Bukan Janda

Bukan Janda
Sandiwara Keenan


__ADS_3

Pagi ini Keenan melakukan olahraga pagi di rumahnya. Ia melakukan Gym untuk kesehatan dan otot perutnya. Keenan selalu menjaga otot perut nya. Karena menurut Keenan ia sangat seksi kalau ada otot perut nya


Tanpa sadar Keenan telah kelaparan,ia pun memutuskan untuk berhenti.  Pembantunya datang dan berkata "Den, karena ibu belum kembali . Biar saya saja yang memasak untuk Aden"  biasanya Mela yang selalu menyiapkan sarapan. Namun kali ini mela sedang ikut suami nya ke sebuah acara, jadi dia tidak memasak.


Keenan mengangguk mengiyakan. Perut nya sangat lapar sekali karena melakukan gym.


"Syafira sayang, ayo sarapan dulu" panggil Wina.


Syafira pun turun dan pergi ke meja makan. "Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu" ucap nya.


"Sepertinya anak ayah senang sekali? Ada apa ini" ucap Tio.


"Ayah, tentu saja Syafira senang. Hari ini kan hari dimana syafira ulang tahun" ucap syafira.


Wina dan Tio menepuk dahi nya. Bisa bisa nya mereka melupakan ulang tahun putri nya sendiri. Wina merasa bersalah sama Syafira, begitu pun dengan Tio


"Syafira tidak akan minta hadiah Ayah dan ibu. Ayah dan ibu sudah memberikan segalanya buat Syafira.


"Anggap aja cafe kemaren adalah hadiah dari ayah buat Syafira. Dan buat ibu hadiah nya adalah kasih sayang yang tak terbatas untukku"


Syafira menatap kedua orang tua nya secara bergantian. Lalu mereka bertiga berpelukan bersama. "Ayah janji, mulai minggu depan kamu sudah bisa mengelola cafe itu" ucap Tio.


"Dan ibu juga janji, sampai kapan pun ibu tak akan pernah berhenti menyayangimu" lanjut Wina.


Syafira mengangguk seraya tersenyum. "Oh iya ibu sampai lupa. Ayo kita makan bersama sama" ucap Wina.


Syafira dan kedua orang tua nya pun mulai menyantap makanan nya dengan nikmat. Mereka tidak berbicara sama sekali,hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. 10 menit kemudian. Setelah selesai sarapan, Wina membereskan meja makan dan mencuci piring.


Kemudian mereka berkumpul di ruang keluarga. Syafira membicarakan banyak hal bersama orang tua nya. Termasuk pertemuan dengan Keenan. Syafira menceritakan kalau dia bertemu om om yang menyebalkan. Sedangkan untuk masalah asi dia tidak menceritakan pada ayahnya.


Mendengar cerita Syafira, Wina dan Tio tertawa. Syafira juga ikut tertawa bersama mereka.


Hari sudah mulai siang, matahari sudah mulai meninggi. Keenan berencana akan pergi ke markas, karena sudah lama ia tidak pergi kesana.


Keenan memakai jaket nya dan mengambil kunci motornya. Kemudian ia mulai menancapkan gas dan pergi.


Setiba nya disana, markas tempat mereka berkumpul sangat sepi. Hanya ada beberapa orang saja. Keenan menaruh helm nya dan berjalan ke markas.


"Wah si bos tumben datang nih" Ucap Reno.


"Yang lain pada kemana?" tanya Keenan.


"Yang lain pada ngebo di rumah nya masih masing" sahut Farhan.


Keenan mengelilingi markas nya dan menemukan celana dalam dengan motif barbie. Keenan memegang nya dan menunjukkan pada teman temannya.


"Ini punya siapa?" tanya Keenan.


Reno dan farhan saling senggol satu sama lain.


Kalau mereka jujur mereka yang akan malu. Namun kalau bohong mereka juga yang mendapat akibatnya. Akhirnya Reno mengangkat suaranya.

__ADS_1


"Itu punya adek gue, tadi gue dan farhan pergi ke mall buat beli itu". Reno sangat malu untuk mengatakan nya pada Keenan.


"Gue kira ini punya kalian" ucap Keenan dengan entengnya. Dan melempar celana dalam itu ke wajah Reno.


"***** lo nan, kita itu cowok manly. Mana mungkin pake begituan" jawab Farhan.


Keenan mengangkat bahu acuh tak acuh.


"Han, tolong pijitin pundak gue dong. Pegel nih" perintahnya.


Kalau Keenan yang memerintah, Farhan tidak bisa menolak. Lalu dengan setengah hati Farhan memijit Keenan. Saat sedang asyik mijit, teman teman yang lain datang.


"Wih Farhan dari seorang pembalap menjadi tukang pijit" ucap Eka. Eka adalah orang yang paling tua di markas itu. Umur nya sekitar tiga puluh an. Dan cuma dia satu satu nya orang yang sudah berkeluarga.


"Enggak bang, tadi gue diminta Keenan aja buat mijit." Ucap Farhan.


"Ah kapan gue minta lo mijitin gue, perasaan tadi lo deh yang nawarin mau mijit gue" ucap Keenan.


