
Saat waktu makan malam telah tiba, Keenan dan semua anggota Lavenzi duduk lesehan di lantai. Sambil menunggu Syafira yang menyiapkan makanan untuk mereka. Tadinya mereka mau memesan makanan, tapi Syafira melarangnya.
"Lebih baik aku ke pasar saja dan memasak buat kita semua" begitu lah ucap Syafira. Sambil menunggu Syafira selesai memasak Keenan mengajak bermain Azka dan Azkia.
Walau hanya sekedar ciluk ba, tapi berhasil membuat kedua bayi kembarnya tertawa. "Nan, Nan, hidup lo kayaknya sempurna banget sih. Punya istri cantik, Dua bayi kembar dan sebentar lagi kamu juga bakal punya adik. Apa Kurangnya dirimu?" Ucap Reno.
Keenan menatap Reno. "Aku juga punya kekurangan Ren. Yang mungkin tidak diketahui oleh diriku sendiri dan orang lain" jawabnya.
"Jujur ya Nan, kalau Mama lo lahiran nanti. Lo berharapnya jenis kelaminnya apa?"
"Cewek sih, tapi kalau dikasih cowok juga gak apa apa" jawab Keenan.
"Kalau adek lo cewek, boleh lah gue jadi menantu Om Mahendra" ucap Reno sambil tertawa.
"Keburu ubanan lo nanti kalau nunggu adeknya Keenan dewasa" ucap Kevan.
"Iya juga ya"
"Makanan sudah siap" Syafira membawa beberapa jenis masakannya. Dengan dibantu oleh yang lainnya Syafira membawanya ke hadapan mereka. Dan mengaturnya mulai dari piring, gelas, sendok san garpu.
Syafira juga mengambilkan makanan untuk Keenan. "Kamu gak makan?" tanya Keenan padanya. "Tadi aku sudah makan duluan di belakang, khawatir Si kembar mau minum asi."
Keenan mengangguk. "Ayo tambah nasinya, makan yang banyak. Kalian jangan kebiasaan makan di luar, setidaknya kalian bisa memasak untuk diri kalian sendiri" ucap Syafira.
"Di antara kita tidak ada yang bisa memasak kecuali Keenan sendiri." Jawab Dito.
Syafira mengangguk lalu membiarkan mereka makan dengan tenang. Sementara mereka makan, Syafira bermain main dengan Azka dan Azkia.
"Pok ame ame belalang kupu kupu
Siang makan nasi malam malam minum susu"
Yeaayyyyy, Syafira bertepuk tangan. "Ayo, bunda bantu kalian"
Tangan kanan Syafira memegang tangan milik Azka dan yang kiri memegang tangannya Azkia. Kemudian Syafira menggeraknya sedikit. "Kita nyanyi bareng bareng ya"
"Pok ame ame, belalang kupu kupu
Siang makan nasi, kalau malam minum susu"
Azka dan Azkia tertawa mendengar suara menggemaskan Bundanya.
Kelakuan Syafira tak lepas dari pandangan Kevan. Kadang Keenan ikut terkekeh melihat pemandangan itu. "Kenapa lo?" tanya Keenan yang sadar kalau Kevan memperhatikan istrinya.
"Enggak, gue cuma kagum aja sama bini lo. Di usia nya yang 20 tahun sikapnya sangat dewasa. Jiwa keibuannya mengalir dengan kuat dalam dirinya, bisa dilihat ketika ia bersama dengan si kembar."
Keenan mengangguk seraya menatap Syafira yang tengah tertawa. "Untuk kali ini gue setuju dengan apa yang lo katakan"
Dalam waktu 20 menit, mereka telah menghabiskan makanannya masing masing. Semua anggota Lavenzi membawa piring piring yang kotor ke tempat cuci piring.
