
Saat Keenan berangkat ke kantor, Syafira merasakan sakit di perutnya. Ia berpikir itu hanya kram biasa karena terlalu lama berdiri. Syafira memutuskan untuk istirahat di kamarnya.
Syafira mengelus perutnya yang sudah besar, ia teringat dengan waktu ia hamil Keysa, perutnya sama besar dengan saat ini.
"Apa kabar sayang? Maaf Bunda belum jenguk kamu lagi. Seandainya kamu masih ada disini kamu pasti bahagia karena mendapatkan adik baru"
Syafira mengusap air matanya, ia memejamkan matanya dengan kuat. Saat syafira memejamkan ia seperti mendengar suara anak kecil.
"Bunda...Bundaa..Bunda..."
"Keysa, kamu dimana nak?" Mulutnya berbicara dengan sendirinya.
"Keysa disini Bunda..Bunda jangan menangis. Keysa sangat sedih kalau Bunda menangis. Keysa bahagia kok disini. Ada bidadari cantik yang selalu bermain dengan Keysa."
"Keysa bahagia?"
"Iya Bunda, kalau nanti dedek bayi nya lahir tolong katakan kalau Keysa menyayanginya"
"Pasti sayang"
Syafira membuka matanya dengan nafas yang tak beraturan. Ia melihat ke sekelilingnya namun tak ada siapa siapa. Lalu dimana Keysa? Dan kenapa dirinya bisa berbicara dengan Keysa.
Pembicaraannya dengan Keysa seolah olah nyata. Apa ini karena efek rindunya? Syafira merasa kalau Keysa selalu bersamanya. Keysa ada di sampingnya.
Walaupun Syafira tidak bisa melihatnya Keysa tersenyum. Keysa akan menyentuh pipi Syafira namun tak bisa. Tangannya menembus pipi Syafira.
Keysa mencobanya lagi tapi tetap saja. Sedangkan Syafira ia merasakan angin berhembus di pipinya. Syafira menyentuh pipinya yang terasa hangat.
"Bunda, seandainya Bunda bisa melihat aku. Aku ingin merasakan kasih sayang Bunda secara nyata. Keysa bersyukur Tuhan mengizinkan Keysa untuk berada di samping Bunda"
Syafira menghela nafasnya lalu menarik selimut dan tidur dengan nyenyak. "Selamat tidur Bunda, Keysa sayang Bunda"
___________________________________________
"Saya ucapkan selamat dan terima kasih untuk kalian semua, berkat kerja keras kalian kita berhasil membangun Rumah sakit dengan fasilitas yang memadai. Untuk nama rumah sakitnya saya akan memberi nya nama Rumah sakit Cemara. Apa kalian setuju?"
"Setuju pak"
"Tepuk tangan untuk kalian semua"
Prokk prokk prokkk
"Untuk merayakan keberhasilan kita, kalian bisa makan sepuasnya. Pergilah ke kantin perusahaan disana ada berbagai macam makanan. Kalian bisa makan, ambil dan bawa pulang untuk keluarga"
"Pak, ini serius? Ini gratis kan?" Ucap Salah satu karyawan.
Temannya menoyor kepalanya dengan keras.
Keenan tersenyum. "Semuanya gratis, tidak ada yang perlu bayar"
"Yeayyyy yuhuuu pak Keenan emang bos terbaik sedunia"
"Bapak emang top banget"
"Di kantor lain belum tentu kita dapat seperti ini"
"Terima kasih pak"
"Tapi sebelum itu saya akan menggunting pita ini sebagai tanda bahwa rumah sakit kita resmi dibuka"
Bagas membawa nampan yang berisi gunting. Semua karyawan menatapnya dengan tak sabar. Momen inilah yang mereka tunggu.
"Dengan ucapan Bismillah saya Keenan Aldebaran Bright resmi membuka rumah sakit cemara"
Keenan menggunting pita nya sampai putus dan meletakkan guntingnya kembali di nampan. Bagas pun mundur tiga langkah dari hadapan Keenan.
Semuanya bertepuk tangan dengan meriah. "Baiklah, karena sudah selesai. Kalian bisa mulai menikmati makan makannya"
"Baik pak" ucap mereka serentak.
Keenan menatap Bagas dengan tatapan datarnya. "Bagas, ikut saya sekarang"
"Kemana pak?"
"Ikut saja dulu"
__ADS_1
Keenan berjalan dengan langkah lebarnya sedangkan bagas menaruh nampannya lalu berjalan mengikuti Keenan dari belakang. Keenan berhenti di sebuah pintu. Lalu melirik ke arah Bagas.
"Masuk"
"Saya pak?"
"Enggak, tapi setan yang ada di sebelahmu"
"Oh gitu"
"Ya kamulah BAGAS"
Bagas hanya menyengir dengan wajah tanpa dosanya. Ia membuka gagang pintu dengan pelan. "Ini bukan jebakan kan pak?"
"Suudzon mulu, cepat buka"
Dengan pelan Bagas membuka pintunya dengan lebar lalu betapa terlejutnya ia melihat siapa yang ada di dalam.
Semua yang ada di dalam ruangan itu Bernyanyi untuk Bagas.
