Bukan Janda

Bukan Janda
Gara gara Keenan


__ADS_3

"Sayang CD Mas yang waktu itu kamu simpan dimana?" Teriak Keenan dari dalam kamarnya. Ia mengobrak abrik lemarinya hanya untuk mencari CD kesukaannya.


"Yang mana Mas, CD Mas itu banyak banget" jawab Syafira balik berteriak, agar suaminya bisa mendengarnya dari bawah. Syafira sedang memakaikan baju untuk kedua anaknya. Ia juga mengoleskan minyak kayu putih agar tubuh mereka tetap hangat.


"Itu lo, yang gambarnya Frozen sama upin ipin" Keenan terus mencarinya tapi tak kunjung menemukannya.


"Bentar, aku ambilin. Mas turun dulu, jagain si kembar"


Keenan menurutinya, ia turun dari kamarnya hanya dengan menutupi bagian atasnya dengan kaos. Sedangkan bagian bawahnya dibiarkan tanpa busana.


"Astaghfirullah Mas, kenapa gak pakek celana sih" omel Syafira ketika Keenan turun dari atas.


Keenan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Habis Mas belum menemukan CD kesukaan Mas" jawabnya.


"Kenapa gak pake yang lain aja?"


"Enggak, aku lebih enak pake dalaman yang itu. Selain bahannya yang bagus gambarnya juga lucu, sama seperti Azka dan Azkia"


Syafira menggelengkan kepalanya. "Kamu nyamain si kembar dengan dua botak itu?"


"Mereka bukan botak sayang, tapi masih dalam pertumbuhan rambut" balas Keenan dengan gemas. "Pertumbuhan rambut apanya? Udah dari tahun lalu juga gak tumbuh tumbuh rambutnya. Kakaknya juga gak kawin kawin, opah nya yang udah tua, belum wafat juga."


"Mulutmu sayang"


"Au ah, Aku ke atas dulu. Mau ambilin dalaman buat Mas itu. Kamu jagain si kembar, jangan buat nangis lagi Mas"


Kadang, Saat Keenan disuruh menjaga Azka dan Azkia. Ia iseng mencubit pipi Azka dan Azkia secara bergantian sehingga membuat mereka menangis. Syafira yang saat itu sedang menggoreng ikan di dapur terpaksa harus mematikan kompornya dulu. Dan menenangkan kedua bayi nya.


"Hei Boy and princess, sudah pada mandi ya. Papa mau nyium kalian, tapi kalian jangan nangis ya. Nanti bunda ngomelin ayah lagi" ucap Keenan berbicara dengan pelan.


Azka dan Azkia dengan kompaknya tersenyum bersamaan. Membuat Keenan terkekeh gemas. Keenan pun mencium keduanya secara bergantian. Tangannya memegang kedua tangan mungil Baby Z.


"Tangan kalian kecil banget ya? Mau tukaran sama tangan papa enggak?" Keenan tertawa sendiri akibat ucapannya yang semakin ngawur. Demi apapun Keenan sangat ingin mencubit gemas pipi mereka. Tapi mana berani ia, entar Pawangnya marah marah lagi.


Syafira turun dari atas dengan membawa kedua ****** ***** kesukaan Keenan. "Nih, lain kali kalau Mas mau cari barang bilang aku aja. Mas kalau nyari barang pasti barang yang lainnya ikut berserakan. Pada akhirnya aku juga yang harus merapikannya."


Keenan terkekeh lalu mengambil kedua barang favoritnya. Seketika ide jahil terbesit di kepalanya, Keenan menatap Syafira dengan tatapan yang memabukkan. Syafira terpaku melihat tatapan Keenan.


Keenan maju dua langkah untuk memangkas jarak di antara mereka. Ia menghapus jarak di antara mereka, tubuh mereka saling menempel. Deg, jantung Syafira berdetak sangat kencang. Pipinya pun ikut memanas. Keenan membuatnya seakan terbang ke atas langit.


Keenan mendekatkan wajahnya pada wajah Syafira, membuat Syafira memejamkam tangannya. Keenan tersenyum smirk, lalu ia mengangkat tangannya dan memakaikan CD frozen nya pada kepala Syafira.


Syafira yang merasakan ada sesuatu di kepalanya membuka matanya. Pertama kali ketika ia membuka mata, Keenan sudah menghilang dari hadapannya.


