Bukan Janda

Bukan Janda
Halo Tante


__ADS_3

Lamunan Syafira berhenti ketika mendengar suara perut yang kelaparan. Ia menoleh pada Keenan. Keenan pura pura melihat ke arah lain.


Tanpa pikir panjang, Syafira menarik Keenan ke  salah satu meja.


"Duduk!"


Keenan menurut, kemudian Syafira pergi ke dapur cafe. Ia membuatkan sesuatu untuk Keenan. Tak lupa ia juga membuatkan minuman spesial untuk Keenan.


Setelah siap, ia membawakannya pada Keenan. Syafira menata makanan dan minumannya di meja. Keenan terperangah karena Syafira membawakan makanan yang menurutnya aneh.


Syafira membuatkannya Nasi goreng yang dicampur dengan keju. Kemudian ada pisang, apel dan nanas sebagai lauk pauk nya.


Minuman Spesial yang dibuat syafira adalah Susu putih yang diberi kecap sehingga warna nya menjadi warna hitam.


"Ayo dimakan om"


"Bagaimana aku bisa memakan semua ini" batin Keenan.


. Keenan yakin Syafira mengalami hal hal yang dirasakan oleh semua ibu hamil, yaitu ngidam. Dan korban nya adalah ia sendiri. Keenan menelan ludah melihat makanan dan minuman itu.


Keenan berusaha mencari alasan untuk tidak makan semua itu. "Janda, tadi pagi kan aku sudah sarapan sama keluarga kamu. Jadi aku masih kenyang" ucap nya.


"Itu kan tadi pagi, sekarang sudah siang. Lagian perut om tadi berbunyi karena kelaparan kan." jawab Syafira.


"Bukan itu janda, perut aku tadi berbunyi karena aku kentut" ucap Keenan berbohong.  Ia terpaksa berbohong karena kalau tidak. Perut nya yang akan jadi korban.


"Oh itu bunyi kentut om. Tapi sayang om makanannya, jadi dimakan ya. Oh iya biar aku suapin deh"


Syafira mengambil nasi goreng nya dengan sendok dan mulai mengarahkan sendok nya ke mulut Keenan.


"Ayo om, aaaaaa"


"Ya allah ampunilah dosa dosa hambamu ini ya allah. Kalau hamba tiada hari ini juga tolong sampaikan permintaan maafku pada Mama dan Papa ya allah" batin Keenan.


Keenan mulai menerima suapannya Syafira. Awal nya terasa baik baik saja, lama lama ia akan muntah. Ia langsung mengambil minuman itu tanpa disengaja. Ia langsung meminum semuanya dengan sekali tegukan.


"Hueeeeekkkk"


Keenan memuntahkan semua nya. Sungguh ia merasa tersiksa sekali dengan semua ini. Ia berlari pergi ke toilet.


Syafira mengerucutkan bibirnya dengan sebal.


"Mohon maaf ibu, biar saya bersihkan semua ini" ucap salah satu pelayan nya.


"Oh iya silahkan" jawab Syafira.


Pelayan itu pun mulai membersihkan muntahan Keenan. Dan membuang makanan aneh itu.


Sementara itu, Keenan terus saja muntah muntah di dalam toilet. Membuat Syafira khawatir. Syafira pun menyusulnya.


"Om, apa om baik baik saja?" tanya nya.


"Baik baik saja? Lihat gara gara kau aku jadi muntah muntah seperti ini" tanpa sadar Keenan membentak Syafira.


Syafira mundur selangkah, ia begitu kaget karena dibentak Keenan. Ia berlari meninggalkan Keenan sambil menangis. Syafira paling tidak suka kalau ada orang yang membentak nya..


Syafira pergi dari cafe, ia berjalan sendirian di jalan raya. Ia sudah tak peduli lagi dengan Keenan.


Keenan baru sadar kalau tadi dia sudah membentak Syafira. Keenan mencari Syafira di seluruh penjuru cafe, namun ia tak menemukannya. Keenan bertanya pada salah satu pelayan. "Apa kalian melihat Syafira?"