Hari ini hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu
Yang kuberi bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit
Atau nggak mau ngemodal dikit
Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati
S'moga Tuhan melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Sehat selama-lamanya
S'moga Tuhan melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Sehat selama-lamanya
Sehat selama-lamanya
S'lamat ulang tahun
S'lamat ulang tahun
Bagas membuka mulutnya lebar. Saat ini anak dan istrinya tengah memegang kue ulang tahun dan juga beberapa karyawan kantor yang bertugas untuk bernyanyi. Bagas menoleh ke arah Keenan.
"Pak, ini..."
"Selamat ulang tahun buat kamu, saya harap kamu menyukai kejutan ini."
"Terima kasih pak"
Hana istri dari Bagas mendekat. "Ayo make a wish dulu lalu tiup lilinnya"
Bagas mengangguk, ia mengatupkan kedua tangannya lalu mengucapkan permohonannya. Setelaj itu ia meniup lilin yang berbentuk angka 25 itu.
"Yeeyyy celamat ulang taun papa" ucap seorang anak kecil yang notabene nya adalah anak Bagas.
"Terima kasih princess"
Melihat pemandangan yang ada di depannya Keenan merasa bahagia. Sebentar lagi ia juga akan menjadi seorang ayah.
"Saya tidak tahu harus memberi kamu kado apa, jadi ambillah ini" Keenan memberi sebuah tas pada Bagas.
"Terima kasih pak, karena telah mengijinkan saya untuk memberikan kejutan pada suami saya" ucap Hana.
"Sama-sama. Kalau begitu saya pergi dulu. Kalian nikmatilah pesta ulang tahunnya"
__ADS_1
"Baik pak"
Sepeninggal Keenan, karyawan yang tadi menyanyikan lagu ulang tahun kini mengucapkan selamat padanya. Mereka menjabat tangan Bagas secara bergantian. Setelah itu mereka meninggalkan Bagas bersama dengan anak dan istrinya.
"Kamu kok gak ngasih tahu aku kalau mau ngasih kejutan?"
Hana berdecak kesal, kadang kala suaminya ini memang bodoh dan bego. "Kalau dikasih tahu bukan kejutan lagi namanya Bang"
"Oh iya juga sih hehe". Hana memutar bola matanya malas.
"Sini, Syafa biar aku yang gendong"
Hana memberikan Syafa pada Bagas agar digendong.
Cupp cupp
Bagas mencium kedua pipi gembul milik Syafa.sedangkan Hana ia duduk di kursi dan melihat tas pemberian dari Keenan. Hana penasaran dengan tas nya, ia membuka resletingnya dengan pelan.
Matanya membulat dengan sempurna, Tas itu bukan tas biasa. Melainkan tas yang berisi setumpuk uang berwarna merah. Yang Hana perkirakan itu mencapai satu milyar.
"Bang, liat deh. Tas nya kok ada uangnya. Ini beneran kado dari pak Keenan ya bang?"
"Hah? Masa sih. Perasaan kamu aja kali. Itu cuma tas doang kok"
"Ih abang gak percayaan. Lihat sini makanya"
Bagas mendekat ke arah Hana dan duduk di sampingnya. Bagas melirik ke arah tas yang dipegang Hana. Seketika bola matanya melebar. Bagaimana bisa di dalam tas nya berisi uang.
"Mungkin Tas ini tertukar dengan punya nya pak Keenan. Sementara tas yang mau di kasih ke aku ada di pak Keenan. Sini biar aku balikin dulu" ucap Bagas.
"Iya Bang"
Dengan Syafa yang ada di gendongannya, Bagas pergi ke ruangan Keenan. Ia mengetuk pintunya dengan perlahan. "Masuk".
Setelah diizinkan masuk Bagas membuka pintu dan masuk. Ia menatap Keenan dengan ragu ragu.
"Ada apa?" tanya Keenan sambil mendongakkan kepalanya.
"Saya mau mengembalikan tas nya pak, mungkin bapak salah ngasih tas. Di dalam tas itu ada uangnya" ucap Bagas.
"Saya tidak salah ngasih, itu semua memang untuk kamu. Itu kado dari saya, kamu tidak boleh menolak" jawab Keenan.
"Tapi pak ini terlalu banyak uangnya"
"Bagi saya uang segitu tidak ada apa apanya dibanding kerja kerasmu selama bertahun tahun di perusahaan ini. Terima saja, uang itu. Dengan uang itu kamu bisa membeli rumah atau mengajak istrimu jalan jalan"
"Ya allah pak saya terharu"
Tanpa sungkan Bagas mendekat dan memeluk Keenan dengan erat. Bagas membalas pelukannya. Tidak ada salahnya kan laki laki memeluk laki laki?
Bagas melepas pelukannya. "Saya sangat berterima kasih sama bapak"
"Sepulang dari kantor, pergi ke Apartemen saya. Bawa juga anakmu. Istri saya akan bahagia melihat anak kecil"
"Iya pak, saya pasti akan datang"
"Terima kasih"
____________________________________________
Mohon maaf buat kalian yang sudah menunggu lama.
Saat ini saya tidak bisa update setiap hari karena ada sesuatu hal
Insya allah tanggal 1 februari bakal update rutin seterusnya.
Salam sayang
.
.
.
Keenan Aldebaran Bright&Syafira Anindita putri.
__ADS_1