
Hari sudah berganti malam, saat ini Syafira sedang menunggu kepulangan Keenan. Ia sudah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Sambil menunggu Keenan, Syafira menonton drakor di laptop yang diberikan Keenan.
Saat tiba di adegan romantis, Syafira menggigit bibirnya. Ia jadi tidak sabar menanti ke datangan Keenan.
Ting nong
Suara bel berbunyi. Syafira mematikan laptop nya lalu menaruhnya. Kemudian ia membukakan pintu untuk suaminya.
"Malam sayang" ucap Syafira sambil bergelayut manja di lengan Keenan.
Keenan mengernyitkan dahi nya bingung, ia merasa heran karena Syafira bersikap seperti ini.
"Kamu kenapa?" tanya Keenan.
"Aku? Memangnya aku kenapa?" tanya Syafira.
"Kamu lebih sedikit romantis hari ini"
Syafita tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan Keenan. Ia mengambil tas Keenan dan menaruhnya di tempatnya. "Sebaiknya kamu mandi dulu, aku akan menunggumu"
"Baiklah"
Keenan merasa ada yang aneh pada Syafira. Tapi ia mengangkat bahu nya acuh tak acuh. Menurutnya bagus kalau Syafira lebih romantis, biar Keenan bisa mengimbanginya.
Setelah mandi, Keenan pergi ke meja makan. Dan melihat meja makan yang tadi nya biasa saja sekarang dipenuhi dengan lilin dan bunga bunga.
"Ayo sayang duduk, kita makan malam bersama"
Syafira menarik kursinya untuk Keenan lalu mendudukkan Keenan di kursi itu. Karena gemas Keenan menarik Syafira hingga terjatuh di pangkuannya.
"Aku gak tahu apa yang bikin kamu lebih romantis hari ini, tapi aku menyukainya. Tetap lah seperti ini" ucap Keenan.
Syafira mengelus rahang kokoh Keenan lalu mengecupnya. Ia menatap kedua bola mata Keenan. "Aku bahagia punya suami tampan seperti kamu"
Lalu Syafira turun dari pangkuan Keenan dan duduk di kursinya sendiri. Keenan menatap Syafira dengan senyuman dan tatapan nakal.
"Kenapa senyum senyum?" tanya Syafira.
"Gak apa apa. Aku lihat sekarang dada kamu tambah gedean" ucap Keenan.
Syafira melirik ke bawah lalu menutup dada nya dengan kedua tangannya. "Dasar mesum" ucap Syafira.
"Mesum itu sangat diperlukan dalam rumah tangga. Apalagi praktek nya"
Syafira memutar bola matanya malas. Lalu mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Keenan ikut memakan makanannya, sekali kali ia mengedipkan mata pada Syafira. Membuat Syafira tertawa kecil. Kemudian Syafira menyelesaikan makannya dalam waktu singkat. Kemudian ia menumpu kedua tangannya lalu menatap Keenan yang masih memakan makanannya. Syafira menatap wajah tampan Keenan.
"Kenapa?" tanya Keenan. Saat tahu kalau istrinya tengah menatapnya.
"Aku suka lihat wajah tampan kamu"
Keenan tertawa. "Nikmatilah sepuas hati wajah tampanku ini"
"Kenapa sih kamu bisa setampan itu? Jangan bilang karena minum Asi lagi" ucap Syafira.
Keenan memakan suapan terakhirnya lalu mengambil tisu dan mengelap bibirnya. "Mungkin karena papa sama mama buat aku pas lagi senyum dan baca doa"
Syafira melemparkan tisu ke wajah Keenan. "Ambigu tahu gak"
"Aku beresin ini dulu" Syafira beranjak lalu membereskan piring kotor dan mencuci nya. Setelah itu ia mengajak Keenan menonton Tv.
Syafira menyandarkan dirinya di dada bidang Keenan. "Mau nonton apa?" tanya Keenan.
"Hmm apa ya, aku mau coba nonton suara hati istri"
"Serius kamu mau nonton itu?" tanya Keenan.
"Serius lah, waktu aku beli sayuran di tukang sayur. Aku mendengar ibu ibu berbicara tentang film itu. Katanya sih cocok untuk ditonton seorang istri. Makanya aku pengen coba nonton"
"Ya udah"
Keenan menghidupkan televisi nya lalu membuka chanel Indosiar.