"Bu Syafira tadi pergi tuan. Dia pergi dalam keadaan menangis"


"Sial"


Keenan langsung pergi mencari Syafira. Ia memakai helm dan menjalankan motornya.


Syafira berjalan sendirian sambil menangis. Ia menundukkan kepalanya sambil terus berjalan. Tanpa sadar kepalanya menabrak dada bidang seseorang. Syafira mendongak kan kepalanya. "Om"

__ADS_1


Syafira berbalik akan pergi, namun tangan nya dicekal oleh Keenan. Keenan menarik syafira ke dalam pelukannya.


"Maaf, maafkan aku" ucap Keenan.


Syafira memberontak, ia memukuli dada Keenan. Tapi Keenan membiarkannya saja. Keenan sadar kalau ia salah.


"Kenapa om jahat banget sih, aku gak suka dibentak" lirih Syafira.


"Maafkan aku" Keenan memeluk Syafira dengan erat. Walau pun Syafira berusaha melepaskannya, namun Keenan tidak membiarkan hal itu.


"Tolong maafkan aku, aku tidak sengaja membentakmu tadi" ucap Keenan seraya melepaskan pelukannya.


"Aku juga minta maaf, gara gara aku om jadi muntah muntah" ucap Syafira dengan nada menyesal.


"Tidak perlu minta maaf" jawab Keenan.


"Ya udah sekarang kamu aku antar pulang aja, kamu bisa urus cafe besok. Ingat kan ksta dokter kamu tidak boleh sampai kelelahan.


Tibs tiba Keenan mendapat pesan dari ibunya untuk segera kembali ke rumah. Keenan menatap Syafira sehentar lalu membalasnya.


"Janda"


"Iya?"


"Bisa kah kamu ikut ke rumah ku dulu? Mama ku ingin aku segera pulang, jadi nanti aku pastu akan mengantar kamu pulang" ucap Keenan.


"Gimana kalau aku pulang sendiri saja? Om bisa bertemu mama om tanpa aku" ucap Syafira.


"Enggak, kamu pergi sama aku jadi pulang juga harus sama aku. Oh iya aku kan sekalian mau ngenalin kamu ke mama" ucap Keenan lagi.


Syafira merasa gugup karena ia akan bertemu dengan mama dari om nya itu. Eh sejak kapan Keenan menjadi miliknya. Kenapa juga dia harus menyebut dia dengan sebutan om nya.


Keenan tahu Syafira merasa gugup, ia mengambil tangan Syafira dan meniup niup nya. Kemudian Keenan juga mengecup telapak tangan Syafira, membuat syafira memalingkan wajahnya karena malu.


"Kalau begini terus bisa bisa aku jatuh cinta duluan sama om Keenan" batin nya.


Pipi Syafira benar benar memerah, ia tidak pernah diperlakukan manis seperti ini oleh seorang pria. Keenan adalah satu satu nya orang yang bisa membuat Syafira luluh dengan perasaannya.


"Om" ucap Syafira.


"Kenapa janda" jawab Keenan.


Cupp


Syafira mencium pipi Keenan dengan cepat. Membuat Keenan terdiam di tempat.


"Kenapa kamu menciumku?" tanya Keenan.


"Itu balasan karena tadi om juga mencium aku"


Jawab Syafira sambil malu malu.


"Kenapa hanya di pipi, kamu bisa mencium seluruh wajahku kalau mau" Keenan menaik turunkan alisnya. Membuat Syafira malu setengah mati


"Ya sudah ayo kita berangkat. Aku yakin nanti mama pasti ngomel padaku karena kelamaan" ucap Keenan.


Syafira mengangguk. Kemudian ia naik ke atas motor Keenan dan memegangnya dengan erat. Keenan yang merasa Syafira sudah siap, mulai menjalankan motornya.


Sepanjang perjalanan, Keenan tak bosan bosan nya menikmati wajah cantik Syafira dari spion. Bagi nya wajah Syafira itu seperti candu baginya. Keenan menyukai segala hal yang berhubungan dengan Syafira.


