Bukan Janda

Bukan Janda
Yes i will


__ADS_3

Pada malam hari, di ruang keluarga. Keenan mengatakan pada Mahendra kalau ayah Syafira ingin bertemu dengan nya.


"Pa, tadi Keenan sudah bilang sama ayah nya Syafira kalau Keenan akan melamarnya"


"Terus dia bilang apa?" tanya Mahendra.


"Om Tio menyuruh untuk membawa papa sama mama ke rumahnya. Ia akan membahasnya bersama kalian."


"Syafira udah tau kalau kamu akan melamarnya?"ucap Mela.


Keenan menggeleng, karena saat kemarin Keenan mengatakannya pada Tio. Syafira hanya fokus mendengarkan musik dengan menggunakan headset.


Keenan hanya bisa membayangkan bagaimana reaksi Syafira nanti saat dia dan kedua orang tua nya datang untuk melamar.


"Sebaik nya kamu memberi tahu Syafira lebih dahulu." Saran Mela.


Mahendra juga mengangguk setuju. "Papa setuju, setelah kamu memberi tahu nya besok malam papa dan mama akan datang untuk melamarnya"


"Baik lah pa, nanti Keenan akan memberi tahu nya"


Perbincangan mereka terus berlanjut, sampai akhirnya Keenan memilih untuk pergi ke kamar.


Keenan merebahkan diri di kasurnya. Kemudian ia mengambil handphone nya. Ia mencoba menelfon Syafira.


Tutt Tutt tutt


"Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, coba lah beberapa saat lagi"


Keenan merasa aneh dengan suara operator nya. "Sepertinya aku pernah dengar suara ini"


Keenan melihat panggilannya dan ternyata sudah terhubung. "Bisa bisa nya dia mengerjaiku"


"Janda, kamu mengerjaiku?"


"Tidak" Elak Syafira.


"Tapi nyatanya begitu" ucap Keenan.


"Kalau aku bilang tidak berarti tidak om"


"Iya deh"


"Sama bocah harus ngalah" batin Keenan.


"Om ngatain aku bocah?"


"Eh dari mana dia tahu?" Gumam Keenan.


"Enggak kok Janda, mana berani aku mengatai kamu bocah"


Keenan mengalihkan pembicaraan. Ia akan mengatakan tentang lamaran itu pada Syafira. Keenan tidak mau besok Syafira kaget begitu saja.


"Janda, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Keenan.


"Tentang apa?" tanya Syafira.


"Mau bilang sesuatu tapi takut salah...


Bilang tidak ya


Bilang tidak ya


Mau bilang ngelamar tapi takut marah


Lamar tidak ya


Lamar tidak ya"


Bukannya mengatakan, Keenan malah bernyanyi. Dengan lirik nya yang dirubah.


"Jadi om mau mengatakan apa? Kenapa malah nyanyi" sebal Syafira.


"Coba kamu fokus pada bait yang kedua tadi"


Syafira memikirkan lagu yang dinyanyikan Keenan tadi. Kemudian baru lah ia menyadari kalau Keenan sudah merubah lirik lagu itu dengan kata sesuatu dan lamar.


"Tadi di bait kedua om merubah lirik nya dengan kata lamar. Apa maksudnya?"


"Maksudnya adalah aku akan datang untuk melamarmu"


"Oh" jawab Syafira.


"Hanya oh? Tidak ada reaksi yang lain gitu?" ucap Keenan.

__ADS_1


"Memangnya aku harus apa? Loncat loncat di kasur? Guling guling di lantai?"


"Ya seenggaknya bilang (Beneran om?") Biar aku sedikit senang" ucap Keenan.


"Beneran om?"


"Sudah terlambat bambang"


Syafira mengerucutkan bibirnya. Walau ia tahu Keenan tidak melihatnya.


"Ya sudah, sekarang kamu tidur. Oh iya sebelum tidur susu kehamilannya diminum"


"Siap om"


Keenan mematikan telfonnya dan melemparkan handphonenya ke kasur. Keenan tidak sabar menunggu hari esok. Ia mematikan lampu dan segera tidur.