Kebetulan judul film suara hati istri malam itu adalah "Suami tampan tukang selingkuh"
Syafira menatap horor ke arah Keenan. "Ingat, jangan sampai kamu melakukan itu"
"Iya sayang"
Film pun mulai diputar. Seorang wanita yang lagi hamil 4 bulan pergi ke kantor suami nya untuk mengantarkan makanan. Wanita itu adalah Desi. Desi adalah wanita yang sangat cantik dengan hijab yang melekat di tubuhnya.
"Siang Fa, mas Tian ada di dalam?"
"Ada bu"
"Terima kasih Fa"
Sepanjang perjalanan menuju ruangan suaminya, Desi senyum senyum sendiri. Ia yakin suaminya sangat menyukai kedatangannya. Namun saat tiba di depan pintu ruangan suaminya. Desi mendengar suara wanita. Awalnya Desi mengira kalau itu hanya rekan bisnis nya. Tapi saat Wanita itu memanggil suaminya dengan kata sayang. Desi yakin, ada sesuatu yang terjadi di dalam.
Desi membuka pintu nya secara perlahan lahan. Lalu matanya melihat Tian yang sedang memeluk seorang wanita dengan mesra. Desi menjatuhkan rantang makanannya sehingga berserakan di lantai. Air matanya keluar, ia menangis.
"Mas Tian"
Kedua orang itu menoleh pada Desi. Kedua nya tidak terkejut dengan kedatangan Desi.
"Ngapain kamu kesini?"
Desi menggeleng tak percaya, bisa bisa nya suaminya mengatakan hal itu. Saat ia ketahuan memeluk wanita lain.
"Aku kesini mau ngantarin makanan ke kamu. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu malah memeluk wanita lain di hadapanku"
Tian tertawa meremehkan. "Terus?"
"Aku mohon sama kamu usir wanita itu sekarang"
Tian mencengkram pipi Desi dengan kuat. Berani beraninya ia mengusir wanita nya.
"Jangan pernah sekali kali kamu memintaku untuk melakukannya karena sampai kapan pun aku tidak akan melakukannya. Dan perlu kamu ketahui, wanita iti adalah istriku. Istri kedua ku."
Desi terkejut mendengar hal itu. Kenapa Tian menikahi perempuan itu tanpa seizinnya.
Wanita itu yang diketahui bernama Liza mendekati Desi.
__ADS_1
"Heh wanita kampungan, sebaiknya kamu pergi dari sini. Ganggu orang lagi romantisan aja. Iya gak sayang?"
Tian mengangguk, lalu tangannya memeluk pinggang Liza.
Desi kecewa, ia pergi berlari dan meninggalkan ruangan suaminya. Ia benar benar tak menyangka suami yang dicintainya akan melakukan hal itu padanya.
"Dasar laki laki jadi jadian, bisa bisa nya ia menyakiti Desi seperti itu. Kalau aku yang ada di posisi Desi, pasti sudah ku remukkan kepalanya itu"
Keenan bergidik ngeri membayangkan Syafira melalukan itu padanya.
"Dari pada bikin kamu kesal, matikan saja ya tv nya. Ceritanya monoton banget"
"Diam"
"Saat ini Syafira sedang dalam mode tidak bisa diganggu, sebaiknya aku diam saja" batin Keenan.
Syafira terus melanjutkan nontonnya. Sampai tiba tiba "sayang, menurut kamu laki laki itu bakal nyesel gak ya?"
Tapi Keenan tak menjawab. Syafira pun mencubit perut Keenan.
"Sakit sayang"
"Lagian kamu ditanya malam diam aja sih" sungut Syafira.
"Bukannya tadi kamu yang nyuruh aku diam" ucap Keenan pada akhirnya.
"Iya sih, tapi kan kalau ada yang bertanya maka harus dijawab"
"Jadi siapa yang salah?"
"Kamu lah"
"Kok aku"
"Ya karena kamu gak jawab pertanyaan aku"
"Dasar wanita, mau nya menang terus"
"Dasar lelaki, mau nya apa sih?"
"Kamu nanya mau aku apa? Oke ini mauku"
Keenan mematikan televisi nya. Lalu menggendong Syafira seperti karung beras. "Dari pada nonton gak jelas mending kita buat baby"
"Gak mau"
"Gak boleh nolak"
Akhirnya malam itu terlewati dengan sangat panjang.
