
Dua hari setelahnya, Keenan dan Syafira sudah kembali ke Apartemen mereka sejak kemarin. Hari ini Keenan mengajak Syafira untuk pergi ke kantornya dan menitipkan kedua bayi kembarnya pada orang tua Syafira.
"Bu, Syafira nitip si kembar yah. Syafira harus menemani Mas Keenan ke kantor. Syafira juga udah beri mereka Asi jadi mereka tidak akan menangis" ucap Syafira di dalam rumah kedua orang tuanya.
"Tenang saja, ibu juga sangat bahagia jika kamu menitipkan si kembar pada ibu. Kalian pergilah, sudah lama kalian tidak menghabiskan waktu berdua. Yah walaupun di kantor tetap saja kalian harus bersikap romantis" ucap Wina.
"Syafira hanya ingin menemani Mas Keenan saja bu, lagian Mas Keenan juga harus mengerjakan pekerjaannya" ucap Syafira.
Wina akhirnya mengangguk. "Ya sudah kalau begitu kami berangkat dulu ya Bu" ucap Keenan.
"Hati hati di jalan" ucap Wina.
Syafira dan Keenan mengambil tangan Wina dan menciumnya. Baru setelah itu mereka berangkat.
Di dalam mobil
Tangan keduanya saling bertautan, sesekali mereka saling melempar senyum. Keenan menarik tubuh Syafira agar menyandar padanya. "Nanti malam kamu bersiap siap ya, Mas mau ngajak kamu dinner. Nanti sepulang dari kantor kita beli gaun buat kamu" ucap Keenan.
"Jangan Mas, aku bisa pakai gaun yang waktu itu dibelikan Mas Gaunnya juga masih bagus kok. Masih bisa dipakai dengan layak" ucap Syafira. Syafira tidak ingin keenan membelikan gaun lagi, karena Keenan pasti akan membelikannya gaun yang paling mahal untuknya jika ia datang ke butik itu lagi.
"Ya sudah, kalau kamu tidak mau. Biar Mas yang menyiapkan gaun untuk kamu" Ucap Keenan.
"Udah dibilang jangan ih, sayang uangnya tahu" ucap Syafira.
"Tapi Mas gak sayang sama uang, soalnya sayangnya cuma sama kamu" Keenan mengedipkan sebelah matanya pada Syafiria dan langsung membuat Syafira menutup wajahnya karena malu.
"Aku gak punya uang receh Mas" ucap Syafira.
"Gak perlu uang receh, perlunya cuma hati kamu doang"
Keenan terkekeh karena gombalannya sendiri. Kemudian ia fokus menyetir dengan baik. setibanya di kantor Keenan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Syafira.
"Pegang lengan aku" ucap Keenan.
"Buat apa?"
Keenan langsug mengambil tangan Syafira dan mengarahkan pada lengannya sendiri. "Biar semua orang di kantor tahu kalau kamu itu milik aku dan aku milik kamu" ucapnya.
Syafira tak dapat menahan senyumnya lebih lama lagi. Sikap Keenan semakin manis saja terhadapnya. "Baiklah, kalau begitu aku juga ingin menunjukkan kepemilikanku" ucap Syafura.
Keenan tersenyum lalu masuk ke dalam kantornya. Langkah kaki mereka berdua membuat semua orang di kantor melihatnya dengan takjub.
"Itu istrinya pak Keenan ya?"
"Wah semakin cantik saja"
"Katanya sih udah ngelahirin anak kembar, tapi badannya tetap bagus ya. Aku aja yang belum pernah hamil dan lahiran badanku benuh lemak"
"Pak Keenan sangat berbeda jika bersama dengan Bu Syafira"
"Semoga mereka selalu bahagia"
Diam diam Syafira mendengarkan semua perkataan karyawan Keenan. Ia mengucap syukur karena tak ada yang memberinya komentar jelek. Dan yang penting mereka sangat ramah padanya. Bahkan ada beberapa orang yang melontarkan senyum untuk Syafira
"Ada apa?" tanya Keenan.
"Enggak, Karyawan kamu semuanya baik ya. Mereka sangat ramah denganku" ucapnya.
"Tentu saja, karena setiap satu bulan sekali aku selalu melakukan pembersihan. Jika ada karyawan yang bersikap tidak sopan atau semena mena, aku segera menghilangkannya dari kantor."
"Kenapa begitu?"
