
Setelah menemani Syafira memeriksa kandungan, Keenan langsung mengantarkannya pulang. Ia sebernarnya masih ingin berlama lama dengan Syafira. Namun ada hal yang harus ia lakukan setelah ini.
Keenan berencana untuk memberikan pelajaran pada Rega, karena ia telah melukai Farhan.
Keenan kembali ke rumahnya untuk mengambil jaket kebanggaannya sebagai seorang pemimpin Lavenzi. Lavenzi adalah nama geng motor Keenan dan teman temannya. Keenan diangkat menjadi pemimpin karena ia mempunyai sifat seorang pemimpin
Setelah mengambil jaket, Keenan segera bergegas pergi. Keenan sudah mengetahui dimana markas Rega dan geng nya. Keenan pergi ke sana seorang diri.
"Gue akan buat lo nyesel karena berani menyakiti Farhan" batin Keenan.
Perjalanan ke markas Rega membutuhkan waktu 45 menit. Keenan pun telah sampai disana. Ia melepaskan helm dan turun dari motornya. Tak lupa ia juga mengunci sepeda motornya.
Suara gelak tawa berasal dari dalam markas.
"Ga, gimana keadaan anggota Lavenzi yang kita keroyok waktu itu?"ucap salah satu teman Rega.
"Gak tau, mungkin aja sekarat. Syukur syukur kalau dia mati" jawab Rega.
"Wah parah lo ga" ucap temannya lagi.
Rega mengangkat bahu nya acuh tak acuh. Sedari tadi Keenan mendengarkan semua pembicaraannya. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam markas mereka. Saat semua nya tenang baru kemudian ia masuk.
"Sampah, pengecut, dan ********. Tiga panggilan itu cocok buat seorang Rega" ucap Keenan.
Semua teman teman Rega menoleh, termasuk Rega. Mereka terkejut karena kehadiran Keenan. Rega beranjak dari tenpat duduk nya dan menghampiri Keenan.
"Maksud lo apa ngomong kek gitu?" ucap Rega.
Keenan mendecih, kemudian ia menatap Rega dengan tatapan yang mematikan. Tangan nya dari tadi sangat gatal untuk memukul nya namun masih bisa ia tahan.
"Gak usah pura pura **** deh lo, oh iya gue lupa lo kan beneran ****" ucap Keenan lagi. Lama lama emosi Rega mulai terpancing. Ia menarik kerah baju Keenan. Keenan masih bersikap santai untuk sementara dulu. Karena nanti ia akan melakukan hal yang lebih dari itu.
"Kenapa lo ngeroyok teman gue hah?" Bentak Keenan pada Rega. Kemudian ia menghempaskan tangan Rega yang sedari tadi memegang kerah bajunya.
Rega mengerti kemana arah pembicaraan Keenan. Ia tertawa meremehkan. "Jadi lo kesini cuma mau balas dendam sama gue karena mukulin teman lo yang tak berguna itu?"
"Gak berguna? Aku rasa sebutan itu sangat cocok untuk semua teman temanmu. Mereka semua hanya bisa menuruti semua perintahmu. Mereka tidak punya inisiatif sendiri sebagai seorang teman. Bukti nya waktu lo kemaren kalah balapan sama gue bukannya mendukung mereka malah melengos pergi ketika kamu kalah" ucap Keenan.
"Kurang ajar" batin Rega.
Rega langsung melayangkan pukulannya ke arah Keenan. Namun Keenan berhasil menangkisnya.
"Jadi lo udah siap dihajar sama gue?"
Tanpa basa basi lagi Keenan langsung menghajar Rega tepat di depan semua teman temannya. Teman teman Rega tidak ada yang berani membantu nya karena mereka semua takut pada Keenan. Keenan bukan lah lawan yang mudah untuk mereka semua.
"Gue berjanji pada Farhan kalau gue akan membalasmu dengan 10 masalah. Dan ini saatnya"
Pertama, Keenan memukulnya di bagian pipi sebelah kanan, kemudian pipi sebelah kiri. Tak hanya disitu saja Keenan juga menonjok hidung dan bibir Rega sampai mengeluarkan darah. Semua teman teman Rega bergidik ngeri melihat kejadian itu.
Keenan juga memukul perutnya berkali kali. Membuat Rega terbatuk batuk. Setelah puas, kemudian Keenan meludahi Rega. Ia mengambil handphone nya dan memotret Rega. Kemudian mengirimkan foto itu pada semua teman temannya.
Keenan langsung meninggalkan Rega dengan kondisi yang mengenaskan. Wajah nya sudah tak terbentuk lagi.
Sedangkan di rumah Sakit, semua nya pada heboh karena Keenan. Mereka semua sudah melihat foto yang dikirim Keenan.
"Padahal Keenan baru aja pulang dari sini. Dia sudah langsung membuat Rega babak belur" ucap Reno.