Sebenarnya Keenan sudah mulai sayang pada Syafira, tapi ia masih berusaha menyembuyikan rasa sayangnya itu dari syafira. Ia juga ingin memastikan perasaan Syafira dulu. Kalau Syafira juga menyukai Keenan, maka Keenan akan langsung mengungkapkannya.


Dua puluh lima menit kemudian, motor Keenan telah sampai di rumah nya. Keenan melepaskan helm dan turun dari motor. "Ayo masuk"


"Kayak nya aku tunggu di sini deh om" ucap Syafira.


"Ngapain kamu harus nunggu disini, mending masuk ke dalam. Tenang aja mama aku baik kok"

__ADS_1


Akhirnya syafira pun ikut masuk bersama Keenan. Keenan menemui ibu nya yang sedang menonton televisi. "Mah" sapa nya.


Mela menoleh, akhir nya anak semata wayang nya itu sudah pulang. Mela juga melihat seorang gadis cantik di samping Keenan.


"Siapa?" Tanya Mela.


"Oh kenalin mah, ini Syafira. Dia yang waktu itu aku ceritain sama mama" ucap Keenan.


Mela melirik penampilan Syafira, lalu matanya terhenti pada perut Syafira. Ia begitu kasihan pada Syafira karena di umur nya yang masih muda ia sudah hamil. Apalagi kehamilan itu karena suatu hal.


"Ayo sayang duduk, nama kamu siapa?" Ucap Mela pada akhirnya.


"Namaku Syafira tante" jawab Syafira dengan sopan. Syafira pikir mama nya Keenan akan bersikap sinis padanya. Namun malah sebaliknya.


"Keenan sekarang kamu cepat mandi, habis itu kemarilah. Mama lihat kamu agak sedikit bau hari ini" ucap Mela.


Syafira menahan tawa ketika Mela bilang kalau Keenan sedikit bau. Yah walau pun itu semua ulah nya. "Hanya bau sedikit ma, aku peluk mama udah hilang kok bau nya"


Keenan berusaha untuk memeluk Mela, namun Mela malah menendang nya hingga Keenan jatuh tersungkur di lantai.


"Bwahahahaha"


Syafira sudah tak kuat menahan tawa nya.


"Maafin syafira ya tante karena tertawa terlalu keras. Tapi ini sungguh sangat lucu dan menyenangkan melihat om Keenan jatuh" jujur Syafira.


Mela tersenyum sekilas lalu menjawab "Tante juga senang melihat Keenan menderita seperti itu"


Keenan hanya memutar bola mata nya malas.


"Bangunin mah"


"Bangun sendiri sana" jawab Mela.


Keenan pun segera berdiri. "Mama tega banget sih menendang orang tampan seperti aku"


Mendengar kata tampan dari Keenan, Syafira merasa mual.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Mela.


"Syafira hanya mual tante, mungkin karena om keenan bilang orang tampan" ucap Syafira.


"Gadis ini benar benar sangat polos" batin Mela.


"Tuh Keenan, cepetan mandi. Jangan sampai Syafira mual mual terus gara gara kamu" ucap Mela.


"Iya iya Keenan mandi dulu. Tunggu disini ya sayang" ucap Keenan pada Syafira.


"Sayang?" batin Syafira.


"Seperti nya putra tante menyukai mu" ucap Mela pada Syafira.


"Tidak mungkin tante, aku bukan gadis idamannya. Aku hanya seorang gadis yang cerewet, bawel dan lagi pula aku sedang hamil"


Mela mengusap bahu Syafira. "Dengar sayang, kamu tidak boleh merendah seperti itu. Kamu adalah wanita terkuat yang pernah tante temui."


"Terima kasih tante" ucap Syafira.


"Oh iya, hari ini tante mau membuat kue. Kamu mau bantu?" tanya Mela.


"Mau tante"


"Ya udah yuk kita langsung ke dapur. Bahan bahan nya sudah tante siapkan"


Mela dan Syafira pergi ke dapur untuk membuat kue. Kedua nya berjalan beriringan seperti ibu dan anak.


"Mama nya om Keenan sangat baik" batin Syafira.

__ADS_1


__ADS_2