"Aku bukan hanya ingin karyawan yang bisa bekerja untukku saja, tapi juga menginginkan karyawan yang berbudi pekerti yang baik. Aku juga mengajarkan karyawanku untuk saling berbagi dengan siapapun itu. Tidak peduli pengemis, anak yatim atau teman satu kantornya. Jadi kalau berada di kantor itu mereka bersikap layaknya keluarga sendiri" ucapnya.
"Pikiranmu sangat hebat Mas" Keenan hanya tertawa mendengar pujian istrinya. Tak lama kemudian mereka telah sampai di ruangan Keenan. Keenan membuka pintu ruangannya dan membawa Syafira masuk bersamanya.
"Sudah lama aku tidak datang kesini Mas"
"Ruanganmu tidak berubah sama sekali" ucap Syafira. "Aku memang membiarkannya tetap seperti ini" jawab Syafira. Mata Syafira berhenti sebuah foto yang berada di meja Keenan. Syafira mengambilnya dan melihat foto itu.
"Ini"
Keenan menatap Syafira yang tengah memegang foto itu. "Mas sengaja nyimpan foto itu di meja kerja, bila sewaktu waktu Mas capek mas ngeliatin foto kalian" ucapnya.
Syafira menaruh kembali foto itu di atas meja. "Hari ini Mas ada rapat penting dengan dewan direksi, kamu tunggu disini ya. Paling lama rapatnya cuma sampai satu jam" ucap Keenan.
"Tidak apa apa, aku juga gak bakal bosan kok disini sendirian" jawab Syafira. Keenan tersenyum tipis lalu ia duduk di kursi kebesarannya dengan Syafira yang berada di sisinya
"Kamu kalau kerja suka pakai kacamata ya Mas?" Tanya Syafira.
"Iya, Mas agak kurang nyaman kalau tidak memakai kacamata. Makanya mas selalu memakainya tiap hari di kantor" ucap Keenan.
Syafura mengangguk sembari mengamati wajah suaminya. Ia mengambil handphone mya dan detik itu juga ia memotret Keenan.
Ckrek
Syafira tersenyum puas melihat hasil fotonya. Kemudian ia menjadikan foto itu sebagai walpaper di Handphone nya. Keenan melirik jam tangannya. Sudah waktunya rapat. Keenan berdiri dari tempat duduknya dan menatap Syafira
"Kenapa?"
"Aku mau rapat"
"Terus kenapa? Mas bisa langsung ke ruang rapat. Aku gak papa ko disini sendirian"
"Bukan itu maksudku?'
__ADS_1
"Lalu?"
Keenan mendekati Syafira dan memajukan wajahnya. Kemudian mengecup semua bagian wajah Syafira, terakhir ia mengecup bibirnya. "Terima kasih ciumannya, Mas rapat dulu"
Keenan mengerlingkan matanya dengan nakal.
Sedangkan Syafira masih melongo di tempatnya, lalu kemudian ia menormalkan ekspresinya. Syafira memutuskan untuk duduk di sofa dekat meja kerja Keenan. Ia mengeluarkan handphonenya untuk membuka instagram miliknya yang sudah lama tak ia buka.
Saat pertama kali ia membuka telegramnya, yang pertama kali ia lihat adalah update an dari foto idolanya. Syafira yang saat itu sudah jarang menonton idolanya kini langsung mengelike semua postingannnya.
Syafura juga tak segan segan memberikan komentar untuk idolanya. Seperti saat ini, Ia melihat postingan Lee min ho yang sedang berfoto dengan boneka. Dengan cepat Syafira mengetikan beberapa kalimat untuknya. "Kyaaaa Oppa, Bonekanya kalah imut dengan wajah Oppa\=)" Syafira jufa mengirimkan foto boneka yang diberikan Keenan dan mengirimkannya di kolom Komentar.
Syafira sengaja memberikan komentar dengan bahasa indonesia, toh kalau pake bahasa korea atau tulisan hangul Lee min ho juga gak bakal mengelike komentarnya.
Tapi takdir siapa yang tahu, tiba tiba ia mendapat notif dari instagram. Syafira membukanya. "Actorleeminho menyukai komentar anda" Syafira mengklik akun itu untuk memastikan itu bukan lah akun fansbase.
"WAH DAEBAKKKKK. Lee min ho oppa mengelike komentarku" Syafira melompat lompat di atas Sofa saking bahagianya. Ia jga mengscreenshotnya dan memostingnya di imstagram nya sendiri.
"Simpah demi apa komentarku di like sama Lee min ho oppa, aaaaaaaaaaa oppa, saranghae".
