
Hari telah berganti, Keenan dan Syafira masih asyik bergelung di tempat tidur. Keduanya sangat menikmati tidur panjang mereka. Keenan terbangun lebih dulu dari pada Syafira.
Mata Keenan terbuka dengan sempurna, ia melirik ke syafira. "Sayang, bangun" ucap Keenan.
"Aku masih ngantuk" jawab Syafira.
Keenan tersenyum tipis, lalu is mengecup bibir Syafira dengan cepat. Membuat Syafira langsung terbangun begitu saja.
"Bangun yah, hari ini aku ada meeting di kantor. Jadi bisa kan kamu membantuku bersiap siap?" ucap Keenan.
Syafira menghela nafasnya sebelum mengangguk. Syafira turun dari kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Syafira masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Keenan, Keenan mandi di kamar mandi lain. Dan Keenan tinggal menunggu Syafira di kamar mandi.
Syafira sudah selesai mandi beberapa menit yang lalu, is juga sudah berpakaian lengkap. Hanya saja rambutnya masih basah, ia akan mengeringkannya nanti.
Syafira keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh. Lalu matanya tak sengaja menatap ke arah Keenan yang masih menggunakan handuk di pinggang.
"Sayang, kenapa belum pakai baju?" tanya nya pada Keenan.
"Kan baju nya belum disiapin sama kamu" jawab Keenan.
Syafira menggelengkan kepalanya, semenjak Keenan melakukan akad ulang dengan nya. Keenan bersifat manja saat bersama Syafira. Saat ditanya alasannya apa Keenan hanya menjawab "kamu kan istriku, jadi wajar kalau aku manja sama istriku"
Syafira membuka lemari pakaian Keenan dan memilihkan sebuah kemeja berwarna hijau dan jas berwarna biru.
Syafira memberikannya pada Keenan. "Celana dalam sama kaos dalamku mana?" ucap Keenan.
"Ambil sendiri lah sayang, masa aku harus pegang pegang celana dalam kamu. Malu tau gak?"
Keenan tersenyum lalu berkata "Sama bungkus nya kok jijik tapi kalau isi nya kamu mah suka"
Syafira tak mengerti apa yang dikatakan Keenan. Dia menaikkan alisnya. "Maksud kamu?"
"Jadi gini sayang, biar aku jelasin sama kamu. Otak kecil kamu ini harus diberi Asi (asupan bergizi). Bungkusan yang aku maksud adalah celana dalam dan isi nya adalah adik kecil aku ini. Kamu tidak suka celana dalam nya kan, tapi kamu suka sama adik kecilku? Semalam kamu sampai berteriak kencang gara gara adik kecil aku"
Pipi Syafira memerah mendengar hal itu. Ia tak menyangka Keenan akan mengatakannya dengan frontal seperti itu.
"Iya iya, gak usah dijelasin panjang kali lebar kali. Aku paham kok"
Syafira mengambilkan celana dalam milik Keenan beserta kaos dalamnya. "Nih" ucap nya
"Terima kasih sayang"
Setelah itu Syafira pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk Keenan. Syafira juga membawakan Keenan bekal setiap hari.
Setelah siap semuanya, Keenan langsung turun dan melihat Syafira yang masih berkutat di dapur. Keenan menghampirinya dan melingkarkan tangannya di pinggang Syafira.
"Sayang, lepasin dulu"
"Biarkan seperti ini sejenak" ucap Keenan.
Syafira hanya pasrah lalu melanjutkan kegiatannya dengan Keenan yang tetap memeluknya.
Syafira sudah melakukan semuanya, ia melepaskan pelukan Keenan. Lalu menyuruh Keenan untuk duduk di meja makan. Syafira menyuapi Keenan dengan tangannya. Karena jika tidak, Keenan tidak akan mau sarapan.
Setelah makanannya habis Syafira langsung membawa nya ke tempat cuci piring dan mencucinya. Lalu kembali lagi.
Syafira melihat penampilan Keenan yang belum rapi sepenuhnya. Syafira mengambil dasi yang ada di tangan Keenan dan langsung memakaikannya. Kemudian merapikan kancing kemeja Keenan. Ia juga menyisir rambut Keenan dengan rapi.
Keenan menikmati wajah Syafira dari dekat. Ia suka melihat wajah serius Syafira saat membantunya bersiap siap.
"Kenapa liat liat?" ucap Syafira.
"Kamu tuh makin hari makin gemesin. Boleh gak sih kalau aku karungin kamu dan membawa nya ke kantor?"
