
Seorang pria tengah memukul anak buahnya di dalam ruangan rahasianya. Bukan tanpa alasan ia memukulnya, anak buahnya itu telah gagal menjalankan tugas darinya.
"Kamu menangkap anak kecil saja tidak bisa, apa yang kamu bisa Hah?" Teriaknya di depan anak buahnya. "Maafkan saya bos, tadi ada pria yang tiba tiba memukul saya dan menyelamatkan anak itu'
"Tidak peduli apapun itu harusnya kamu bisa mencegahnya. Kamu tahu gak jika kita bisa menculik anak itu maka kita akan mendapat harta yang berlimpah"
"Apalagi anak itu sekarang dirawat oleh mantan istriku. TAPI KAMU GAGAL DAN MENGHANCURKAN SEMUA RENCANA YANG KU BUAT DENGAN KATANG MATANG"
Argghh Pria itu menendang kepala anak buahnya dengan keras hingga tubuhnya terpental jauh. Lalu ia mengeluarkan pistol dari dalam sakunya.
"Saya akan memberimu kesempatan terakhir untuk menculik anak itu jika kamu tidak berhasil maka nyawa kamu sebagai gantinya"
"I..iya bos" jawab anak buahnya.
Pria itu memasukkan kembali pistolnya ke dalam saku nya lalu keluar dari ruanganya seolah tidak terjadi apa apa. Sedangkan anak buah yang baru saja ia tendang tadi menatapnya dengan penuh dendam. Ia akan membalasnya.
Pria itu adalah Jack, Mantan suami dari Riya. Setelah bercerai dengan Riya Jack resmi menjadi seorang penjahat yang tak mengenal belas kasihan kepada korbannya.
Semenjak cerai dengan Riya kehidupan Jack tidak semakin baik. Malah semakin buruk karena selingkuhannya sudah mencampakkannya setelah menguras hartanya.
Jack sudah tak punya siapa siapa lagi, dalam hati ia dendam pada Riya karena ialah penyebab semuanya menurut Jack sendiri. Jack akan membalasnya.
"Dasar keparat kau, mati saja lah. Aku sudah bosan menjadi samsak kemarahanmu sekarang kau yang akan mendapatkan balasan dariku. Bukan istrimu" gumam seseorang.
.
Suasana di meja makan sangat canggung karena masalah Mahendra dan Riya kemaren yang belum selesai. Riya tak menatap dan berbicara dengan mahendra.
Syafira berusaha untuk mencairkan suasana di antara mereka tapi tidak berhasil. Syafira memilih menyerah saja. Biarkan Mahendra dan Riya berperang dingin.
"Keenan sudah selesai makan, aku mau berangkat ke kantor dulu" ucap Keenan. Ia sudah tidak selera makan apabila melihat keluarganya seperti ini.
"Loh Mas tapi makananmu saja belum dimakan" ucap Syafira pada Keenan. "Mas sudah gak selera makan mending mas makan di ksntor aja" jawab Keenan sambil melirik mahendra.
Riya hanya terdiam, ia tahu Keenan merasa tidak nyaman dengan keadaannya saat ini. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Riya tidak bisa mengubahnya seperti semula lagi.
"Ya sudah, Ayo Aku bantu siap siap dulu ke kamar." Syafira dan Keenan meninggalkan anak anaknya di meja makan dan pergi ke dalam kamar.
"Mas gimana? Mereka kapan baikan sih" ucap Syafira sepanjang perjalanan menuju kamar. "Mas juga gak tahu, mas risih kalo liat mereka berantem kayak gitu"
"Gimana kalau kita nanti mereka biar saling berbaikan?" Ucap Syafira. Keenan mengangkat alisnya. "Caranya?" Lalu Syafira membisikkan sesuatu pada Keenan.
Keenan tersenyum lebar lalu menatap Syafira. "Boleh juga tuh idenya, tos dulu kita lakuin mulai sekarang" ucap Keenan. Syafira dan Keenan pun saling ner tos.
"Riya saya minta maaf' ucap Mahendra sambil menatap Riya dengan tulus. Mahendra sadar jika ucapannya kemarin memang sangat keterlaluan bagi Riya.
Riya fokus nenyuapi si kembar dengan bubur tanpa menjawab apa yang dikatakan mahendra. Baginya sudah cukup kemarin saja ia dikatai seperti itu. Tidak perlu ada waktu waktu lainnya.