Kemudian mereka mencuci nya secara bergantian. Malam semakin larut, Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9. Semua nya sudah kembali ke kamar untuk tidur. Begitu pun dengan Syafira dan Si kembar. Sedangkan Keenan ia masih belum mengantuk. Ia hanya duduk di sofa sembari mengingat kenangan semasa dulu.
"Kenapa lo gak tidur?" Ucap Reno. Reno tidak bisa tidur dengan keadaan perut kenyang. Makanya ia belum pergi ke kamarnya.
"Belum ngantuk gue, lo sendiri kenapa belum tidur?" Tanya nya.
"Perut gue dalam keadaan kenyang, jadi gak enak aja kalau dibawa tidur" Keenan menganguk. Beberapa saat kemudian hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka berdua.
"Jangan pernah trauma dengan hubungan Ren"
Reno menoleh pada Keenan kemudian menjawabnya. "Gue gak trauma Nan, gue cuma butuh waktu. Gue tahu semua cewek itu enggak sama. Tapi untuk saat ini aku hanya ingin fokus dengan persahabatan kita dulu."
Keenan bertanya lagi. "Sampai kapan?"
"Sampai gue menemukan orang yang benar benar pantas untuk mencintai"
Keenan menepuk bahu Reno lalu memeluknya, pelukam ala laki laki. "Lo kenapa gak pernah cerita apapun sama gue? Sedangkan dengan mereka lo terbuka"
"Lo enggak nganggep gue sahabat lo juga?"
Reno meggeleng. "Bukannya gitu Nan, gue cuma gak mau ngerepotin lo aja. Lo itu harus kerja, menjaga keluarga dan yang lain lain. Gue takut kalau cerita sama lo yang ada gue makin membebani lo'
Keenan menggebuk kepala Reno dengan bantal. "Lo itu udah kayak adek gue sendiri Ren, dan seorang kakak tidak akan pernah membiarkan adiknya menanggug masalah sendirian. Lo harusnya sadar itu. Lo selalu ada di saat gue butuh lo, tapi untuk gue kenapa harua sesulit itu? Kenapa gue enggak ada disaar lo membutuhkan gue. Bukankah rasanya gak adil buat lo Ren?"
"Lain kali kalau ada masalah apapun itu cerita sama gue." Ucao Keenan.
"Iya" jawah Reno.
Keenan menepuk bahu Reno sebelum ia pergi. "Tidurlah, ini sudah malam" Reno memandang kepergian Keenan dengan pikiran yang berkecamuk. Ia merasa tidak enak hati dengan Keenan.
Reno menghela nafasnya lalu kembali ke kamarnya.
.
.
.
Keesokan harinya, di waktu subuh, Ayam jantan sudah mulai berkokok bersahut sahutan. Semua anggota Lavenzi saling membangunkan temannya untuk melaksanakan shalat subuh. Begitu pun dengan Keenan dan Syafira.
Saat ini mereka sudah siap, tinggal menunggu yang lainnya untuk berjamaah. Karena Syafira hanya perempuan sendiri, ia agak sedikit menjauh dari barisan shaf para lelaki.
"Gue adzan dulu"
"Allahu akbar allahu akbar
Allahu akbar allahu akbar
Asyhadu alla ilaaha illallah
Asyhadu alla ilaaha illallah
__ADS_1
Asyhadu anna mumammadur rasulullah
Asyhadu anna muhammadur rasulullah
Hayya alas shola
Hayya alas shola
Hayya alal fala
Hayya alal fala
Allahu akbar allahu akbar
La ilaha illalah"
Setelah mengumandangkan adzan mereka mengangkat tangannya masig masing untuk berdoa setelah adzan.
Setelah tu mereka mengumandangkan iqamat sebagai tanda bahwa shalat akan dimulai.
Setelah melakukan shalat subuh, Syafira sudah bersiap siap untuk memandikan Azka dan Azkia. Syafira bertanya kepada Keenan. "Mas apa disini ada bak kecil atau ember gitu?" Tanya nya.
"Bentar, aku cari dulu. Kayaknya sih ada" jawab Keenan.