Syafira menatap Keenan dengan tatapan yang menggoda. "Boleh saja, lumayan istri cantikmu ini bisa melihat karyawan ganteng yang ada di kantormu"
"Heh mulutnya udah mulai berani ya"
Keenan mencium bibir Syafira lalu melepaskannya. Syafira tersenyum kecil. Lalu ia mengambilkan tas kantor Keenan dan memberikannya pada suaminya itu.
"Sekarang suami tampanku harus berangkat bekerja" ucap Syafira.
"Kamu yakin nyuruh aku berangkat kerja?"
Syafira mengangguk.
"Larang aku napa, kayak di drama korea yang kamu tonton itu. *Mas, jangan kerja dulu. Temani aku seharian di rumah* " ucap Keenan sambil menirukan dialog dari drama itu.
"Jangan mimpi, kamu harus bekerja. Kalau kamu tidak bekerja memangnya kamu mau menafkahiku apa?"
"Nafkah cinta kayak nya cukup kok"
"Sudah sudah, sekarang pergilah bekerja."
Keenan menangkup kedua pipi Syafira dengan gemas. Ia mencium pipi, mata, hidung, kening dan terakhir bibir. Itu sudah menjadi kebiasaan Keenan sehari hari.
"Aku berangkat dulu, kamu jaga diri di rumah. Kalau ada apa apa langsung hubungi aku" ucap Keenan.
"Iya sayang"
Syafira mengambil tangan Keenan lalu menciumnya. Kemudian Syafira mengantarkan Keenan sampai depan rumahnya. "Dah" ucap Keenan.
Syafira hanya melambaikan tangan. Lalu setelah suaminya pergi, Syafira kembali masuk dan membereskan semua ruangan.
____________________________________________
Setelah tiba di kantor, Keenan melihat semua karyawannya sudah berada disana menyambutnya. Hampir setiap hari mereka melakukan itu. Keenan sempat melarangnya tapi mereka mengatakan tidak apa apa. Terutama karyawan perempuan. Mereka sangat senang sekali bisa menikmati wajah tampan bos nya itu.
"Selamat pagi" ucap Keenan menyapa semua karyawannya.
"Pagi pak" jawab Mereka.
__ADS_1
Saat Keenan menatap semua karyawan nya, Keenan melihat seorang wanita yang asyik dengan alat make up nya. Ia berusaha mempercantik diri di depan Keenan.
Keenan mendekati wanita tersebut. "Untuk apa kamu berdandan seperti itu?"
Wanita itu kaget, lalu memasukkan alat make up nya ke dalam tas nya. "Saya hanya ingin bapak melihat saya dengan keadaan yang sangat cantik"
"Apakah kamu bermaksud untuk menggoda saya?" ucap Keenan. Ia mengetahui nya dari semua gerak gerik nya.
"Ti..tidak pak" jawab wanita tersebut.
"Dengar, saya tidak suka ada karyawan saya yang menggunakan make up berlebihan. Khusus nya kamu. Saya tahu kamu berniat untuk menggoda saya. Dan saya pastikan hari ini kamu sudah tidak bisa bekerja disini"
Keenan melirik Bagas yang ada di sampingnya.
Bagas mengangguk, lalu ia menyeret dan mengusir wanita itu dari kantor.
"Jika ada yang mencoba untuk melakukan hal seperti itu pada Saya, maka nasib nya akan sama dengan wanita itu."
Keenan lalu pergi. Semua wanita yang tadi sempat terpana dengan Keenan sekarang agak sedikit ketakutan.
Keenan masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya. ia memijat keningnya dengan tangannya.
Tak lama kemudian, seseorang mengetu pintu. "Masuk"
Bagas pun masuk ke dalam. "Pak, Meeting akan segera di mulai."
"Baiklah"
Keenan beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju ruang Meeting. Setibanya disana ia sudah tunggu oleh semua orang.
"Apa kalian sudah menunggu lama?" ucap Keenan.
"Tidak pak, kami baru saja datang"
"Baik mari kita mulai meetingnya sekarang"
"Bagaimana perkembangan hotel yang dibangun pada 2016 lalu??" ucap Keenan.
"Perkembangannya sangat bagus pak, kita mendapatkan keuntungan 75% dari pembangunan hotel itu. Hotel yang kita bangun dua tahun lalu tidak pernah sepi pengunjung. Ini semua karena pak Bagas yang mengatur semuanya"
Keenan mengangguk. "Lalu bagaimana dengan proyek baru kita? Apakah kalian mempunyai ide ide baru. Saya ingin kalian semua menyampaikan apa yang menurut kalian baik"
"Menurut saya sebaiknya proyek kali ini jangan hotel pak. Karena hotel kita sudah banyak, hampir di delapan negara. Sebaiknya kita membangun sesuatu di negara kita sendiri."
