Bukan Janda

Bukan Janda
Misi rahasia 2


__ADS_3

Saat ini Eka sedang berada di dalam kamarnya dan mengotak atik laptopnya sedari tadi. Ia memasukkan nomor jack pada sistem pelacaknya. Eka perlu waktu beberapa menit untuk mengatur semuanya.


Setelah berhasil diverifikasi, Eka menekan beberapa tombol yang akan membuatnya bisa melihat keberadaan dari nomor ponsel ini. Tangannya yang lincah membuka layarnya dengan lebar.


Eka menemukan titik terang dari pemilik nomor handphone tersebut, matanya fokus pada satu titik yang berwarna merah. Jakarta, Villa Mouse of the king. Eka mengernyitkan dahinya.


Bukankah villa itu sudah lama kosong dan tidak ada yang menempati. Lalu kenapa nomor  ponsel itu terhubung pada Villa itu. Eka benar benar tidak mengerti. Ia haris bertemu dengan Keenan dan Ace secepatnya.


Sementara Keenan dan Ace, mereka sedang berada di sebuah ruangan yang kedap suara. Ruangan itu adalah ruangan dimana biasanya ace memecahkan kasus. Ace mengajak Keenan kali ini karena kode yang mereka buat sangat terhubung.


"Bagaimana dengan kode V.V.V yang kemarin kukatakan. Apakah itu berhasil?" Tanya Keenan pada Ace yang sedang menatap layar monitor di hadapannya. Ace mengangguk.


"Kode V.V.V dan X.P.W seratus persen berhasil. Otak bapak sangat jenius hingga bisa membuat kode seperti ini. Apa jangan jangan bapak dulu anggota Mafia ya?"


Keenan tertawa. "Tentu saja tidak, saya hanya menyukai sebuah misteri. Dan kode ini akan menjadi misteri bagi semua orang. Hanya orang cerdaslah yang akan mengerti dengan kode ini.


Beberapa menit kemudian, Ace merenggangkan tubuhnya. Semuanya sudah berhasil. Bahkan kode kodenya juga sudah ia terapkan. "Semuanya berhasil pak, kita hanya tinggal menunggu dari pak Eka saja" ucap Ace.


Keenan mengangguk, lalu ponselnya tiba tiba berbunyi. Keenan mengambilnya kemudian melihat ada panggilam dari Eka. "Halo bang, gimana?" Tanya Keenan langsung.


"Sorry Nan gue harus mengatakan di telfon, soalnya gue gak bisa ketemu lo. Anak gue jatuh gue mau bawa dia ke klinik dulu."  "Tidak apa apa bang"


"Jadi gue udah udah ngelacaknya dan nomor ini ternyata lokasinya tepat di villa mouse of the king itu. Villa itu sudah lama tidao ditempati bahkan banyak rumor yang mengatakan kalau disana angker"


"Abang yakin posisinya ada disitu?" Tanya Keenan. "Seratus persen yakin, sekarang lo coba pergi ke sana dengan tuan Ace. Gue yakin lo bisa menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk disana." Ucap Eka.


Keenan memutuskan panggilannya lalu menatap Ace. "Ayo cepat kita pergi ke villa mouse of the king" ucap Keenan. "Tapi pak bukankah villa itu sudah kosong, untuk apa kita kesana?" Tanya Ace dengan bingung.


"Bang eka curiga disana adalah tempat Jack


bersembunyi selama ini. Jack sudah tidak punya harta apapun lagi jadi kemungkinan besar ia ada disitu. Ayo"


.


.


Riya, Mahendra dan Syafira sedang berada di ruang tengah menonton televisi. Mereka menonton berita. Lalu tiba tiba mata Riya membulat.


"Ditemukan anak bayi yang diculik oleh seseorang dan tersangka bernama Jack Groddy dia berhasil meloloskan diri bahkan setelah dikepung oleh beberapa polisi"


"Mahendra, saya yakin dia adalah orang yang sama yang berniat untuk menculik Azka juga. Dia jack groddy adalah mantan suami saya" ucap Riya dengan suara yang bergetar. Ia tidak menyangka mantan suaminya akan melakukan hal itu.


Sementara Mahendra ia menatap Riya. "Apa kamu sudah memberi tahu Keenan tentang hal ini?" Riya mengangguk. Mahendra segera berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan Riya dan Syafira tanpa sepatah kata pun.


Syafira beringsut dan duduk di sebelah Riya. "Tante, tenang. Semuanya akan baik baik saja. Mas Keenan sudah menceritakan semuanya pada Syafira dan Syafira yakin suami Syafira bisa menangkan tikus liar itu"


Syafira tidak sudi menyebut nama orang yang hampir menculik anaknya. Ia yakin orang itu ingin menculik Azka karena keluarga mereka sangat kaya dan dia akan meminta tebusan. Dan itu adalah cara yang paling bodoh menurut Syafira.