Teriakan Syafira mengundang tanda tanya bagi karyawan yang mendengarnya. Mereka mengira telah terjadi sesuatu dengan istri bos nya itu.
"Sepertinya Bu Syafira kenapa napa, cepat lapor pak Keenan"
"Tapi dia sedang rapat"
"Pak Keenan lebih sayang dengan istrinya daripada rapatnya"
"Tapi mengapa kita tidak memeriksanya dulu? Kamu yakin bu syafira berteriak karena terjadi sesuatu"
"Jangan-jangan karena kecoa lagi, tapi masa sih di dalam riangan pak Keenan ada kecoa. Bukannya OB selalu membersihkannya tiap hari"
Syafira menutup mulutnya agar tidak berteriak teriak lagi. Tapi wajahnya terus tersenyum dari tadi.
Satu jam kemudian, Keenan sudah selesai dengan rapatya. Saat ini ia sedang berjapan menuju ke ruangannya. Tapi saat ia sedang berjalan ia mendengar karyawannya membicarakan sesuatu. Keenan menajamkan pendengarannya untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan.
"Sejak bu Syafira berteriak keras tadi, tidak ada lagi suara bu Syafira di dalam ruangan pak Keenan"
"Duh kira kira kenapa ya?"
"Syafira berteriak?"
Dengan terburu buru Keenan berlari di tengah tengah kantor dan segera menuju ke dalam ruangannya. Keenan khawatir dengan Syafira, apakah di dalam ruangannya ada tokek gede? Karena syafira paling takut dengan tokek gede. Bila melihatnya saja ia langsung berteriak kesakitan.
Dengan nafas yang memburu Keenan mendorong pintu ruangannya dengan kasar. Kemudian menemukan istrinya sedang senyum senyum sendiri. Ia melihat ke sekeliling ruangannya.
Tidak ada tokek satu pun. Lalu, eh mengapa Keenan baru sadar kalau Syafira terus tersenyum. "Hei, kamu kenapa?"
"Oppa"
"Oppa?" Keenan mengangkat kedua alisnya secara bersamaan. Syafira melempar handphone nya ke atas sofa kemudian langsung melompat dan memeluk Keenan. Untung Keenan menangkapnya dengan cepat. Syafira melingkarkan kedua kakinya pada tubuh Keenan.
"Mas pasti gak akan percaya kalau aku bilang, Lee min ho oppa mengelike komentarku"
Keenan menyentuh dahi Syafira dengan tangannya. "Tidak panas, tapi kenapa kamu bisa halu seperti ini"
Syafira mencubit perut Keenan dengan keras hingga membuat sang empunya kesakitan. "Sakit sayang". "Lagian istrinya sendiri dikatain halu, aku ada buktinya lho Mas"
Syafira mengambil handphonenya dan membukanya. Kemudian menunjukkan komentarnya yang di sukai oleh Lee min ho. Mata Keenan juga ikut membulat. "Ini akun asli kan?" tanya nya.
Syafira memutar boka matanya. "Iyalah Mas, nih liat udah centang biru kan akunnya" jawab Syafira.
"Kamu baru di like komentarnya aja udah senang banget, gimana kalau dia sampe datang ke indonesia" ucap Syafira.
"Dia mau ke indonesia Mas?" Tanya Syafira.
"Bukan, cuma seandainya doang kok"
"Udah lama aku gak ngikutin update an idolaku, sekali ngeliat langsung dapat keberuntungan" ucapnya. Keenan menyentil kening Syafira dengan ibu jarinya. "Inget kamu itu udah jadi ibu ibu, kurangi sifat lebay nya" ucapnya.
"Lebay itu harus Mas, jika tidak pernah lebay maka hidupnya tidak asik."
"Terserah apa kamu lah. Aku mau ngerjain pekerjaanku dulu. Habis ini kita makan siang oke?"
"Okey dokey pak bos' ucapnya sambil menatap wajah Keenan.
Keenan duduk di kursi kebesarannya dan mulai membaca kembali hasil rapat tadi. Tapi fokusnya terpecah saat melihat Syafira tertawa sendiri dengan handphone di tangannya.
Nasib seorang suami yang istrinya menyukai dengan aktor korea, bukannya cemburu dengan laki laki lain tapi malah cemburu dengan handphonenya. Tapi biar lah, selama ini istrinya juga sudah sering mengalah demi si kembar dan dirinya. Keenan membiarkannya dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
Daripada Keenan harus cemburu dengan handphone Syafira. Keenan memutuskan untuk menghidupkan musik dari handphone nya sendiri. Bahkan Sesekali Keenan jga ikut menyanyikannya.