"Contohnya?" tanya Keenan.
"Contohnya kita bisa membuat rumah sakit pak. Di negara kita sendiri banyak rumah sakit tapi tidak dengan fasilitas yang lengkap. Menurut Saya kita seharusnya membangun rumah sakit dan kita juga harus berusaha melengkapkan fasilitasnya dan juga dokter unggulan. Kita tidak boleh memperkerjakan seorang dokter yang masih belum terlalu tahu tentang dunia medis. Kita harus mencari dokter yang benar benar profesional dan ahli.
Dengan begitu semua orang yang mempunyai sakit parah tidak perlu ke luar negeri untuk berobat. Mereka hanya perlu datang ke rumah sakit kita saja. Selain itu, Kita juga harus memberikan pelayanan gratis khusus orang yang tidak mampu"
Semua orang yang ada di ruangan meeting saling menatap. Keenan memikirkan usul dari karyawannya tersebut. Keenan bertepuk tangan karena usul dan ide nya sangat cemerlang.
"Wow Arif, Sejak lama saya melihatmu di kantor. Baru kali ini saya melihat kepandaianmu"
Arif yang merasa di puji langsung menunduk.
"Dan kalian, apakah kalian setuju dengan apa yang dikatakan Arif?"
"Setuju pak, kita semua merasa ide Arif adalah yang terbaik" jawab mereka.
"Oke, meeting cukup sampai disini saja. Dan tolong kalian berikan data data hotel yang telah kita bangun dan jelaskan rinciannya masing masing. Antar ke ruangan Saya" ucap Keenan.
"Baik pak"
____________________________________________
Adit membaca surat yang diberikan Ana kepadanya, ia kini sudah berada di rumahnya sendiri.
Adit membuka perlahan lahan surat itu. Lalu membaca isinya. Tangan Adit bergetar setelah membaca surat itu. Bagaimana bisa Rena menuliskan hal ini. Padahal Rena tahu kalau Adit hanya mencintainya.
"Aku mungkin gak bisa menjadikan kakakmu kekasihku, tapi aku bisa melindunginya" ucap Adit.
"Maaf Ren" lanjutnya.
(Flasback)
"Adit berhenti dulu, aku capek ngejar ngejar kamu terus"
"Ya udah ayo istirahat"
Adit membawa Rena duduk di bangku taman. Lalu Adit pergi membeli air dan memberikanya pada Rena.
"Nih minum dulu"
Rena menerima air pemberian Adit, ia langsung meminumnya sampai habis.
"Haus banget ya?" tanya Adit.
"Iya, habis aku udah dua puluh menit ngejar kamu tapi gak dapet dapet juga"
Adit mengelus kepala Rena. "Mulai sekarang kamu gak boleh ngejar ngejar aku, biar aku saja yang mengejarmu. Mengerti?"
"Siap bos"
(Flasback off)
Rasanya Adit sangat merindukan Rena. Ia Rindu berdebat dengan Rena, ia merindukan semua hal yang ada pada Rena.
Adit menatap foto dirinya dan Rena saat masih bersama dulu. "Semoga kamu bahagia Ren"
Syafira merasa bosan karena ia hanya sendirian di Apartemen. Keenan sedang di kantor. Syafira tiba tiba teringat pada Rena. Syafira ingin mengetahui kabar Rena, apakah dia baik baik saja atau tidak.
Syafira memutuskan untuk menghubungi nomor Rena. Ia mengambil handphone nya lalu mencoba nya. "Nomor yang anda tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi"
__ADS_1
Syafira mengernyitkan dahi nya, ia merasa heran kenapa nomor Rena tak bisa dihubungi. Padahal ia telah mencobanya beberapa kali.
Akhirnya Syafira mencoba menelfon Adit, ia pasti tahu kabar tentang Rena.
Panggilan pertama tidak tersambung, lalu Syafira mencoba lagi dan akhirnya tersambung.
"Halo Dit"
"Syafira, ada apa? Kenapa kamu menelfonku?"
"Tidak ada, aku hanya ingin bertanya. Rena apa kabar? Apa dia baik saja saja. Aku tidak dapat menghubunginya sejak tadi"
Adit diam tak menjawab, ia bingung harus mengatakan apa. Di satu sisi ia ingin memberi tahukan pada Syafira tentang kematian Rena dan di sisi lain ia telah berjanji pada Rena untuk tidak memberi tahu Syafira.