Keenan pergi ke belakang tenpat dimana perabotan perabotan disimpan. Matanya menelusuri ke semua ruangan dan menemukan ember berwarna hitam.
Keenan pun mengambil dan membawakannya pada Syafira. "Ini" ucapnya sambil memberikan ember tersebut pada Syafira.
"Oke, mas disini saja dulu. Aku mau menyiapkan air hangat untuk mereka" Keenan mengangguk dan membiarkan Syafira pergi untuk menyiapkan air hangat untuk Azka dan Azkia.
Saat menuju ke dapur Syafira berpapasan dengan Kevan tapi tidak disadari oleh Syafira. "Mau kemana dek?"
Syafira hampir saja terjengkang dan jatuh karena suara Kevan yang membuatnya kaget. Syafira mengelus dadanya dan menatap lawan bicaranya. "Kak Kevan ngagetin aja sih, ini aku mau nyiapin air buat mandiin si kembar" ucapnya.
"Kamu mau mandiin mereka di kamar mandi?" Tanya Kevan.
Syafir menggelengkan kepalanya. "Aku mau mandiin mereka di luar aja" jawabnya. Kevan mengangguk mengerti. "Kakak bantu siapin tempatnya ya?"
"Gak ngerepotin nih kak?"
Kevan hanya menggeleng. "Enggak kok, lagian mereka juga keponakanku kan. Masa ngurus keponakan sendiri merepotkan" ucap Kevan dengan setengah bercanda.
"Oke deh kalau begitu, Kakak pergi dulu. Mau nyiapin tempatnya" ucap Kevan.
"Iya kak, Makasih"
Setelah Kevan pergi Syafira melanjutkan perjalanannya menuju ke dapur. Beberapa menit kemudian "Mas bukain baju mereka, tapi pelan pelan aja" ucap Syafira pada Keenan setelah ia sudah selesai menyiapkan air hangat.
"Iya, Mas ngerti. Kamu sudah nyiapin tempatnya?" Tanya Keenan.
"Sudah, Kak Kevan yag nyiapin semuanya"
Mendengar nama Kevan disebut sebut, Keenan menatap Syafira dalam. "Kalian sempat ngobrol tadi?"
"Oh oke"
Di tempat lain
"Han, jogging yuk" ajak Reno kepasa Farhan. Farhan menoleh dan menatap Reno. "Jogging kemana?" Tanya nya penasaran.
"Taman pahlawan, katanya disana juga ada acara senam bersama, kita juga bisa ikutan" Sesaat setelah Reno mengatakan itu Farhan langsung berdiri tegak "ya udah ayo, ngajak yang lain juga gak nih?'
"Ajak aja sekalian Keenan juga, mumpung ada disini. Sudah lama kan kita gak jalan bareng dia" ucapnya.
"Oke, tapi kek nya Keenan lagi mandiin si kembar deh. Kita tunggu dia selesai dulu" ucap Farhan.
Semua anggota Lavenzi menonton Syafira dan Keenan yang sedang memandikan si kembar. Kali ini Syafira tidak memandikan mereka bergantian melainkan bersamaan.
Karena Keenan sudah tahu cara memandikan bayi, maka ia memutuskan agar Azka dimandikan olehnya. Dan Azkia ia yang memandikannya.
"Sabunnya jangan sampai kena matanya Mas" peringat Syafira.
"Iya sayang"
"Masih sempatnya lo sayang sayangan saat memandikan anak Nan?" ucap Eka.
Keenan hanya menyengir. "Lo pasti pernah ada di posisi gue bang"
"Posisi apa maksud lo? Posisi bucin" ucap Eka sambil menatap Keenan. Dito dan Kevan tertawa karena ucapan Eka memang ada benarnya.
"Kayak lo gak pernah bucin aja Bang? Gue tahu satu rahasia abang ketika bersama istri lo. Mau dibocorin gak nih?" Kali ini Keenan menyeringai sambil menatap Eka.