Keesokan harinya, hari sudah mulai pagi. Syafira memulai aktivitas nya seperti biasa. Mandi dan sarapan. Tak lupa pula ia juga meminum susu kehamilan.


"Hari ini aku ke cafe tidak yaa?" Gumam Syafira.


Drrrtttt


Syafira mendapat pesan dari Keenan. Ia segera membuka dan membacanya.


"Tidak usah ke cafe dulu untuk saat ini. Lebih baik kamu bersiap siap saja, karena nanti malam aku akan datang bersama kedua orang tuaku"


Syafira segera membalasnya dengan cepat. "Oke om". Ia juga menambahkan emot love.


Syafira keluar dari kamar dan mencari keberadaan Tio dan Wina.ia mencoba pergi ke kamar kedua orang tua nya. Syafira sudah berada di depan pintu kedua orang tua nya. Namun ia mendengar suara aneh.


Syafira membuka pintu nya sedikit dan alangkah terkejut nya ia. Ia melihat apa yang seharusnya tak ia lihat. Syafira langsung menutup pintunya kembali.


"Astaghfirullahaladzim, pagi pagi mataku sudah ternodai"


"Lagian ibu sama ayah, masih pagi udah main kuda kudaan aja." Dumel Syafira.


Syafira pergi ke dapur untuk memasak. Ia yakin ibu nya tidak akan muncul selama satu jam ke depan. Jadi dari pada dia kelaparan lebih baik dia memasak untuk dirinya sendiri.


Syafira memasak Sop daging kesukaannya. Ia mulai memotong daging dan sayuran sayuran. Kemudian mulai mengolahnya.


Butuh waktu 30 menit bagi Syafira untuk menyelesaikan masak nya. Setelah semuanya selesai, Syafira langsung membawa nya ke meja makan.


Syafira mengambil mangkuk dan piring untuk diri nya sendiri. Kemudian ia mengisi piringnya dengan nasi dan mangkuk nya dengan sop.


Kemudian Syafira memakannya dengan nikmat. Setelah selesai makan Syafira langsung mencuci piring. Ia juga membersihkan seluruh rumah. Meskipun begitu ia tetap hati hati karena ia sedang hamil.


Setelah satu jam kemudian, Syafira sudah menyelesaikan semuanya. Ia mengusap peluh di dahi nya.


"Sayang, kamu habis ngapain?"


Syafira terlonjak mendengar suara ibunya. Kemudian ia melihat ke arah ibunya. "Syafira lagi bersih bersih rumah bu"


"Bukan nya ibu sudah bilang. Kamu tidak boleh boleh mengerjakan pekerjaan yang berat seperti ini, ini pekerjaan ibu. Kamu hanya perlu menjaga kesehatanmu saja" ucap Wina.


"Iya bu, Syafira ngerti. Tapi dari pada bosen lebih baik kan Syafira bersih bersih rumah. Dari pada nunggu kedua macan yang lagi berkembang biak" sindir Syafira.


Tapi Wina tidak peka, padahal macam yang dimaksud Syafira adalah dirinya dan suaminya.


"Ayah dimana bu?" tanya Syafira.


"Ayah lagi di kamar, sepertinya ia kelelahan karena begadang semalam"


Syafira bergumam. "Begadang apanya? Tadi aku liat lagi berkembang biak sama ibu"


"Syafira, kamu yang memasak sop daging ini?" tanya Wina.


"Iya bu, kenapa?"


"Rasanya sangat enak, ibu suka" ucap Wina.


"Terima kasih bu, oh iya apa ibu tahu perihal Om Kernan yang akan melamarku nanti malam??


Wina melotot "Nanti malam? Dia baru saja bilang kemaren. Tapi ibu tak menyangka ia secepat ini melamarmu"


"Itu artinya dia adalah pria yang bertanggung jawab bu. Dari pada pacaran bertahun tahun tapi ujung ujungnya juga putus" ucap Syafira.


"Iya kamu benar juga"


"Wina, kenapa kamu tidak membangunkanku"


Tio keluar dengan penampilannya yang berantakan. Rambut acak acak an, kancing kancing yang terlepas.