Tidak menyerah begitu saja, Mahendra terus mengucap kata maaf sehingga membuat Riya menoleh padanya. "Jangan cuma bisa minta maaf doang, instropeksi diri dulu lalu perbaiki kesalahanmu"
Jawaban Riya berhasil membuat Mahendra tenang. "Tapi apa kamu akan memaafkan saya?" Ucap Mahendra pada Riya. Riya hanya berdeham sambil terus menyuapi Azka dan Azkia.
Setelah itu Keenan dan Syafura baru saja turun dengan Syafira yang mdmbawakan tas kantor keenan. Kemudian Syafira berkata seperti Keenan. "Mas aku lagi musuhan sama orang, boleh gak sih?".
"Gak boleh sayang"
"Kenapa Mas?" Tanya Syafira sambil berlagak bodoh di depan Riya dan Mahendra. "Sesama orang islam tidak boleh bermusuhan apalagi sanpai lebih dari tiga hari" jawab Keenan sambil melirik Mahendra.
Mahendra tahu anak dan menantunya sedang menyindir dirinya. Mahendra hanya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dan tak menghiraukan mereka.
"Ya sudah, Mas berangkat dulu. Semoga betah di rumahnya" ucap Keenan dengan menekankan kata betah pada Syafira. Syafira hanya mengangguk seraya tersenyum tipis.
Setelah itu Keenan mencium kening Syafira seperti biasanya lalu segera pergi ke kantor. Tapi sebelum itu ia menatap ke arah Mahendra dan mengucapkan. "Kalau minta maaf jangan cuma nunggu lebaran aja pa"
__ADS_1
Keenan pun pergi, setelah itu Syafira melanjutkan sarapannya bersama dengan Mahendra dan Riya. Suasana semakin sepi aja. Akhirnya Syafira memutuskan untuk membawa anak anaknya pergi dan membiarkan Riya dan Mahendra berduaan.
"Ayo Nak kita pergi dulu, bunda mau bersih bersih di kamar. Kalian bantuin bunda ya?" Ucap Syafira pada Azka dan Azkia. "Iya nda" jawab mereka bersamaan
Syafira sebenarnya tidak ingin bersih bersih kamar melainkan hanya ingin mereka menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Karena syafira sangat merasa tidak nyaman apalagi ada salah satu anggota keluarga yang saling tidak nenyapa.
'Semoga saja hari ini mereka sudah berbaikan" batin Syafira sambil berjalan jauh meninggalkan Mahendra dan Riya berdua.
"Bagaimana Riya? Anak anak tidak nyaman dengan sikap kita. Saya rasa kita harus menyelesaikannya dengan kepala dingin. Tolong maafkan saya'
Riya menghela nafasnya lalu menatap Mahendra. "Saya memaafkanmu, saya juga bersalah waktu itu. Seandainya saja saya lebih erat menjaga Azka pasti tidak akan kejadian" Ucap Riya dengan menyalahkan dirinya snediri.
"Tidak, jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Saya akan mencari tahu siapa yang berani benraninya menculik cucu saya. Apa kamu punya bukti atau segala sesuatu yang diingat dari penculiknya?'
"Sebentar, oh iya saya ingat. Di lengan penculiknya terdapat tato bergambar naga dan garuda. Cuma itu saja yang saya lihat" ucap Riya. Mahendra mengangguk.
"Saya akan menyuruh anak buah saya untuk mencari orang dengan ciri ciri seperti itu. Saya tidak akan melepaskannya karena ada kemungkinan dia akan melakukannya lagi."
.
Reno dan teman temannya yang lain saat ini berada di warung pinggir jalan hanya untuk sekedar nongkrong saja. Karena mereka bosan kalau hanya di markas saja.
"Woyy ada yang mau nikah nih" teriak salah satu snggota Lavenzi. "Siapa?" Teriak Reno penasaran. Anggota lavenzi itu mencair seseorang dan menunjukkan. "Tuh orang yang ada di samping lo" ucapnya.
"Njir siapa woyy, di sebelah kanan gue ada serangga dan di sebelah kiri gue ada monyet" ucap Reno. Monyet yang ia maksud adalah dito yang sedangm makan pisang.
"Sembarangan lo, gue bukan monyet tahu' ucap Dito. "Gue kan gak bilang kalau lo yang monyet" lalu Rwno kembali menatap salah satu juniornya itu. "Sapa sih orangnya" ucapnya.
"Noh si rangga, diam diam menghanyutkan ternyata" ucapnya. Semua anggota Lavenzi menatap rangga dengan tidak percaya. Selama ini rangga tidak pernah berbuat salah tapi saat mendengar berita ini mereka terkejut.
"Lo mau nikah rang?" Tanya Farhan. "Kapan Rang?" Tanya Kevan. "Nikahnya sama siapa?" Tanya Eka. "Sudah kawin belum?" Mereka semua bertanya tanya pada Rangga yang sedari tadi diam.
