
Keenan mengetuk mejanya beberapa kali, kali ini ia tidak boleh lengah dalam menghadapi Nando. Keenan harus memutar otak nya dengan keras untuk memberikan pelajaran kepada Nando.
Keenan mendongak dan menatap Bagas dengan intens lalu mengangguk kan kepalanya. "Bagas, saya ingin kamu mencari informasi tentang Fernando selengkap lengkapnya, saya ingin besok pagi kamu sudah memberi tahu saya sesuatu."
"Baik pak"
"Lakukan tugasmu"
Bagas mengangguk lalu mengundurkan diri dari pandangan Keenan. Keenan tidak habis pikir dengan Fernando, dia licik tapi dia juga bodoh. Rencananya mudah ditebak siapapun.
____________________________________________
Syafira merasa bosan di Apartemen, ia mengambil dompet dan tas nya. Ia berencana akan pergi ke minimarket terdekat.
Syafira melangkah keluar Apartemen dengan wajah yang ceria, ia seperti baru saja keluar dari sangkarnya. "Maafin istrimu Mas, karena pergi tanpa izin. Aku yakin kalau minta izin pasti kamu tidak memperbolehkan"
Syafira terkikik geli melihat dirinya bicara dengan foto Keenan di handphone nya. Lalu ia menaruh kembali handphone nya.
Dalam perjalanan menuju minimarket, Syafira melihat seseorang yang sedang mendorong motor. Ia seperti mengenal orang tersebut. Setelah diteliti baru lah ia sadar kalau orang itu adalah Reno, sahabat dari suaminya.
Dengan langkah cepat Syafira menyebrangi jalan dan menyapa Reno.
"Hi Oren"
Reno menoleh ke arah Syafira dan terkejut dengan keberadaannya. Ia melihat ke sekelilingnya tapi tidak ada Keenan.
"Dimana Keenan? Kok kamu sendirian?"
Syafira tertawa "Mas Keenan lagi di kantor, aku keluar tanpa izin darinya"
Reno hanya menepuk kepalanya yang tak gatal. "Itu motornya kenapa om? Mogok atau gimana?"
"Bensinnya habis, aku gak sempat isi"
"Disana kayak nya ada yang menjual bensin eh pom bensin maksudnya. ayo deh aku temenin om"
"Kamu gak apa apa? Ntar kamu kecapean lagi?"
Syafira tersenyum seakan menunjukkan kalau dia baik baik saja. "Ya udah ayo"
Setibanya di pom bensin, Reno segera mengisi bensinnya sampai penuh. Agar nanti saat dalam perjalaman pulang ia tak perlu mengisi bensin lagi.
"Berapa pak?"
"Dua puluh lima ribu Mas"
Reno mengambil dompet di saku belakangnya, namun ia tak menemukan dompetnya. "Ah sial gue lupa bawa dompet lagi"
"Neng cantik, boleh pinjem uang gak? Aku lupa gak bawa dompet"
Syafira mengangguk lalu mengambil uang berwarna hijau dan oren lalu memberikannya pada petugas pom bemsinnya.
"Makasih:
"Sama sama"
Setelah mengisi bensin Reno menyuruh Syafira untuk naik ke motornya, ia akan mengantarnya ke minimarket sebagai rasa terima kasihnya. Tentu saja Syafira menerimanya.
"Oren tadinya mau kemana?" Tanya Syafira di sela perjalanan mereka.
"Aku mau ke markas, biasa lah mau ngumpul sama anak anak. Kamu mau ikut?" tawar Reno.
"Emang boleh om?"
"Kenapa enggak? Kamu kan Queen nya Lavenzi. Jadi bebas keluar masuk markas kita"
"Ya udah deh aku ikut daripada sendirian di Apartemen"
"Good"
Mereka tiba di minimarket yang dituju, Syafira turun dari motor lalu melepaskan helm nya. "Tuggu bentar ya om"
__ADS_1
"Iya"
Syafira masuk ke dalam minimarket dan mencari barang barang yang ingin ia beli. Pertama ia mengambil susu kehamilan, lalu beberapa buah Apel dan mangga kemudian cemilan. Syafira juga membeli cemilan untuk teman teman Keenan nanti di markas.