"Maaf, gara gara tante semua ini terjadi. Seandainya tante tidak tinggal disini mungkin ceritanya akan beda" ucap Riya. Syafira mengelus punggung Riya.


Sementara itu Mahendra menghubungi semua anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk mencari tahu mengenai info tentang Jack.


Iwan selaku anak buahnya datang dengan membawa sejumlah informasi untuk Mahendra. Iwan membeberkan semua hal tentang Jack pada Mahendra. Membuat Mahendra mangut mangut.


"Sementara ini pencarian Jack sudah dilakukan oleh sebagian anak buah putra Anda. Jadi jika ditambah dengan anak buah kita lagi mungkin akan berhasil" ucap Iwan.

__ADS_1


"Saya mau yang terbaik, sebelum orang itu ditangkap saya tidak akan tenang dengan cucu cucu saya apalagi anak saya yang masih kecil. Tolong kamu segera kirimkan anak buah yang lainnya dan gabungkan dengan milik putra saya."


"Baik pak, akan segera saya lakukan" Iwan memurdurkan dirinya dari hadapan Mahendra dan bergegas pergi untuk melaksanakan perintahnya. Iwan tidak ingin mengecewakan Mahendra.


Keenan dan Ace sudah tiba di Villa mouse of the king. Mereka melakukan penyamaran dengan menjadi seorang kakek kakek dan nenek nenek. Itu semua adalah ide Ace. Karena tak mungkin mereka datang kesana dengan wajah biasa.


"Bagaimana penampilanku? Apa aku terlihat aneh dengan janggut palsu ini" tanya Keenan pada Ace sambil menyentuh janggut palsunya. "Tidak pak, anda malah semakin tampan dengan janggut itu" jawab Ace.


"Ya, aku tahu. Mau dijelekin seperti apa muka ku tetap ganteng." Ace mengangguk. "Lalu bagaimana dengan saya. Apa saya juga sudah seperti nenek beneran?" Tanya Ace.


"Tenang saja, kamu sudah seperti nenek nenek kok. Dan jika ada seseorang yang bertemu dengan kita, bersikaplah seperti istriku. Istri dari kakek tertampan ini"


"Siap Bos" ucap Ace. Lalu keduanya turun dari mobil sambil melihat sekelilingnya takut ada yang melihat mereka. Setelah memastikan semuanya aman Keenan dan Ace memulai akting mereka dan bersikap seperti kakek dan nenek yang sesungguhnya.


Keenan dan Ace berjalan dengan sedikit bungkuk. Tak lupa dengan sebuah tongkat yang mengiringi penampilan mereka. Tingkah keduanya dilihat oleh pengendara motor.


"Lihatlah, walaupun sudah tua. Suami istri itu sangat romantis sekali" ucap sang wanita pada pacarnya yang sedang mengendarai motornya. "Iya, kamu benar. Bahkan mereka berdua sama sama bungkuk" si wanita terkekeh geli lalu mereka segera berlalu.


"Pak sepertinya mereka tadi sedang membicarakan kita" bisik Ace dengan pelan. "Mereka tidak tahu saja siapa kita sebenarnya" jawab Keenan sambil terkekeh.


Kemudian Ace dan Keenan berjalan menuju Villa itu. Mereka berjalan dengan pelan pelan agar tidak ada orang yang curiga dengannya. "Dimana Villanya?" Tanya Keenan pada Ace.


"Itu pak" Ace menunjuknya dengan tangannya


Keenan dan Ace telah sampai di depan Villa itu. Mereka melirik kesana kemari. "Coba kamu ketuk pintunya" ucap Keenan pada Ace. Ace mengangguk. Dengan susah payah ia mengetuk pintu villa itu.


Tak ada jawaban, lalu Ace mengulanginya lagi. Sampai tiba tiba seseorang membuka pintunya. "Ada apa?" Ucap Orang itu. Keenan menatap orang itu dengan teliti sampai matanya menemukan sebuah tato dengan gambar naga dan garuda. Sekarang Keenan mengerti siapa orang di hadapannya ini"


"A..anu ***..saya..mau..numpang pipis disini" ucap Ace dengan terbata bata. Keenan menahan tawanya mati matian mendengar Ace yang biasanya berbicara formal harus mengatakan hal seperti itu.


"Disini bukan tempat penampungan orang yang mau pipis. Pergi sana" hardik pria itu kepada Ace. Keenan berusaha membantu Ace. "Tolong istri saya pak, istri saya bisa mengompol disini kalau mau"


"Terima kasih..cukk.."