"Oke gue jawab satu satu dulu. Yang pertama gue emang mau nikah dan nikahnya sama calon pilihan bokap gue dan buat yang bertanya gue udah kawin atau belum. Gue emang udah ngawinin dia sebelah hari pernikahan kami" jawan Rangga dengan jujur.
"Gue udah melakukan itu dengan dia di kamar hotel" ucap Rangga sambil menunduk. Semua teman temannya hanya terdiam. Mereka tak tahu harus menanggapinya seperti apa.
Rangga mengangkat wajahnya dan menatap wajah teman temannya yang tidak enak dilihat.
Tiba tiba rangga tersenyum. "Tapi boong hayyukkkk" ucapnya kemudian lalu ia tertawa terbahak bahak sendirian. Sedangkan yang lainnya menatapnya datar.
"Gak usah dibawa serius, gue emang mau nikah tapi gue belom kawin sama sekali kok" ucap Rangga dengan cengengesan. "Dasar badak kutil, monyet gorilla berani beraninya lo ngeprankin kita" umpat Reno.
"Ya habis ada yang nanya sudah kawin atau belom? Lo pikir lah gue mana bisa menjadi sebrengsek itu. Gue tuh tipe orang yang baik dan setia seperti mantan pemimpin kia"
Yah tepat satu bulan yang lalu Keenan menyerahkan kepemimpinannya pada seseorang. Seseorang yang selama ini selalu diamati Keenan dari jauh untuk melihat tanggung jawab dia.
Reno, yah orang itu adalah Reno. Meski Reno agak gesrek tapi Reno sangat bertanggug jawab dengan apa yang ia lakukan. Keenan tidak pernah salah memilih buktinya Reno bisa membawa mereka dan memimpinnya.
Proses deni proses Keenan memberikan Jaket kepemimpinannya pada Reno dan juga memberikan kunci Markas untuk Reno. Selama ini Keenan lah yang memegang kuncinya.
Bukan hanua itu saha, Keenan juga meminta Reno untik melakukan sumpah setia dan sumpah pemimpin di hadapan seluruh anggota
Lavenzi yang hadir pada saat itu.
Dan saat itulah Keenan melepaskann tanggung jawabnya pada Reno. Kini dia bukan lagi pemimpin Lavenzi. Melainkan anggota biasa sama seperti mereka.
"Kenapa sama mantan pemimpin doang? Sama pemimpin lo kagak mau?" Tanya Reno. "Kalau pemimpinnya kayak lo sih gak ada yang bisa diteladani" jawab Rangga dengan bercanda.
"Iye gue tau banyak dosa tapi gak gitu juga kali rang" ucap Reno sedikit tersinggung. Rangga menatap Reno "Lo baper sama gue Ren?' Tannya nya pada Rebo.
"Ya lo pikir ajalah sendiri, gue tahu gue banyak dosa, bayak tingkah dan apalah. Tapi bukan berarti gue gak memiliki sedikit kebaikan bercanda boleh rang tapi jangan sampai menyakiti" ucap Reno
"Minta maaf Rang, gue tahu niat lo cuma nercanda. Tapi lo tetap salaj' ucap Eka menengaho di antara keduanya. Ia tak mau melihat teman temannya bertengkar hanya karena masalah sepela.
__ADS_1
"Iya Rang, lagi pyla Reno gak seburuk itu kok. Buktinya dia memimpin kita dengan baik, Reno selalu memberikan kita makanan bahkan walau kita tidak menyumbang uang padanya"
"Iya gue minta maaf Ren, gue gak bermaksud menyinggung lo. Suwer deh gue gak bakal ngulangin lagi" ucap Rangga pada Reno. Reno tersenyym lalu menganggu "Gue mau maafin lo, asal lo ngundang gue di pernikahan lo."
"Pasti, gue bakal ngundang kalian semua di pernikahan gue. Asal jagan minta diundang pas gue mau kawin aja" ucapnya. "Tapi kalo lo mau ngundang kita juga gak papa kok rang. Kapan lagi nonton secara live? Iya gak?' Ucap Farhan pada teman temannya.
"Apaan sih lo semua ngawur. Udah lanjutin aja makannya. Habis itu kita kembali ke markas aja. Lama lama di luar buat gue merindukan markas" ucap Dito.
"Markas adalah separuh jiwaku" jcap Kevan
"Markas adaah hatiku. Dito.