Syafira menyentuh kepalanya dan mengambil barang itu. Saat ia mendapatkannya, Syafira berteriak dengan kencang karena hal itu. "MAS KENAAAAAAAAAAAN"


Sedangkan Keenan tertawa terbahak bahak di kamarnya sembari memaki ****** ***** upin ipinnya. Sangat menyenangkan ternyata menjahili istrinya.


Syafira mengelus dada dengan sabar dan mengajak Azka dan Azkia bicara. "Jangan meniru kelakuan papa kalian ya sayang, papa kalian memang agak gitu"


Selepas berpakaian lengkap Keenan kembali turun ke bawah. Saat matanya bertatapan dengan sang istri, Syafira mengalihkan tatapannya dan berpura pura sedang bicara dengan si kembar.


"Lalu pangeran dihukum oleh raja karena menjahili putri dan si  Pangeran pun meminta maaf kepada putri dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Tamat deh"


"Jelas banget nyindirnya?" Keenan mengambil tepat duduk di samping Syafira. Syafira terlihat kesal saat Keenan malah berada di sampingnya. "Oh jadi Mas tersindir, padahal dongeng itu benar benar ada"


Keenan kicep, sudah tak berkata kata lagi. Jika Syafira sudah menatapnya sinis seperti ini lebih baik jangan dilanjutin. Atau dia harus memeluk bantal untuk malam malam selanjutnya.


"Ngambek ya? Jangan Ngambek dong. Mas harus ngapain agar kamu mau memaafkan Mas?"


Keenan berlutut di hadapan Syafira dan memegang kedua tangan Syafira di tangannya yang besar. Keenan meniup niup punggung tangan milik Syafira.


Syafira masih tetap diam, ia hanya menatap Azka dan Azkia. Keenan tidak kehabisan cara, ia bahkan rela bertingkah konyol untuk menghibur dan mendapatkan maaf dari istrinya.


"Kamu belum pernah liat Monyet hutan kan? Nih mas kasih liat"


Keenan bertingkah seolah dirinya benar benar monyet, dengan suara yang dimirip miripin monyet dan aksinya. Tawa Syafira lepas begitu saja. Membuat Keenan terdenyum.


"Nah gitu dong, ketawa. Kan jadi enak dilihat" ucap Keenan.


"Kamu itu Malaikat atau apa sih Mas? Kenapa kamu begitu sabar ngadepin aku. Berapa banyak stok kesabaran yang masih Mas simpan saat ini?" Syafira sudah berpindah duduknya ke pangkuan Keenan.


Keenan melingkar tangannya di pinggang Syafira. "Aku bukan Malaikat, aku hanya manusia biasa. Aku juga tidak punya banyak stok sabar seperti yang kamu katakan. Mungkin selama ini kamu pernah mikir kan kenapa aku tidak bisa marah sama kamu?"


Syafira mengangguk, "jawabannya jelas, aku selalu mengerti tentang kamu. Ketika aku harusnya memarahimu aku malah berpikir jika aku yang ada di posisimu. Maka dari itu aku tidak pernah memarahimu atau membentakmu."


"Dulu Mama ngidam apa sampai kamu mirip Mario teguh seperti ini?" Mata Syafira berkaca kaca saat Keenan mengatakan hal itu.


"Dulu Mama sempat ngidam, buat ngerukyah dirinya sendiri" mengingat hal itu membuat Keenan tertawa.


"Mama bersikeras mengajak Papa untuk pergi ke tempat rukyah, akhirnya papa malah membawa Mama ke Kyai dari pondok pesantren papa dulu. Papa meminta Kyai untuk mendoakan Mama saja" jelas Keenan dengan panjang kali lebar.

__ADS_1


"Ngomong ngomong soal Mama, Aku tidak menyangka lho. Mas bakal punya adik. Pasti rasanya menyenangkan jika Si kembar dan Adik Mas bertemu suatu saat nanti"


Keenan membalikan tubuh Syafira dan memeluk perut Syafira. "Aku lebih tidak menyangkanya terlebih di umur Mama yang sudah tua. Aku khawatir Mama mengalami hal yang buruk ketuka hamil karena pada nyatanya hamil di usia tua cukup beresiko'


Syafira mengangguk. "Kita berdoa saja Mas, semoga mama dan calon adik kamu baik baik saja"


"Amiin"


Tiba tiba Azkia menggerak gerakkan tangannya lucu. Syafira yang melihatnya pun segera menggendog Syafira. "Anak Bunda bete ya dicuekin? Maaf ya, Bunda lagi ngobrol sama papa"


Azkia hanya menatap sambil menggerakkan tangannya. Keenan yang melihatnya pun juga ikut mengambil Azka.