____________________________________________
Syafira menguap dan membuka matanya. Saat ia membuka mata, yang ia lihat pertama kali adalah wajah tampan Keenan.
"Good morning babe" ucap Keenan.
"Morning too babi"
"Kok babi sih?"
"Kamu ya baru bangun bukannya mencium suami kamu atau apa tapi malah ngeselin"
Syafira terkekeh. Lalu ia bangun dan duduk di kasur. "Kamu gak ke kantor?"
"Enggak, pekerjaanku sudah ku selesaikan semua kemaren. Hari ini cuma ada beberapa berkas yang harus ku tanda tangani. Tapi bisa dilakukan besok saja."
"Terus rencana kamu hari ini apa?"
"Aku mau ngajak kamu liburan" ucap Keenan.
"OMG liburan kemana sayang? Kok baru bilang sih. Harusnya aku udah siap siap"
"Kita liburan ke Taman bermain waktu itu" ucap Keenan, menghancurkan imajinasi Syafira.
"Aku kira mau liburan kemana? Ke eropa? Paris, atau korea gitu" ucap Syafira.
"Iya kapan kapan kita ke korea. Kita akan pergi ke makam Keysa."
"Setuju"
"Jadi gimana? Kamu mau?"
"Ya udah deh, daripada diam di rumah" jawab Syafira.
Keenan mengacak acak rambut Syafira. "Ya udah yuk kita siap siap"
Saat ini Keenan dan Syafira sudah berada di taman bermain. Mereka menikmati waktu berdua. "Jadi kamu dulu waktu kecil sering kesini sama abang kamu itu?"
Syafira mengangguk, lalu tangannya menuju ke arah penjual lolipop. "Dulu aku pernah menembak penjual lolippop itu"
"Hah serius? Gimana ceritanya?"
(Flasback)
"Abang alpin, sasa pengen beli itu?" ucap Syafira.
"Enggak boleh sasa, nanti kamu sakit gigi kalau makan permen" jawab Alvin.
"Ih tapi Sasa mau itu, kalau enggak sasa nangis nih"
Syafira bersiap untuk menangis, tapi keburu dibekap mulutnya oleh Alvin. "Ya udah yuk kita beli permennya"
"Asyik" girang Syafira.
Syafira dan Alvin pun pergi ke penjual lolipop itu. Lalu Alvin membelikan dua buah permen lolipop. Setelah membayarnya, Alvin mengajak Syafira untuk pulang. Tapi Syafira tak bergeming. Syafira memegang kedua buah permennya sambil menatap penjual lolipop itu.
Lalu tiba tiba, Syafira menyodorkan permennya lalu berkata
"Om ganteng mau gak jadi pacal syafila?"
Penjual lolipop itu terkejut, bagaimana gadis kecil itu belajar kata kata seperti itu. Alvin jadi malu sendiri. Ia menarik tangan Syafira dan membawanya pulang"
(Flasback off)
__ADS_1
Keenan tertawa ngakak, seandainya dulu ia yang ada di posisi penjual lolipop itu. Keenan pasti tambah ngakak.
"Pergi ke taman gak ngajak ngajak abang nih" ucap seseorang dari belakang.
Syafira menoleh lalu menemukan Alvin bersama sepeda kesayangannya. "Abang kok bisa kesini?" ucap Syafira.
"Abang kebetulan lagi suntuk di rumah, jadi abang mutusin buat datang kesini. Eh tau nya malah bertemu sama kalian berdua"
Keenan menatap Alvin sebentar lalu mengajak nya bergabung. Untuk saat ini Keenan membiarkan Alvin mendekati adiknya.
"Abang disini berasa jadi orang ketiga" ucap Alvin.
"Bukan orang ketiga, tapi setan" jawab Keenan.
Syafira tertawa kecil "makanya abang nikah, biar hidup abang sedikit berguna"
"Kamu aja yang jadi istri abang gimana?"
"Jangan Syafira, jelek. Biar aku saja Kakak ipar"
"Gue mah ogah kalau dapetin nya model kek elo"
"Jahat lo"
Syafira memutuskan pandangannya, lalu ia melihat sekelompok lelaki tampan, yang salah satu nya mengedipkan mata pada Syafira. Mereka adalah siswa dari SMA BINTANG. Sma nya Syafira dulu.