"Saya masih tingting, dijamin masih tingting sama sekali belum berpegalaman"
Syafira mematikan handphone nya ketika mendengar lagu yang diputar oleh Keenan.
"Ubah ah liriknya"
"Saya tak perjaka, dijamin tak percaya
Sama sekali sangat berpengalaman"
"Ya ampun, selera musik suamiku sangat bagus sekali, balas ah lagunya"
Syafira membuka youtube dan mencari lagu untuk balasan lagu yang diputar oleh Keenan. Ia menemukan satu judul yang sangat cocok. Syafira menekan tombol play di videonya. Seketika musik pun mulai mengalun.
__ADS_1
"Abang pilih yang mana
Perawan atau janda
Perawan lebih menawan janda lebih menggoda"
Keenan menatap Syafira yang sedang cengengesan karena memutar lagu itu. Akhirnya ia mengeraskan volume lagunya. "Saya masih tingting dijamin masih tingting sama sekali belum berpengalaman"
Syafira juga tak mau kalah, ia menambahkan volume musiknya.
" Kalau abang pilih perawan, masih muda, masih segelan
Belum disentuh orang, belum berpengalaman
Kalau abang pilih janda, sudah pasti lebih dewasa
Sudah bermain cinta, banyak pengalamannya"
"Ya ampun, mereka di dalam lagi dangdutan kali ya"
Bagas yang melihat semua karyawan berkerumun di depan ruangan Keenan menajdi penasaran. Karena tak biasanya mereka berkerumun seperti itu.
"Ini ada apa? Kenapa kalian berkumpul disini" tanya nya pada salah satu karyawan yang ada disitu.
"Pak Keenan dan Bu Syafira lagi dangdutan di dalam pak, makanya kita berkerumun disini. Hanya ingin mendengar lagu yang diputar oleh mereka"
"Benarkah?"
Bagas mencoba untuk mendekat pada pintu ruangan Keenan. Dan ternyata memang benar. Dua musik dangdut yang berbeda sedang diputar oleh Bos nya.
"Dari pada kalian cuma mendengarkan, kenapa kalian tidak ikut memutar lagunya saja" ucap Bagas.
"Memangnya boleh pak?" tanya salah satu dari mereka.
"Bentar"
"Pak, kita boleh ikutan ngedangdut gak?" Teriak Bagas dari luar. "Boleh, tapi lagunya jangan sama seperti lagu saya" jawab Keenan dari dalam ruangannya.
"Tuh boleh. Yuk ikutan dangdut"
"Ada yang mau request lagu?" Tanya Bagas.
"Lagu nya inul daratista aja pak, yang masa lalu itu"
"Okeyy"
Bagas mendownload musik nya terlebih sahulu sebelum memutarnya. Kemudian setelah berhasil di download Bagas mulai menyalakan musiknya.
"Siap ya?'
"Siap pak"
" Kau kira tak menyakiti aku
Pabila dia menelponmu
Meskipun kau tlah resmi milikku
Karna dia bekas pacarmu
Kau kira hatiku tak cemburu
Di saat dia bersamamu
Ku takut terulang masa lalu
Karna dia bekas pacarmu
"Bekas pacarmuuuu..." teriak karyawan lainnya dengan mengambil kata belakangnya dari lagu tersebut.
"Nyanyi bareng bareng yuk' ucap salah satu dari mereka.
"Ayo"
" Jujur saja aku takut nanti
Kisah kasih masa lalu terulang lagi
Tak rela sungguh ku tak rela
Bila nanti ku harus kehilanganmu....
One two three goo
"Masa lalu biarlah masa laluuuuuu
Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku..
Masa lalu biarlah masa lalu
Sungguh hatiku tetap cemburu...'
Hanya satu lagu tapi sudah membuat mereka puas. "Terima kasih pakkk" ucapnya kemudian mereka segera membubarkan diri dari kerumunan itu.
"Stopp Mas, batrai handphone ku hampir habis" ucap Syafira. Keenan tertawa kemudian mematikan musiknya. "Kayaknya dinnee nya harus ditunda dulu deh, Mas capek dangdutan hari ini"
__ADS_1
"Setuju, lain kali aja Mas. Lagian kasian si kembar kalau kelamaan dititip sama neneknya'
Keenan mengannguk menyetujuinya