"Ngomong ngomong, aku ingin mengajak keluarga kecil kita ke Markas. Apa kamu mau? Sudah lama aku tidak kesana."


"Boleh, kapan Mas?"


"Nanti sore saja, kita juga sekalian nginap disana. Tenang aja disana ada kamar kok buat kita tisur nanti"


"Iya Mas"


"Azka mau bobo? Hmm? Mau bobo apa mau papa gendong"


"Mau gendong Papa, Azka masih kangen sama papa" Syafira mewakili Azka untuk menjawab. Keenan menatapnya dan mereka tertawa bersama.


.


.


.


Di markas


"Woyy pak Bos, Bu bos dan Baby Z akan datang kesini. Kalian cepat siapin kamarnya" Kevan berteriak heboh saat ia mendapat telfon dari Keenan bahwa mereka akan datang.


"Serius? Ini bukan prank kan?" tanya Farhan.


"Bukan lah goblin, cepat siapin kamar buat mereka. Katany mereka juga mau nginap disini" tambah Kevan.


"Oke gue yang nyiapin, kalian semua bersih bersih markas aja." Ucap Reno.


Mereka semua sangat bahahia mendengar pemimpin mereka akan datang bersama anak dan istrinya. Terlebih kelima anggota inti itu.


Syafira turun dari mobil dan menginjakkan kaki nya di tanah. Syafira mengamati di sekelilingnya, tak ada yang berubah sama sekali dari tempat ini.


"Ayo Masuk"


Syafira tersenyum lalu mengangguk. Saat mereka masuk Keenan melihat para anggotanya sedang berjejer dan berbaris dengan rata. Mereka semua memegang sebuah kertas dengan hurup abjad. Yang jika dibaca dari ujung menjadi sebuah kalimat.


"Selamat datang kembali Pemimpin Lavenzi'


"Welcome Nan, gue benar benar kangen banget sama lo. Ayo masuk dulu" ucap Kevan.


Keenan dan Syafira berjalan masuk. Dan pemandangan yang ada di depannya membuat Keenan terkejut. "Sejak kapan markas kita ada Karpet berbulu empuk seperti ini?" tanya nya.


"Sejak hari ini, kami yang menyiapkan semuanya. Biar kalau Si kembar tiduran disini mereka sangat nyaman. Aku tidak ingin keponakanku tidak nyaman di rumahnya sendiri. Karena sejak mereka lahir, Markas ini juga milik mereka" jawab Dito.


Keenan menatap Syafira dan memutuskan untuk menidurkan Azka dan Azkia di karpet itu.  Setelah itu Keenan menepuk bahu mereka satu persatu dan memeluknya.


"Gue hampir nangis Nan, saat Kevan ngabarin lo bakal dateng. Hampir satu tahun lamanya lo tidak menginjakkan kaki di Markas ini" ucap Farhan.


Keenan terkekeh, "Apapun itu gue berterima kasih sama kalian."


Syafira terseyum hari melihat kedekatan mereka. Reno berjalan mendekati si kembar. "Mereka baru tidur?' tanya nya.


"Tadi pas berangkat sih belum tidur, cuma pas di mobil mereka tidur." Jawab Syafira. Reno mengangguk mengerti.


"Lo tau gak Nan, selama lo gak ada kita udah jarang balapan lagi. Kalau balapan pasti hanya sekedar balapan dengan biasa."


"Kapan kapan kita coba balapan lagi, gue mau ngetes skill kalian satu persatu. Masih tetap kuat atau semakin lemah" ucap Keenan.


Mereka mengangguk. "Nan, lo pemimpin Lavenzi tapi gak ngefollow channel kita"


"Hah channel, channel apa memangnya?"


"Channel youtube, kita baru saja membuatnya" ucap Eka mewakili semuanya.


"Oke gue mengerti, apa Nama channel nya biar gue subscribe." Tanya nya.


"Lavenzi30.V.G" jawab Reno.


Keenan segera membuka aplikasi youtube nya dan mencari channel yang dimaksud temannya. Saat ia menemukanmya, ia langsung menekan tombol suscribe dan menyalakan tanda loncengnya.

__ADS_1


Mata Keenan menyipit saat melihat dua konten dalam channel nya. Ia menatap teman temannya satu persatu. "Kalian udah bikin konten?"


"Hooh, ini ide nya Dito dan Farhan itu. Lo tonton aja dulu"


Keenan mengangguk, Syafira yang juga penasaran pun mendekatkan dirinya pada Keenan dan menontonnya bersama.