"Aku gak mau membangunkan mas soalnya biar mas puas tidurnya. Aku tahu mas kecapean"

__ADS_1


Ingin rasanya Syafira berteriak "Hello? Kecapean apanya? Tadi aja semangat 45"


Jadi begini rasanya punya orang tua yang suka akting.


"Ayah mau sarapan? Kebetulan Syafira sudah memasak sop daging. Ayah bisa memakannya"


"Ah iya kebetulan pagi ini ayah sangat lapar sekali"


Tio dan Wina sarapan pagi dengan sop daging yang dibuat oleh Syafira. Syafira duduk menemani mereka makan.


"Ayah, nanti malam om Keenan sama kedua orang tua nya akan melamar Syafira"


Tio terbatuk batuk mendengar hal itu. "Benarkah?"


Syafira mengangguk. "Bagus lah kalau begitu. Ayah yakin dia adalah pria yang tepat untukmu"


Skip


Malam sudah tiba, Keenan dan kedua orang tua nya sedang dalam perjalanan menuju rumah Syafira. Di dalam mobil mereka saling berbincang bincang.


"Keenan, kamu sudah menyiapkan cincin nya kan?"  tanya Mahendra.


"Sudah pa"


Mahendra hanya mengangguk sambil menyetir mobil. "Ingat pesan mama, kamu tidak boleh menyakiti Syafira"


"Iya ma"


Akhirnya mereka sudah tiba di rumah Syafira. Mahendra, Mela dan Keenan turun dari mobil. Lalu mereka mengetuk pintu.


Tok tok tok


Pintu pun terbuka.


"Orang tua nak Keenan ya? Ayo ayo silahkan masuk" ucap wanita itu yang tak lain adalah Wina.


"Terima kasih" jawab Mela.


Mahendra, Mela dan Keenan disambut dengan sangat baik oleh Tio. Tio sudah menyiapkan semuanya dari pagi. Mulai dari makanan dan hiasan rumah.


"Silahkan duduk" ucap Tio.


Ketiga nya pun duduk.


"Sebelum kita berbicara, mari kita makan makan lebih dahulu" ucap Tio.


"Ah iya terima kasih"


Mereka semua memakan hidangan yang ada di atas meja. Mereka makan tanpa suara.


Setelah selesai makan, mereka pun diam sebentar. Lalu Mahendra membuka pembicaraan.


"Kedatangan kami kesini dengan maksud untuk melamar Syafira, putri Anda"


Tio mangut mangut, kemudian ia menatap putrinya. "Saya sebenarnya sangat setuju. Tapi semua keputusan ada di anak saya"


"Jadi bagaimana Syafira, apa kamu mau menerima lamaran ini?" tanya Mela.


Syafira mengangkat kepalanya dan menatap satu persatu orang yang ada disana. Terakhir ia menatap Keenan.


"Maaf, Syafira tidak bisa"


Deg


Hati Keenan mencelos saat Syafira menolaknya.


"Jadi kamu menolaknya sayang? Katakan lebih jelas. Bukan kah kamu sangat mencintai nak Keenan kenapa kamu menolaknya"


"Syafira belum selesai ngomong bu. Maaf Syafira tidak bisa menolak pria sebaik om Keenan"


Semuanya bernafas lega, termasuk Keenan. "Gadisku sangat jahil sekali. Dia sangat pandai membuat jantungku berdegup kencang karena perkataannya" batin Keenan.


Mahendra menyikut Keenan. Keenan yang mengerti kode nya pun langsung berdiri. Kemudian ia mendekati Syafira dan berlutut di hadapannya.


"Syafira Anindita putri, gadis kecil yang berhasil membuatku jatuh cinta. Dengan ini aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu.


Dan juga bahwa aku ingin melamarmu. Mau kah kamu menjadi tunanganku?"


"Iya"


Keenan mendongakkan kepalanya, ia menatap wajah cantik Syafira. "Terima kasih" bisik nya.


"Lihat pa, ternyata anak kita bisa romantis juga ya" ucap Mela.

__ADS_1


"Anak siapa dulu?" Ucap Mahendra.


Tio dan Wina tersenyum. Akhirnya mereka menemukan pasangan yang tepat untuk syafira. Pasangan yang bisa menerima keadaan Syafira.


__ADS_2