"Itu lebih parah dari apa yang dilakuin Rega ke Farhan" tambah Reza.
"Tapi bagus deh, gue suka ngeliat dia lemah tak berdaya seperti ini" ucap Farhan yang masih terbaring di rumah sakit.
"Gue yakin, teman teman Rega tidak ada yang berani menolongnya" ujar Eka kemudian.
"Ya iyalah. Keenan itu bukan lawan yang tepat buat mereka". Mereka semua mengangguk.
Di malam hari, saat Syafira akan tidur. Tiba tiba ia menerima pesan dari Keenan. "Janda, belum tidur?"
Syafira segera mengetikkan balasannya. "Belum om". Lalu ia mengirimnya.
__ADS_1
"Tidur bareng yuk" balas Keenan.
"Belum halal, gak boleh tidur bareng" tulis Syafira.
"Maksud aku tidur nya di kamar masing masing tapi waktu nya yang bersamaan. Emang nya kamu mikirnya apa?" Balas Keenan yang berhasil membuat Syafira jadi malu sendiri.
Syafira membalasnya dengan emot senyum. Lalu tak lama kemudian Keenan mengirim pesan lagi. "Aku yakin hari ini kamu belum puas jalan jalan, besok aku akan membawa kamu ke suatu tempat.
"Kemana om?"
"Ke hati aku mau?" Balas Keenan.
Syafira jadi senyum senyum sendiri mendapat balasan seperti itu. Kemudian ia mendapat balasan lagi.
"Tapi kalau kamu mau ke hati aku, kamu gak akan bisa ke luar lagi." Balas Keenan lagi.
"Om, gak usah gombal bisa? Kalau aku baper gimana?"
"Gampang, tinggal ku nikahi aja kamu" . Keenan terkekeh geli, ia membayangkan betapa menggemaskan wajah mungil Syafira.
"Emang nya kalau om mau menikahi aku, aku bakalan mau gitu?" -Terkirim
"Pasti nya, kamu bakal nyesel kalau sampek menolak laki laki seperti aku."
Syafira hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian Keenan mengirimkan pesan lagi padanya. "Nanti kalau kamu baper bilang ya?"
"Kenapa emang nya om?" -terkirim.
"Biar aku belikan makanan buat kamu" pesan Keenan.
"Itu laper om bukan baper" -terkirim
"Iya tau, aku hanya bercanda" balas Keenan.
"Dasar om om aneh" -terkirim.
"Aku punya tebak tebakan nih, jawab ya. I+L+Y apa artinya?" Balas Keenan. Syafira tau jawabannya, jadi dia langsung membalas.
"I love you too janda"
"Ya ampun, apa yang aku lakukan" batin Syafira. Tiba tiba Keenan menefonnya. Syafira mengangkatnya.
"Halo" Sapa Keenan.
"Ada apa om?" Jawab Syafira. Ia merasa gugup saat berbicara dengan Keenan di telefon.
"Coba tadi jawaban kamu apa, aku pengen dengar" ujar Keenan. Syafira menutup wajahnya dengan bantal. Ia sangat malu.
"Jawaban apa?" ucap Syafira pura pura tidak tau.
"Yang I+L+Y" ucap Keenan lagi.
Syafira menjawab nya dengan bahasa indonesia. Supaya Keenan tidak lagi menggodanya.
"Aku cinta kamu"
"Sama, aku juga cinta kamu" sahut Keenan.
Arghhhh lagi lagi ia berhasil digoda Keenan. Syafira langsung memutuskan telfonnya dan melemparkannya ke kasur. Syafira menatap langit langit kamarnya, seketika ia membayangkan wajah Keenan. "Ah kenapa aku harus membayangkan om om itu sih. Lebih baik aku tidur saja"
Syafira megambil selimut dan mematikan lampunya,kemudian ia tidur.
Keesokan hari nya, matahari sudah mulai bersinar. Tapi Syafira tidak bangun bangun juga. Sampai akhirnya ia terbangun karena suara lembut ibunya. "Syafira, ayo bangun sayang".
Syafira menggeliat kecil kemudian membuka matanya perlahan lahan. "Ibu, kapan ibu pulang?"
"Ibu pulang tadi malam" jawab Wina. Syafira mengangguk sambil menguap. "Ayo mandi dan turunlah, di bawah ada nak Keenan"
Mata Syafira terbuka lebar mendengar nama Keenan. "Om itu ada disini bu?". Wina mengangguk. "Ia lagi ngobrol sama ayahmu di depan. Cepetan mandi sana"
__ADS_1
Syafira mengangguk. Ia segera mandi. Lima belas menit kemudian Syafira keluar dengan tubuh yang sudah segar. Syafira memilih pakaian dan memakainya. Setelah sudah siap ia turun ke bawah. Dan benar saja, di bawah sudah ada Keenan yang bersama ayahnya.