"Markas adalah nyawaku. Farhan
"Markas adalah rumah para monyet. Eka
"Nj*r lu bang, masa dumah para monyet" ucap yang lainnya. "Lah iya, kita kan monyet monyet ganteng" ucap Eka. Entah ketularan dari siapa sifat randomnya itu.
"Iya dah, ntar jodoh kita monyet cantik" ucap Kevan.
.
"Pak ada seorang wanita tua yang ingin bertemu dengan bapak." Ucap Bagas pada Keenan. Keenan baru saja keluar dari ruang meeting. "Siapa? Suruh masuk saja"
"Baik pak" Bagas memundurkan lamgkahnya dan menyuruh wanita tua itu untuk masuk ke dalam . "Terima kasih" ucapnya. Setelah itu wanita itu masuk ke dalam ruangan Keenan.
"Permisi pak" ucapnya pada Keenan. Keenan mengangkat kepalanya dan melihat wanita itu. Keenan merasa sangat familiar dengan wajah wanita itu. "Silahkan duduk bu" ucap nya.
"Baik pak"
"Ada apa ibu ingin bertemu dengan saya?" Tanya Keenan. Wanita tua itu tersenyum lalu mengambil sesuatu dari dalam tas nya. "Ini pak" ucapnya sambil memberikan sebuah dompet untuk Keenan.
"Apa ini bu*" tanya Keenan penasaran. "Saya memberikan ini untuk istri bapak saja. Terima kasih sudah menolong anak saya waktu itu. Dengan bapak memberikan perawatan gratis"
"Boleh saya membukanya?" Tanya Keenan sambil menatap wanita itu. "Tolong jangan buka sebelum anda sudah tiba di rumah. Bukalah saat anda bersama dengan istri anda" ucap wanita itu.
Keenan mengangguk mengerti lalu menyimpan dompet itu ke dalam tasnya. "Saya hanya ingin memberikan ini saja, kalau begitu saya permisi dulu" ucap wanita itu. "Baiklah bu, terima kasih atas hadiah yang ibu berikan" wanita itu tersenyum lalu segera pergi dari hadapan Keenan.
Keenan sangat penasaran dengan isi dompet itu tapi ia menahan dirinya untuk tidak membukanya demi menghargai pesan wanita itu. Keenan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Di rumah
Azka, Azkia disuruh Riya untuk menjaga Alfon dari gigitan nyamuk. Mereka patuh, Azka dan Azkia dengan senantiasa menjaga om mereka dari serangan nyamuk nyamuk nakal
Syafira dan Riya menyiapkan makan malam untuk mereka karena sekarang sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dengan cekatan mereka berdua membagi tugas untuk memasak dan menyiapkan semua bahannya.
Sementara Mahendra ia membaca koran di atas sofa sambil mengawasi anak dan cucu cucunya di depannya. Mahendra tersenyum Azka dan Azkia menjaga Alfon seperti adik mereka sendiri. Padahal Alfon adalah om mereka.
Lalu suara mobil terdegar dari dalam rumah itu. Mahendra tahu bahwa itu adalah suara mobil Keenan. Ia melipat korannya dan menaruhnya di atas meja.
Kemudian Keenan datang dengan wajahnya yang kelelahan. Keenan melihat anak anaknya sedang menjaga adiknya. Hati kecilnya menghangat melihat mereka. "Sudah pulang?" Tanya Mahendra.
"Iya pa, Syafira mana?" Tanya nya pada Mahendra. "Ada di dalam lagi menyiapkan makan malam sama Riya" jawab Mahendra sambil menatap Keenan.
"Keenan mau ganti baju dulu pa, nanti Keenan kembali lagi" ucapnya. Mahendra mengangguk. "Apa apa Kia itut ong" (papa papa Kia ikut dong) Azkia mengulurkan tangannya pada Keenan.
Keenan tertawa lalu mengangkat Azkia pada gendongannya. "Mau ikut papa? Boleh. Yuk kita ke kamar. Papa mau ganti baju dulu ya. Azkia nanti diem aja di kasur"
"Iya apa, kia ndak nakal kok. Kia kan anat baik" (Iya papa, kia enggak nakal kok. Kia akan anak baik) Keenan tersenyum. "Iya papa percaya" Keenan mencium kedua pipi pitri kecilnya.
Syafira dan Riya menghidangkan makanan di atas meja, semuanya sudah siap. Semua piring , sendok dan garpu pun sudah diatur sedemikian rupa.
"Keenan sepertinya sudah datang, kamu panggil saja dulu suamimu" ucap Riya psda Syafira. Syafira hanya mengangguk lalu kemudian pergi ke atas kamarnya untuk menemui Keenan dan mengajaknya makan malam bersama.
__ADS_1