"Cukk cukk ndasmu. Dasar nenek tua tak tahu diuntung" umpat pria itu. Pria itu membukakan pintu lebar lebar untuk mereka berdua. Dengan berjalan terbungkuk bungkuk Keenan dan Ace masuk ke dalam.


"Ya ampun punggungku sakit banget" batin Keenan dalam hati. "Kamar mandinya ada di situ dan jangan coba coba masuk ke ruangan lain. Mengerti gak?" Ucap pria itu.


"Iya cu" jawab Ace. Demi apapun juga Ace sangat gugup ketika ia berhadapan dengan pria itu. Ia khawatir suara nya akan terlihat jelas sebagai laki laki. Tapi untungnya saat ini semuanya baik baik saja.


Pria itu adalah pria yang sama dengan orang yang menculik Azka dan ditendang oleh Jack. Ya dia adalah anak buah Jack. Pria itu berada di villa ini juga untuk menyusun balas dendamnya. Ia tahu Jack sangat jarang atau hampir tidak pernah berada di villa ini.


Sementara Keenan ia tetap berdiri membungkuk sambil diawasi oleh pria itu. "Kek    kalau punya uang mending uangnya buat cukur janggutnya aja. Biar pada gak ubanan semua. Rambut uban, janggut juga uban. Jangan jangan dibawah sana juga ubanan lagi" pria itu menatap bagian bawah Keenan.


"Kampret lo, punya gue masih seger woyy bukan ubanan. Tiap malam masuk sarang istri gue" batin Keenan. Ia sungguh dongkol dengan pria yang ada di depannya ini.


Keenan merasa gelisah karena Ace tak kunjung keluar sementara ia ditinggal bersama  si kutu badak ini. Dalam hati ia menggerutu Ace. Mungkin ace di dalam sana  sedang bernafas lega.


"Kenapa kamu?" Tanya Pria itu yang mengetahui Keenan bergerak gelisah. "Saya haus bolehkah saya meminta sedikit air minum saja." Pinta Keenan. "Dasar menyusahkan" pria itu tetap mengambilkan air untuk Keenan.


Saat pria itu pergi mengambilkan air minum Keenan menegakkan tubuhnya. Punggungnya sakit semua karena terus membungkuk seperti itu. Keenan memperbaiki wig nya dan jenggotnya.


Setelah melihat pria itu kembali buru buru Keenan menempatkan  dirinya seperti semula. "Nih minum, awas jangan sampai ludahnya tersisa ya" ucap pria itu dengan kasar.


"Terima kasih" Keenan mengambil air nya dan pria itu dan meminumnya sedikit. Kemudian setelah itu tanpa sepengetahuan pria itu Keenan mencampurkan obat tidur pada gelas itu. Lalu membuang bungkusnya sembarangan.

__ADS_1


"Maaf pak, bisa kah anda meminumnya terlebih dahulu. Saya takut air ini sudah diracuni sama bapak" ucap Keenan dengan nada takut takut.


"Heh sudah untung saya kasih kamu minum. Saya juga tidak mau meracuni kamu. Bentar lagi kan kamu juga mati karena usia" jawab pria itu. Tapi pria itu tetap meminum airnya sebagai bukti bahwa ia tidak memberinya racun.


Dua menit setelah meminumnya tiba tiba mulutnya menguap dengan lebar, pria itu mengantuk lalu ia mencari sofa dan tertidur pulas disana. Keenan bernafas lega, kali ini ia tidak perlu berpura pura lagi.


Setelah pria itu tertidur Keenan melepaskan semua penyamarannya. Sudah cukup ia menjadi kakek yang ternistakan. Lebih baik ia menjadi dirinya sendiri. Keenan mencari Ace yang tak kunjung kembali.


"Psstt...pak saya disini" Keenan mendengar suara bisikan lalu mencari sumber suara itu. Dan ternyata adalah suara Ace yang berada di balik sebuah ruangan. Keenaan berjalan menghampirinya.


"Kamu kenapa lama sekali? Saya sudah capek nungguin kamu disana. Dan kamu malah enak enakan disini" ucap Keenan pada Ace. Ace hanya menyengir dengan wajah tanpa dosanya.


"Maaf pak, tapi saya menemukan sesuatu pak. Ayo bapak masuk dulu dan kunci pintunya" Keenan masuk ke dalam ruangan itu dan menguncinya. Sementara itu Ace sedang mengotak atik layar di hadapannya.


"Lihatlah ini pak, ini adalah alat pelacak tercanggih. Dan alat ini sudah dia gunakan untuk melacak keberadaan ibu Riya. Lihatlah, disini ada gambar lokasi ibu Riya yang berada di rumah bapak."


