsan. Dan benar saja, perkelahian langsung berhenti.
Sekarang kedua nya memperebutkan untuk menolong Syafira.
"Aku yang akan bawa dia ke rumah sakit" ucap Adit dengan khawatir.
"Tidak bisa, ingat kamu itu orang yang menyakitinya. Jadi kamu tidak bisa membawa nya, dia akan tambah sakit kalau dibawa oleh mu" ujar Keenan.
Keenan langsung menggendong Syafira ala brydel style. Dan meninggalkan Adit dengan tatapannya yang sendu. Sambil menggendong Syafira, Keenan juga menyeret boneka nya dan membawa nya bersamanya.
Saat tiba di luar mall, Syafira membuka matanya. Keenan masih belum menyadari akan hal itu. Syafira menatap wajah Keenan, Rahang kokoh, hidung mancung dan mata yang indah.
Merasa ada yang melihatnya, Keenan melirik ke arah Syafira. Dan Syafira langsung memejamkan matanya kembali. Keenan tahu kalau Syafira sebenarnya pura pura pingsan.
"Janda, lo selama ini makan apa sih. Berat badan lo sama kayak sapi" ucap Keenan. Ia tahu kalau perempuan itu sensitif dengan yang namanya berat badan.
Syafira membuka mata nya lebar, ia harus memberikan pelajaran pada Keenan.
"Turunin aku om" ucap nya.
"Enggak mau" jawab Keenan.
"Ih om turunin aku" rengek Syafira.
"Enggak mau janda" ujar Keenan.
Bibir Syafira mengerucut sebal, ia tak jadi memberi pelajaran pada Keenan. Dalam hati Keenan menertawai Syafira.
"Ih om lepasin" rengek Syafira.
"Kalau aku lepasin kamu, nanti kamu bakal nginjek aku" ucap Keenan.
"Enggak kok, janji deh" Syafira menunjukkan dua jarinya pada Keenan. Keenan pun melepaskannya.
"Fiuhhh Ketiak om bau sekali" Syafira berkata sebalik nya padahal Ketiak Keenan sangat wangi.
"Ketiak aku itu selalu wangi. Coba sini mana punya mu biar ku cium" ucap Keenan dengan wajah tanpa dosa.
"Dasar om om mesum" ucap Syafira.
"Sebelum aku mengantarkanmu pulang, beri aku nomor ponselmu" ujar Keenan.
Syafira langsung saja memberikan nomor ponselnya. Keenan mencatat nomor Syafira dan menyimpan di handphonenya. Ia memberi nama "Si janda bodoh".
"Ayo pakai helm nya dan naik lah" ucap Keenan yang sudah duduk di atas motornya. Syafira pun menurutinya. Setelah Syafira duduk di motor, Keenan melingkarkan tangan Syafira di pinggangnya.
"Gak usah modus deh om" ucap Syafira seraya melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Terserah, tapi kalau kamu jatuh aku tidak mau tanggung jawab. Oh iya jangan lupa pegang boneka mu erat erat kalau tidak, bisa jatuh di perjalanan nanti."
"Iya"
Lalu Keenan mulai menjalankan motornya dan mengerem dengan mendadak, membuat Syafira terpental ke punggungnya.
"Gimana? Masih gak mau pegangan?" Ucap Keenan.
Akhirnya mau tak mau Syafira menurutinya. Ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Keenan. Membuat sang empunya tersenyum penuh kemenangan. Keenan pun menjalankan motornya.
Di dalam perjalanan pulang, Keenan melirik ke arah spion dan melihat Syafira sedang tertidur pulas dengan keadaan mata yang sembab.
"Kebiasaan, kalau di motor suka molor mulu" gumam Keenan.
Keenan memegang tangan Syafira dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan satunya menyetir sepeda motornya. Entah kenapa Keenan selalu merasa bahagia saat berhasil menggodanya. Keenan tak menyangka kalau gadis secantik Syafira harus bisa menanggung semua masalah ini.
Sesampai nya di rumah Syafira, Keenan berusaha membangunkan Keenan. Tapi Syafira tidak kunjung bangun. Akhirnya Keenan turun perlahan lahan dan menggendong Syafira.
Keenan mengetuk pintu rumah Syafira. Tak lama kemudian pintu dibuka. Yang membuka pintu adalah Wina, ibunya Syafira.
"Lho Syafira? Syafira kenapa nak?" tanya Wina dengan cemas.
"Syafira tidak apa apa kok tante, dia hanya ketiduran" Jawab Keenan.
"Ayo nak silahkan masuk, Tante bisa minta tolong bawa Syafira ke kamar?" Ucap Wina.
"Bisa tante" ucap Keenan.
"Kamar Syafira berada di atas ya nak, pintu nya berwarna pink" ucap Wina
"Baik tante"
Keenan segera menuju ke kamar Syafira. Di depan pintu kamar Syafira bertuliskan. "Orang jelek di larang masuk". Keenan menggelengkan kepalanya melihat hal itu. Gadis ini benar benar sangat menarik.
Keenan meletakkan bonekanya di samping tempat tidur Syafira. Kemudian Keenan menidurkan Syafira di kasur nya dan memakaikan selimutnya. Keenan menatap wajah polos Syafira saat tidur. Tanpa sadar ia mengusap rambut Syafira. Keenan mendekat ke arah Syafira dan mencium kening nya dengan lembut. Ia tidak sadar akan perbuatannya tersebut.
"Keenan apa yang kamu lakuin sih, kamu mencium anak orang saat dia tertidur" batin Keenan.
Keenan pun segera keluar dari kamar Syafira. Dan bertemu dengan Wina. Keenan berpamitan pulang pada Wina.
"Tante, saya mau pamit pulang" ucap Keenan dengan sopan.
"Baiklah, oh iya nama kamu siapa?" tanya Wina.
"Nama saya Keenan tante" jawab Keenan.
"Oh iya nak Keenan, terima kasih sudah mengantar pulang putri tante" ucap Wina dengan tulus.
__ADS_1
"Sama sama tante, kalau begitu saya permisi dulu"
Wina mengangguk. Keenan pun segera pulang dari rumah Syafira.