"Wah wah rahasia apaan tuh, bagi dong Nan sama kita"
Wajah Eka memucat, bukan karena takut tapi lebih ke malu karena Keenan mengetahui aibnya sendiri "Jangan ember Nan, gue timpuk pala lo nanti kalau sampe ember ke yang lain"
"Santai bang, rahasia lo aman sama gue' ucap Keenan.
Keenan dan Syafira sudah selesai memandikam si kembar. Kini mereka sedang mengelap tubuh mereka dengan handuk kecil yang berwarna hijau cerah.
"Oh iya Nan, gue sama Reno mau ngajak lo jogging sekarang. Gimana? Lo bisa gak?' Ucap Farhan. Keenan menoleh pada Syafira. Syafira mengangguk seraya tersenyum tipis.
Keenan sudah lama tidak berkumpul dengan teman temannya. Mungkin hari ini Syafira akan memberinya kesempatan untuk Keenan.
"Pergilah Mas, aku bisa mengurus si kembar sendiri. Mas sudah lama tidak bersama mereka" ucapnya.
"Kamu tidak apa apa Mas tinggal?' Tanya nya.
"Tidak apa apa"
Keenan menatap semua temannya. "Lo semua ikut juga, biarkan istri gue sendirian."
__ADS_1
"Yakin lo? Ntar syafira kenapa napa lagi. Kalau diantara kita ikut semuanya"
"Gue gak seceroboh itu, gue bakal nelfon bodyguard gue untuk menjaganya dari luar markas"
"Baguslah kalau gitu"
"Yaudah gue siap siap dulu, kalian jga ganti baju gih. Masa mau jogging pakai baju koko dan peci" ucap Keenan.
"Siapa tahu nanti di jalan ketemu ukhti terus kesemsem sama gue nan" ucap Dito.
"Kesemsem pala lo botak, cepat ganti' ucap Keenan.
Dito menyentuh rambut di atas kepalanya. "Rambut lebat kek gini dibilang botak, suami kamu emang aneh Queen' ucapnya pada Syafira.
"Bukan aneh lagi, tapi super aneh" jawab Syafira. Mereka berdua terkikik geli bersamaan.
Setelah bersiap siap, Keenan menemui Syafira di kamar. "Baru aja mereka mandi, sekarang udah cakep aja" ucap Keenan.
"Mau apa Mas?"
"Mau pamit sama istri" ucapnya. Syafira terkekeh kemudian meletakkan bayi kembarnya di atas kasur. Kemudian beralih untuk mengurus suaminya.
"Kalo pake baju bagian lengannya jangan digulung, nanti semua wanita suka lagi sama kamu" ucap Syafira sambil menarik kembali gulungan baju keenan.
"Kenapa? Bukannya bagus kalau semua wanita suka sama aku. Lumayan, bisa nambah istri nanti kalau mereka mau sama aku' ucap Keenan dengan bercanda.
"Aku juga bisa cari suami baru" ucap Syafira dengan wajah menantang.
"Jangan coba coba" ucap Keenan menatap tajam Syafira. "Senjata makan tuan" batin Syafira.
"Ada kok yang suka sama aku, dia ganteng, kaya, perfect, dan pokoknya baik banget deh orangnya" ucap Syafira dengan nada melebih lebihkan.
"Siapa?" Tanya Keenan dengan tegas.
Syafira membuka handphone nya dan membuka kamera depannya kemudian mengarahkan pada wajah Keenan. "Dia orangnya, gimana? Ganteng gak?"
Keenan tersenyum, ia mengambil handphone Syafira dan melemparnya ke kasur. Kemudian memeluknya dengan erat disertai kecupan kecupan basah darinya.
"Gemesssssss, Jandaku gemesin"
"Apa sih om"
Seketika mereka berdua tertawa.