"Dan satu lagi, orang itu juga menyabotase handphone milik ibu Riya. Mungkin saat orang itu mendorong ibu Riya ia dengan cepat menukarkan hp nya dengan hp yang sama. Berarti ada kemungkinan bahwa orang yang bernama Jack itu sudah mendengar percakapan kalian'


Keenan tersenyum sinis. "Tidak ada pembicaraan penting antara aku dengan ibu. Orang itu sangat bodoh sekali. Pria itu berotak gajah, besar tapi lemah. Sedangkan aku otak semut, kecil tapi kuat. Sekali menggigit bisa membuat lawan kesakitan"


"Dan saya akan membawa semua alat ini bersama saya. Karena alat ini tidak akan berguna jika bersama orang bodoh seperti mereka"


Keenan tertawa, ternyata Ace menyetujuinya bahwa mereka termasuk orang bodoh. "Bawa lah, "


"Jika kamu bisa membantu menyelesaikan kasus ini bersamaku kamu bisa meminta alat pelacak yang tercanggih padaku, aku akan membelikannya untukmu." Ucap Keenan pada Ace.


Ace mengangguk lalu ia membereskan semua alat pelacak itu untuk dibawanya. Tiba tiba sebuah benda jatuh dari atasnya ketika Ace membereskan alat pelacak itu. Ace mengambilnya dan ternyata itu adalah sebuah flasdisck.


"Apa itu?" Tanya Keenan. "Ini flasdisk pak" jawab Ace sambil menunjukkannya benda itu. Keenan mengambilnya. "Aku akan membawanya mungkin isi dalam flasdisk ini bisa menjadi bukti" ucap Keenan.


"Baiklah" setelah membereskan semuanya Keenan dan Ace segera bergegas untuk pergi. Ketika melewati pria itu, Keenan memiliki sebuah niat untuk menyekapnya sementara waktu. Karena pria itu lah satu satunya yang bisa ia harapkan untuk menemukan Jack.


Keenan melirik Ace yang berada di sebelahnya. Hanya melalui tatapan Mata Ace mengerti dengan apa yang ia maksud. "2-3-0 Siap laksanakan pak" Keenan mengangguk.


Ace meletakkan alat pelacaknya di bawah kemudian mengikat tangan Pria itu dan membawanya masuk kel dalam mobil. Keenan akan menyekapnya di tempat yang aman. Karena ace yang membawa pria itu, maka Keenan juga yang membawakan alat pelacak itu untuk ace.


.


.


"Ren lo udah dapat kabar dari bang eka?" Tanya Rangga pada Reno. Karena seharian ini mereka masih belum mengetahui kemana Eka pergi. Reno mengangguk. "Bang eka lagi sibuk, dia bantuin Keenan melacak terus anaknya lagi sakit dan dibawa ke klinik" jawab Reno.


"Dan bagaimana dengan perihal pelaku penculikan itu? Apa Keenan berhasil mengatasinya?" Tanya Farhan. "Saat ini belum, dia mungkin sedang merencanakan sesuatu sendirian.


"Keenan akan meminta bantuan kita kalau sudah saatnya. Gue yakin" Reno menatap semua teman temannya bergantian. Semenjak mereka diminta bantuan oleh Keenan mereka terus hadir ke markas hanya untuk menunggu bantuan apa yang Keenan butuhkan dari mereka.


"Lo semua sadar gak sih kalau selama ini Keenan itu orangnya agak misterius gitu. Di balik sifatnya yang konyol dan humoris tapi dia seperti memiliki sifat yang kek gimana ya. Gue bingung ngejelasinnya tapi dia seperti menyimpan sesuatu untuk dirinya sendiri" ucap Kevan pada mereka semua.


"Kenapa lo berpikir seperti itu Van?" Tanya Dito yang langsung diangguki oleh yang lainnya. "Kelihatan dari matanya saat kemarin dia kesini. Di antara kita semua hanya Keenan yang paling pandai menyembunyikan sesuatu"  jawab Kevan.


"Gue penasaran? Apa hal yang misterius dari Keenan. Karena selama bertahun tahun gue mengenal dia sifatnya biasa aja. Konyol dan humoris." Lanjut Farhan.


"Ya sudahlah. Apapun itu biarkan dia memiliknya sendiri. Bagaimana pun juga setiap orang memiliki privasi yang tidak dapat diketahui oleh orang lain" ucap Farhan dengan serius.


"Dan Lo Rang, gimana kabar pernikahan lo?" Tanya Kevan mengalihkan pembicaraannya. "100% berjalan lancar hanya tinggal membagi bagikan undangan saja"

__ADS_1


"Jadi pernikahan lo dipercepat menjadi dua minggu lagi?' Tanya Dito yang dijawab dengan anggukan oleh Rangga.


"Bokap gue yang mengurus semuanya, gue hanya terima beresnya aja" jawab Rangga.


__ADS_2