Keenan menggelengkan kepalanya melihat konten pertama mereka, mereka semua memperkenalkan diri dengan cara yang unik. Seandainya saja dia bisa ikutan. Keenan pasti akan membuatnya lebih heboh lagi.


Berlanjut pada konten kedua, Keenan membulatkan matanya saat melihat tampilan dan aksi yang dilakukan teman temannya. Sedangkan Syafira hanya tertawa melihatnya.


"Mereka kayak badut di pesta ulang tahunku dulu" ucapnya.


"Bukan cuma kayak tapi memang" jawab Keenan.


Keenan menyaksinya konten mereka dengan serius, dari awal diputar Keenan sudah tertawa terus. Perutnya sampai sakit dibuatnya.


"Kalian lebih berbakat jadi youtuber daripada pembalap. Lihatlah jumlah subcriber yang sudah ribuan" ucap Keenan memuji teman temannya.


"Semenjak kita Viral bagi popok popok gratis, kita jadi punya banyak fans" ucap Reno.


"Oh iya soal itu, Aku suka lagunya oren. Walaupun amburadul tapi enak didengar. Aku bahkan sampai mendownloadnya lho' ucap Syafira.


"Beneran?" Tanya Reno tak percaya.


"Iya, tapi lebih bagus lagi saat Mas keenan yang menyanyikannya"


Bahu Reno kembali merosot ke bawah. "Ku ajak kau melayang ringgi dan ku hempaskan ke bumi" mereka menyanyikn lagi milik utopia untuk Reno yang baru aaja dibuat terbang lalu dijatuhkan kembali.


"Lain kali kalau buat konten ajak gue lah. Gue juga mau kali gila gilaan sama lo semua" ucap Keenan.


"Serius lo?"


"Iyalah, Syafira juga gak ngelarang. Selama aku masih di jalan yang benar,  dia akan menyetujuinya. Iya kan yang?"


Syafira mengangguk.


"Yang? Loyang kali ah"


"Gimana hubungan lo sama cewek model itu?" tanya Keenan pada Reno. "Habis, kandas di tengah jalan" jawab Reno dengan matanya yang dipelototkan pada teman temannya.


"Kenapa?" Tanya Keenan lagi.


"Matre dia, katanya kalau pacaran sama gue bukannya untung malah buntung' jawab Reno.


"Kayak lagu aja" ucap Syafira.


"Lagu apa?"


"Dasar kau buaya buntung tung, pacaran kok itung tung. Dasar kau buaya buntung" Syafira menyanyikan sedikit bagian dari lagu itu.


Semuanya tertawa tanpa terkecuali. Tiba tiba Azka terbangun dari tidurnya. Ia menggerakkan tangannya dan membuka matanya menatap ke langit langit.


"Azka bangun, sini gue yang gendong. Kalian ngobrol aja" ucap Eka.


Keenan hanya membiarkannya, ia tak khawatir bila Azka digendong Eka.


"Gue bawa keluar ya Nan" Izin Eka. Keenan mengangguk memberikan Izin Eka untuk membawa putranya.


"Lo semua kapan mau nyusul gue? Gue juga pengen dapat undangan dan kondangan di pernikahan kalian" ucap Keenan menatap semua teman temannya.


"Gue masih belum siap buat ngejalani hubungan serius, Gue mau memantaskan diri dulu. Bukannya apa, sekarang wanita sebaik apapun juga butuh materi. Jadi gue mau mapan dulu baru nikah"


"Mapan itu urusan nanti, bisa lo lakuin setelah nikah. Emangnya lo gak kasian apa sama nyokap bokap lo, mereka menunggu keturunan dari lo" nasehat Keenan.


"Iya sih, tapi persepsi tiap orang berbeda beda Nan" jawab Dito.


"Gue bakal selalu doain yang terbaik buat lo semua"


"Gue mau istirahat dulu, kasian Azkia. Takutnya kedinginan kalau kelamaan tidur di luar' ucap Keenan.


"yaudah lo ke dalam aja gak apa apa, nanti kita pesenin makanan kalau sewaktu waktu kalian lapar" ucap Farhan.


"thanks, ayo sayang kita bawa Azkia ke dalam"


"Yaudah, Syafira pamit dulu ya."


"iya neng"


"Jangan hidupin Ac nya kalau tidur sama Azkia. kalau kedinginan hidupin aja penghangat ruangannya."


"Siap"

__ADS_1


__ADS_2