Panggilan janda dan om adalah sebuah kenangan bagi mereka. Tepat 2 tahun yang lalu mereka dipertemukan dengan cara yang tak biasa dan sekarang sudah punya kedua bayi yang sangat lucu
Hidup seseorang tidak ada yang bisa menebak, dulu Syafira sempat mengalami masa masa dimana hancurnya dirinya pada saat itu. Tapi lihatlah sekarang, hanya ada kebahagiaan yang menyertai hidupnya
Taman Pahlawan
Kedatangan anggota Lavenzi membuat semua orang yang ada disana berteriak heboh. "Bukankah mereka yang sempat viral karena bagi bagi popok gratis?"
"Mereka juga punya channel youtube"
"Gila, mereka semuanya visual"
"Tunggu, Bukankah itu Keenan Aldebaran Bright, mantan pembalap motor sekaligus pemilik perusahaan terbesar itu?"
"Hoki banget gue hari ini bisa ketemu sama mereka"
Berbagai komentar dan pujian yang mereka dapatkan saat tiba di taman itu. Keenan mengusap keringat di seluruh wajahnya dengan handuk kecil yang dibawanya.
"Dimana tempat senamnya? Gue juga mau ikutan" ucap Keenan.
Reno menunjuk ke sebuah tempat, dimana hanya ada para ibu ibu yang berkumpul di situ.
"Lo yakin disana tempat senamnya Ren?" Tanya Dito.
"Yakin lah, gue gak pernah ngasih info abal abal buat kalian."
"Ya udah tunggu apa lagi, ayo kita kesana' ucap Keenan.
Keenan dan yang lainnya pun memutuskan untuk langsung ke lapangan yang ditunjuk oleh Reno. Saat mereka datang, semua ibu ibu saling berbisik bisik satu sama lain.
"Ren, kenapa ibu ibu disitu pada berbisik bisik" ucap Kevan pada Reno. Reno hanya mengangkat bahunya tanda bahwa dirimya juga tidak tahu.
"Baiklah, mari kita mulai senam ini" ucap salah satu dari ibu ibu itu. Wanita itu mencontohkan sebuah gerakan dan diikuti oleh ibu ibu lainnya.
"Ini senam apa sih namanya? Kenapa tidak ada musiknya" tanya Keenan.
"Yaelah Nan, senam juga bisa kali tanpa musik. Ya udah ayo kita tiru saja"
Mereka semua mencoba meniru gerakan wanita itu. Wanita itu melakukan gerakan sambil duduk. Dan anehnya lagi Keenan dan teman temannya tidak menyadari sesuatu.
Wanita yang sedang memimpin senam itu mengenyitkan dahinya ketika melihat Keenan dan teman temannya meniru gerakannya. Ia memutuskan untuk menghampiri mereka.
"Maaf Ya Mas, kenapa kalian meniru gerakan saya?"
"Lho, ibu kan lagi senam. Kita disini juga mau ikutan senam" jawan Kevan.
"Iya Mas, tapi ini adalah senam khusus ibu ibu hamil. Mas gak lihat apa" ucap wanita itu. Seketika mereka menatap semua ibu ibu disana, dan memang benar perut mereka agak sedikit menonjol karena kehamilannya.
"Kalau begitu saya mewakili teman teman saya minta maaf Bu"
Setelah wanita itu pergi, Keenan menoyor kepala Reno dengan keras. "Bisa bisanya lo ngajak kita senam ibu ibu hamil?"
"Tau, bikin malu aja lo Ren"
"Sebenarnya gue udah tahu kalau Itu senam ibu ibu hamil. Kita kan sudah lama tidak gila gilaan jadi gue ngajak kalian gila bareng gue"
"3...2...1... Sorry ya teman teman tercintaku" Reno lari sambil tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
"Tangkap dia woyyy" teriak Farhan. Semuanya mengejak Reno dan mengepungnya. Kemudian mereka menangkap dan menggelitiki nya sampai Reno hampir menangis karenanya.