Dengan entengnya ia mengambil semua jenis cemilan dan meletakkan di troli belanjanya.
Setelah selesai Syafira pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.
"Berapa kak?"
"Totalnya lima ratus ribu kak"
Syafira mengambil kartu kreditnya lalu memberikannya. Setelah itu petugas kasirnya mengembalikan kartu kreditnya.
"Terima kasih"
Syafira keluar dari minimarket dengan menenteng dua bungkus belanjaan. Reno turun dari motor dan membantu Syafira membawanya.
"Kenapa gak minta tolong aku aja, ini berat kan.
Kalau Keenan tahu pasti kamu diomeli sama dia" ucap Reno.
"Maaf om, aku gak mau merepotkan orang lain"
"Ck kamu gak pernah merepotkan siapapun. Kalau mau minta tolong bilang aja gak usah sungkan. Semua anggota lavenzi adalah abangmu. Ngerti kan?"
"Iya"
"Ya udah ayo naik"
Dengan dibantu oleh Reno, Syafira naik ke atas motor. Ia berpegangan pada baju yang dipakai Reno.
Hanya butuh beberapa menit untuk Reno tiba di markas. Ia turun dari motor bersamaan dengan Syafira. Reno melepaskan helm nya begitu pun dengan Syafira.
"Bentar dulu, aku mau menghubungi Keenan. Takutnya nanti dia khawatir sama kamu."
Syafira hanya mengangguk, ia melihat Reno yang sedang menghubungi Keenan. Menurut pandangannya Reno tidak kalah tampan dengan Keenan, apalagi senyum manisnya yang bikin setiap kaum hawa meleleh.
Tapi tetap saja tidak ada yang bisa mengalahkan pesona suaminya. Syafira menggeleng dan menepis pikirannya. "Kenapa juga aku mikirin itu"
"Kenapa Ren? Apa di markas ada masalah?" Sahut Keenan.
"Bukan itu, tapi bini lo sekarang ada di markas"
"Kok bisa?"
"Tadi gue ketemu dia di jalan, katanya mau ke minimarket. Terus dia minta ikut ke markas. Katanya dia bosan dan kesepian di Apartemen kamu"
"Syafira mana? Gue mau ngomong sama dia?"
"Nih"
Reno menyerahkan handphone nya ke Syafira. "Keenan mau bicara sama kamu"
Syafira mengangguk lalu mengambil alih telfonnya. "Halo Mas"
"Sayang, kamu kenapa tidak bilang sama Mas kalau kamu mau keluar? Kamu tahu kan tindakan kamu bisa menimbulkan masalah. Mas takut terjadi apa apa sama kamu."
Syafira tersenyum mendapat perhatian lebih dari suaminya. "Iya Mas, aku minta maaf ya."
"Ya udah, sementara kamu di markas aja dulu. Nanti kalau mas pulang dari kantor mas yang jemput kamu."
"Siap Mas"
Syafira mengembalikan handphone nya ke Reno.
"Ren, gue minta tolong sama lo. Tolong jaga istri gue, pastikan saat gue jemput nanti dia dalam keadaan sehat wal afiat, tidak ada kekurangan sedikit pun"
"Ganpang itu Mah, ya udah gue matiin telfonnya"
Tutt tutt
__ADS_1
Telfon pun terputus
"Nah sekarang udah selesai, ayo masuk"
Reno dan Syafira pun masuk ke dalam markas. Di dalam hanya ada beberapa anggota saja. Karena yang lain masih molor di rumah.
Kedatangan Reno dan Syafira membuat mereka terkejut. Kenapa Syafira bisa bersama dengan Reno itulah yang ada di pikiran mereka.
