
Rena benar benar kesal, sejak kemarin Adit tidak mengangkat panggilannya. Ia mencoba puluhan kali namun tetap tidak diangkat. Pagi ini Rena berniat untuk pergi ke rumah Adit. Rena akan mengecek keadaannya.
Pernikahan Rena dan Adit akan digelar beberapa minggu lagi. Rena harus membicarakannya dengan Adit.
Rena mengambil tas nya lalu pergi ke rumah Adit dengan menaiki taksi. Sepanjang perjalanan Rena mencoba untuk menghubungi Adit lagi. Namun tetap saja tidak bisa.
Rena merasa khawatir dengan kekasihnya itu. Karena sejak Syafira mengetahui rahasia nya sikap adit benar benar berbeda.
Rena menghela nafas nya, ia bersandar di kursi taksi nya. Rena melihat ke luar jendela. Setibanya di rumah Adit, Rena langsung turun dan membayar ongkos taksi nya.
Rena mengetuk pintu rumah Adit, namun tidak ada jawaban. Akhirnya Rena membuka pintu rumah nya Adit yang kebetulan tidak di kunci.
Rena masuk ke dalam rumah adit sambil melirik ke seluruh ruangan. Tidak ada tanda tandan keberadaan Adit. "Apa mungkin Adit masih tidur, aku coba ke kamar nya" batin Rena.
Rena memutuskan untuk mencari Adit di kamarnya. Rena membuka pintu kamar Adit secara perlahan. Dan betapa terkejutnya ia, kamar Adit sangat berantakan seperti kapal pecah. Pecahan beling dimana mana, bantal bantal yang rusak, selimut kasur yang sudah tidak terbentuk lagi.
Rena melihat Adit dengan keadaan yang sangat kacau. Sepertinya Adit minum minuman semalam. Mata Adit terlihat memerah, Rena yakin semalam Adit tidak tidur.
"Kamu kenapa Dit? Kenapa kamu berubah seperti ini?" Lirih Rena.
Adit tak bergeming, ia hanya diam membisu di tempatnya. Rena mencoba memeluk Adit, namun adit mendorongnya dengan kasar. Rena mengaduh kesakitan karena dorongan Adit sangat kuat.
Ia mencoba untuk memeluk Adit lagi, namun kali ini bukan dorongan yang ia dapatkan melainkan tamparan.
Plakkk
Suara tamparan menggema di kamar Adit. Rena mengeluarkan air matanya sambil memegang pipi nya.
"Maafkan aku Syafira...Maafkan aku" racau Adit.
"Adit, aku adalah kekasihmu dan sebentar lagi kita akan menikah. Mengapa kamu memikirkan Syafira?" Ucap Rena.
"Aku akan membatalkan pernikahan kita, aku tidak mau menikah denganmu" ucap Adit dengan nada membentak.
Rena benar benar tak percaya Adit akan mengatakan ini. "Kenapa kamu akan membatalkan pernikahan kita? Apakah kamu mencintai J****g itu hah" teriak Rena.
"Jangan ucapanmu ******, dia bukan j***** sepertimu." Jawab Adit.
Rena sudah tak kuat lagi, ia segera pergi dari rumah Adit. Ia meninggalkan Adit dengan perasaannya yang kacau.
"Syafira, maafkan aku. Aku berjanji aku akan bertanggung jawab padamu, aku akan menikahimu dan kita bisa merawat anak kita bersama sama".
Sedangkan Keenan, pagi pagi ia membuka handphone nya. Lalu mengirimkan pesan ke nomor Syafira.
"Janda, bisa kah kau menemaniku hari ini..
Ingat, aku sudah banyak membantumu.
1.Aku selalu menghiburmu
2.Aku membelikanmu boneka
Aku menggendongmu
Aku memboncengmu di motorku
__ADS_1
5.Aku membiarkan kau memelukku
Aku membantumu menghajar pria kere itu
Aku mengakui mu sebagai istri di taman karena membantu mu dari amukan ibu ibu.
Aku yang membayarkan makananmu di cafe kyle
Aku mengajakmu ke pantai
Aku mengantarmu sampai rumah dengan selamat.
*Tidak menerima penolakan*
Bersiap siaplah.. jam 8 aku akan ke rumahmu."
Sebenarnya Keenan ikhlas membantu Syafira, Keenan hanya modus.
Keenan menekan tombol send. Dan pesannya pun terkirim. Keenan pun keluar menuju ke meja makan. Disana sudah ada kedua orang tua nya yang menunggu nya.
"Lama banget sih, papa udah nungguin dari tadi" ucap Mahendra dengan kesal.
"Maaf pa, tadi Keenan lagi melakukan sesuatu" ucap Keenan.
"Sudah sudah ayo sekarang dimakan sarapannya" ucap Mela.
Lalu mereka sibuk dengan sarapannya masing masing.
Di rumah Syafira, Hari ini Syafira bangun lebih cepat dari biasa nya. Ia berniat untuk menghabiskan waktu di kamar nya untuk seharian ini. ia memeriksa handphone nya.