"Halo Dit"
"Ahh iya, bisa kah kita bertemu di taman dekat rumahmu. Ada hal yang harus ku bicarakan langsung denganmu" ucap Adit. Ia rasa, Syafira berhak tau atas kematian Rena. Karena Syafira adalah sahabatnya.
"Oke, aku siap siap dulu"
"Oke"
Syafira memperhatikan penampilannya di cermin. Lalu ia mengambil handphone nya. Syafira menelfon Keenan.
"Halo sayang, ada apa?" ucap Keenan.
"Sayang, aku boleh gak pergi sebentar. Pergi ke taman dekat rumah aku itu lho"
"Mau ngapain?" tanya Keenan.
"Aku mau ketemuan sama Adit, ada hal yang harus kami bicarakan. Boleh gak?" jawab Syafira dengan jujur. Ia tak mau Keenan salah paham terhadapnya.
"Boleh, asal dengan satu Syarat"
"Apa itu?"
"Tidak boleh dekat dekat dengan pria kere itu, kalian harus berjarak minimal 2 meter"
Syafira menganga dibuatnya, syarat macam apa itu. Tapi karena tak ada pilihan lain Syafira terpaksa menyetujuinya.
"Oke aku setuju"
"Bagus"
Ya udah aku matikan telfonnya dulu"
"Tunggu"
"Apa lagi sayang?"
"Kiss nya mana"
"Harus banget ya?" Ucap Syafira.
'Wajib bukan harus"
"Ya udah nih emmmuaachh"
"Makasih sayang"
Setelah itu Syafira mematikan telfonnya. Lalu segera pergi.
Adit sudah menunggu Syafira di taman. Ia celingak celinguk melihat kesana kemari. "Dit" panggil Syafira.
Adit menoleh lalu berdiri. "Ayo duduk, ada yang ku ingin bicarakan denganmu"
Syafira duduk di samping Adit. Selama beberapa menit tak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
Sampai akhirnya Syafira memecahkan keheningan itu. "Kamu mau ngomong apa?"
"Aku ingin memberi tahu tentang Rena"
"Rena? Rena kenapa?"
Adit menatap Syafira lalu menceritakan semuanya pada Syafira. Syafira menutup mulut mulutnya tak percaya, ia benar benar tak tahu kalau Rena sudah meninggal. Syafira merasa bersalah karena di saat saat itu Syafira tidak ada di sampingnya.
"Kenapa Rena tidak memberi tahu ku Dit?" ucap Syafira.
"Dia tidak ingin membuatmu bersedih karena nya"
"Seharusnya dia tidak melakukan itu, apapun yang terjadi dia tetap sahabatku"
Syafira menghapus air matanya yang sempat jatuh. Saat itu pandangan Adit teralihkan ke arah perut Syafira yang rata.
"Fir, kamu udah melahirkan? Kenapa gak bilang?"
"Aku tidak melahirkan dit, Aku keguguran."
Adit terkejut mendengar hal itu. "Ya allah, cobaan apa lagi ini" batinnya.
"Anakku ah tidak anak kita itu perempuan. Aku memberi nya nama Keysa sahara ayuna. Dia dimakamkan di korea."
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Di sisi lain aku kehilangan Rena dan di sisi lain aku juga kehilangan anakku. Aku benci sama diriku sendiri. Kenapa aku tidak bisa melindungi Rena dan anakku"
Syafira hanya terdiam, ia sibuk memikirkan Keysa.
"Keysa sahara ayuna, nama yang cantik. Bisa kah kamu memberi tahu ku dimana letak makam keysa. Aku akan pergi ke sana secepatnya" ucap Adit.
"Pemakaman islam korea seoul"
"Maaf Fir, ini semua kesalahanku. Aku sudah mendapatkan karma atas perbuatanku padamu. Tolong maafin aku"
"Aku sudah memaafkanmu, sekarang perbaiki lah hidupmu. Jangan kau ulangi perbuatan yang akan bikin kamu menyesal"
__ADS_1
"Terima kasih"
"Keysa, maafin papa ya sayang. Papa tahu papa adalah orang tua terburuk yang ada di dunia ini. Papa tidak bisa menemui dan menjagamu. Maafin papa sayang. Papa janji, papa akan datang ke korea untuk mengunjungimu. Papa sayang Keysa sahara ayuna"