Batin mereka bertanya tanya.
"Kenapa lo semua? Kaget ya lihat Manurios datang"
Farhan mendelik lalu melempar kulit kacang pada Reno. "Gak usah ngadi ngadi lo, disini gak ada manurios?"
"Ada, nih buktinya gue ada disini" ucap Reno dengan Pedenya.
"Sini Dek duduk bareng kita, jangan sama Reno. Nanti calon keponakan kita bisa bisa mirip Reno."
"Memangnya Boleh?"
"Boleh apa?"
"Boleh duduk"
Kevan tertawa renyah, sungguh menggemaskan adik ketemu gede nya ini. Entah terlalu sopan atau terlalu canggung. Kevan senang setiap kali ia memanggil Syafira dengan sebutan Adek.
"Kamu bisa melakukan apa saja disini, tidak perlu sungkan"
Syafira duduk di antara Kevan dan Dito sedangkan Reno duduk di samping Farhan. Syafira memberikan cemilan yang ia beli pada Dito.
"Ini Om, tadi aku beli cemilan buat kalian."
"Gak usah ngerepotin Dek" ucap Farhan sedangkan tangannya mengambil cemilannya dengan tidak tahu nalu.
"Otak lo masih berfungsi kan han? Bilangnya gak usah ngerepotin tapi tetap aja lo ngambil" ucap Dito.
"Ini rezeki bro, jadi gak boleh ditolak. Iya gak Neng?"
"Iya, kalau Rezeki itu gak boleh ditolak. Karena rezeki itu bukan cinta" ucap Syafira.
"Cinta? Ada apa dengan cinta?" tanya Kevan.
"Cinta kan bisa ditolak" Jawab Syafira dengan polosnya.
Semuanya tertawa mendengar penuturan Syafura. Mendengar kata cinta, Reno jadi mengingat isabella. Sepertinya ia harus curhat dengan Syafira. Karena Syafira juga perempuan, ia pasti tahu banyak tentang urusan seperti ini.
"Neng cantik, aku boleh curhat gak? Sebenarnya aku kesini juga ingin minta saran"
"Gue kira lo kesini mau ngebacot eh tau nya malah minta curhat" ejek Dito.
"Suka suka gue lah"
"Oren mau curhat apa? Aku pasti dengerin kok"
Reno tersenyum lalu mengalirlah cerita tentang bagaimana ia ingin menaklukan Isabella, tapi ia belum cinta. Reno hanya ingin meluluhkannya semata
"Dari apa yang om katakan, aku bisa menyimpulkan kalau om hanya sekedar tertarik. Oren kan belum ketemu sama orangnya, jadi aku sarankan oren ketemu dulu sama orangnya. Siapa tahu oren jatuh cinta pada pandangan pertama sama dia. Aku bersyukur kalau oren jatuh cinta sama dia. Oren bisa jadikan kisahku sebagai pelajaran. Dulu aku sama Mas Keenan tidak saling mengenal sampai akhirnya kita dipertemukan dan dari situ kita terus bertemu di setiap saat sampai akhirnya kita jatuh cinta."
"Jadi aku harus mengajaknya bertemu dulu untuk memastikan perasaanku?"
"Tepat sekali, coba lah oren ajak dia ketemu dulu"
"Alhamdulillah Reno suka cewek, gue kira lo suka yang berbatang Ren" ucap Rangga.
"Suee lo serangga"
"Semoga lo gak ditolak ya Ren"
"Semoga dia mau sama lo ya Ren'
"Semoga dia gak ilfeel"
__ADS_1
Syafira menepuk pundak Reno menguatkan. "Jangan menyerah di awal, buktikan ke semua teman teman om kalau Oren juga bisa mendapatkan cinta"
Reno tersenyum lalu mengacak acak rambut Syafira. Keenan pasti bahagia memiliki istri seperti syafira.