"Selamat pagi ayah" sapa Syafira pada ayah nya. Syafira tidak berani menatap Keenan karena kejadian semalam.
"Pagi sayang, kok cuma ayah yang disapa. Ayo sapa juga nan Keenan" ucap Tio.
"Selamat pagi om" ucap Syafira pada akhirnya. Yang dibalas dengan senyuman tipis oleh Keenan.
"Ayah, Syafira, ayo sarapan. Jangan lupa ajak nak Keenan juga" teriak Wina dari arah dapur.
"Ya udah ayah ke dapur dulu. Syafira, kamu ajak Nak Keenan buat sarapan juga" Tio meninggalkan mereka berdua.
"Om ngapain sih kesini" ucap Syafira.
"Aku cuma mau minta restu dari orang tua mu" ucap Keenan. Ia mengedipkan matanya pada Syafira. Membuat Syafira mencak mencak tak jelas. Karena gemas Keenan mengacak acak rambut Syafira sampai berantakan. "Ih om jangan diberantakin"
"Walau pun rambut kamu diberantakin, gak akan mengurangi kecantikan kamu kok".
Pipi Syafira memerah, ia menyembunyikannya dengan melihat ke arah lain.
"Ya udah om, ayo kita sarapan bersama sama"
"Iya"
Syafira dan Keenan berjalan beriringan menuju ke ruang makan. Keenan dan Syafira pun tiba di meja makan. Mereka berdua oangsung duduk bersebelahan.
Tak lama kemudian makanan pun datang, mereka makan dengan tanpa suara. Sesekali Keenan melirik ke arah Syafira. Tapi syafira tidak menyadarinya. Ia hanya terus makan, makan dan makan.
Setelah selesai makan, Wina membereskannya dan kemudian mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Nak Keenan, Syafira selalu bercerita tentang nak Keenan pada kami. Katanya nak Keenan itu om om yang menyebalkan tapi juga baik hati" ucap Wina dengan tiba tiba.
Syafira melotot pada ibu nya. Tapi Wina pura pura tak melihat nya. "Terus Syafira ngomong apa lagi tante?"
"Katanya Syafira Nak Keenan itu ganteng, baik, manis, pokoknya perfect deh" tambah Wina.
Syafira merasa kesal pada ibu nya karena apa yang dikatakan nya itu tidak benar. Syafira memang mengatakan kalau Keenan itu baik, tapi kalau untuk ganteng dan manis Syafira tidak mengatakannya sama sekali.
Keenan menyenggol kaki Syafira dengan sengaja, membuat syafira menatapnya. "Jadi aku ganteng ya?" ucap Keenan di depan kedua orang tua Syafira.
"Iya ganteng, saking ganteng nya om sampek bikin syafira mau pingsan" ucap Syafira dengan nada yang melebih lebihkan.
Wina tersenyum "ah seandainya Nak Keenan jadi menantuku, aku sangat senang." Batin Wina.
"Oh iya om, tante kedatangan keenan kesini untuk.."
"Untuk melamar Syafira ya?" ucap Wina memotong perkataan Keenan. "Ibu" ucap Syafira. Ia benar benar malu akan sikap ibu nya kali ini. Sedangkan Keenan itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia terlihat kebingungan.
"Bukan tante, Keenan kesini mau ngajak putri tante jalan jalan. Keenan janji akan menjaga putri tante dan om dengan baik"
"Jelaskan kenapa saya harus percaya sama kamu?" Ucap Tio dengan tiba tiba.
"Karena saya manusia om" jawab Keenan yang berhasil membuat Wina dan Syafira menepukkan dahi.
"Maksud mu?" tanya Tio lagi.
"Kalau saya setan om pasti tidak akan percaya .Jadi saya ini manusia om. Om bisa percaya sama saya"
Jawaban Keenan membuat Tio dan Wina tertawa. Sedangkan Syafira ia hanya diam saja.
"Baiklah, om izinkan kamu membawa Syafira. Tapi sebelum itu om minta nomor handphone kamu." Keenan langsung memeberikannya.
"Syafira sekarang kamu siap siap sana, dandan yang cantik" perintah Wina. Dengan malas Syafira menjawab "iya bu".
Beberapa menit kemudian Syafira sudah siap. Ia tidak berganti pakaian. Syafira hanya mengoleskan bedak tipis dan parfum. Kemudian ia juga membawa tas nya.
Melihat Syafira sudah siap, Keenan berpamitan.
"Baiklah om, tante kalau begitu Keenan dan Syafira pergi dulu"
__ADS_1
Tio dan Wina mengangguk. Keenan pun membawa Syafira pergi bersamanya. Entah kemana, hanya tuhan dan Keenan yang tahu.