Semua nya menertawakan Farhan. Bahkan Reno sampai berguling guling di lantai. Karena dongkol Farhan melemparkan celana dalam bermotif barbie itu pada Reno.


Semua teman temannya terbelalak melihat celana dalam itu.


"Woyy Han, selain tukang pijit lo juga memakai itu" ucap Reza.


"Gue kira lo manly han, tapi ternyata gue salah" ucap Eka.


Farhan akan protes, tapi teman teman nya tidak membiarkan dia berbicara sepatah kata pun. Akhirnya Farhan bernyanyi


"Ku menangis...membayangkan...betapa kejamnya kalian pada diriku...kau hina diriku..selama hidupku"


"Kalian tega banget sih sama gue" ucap Farhan  dan berakting seolah olah dia yang tersakiti.


"Jijik" ucap Keenan.


"Setuju sama lo nan" timpal Reza.


"Oke oke, kalian suci aku penuh dosa" ucap Farhan menyerah. Semua nya tertawa tanpa terkecuali. Lalu tawa mereka berhenti ketika melihat seorang gadis masuk ke markas mereka. Siapa lagi kalau bukan Ana, mantan pacar dari Keenan aldebaran bright.


"Hai" ucap Ana dengan senyuman manisnya.


Keenan menatapnya sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ana menghampiri Keenan dan duduk di sebelahnya.


"Keenan aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Ana.


Keenan memanggil Reno. "Ren ambilin kaca mata hitam gue"


Reno segera mengambil dan memberikannya pada Keenan. "Buat apaan sih nan?" bisik Reno pada Keenan.


"Lo gak liat pakaian tuh cewek, gue males liat nya" jawab Keenan.


Ana memakai dress yang panjangnya sebatas paha nya ditambah lagi belahan dada nya sangat rendah. Keenan segera memakai kaca matanya. Dan baru menatap Ana.

__ADS_1


"Mau ngomong apa?" tanya nya.


"Sebenarnya aku masih sayang sama kamu nan, kamu mau gak balikan sama aku?"


Keenan berdecih pelan. "Sorry, tapi aku udah enggak suka cewek" jelas Keenan.


"Maksud kamu?" Ana tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Keenan.


"Sekarang aku gay, dan aku menyukai Reno" jawab Keenan.


"Aku nggak percaya" ucap Ana.


Tanpa pikir panjang, Keenan menarik Reno yang berada di dekat nya. Keenan menyentuh dada Reno dengan sensual dan membuka kancing kancing nya.


"Nan lo mau ngapain gue sih?" Ucap Reno.


"Ssttt bantuin gue Ren" ucap Keenan sambil berbisik.


"Dih ogah nan, gue merinding lo giniin gue"


"Kalau lo mau bantuin gue, gue bakal kasih sepuluh juta buat lo" Keenan memberikan tawaran yang sangat menggiurkan bagi Reno. Akhirnya Reno pun menyetujui nya.


Reno dan Keenan saling bertindihan. Mereka kelihatan sedang berciuman. Reza, farhan, Eka menatap kedua nya dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Sedangkan Ana ia mengalihkan pandangannya. Ia tak sanggup melihat adegan tak senonoh itu. Keenan dan Reno masih asyik dengan sandiwaranya.


Karena sudah tak tahan melihat mereka berdua. Ana memutuskan untuk pergi. Namun sebelum pergi Ana memastikan apakah hal itu benar benar terjadi.


Saat sadar Ana akan memeriksanya, Keenan segera mencium kening dan pipi Reno. Ana merasa mual melihat adegan itu. Ia langsung pergi.


Setelah kepergian Ana, Reno langsung menghempaskan tubuh Keenan ke lantai. Ia sudah tak tahan diperlakukan seperti itu oleh Keenan.


"Gila lo nan, lo benar benar mendalami peran lo sebagai gay" ucap Reno.


"Ya mau gimana lagi, gue capek liat tuh cewek ngejar ngejar gue."


"Sesuai perjanjian, lo harus ngasih sepuluh juta buat gue" ucap Reno.


"Tenang aja nanti gue transfer" jawab Keenan.


Keenan menatap semua temannya. "Kenapa kalian liatin gue dan Reno?" tanya nya.


"Lo beneran gay nan?" Tanya Eka mewakili semua teman-temannya.


"Ya enggak lah, gue tadi cuma pura-pura."


Eka dan yang lain nya mengangguk paham.


" ya udah gue pamit pulang dulu" pamit Keenan pada yang lainnya.


"Yoi nan, jangan lupa sepuluh juta nya" ucap Reno.


"Iya iya lo tenang aja" Balas Keenan.

__ADS_1


Keenan memakai helm dan naik ke atas motornya dan mulai menancapkan gas.


Syafira sedang berada di dalam kamarnya, ia membaca buku buku kehamilan. Namun, tiba tiba ia merasa mual. Syafira langsung ke kamar mandi. Dan memuntahkan cairan bening. Syafira merasa lemas sekali. ia tertidur dengan memeluk buku itu.


__ADS_2