Syafira menghampiri mereka. Ia mengenap mereka semua.
"Arkan,Zayn, Kenneth. Ini beneran kalian kan?"
Ketiga nya terkekeh "Iya kak, ini kita. Masa kakak lupa sih" ucap Kenneth.
Mereka semua adalah Adik kelas Syafira.
"Kalian apa kabar?"
"Baik kak, kalau kakak?" ucap Arkan
"Kakak baik kok"
"Oh iya kak, Aku dengar kakak sudah menikah?" tanya Zayn yang sedari tadi diam. Zayn dari dulu sangat menyukai Syafira, bahkan sampai sekarang. Meskipun ia tahu umurnya lebih muda dari Syafira.
"Iya kakak sudah menikah, itu suami kakak ada disana" ucap Syafira.
Arkan, Kenneth dan Zayn menatap ke arah Keenan. Zayn merasa sedih, ia sudah terlambat. Seharus nya ia yang berada di posisi Keenan.
Arkan dan Kenneth yang menyadari hal itu langsung bernyanyi "Haruskah aku yang disana..dampingimu dan bukan dia"
"Ya udah kalau gitu kakak balik lagi ya, tadi kakak kesini cuma mau nyapa kalian"
"Iya kak"
Setelah Syafira mulai menjauh. Kenneth menepuk bahu Zayn. "Mending lo move on deh, sampe kapan lo bakal suka sama dia. Dia udah nikah dan jadi milik orang lain.
"Yoi, Keeneth benar."
Zayn menghela nafasnya lalu pergi. Kenneth dan Arkan mengejarnya.
Syafira kembali pada Keenan dan Alvin. "Darimana sayang?"
"Tadi habis nyapa adek kelas ku dulu"
"Yang mana sa?"
"Itu.."
Syafira melihat mereka sudah tak ada lagi di tempat tadi. "Mereka udah pergi kayaknya"
Tiba tiba perut Syafira berbunyi. Alvin dan Keenan menoleh padanya. Syafira hanya cengengesan.
"Kamu belum sarapan Sa?"
"Belum"
"Suami lo gak mampu memberi lo makan ya. Kasian amat kamu Sa."
"Kakak ipar jangan sembarangan ngomong. Gue mampu kok memberi dia makan. Jangankan makanan, berlian pun gue sanggup belikan buat dia"
"Sombong amat" jawab Alvin.
"Kenyataan"
"Udah deh dari pada kalian berdebat mendingan kalian ajak aku makan"
"Yok lah. Kebetulan di depan sana ada warung pecel lele"
Kini Keenan, Alvin dan Syafira menyantap makanan di warung pecel lele. Syafira kelihatan sangat menyukainya. Ia menghabiskan makanannya dalam beberapa menit saja. Padahal Keenan dan Alvin masih belum habis.
Saat miliknya sudah habis, Syafira melirik punya Keenan. Keenan melihatnya, ia tersenyum kecil melihat Syafira masih menginginkan lagi.
Ia mengambil nasi dengan tangannya lalu mengarahkan nya pada mulut Syafira. Syafira menerima suapan Keenan. Ia tersenyum pada Keenan. "Suamiku pengertian banget" ucap nya sambil menguyah makanannya.
"Ayo sini, abang juga mau suapin kamu. Sudah lama abang tidak menyuapi adik kecil abang ini"
"Iya abang"
Alvin juga mengambil nasi dan ikannya lalu menyuapkan pada Syafira. Syafira dengan senang hati menerimanya.
Syafira melihat ke arah Keenan lalu pada Alvin.
"Kenapa sayang?"
Kenapa Sa?"
"Aku beruntung memiliki kalian dalam hidupku. Abang yang sangat menyayangiku dan suami yang sangat mencintaiku"
Hati Keenan tersentuh saat Syafira mengatakan itu. Ia mencium kening Syafira di depan Alvin.
Alvin mengelus kepala Adik nya itu. "Sampai kapan pun abang akan selalu menyayangimu Sasa"
"I miss you brother and i love you my husband"
Teruslah tersenyum dan jangan pernah bersedih lagi. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku dan kesedihanmu adalah kesedihanku---Keenan Aldebaran Bright.
__ADS_1
"Bertahun tahun kita bersama, Aku masih sangat menyayangimu adik kecilku. Teruslah bahagia"----Alvino Ganendra