Mata Syafira membelalak melihat pesan yang dikirimkan Keenan padanya. "Apaan sih om itu, jadi selama ini dia tidak ikhlas bantuin aku".
Syafira melemparkan handphone nya ke kasur.
Ia benar benar tak habis pikir, Kenapa Keenan mau membantunya kalau akhirnya ia minta imbalan juga.
Syafira hanya membalasnya dengan emot marah. Syafira segera masuk ke dalam kamar mandi dan pergi mandi.
Wina menaruh sarapan di samping tempat tidur Syafira. Karena Wina tidak bisa menemani Syafira sarapan. Wina dan Tio akan pergi menghadiri pernikahan salah satu rekan bisnis Tio.
"Sayang, sarapannya sudah ibu siapkan, jangan lupa dimakan. Ibu pergi dulu" ucap Wina.
"Iya bu" teriak Syafira dari kamar mandi.
Wina pun segera pergi dan berangkat menghadiri undangan pernikahan bersama Tio.
Selesai mandi, Syafira keluar dengan wajah yang segar dan aroma tubuh yang sangat wangi. Ia lalu memakan sarapannya sambil bermain game di handphone nya.
Tiba tiba bel rumah nya berbunyi, Syafira langsung menghabiskan sarapannya dengan cepat. Lalu keluar dan membuka pintu.
Loh om, ngapain kesini?" ucap Syafira.
"Tadi kan aku udah ngirim pesan ke kamu" jawab Keenan.
"Pesan? Oh maksud om pesan menyebalkan itu" ucap Syafira.
__ADS_1
Keenan mengangguk. "Kamu tidak mau membiarkan aku masuk dulu?" ucap Keenan.
"Ya udah silahkan masuk om"
Keenan langsung masuk ke dalam rumah Syafira, ia langsung duduk di ruang tamu.
"Cepat kamu siap siap, hari ini kamu harus menemaniku. Jangan menolak dan jangan protes."
Akhirnya Syafira pun segera bersiap siap. Ia tak mau berdebat lagi dengan om om itu
.setelah melihat penampilan dirinya, ia dengan bangga nya menari nari di depan Keenan.
"Gak usah nari nari kayak anak kecil ayo kita berangkat" ucap Keenan
Sebelum berangkat aku mau minum vitamin dulu" Syafira dengan cepat meminun Vitamin resep dari dokter. Supaya tubuhnya tetap kuat dan janin nya sehat.
Setelah selesai, "ayo om". Keenan.
Keenan menaiki motornya dan disusul oleh Syafira. "Om kenapa gak bawa mobil sih, nanti kalau perutku udah besar kan gak bisa naik motor" ucap Syafira.
"Berharap banget ya bisa dibonceng aku selamanya" ledek Keenan.
"Ih siapa juga yang berharap, ayo om berangkat"
Keenan mengangguk. Keenan menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Ia akan mengajak Syafira ke suatu tempat.
Motor Keenan berhenti tepat di panti asuhan, Keenan turun dari motor. Begitu pun dengan Syafira. Syafira heran mengapa Keenan mengajaknya ke tempat ini.
"Ayo masuk" ucap Keenan.
Syafira hanya mengikuti Keenan, saat masuk ke dalam panti. Keenan langsung disambut oleh anak anak panti. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan Keenan.
"Om Keenan" ucap mereka bersamaan.
Keenan tersenyum pada mereka dan menggendongnya satu persatu.
"Kalian apa kabar hm?" ucap Keenan pada mereka semua.
"Kabar kita baik om, kenapa om lama sekali tidak kesini?" tanya salah satu anak yang paling kecil.
"Om Keenan sibuk sayang, jadi tidak bisa kesini. Oh iya perkenalkan ini bibi jan eh maaf bibi Syafira. Ayo kalian berkenalan dulu" hampir saja Keenan mengatakan bibi janda.
Semua anak anak mengerubungi Syafira, membuat Syafira berjongkok dan menatap mereka satu satu sambil tersenyum manis Syafira sangat menyukai anak kecil. Jadi dia bermain main bersama anak anak. Keenan tersenyum kecil melihat hal itu. Sangat jarang ia melihat Syafira tersenyum seperti itu.
"Om, ayo bermain sama sama. Bibi pasti senang kalau om juga ikut main" ucap Bino. Bino adalah anak yang paling tua di asuhan itu.
"Iya iya om ikut main" jawab Keenan.
Mereka bermain ular tangga secara bergantian. Dan kali ini giliran Keenan dan Syafira yang bermain. Mereka berdua bermain dengan tenang, sesekali Keenan melakukan kecurangan ketika Syafira tidak melihat.
"Yah jadi turun deh" ucap Syafira. Pion ular tangganya berhenti di mulut ular jadi dia turun.
Keenan yang melihat Syafira kecewa, langsung menukar pion milik nya dengan milik Syafira.
"Lho om kok ditukar" ucap Syafira dengan kebingungan.
"Biar kamu cepat menang aja" jawab Keenan.
__ADS_1
Syafira melanjutkan permainan hingga ia memperoleh kemenangan.
Semua anak anak bersorak atas kemenangan Syafira. Keenan dan Syafira bersenang senang bersama anak anak panti.