Bukan Janda

Bukan Janda
Tema pernikahan


__ADS_3

Setelah malam lamaran itu, Keesokan harinya Keenan dan Syafira langsung fitting baju pengantin., memilih cincin pernikahan, dan memilih tema pernikahan mereka.


Semua itu dilakukan oleh anak anak Lavenzi, Keenan dan Syafira hanya perlu memilih apa yang ia suka. Kedua nya bak raja dan ratu.


"Nah, sekarang kalian pilih tema pernikahan kalian apa?" ucap Reno.


"Upin ipin"


"Barbie"


Ucap Keenan dan Syafira bersamaan. Kedua nya saling menatap. "Pokoknya lo atur aja deh tema upin ipin, itu keren menurut gue" ucap Keenan.


"Enggak mau, pokoknya tema nya harus barbie gak mau yang lain" ucap Syafira.


"Jadi yang bener kalian mau yang mana?" Ucap Reno.


"Upin ipin"


"Barbie"


Lagi lagi mereka mengatakannya secara bersamaan. Mereka berdua tidak ada yang mau mengalah.


"Om itu kan sudah dewasa, masa pake harus tema upin ipin. Mending pake tema barbie nanti dekorasinya warna pink semua" ucap Syafira sambil senyum senyum membayangkan betapa indahnya dekorasi pernikahannya nanti.


"Gak, barbie itu jelek, dan hanya ada di dunia dongeng. Kalau upin ipin kan seru, lucu gitu. Terus berbeda lagi dengan pernikahan pada umumnya"


"Pokoknya harus barbie"


"Upin ipin"


"Barbie"


"Upin ipin"


Reno merasa jengah dengan keduanya. "Stoooooooooop" ia menengahi keduanya. Karena kalau tidak bisa panjang urusannya.


"Biar adil, bagaimana kalau upin ipin pake baju barbie?" tawar Reno. Ia tahu keduanya pasti tidak ada yang mau mengalah, dan ia pun berniat untuk menggabungkan kedua tema tersebut.


"Emang ada ya upin ipin pake baju barbie?" tanya Keenan.


"Ya gak ada lah, lagian kalian berdua gak ada yang mau ngalah. Jadi fiks gue bakal siapin tema buat kalian berdua. "Upin ipin pakai baji barbie"


"Ya udah deh, gitu aja" pasrah Syafira akhirnya. Ia tidak mau berdebat lagi soal tema pernikahan mereka.


"Oke, sekarang kalian pilih lokasinya. Kalian mau menikah dimana?" kali ini giliran Rendi yang bertanya.


Keenan berpikir sejenak sebelum menjawab. "Hutan boleh gak sih?"


"Gak boleh, kalau om mau di hutan. Nikah aja sama monyet disana" sebal Syafira.


"Bercanda kok. Sekarang aku menyerahkan keputusan ini sama kamu, kamu bebas memilihnya" ucap Keenan


"Serius om?"


"Iya"


"Om Rendi, Syafira mau nya di pantai, terus ada kolam ikannya. Terus harus banyak balon balon nya, oh iya jangan lupa kasih hiburan kecil seperti badut badut gitu om"


Rendi menganga di tempatnya. Mana mungkin di pantai ada kolam ikan. Queen nya ini benar benar rada aneh, sebelas dua belas sama Keenan.


"Dasar pasangan somplak" batin nya.


"Oke, kalian sudah memilih tema, memilih tempat pernikahan dan sudah fitting baju pengantin"


"Sekarang yang terakhir, ini hadiah buat kalian berdua. Kalian mau bulan madu kemana?" ucap Dito.


"Bulan madu?"


"Iya janda, bulan madu. Di bulan madu setiap pasangan pasti melakukan hal hal yang romantis atau bisa di kamar seharian"


"Di kamar seharian ngapain? Masa tidur terus dari pagi sampai malam"


Keenan tersenyum smirk, ia akan meracuni pikiran calon istrinya itu. "Gak gitu juga. Mereka melakukan olahraga di kasur. Kata dokter olahraga itu baik bagi kesehatan"


"Olahraga di kasur? Nanti kalau udah nikah aku mau cobain deh om. Baru kali ini aku mendengar olahraga di kasur. Biasanya kan kalau olahraga itu di lapangan"


"Kena kau" batin Keenan.


"Oke deh, nanti aku bantuin kamu olahraga di kasur"


Rendi, Dito dan Reno hanya bisa menggelengkan kepalanya. Keenan benar benar sengklek otaknya. Ia telah meracuni pikiran Syafira bahkan sebelum hari pernikahannya.


"Jadi kalian bulan madu nya mau kemana?"


"Korea aja om" jawab Syafira dengan cepat.


"Kenapa ke korea? Kenapa tidak ke paris atau tempat lainnya.


"Aku ingin ketemu sama lee min ho oppa om."


Keenan hanya memutar bola matanya.


"Oke, kita bakal bulan madu di korea" putus Keenan pada akhirnya.


"Oke" jawab


Karena semua nya sudah selesai, Rendi, Dito dan Reno pamit untuk pulang. Mereka akan melaksanakan permintaan kedua calon pengantin itu.


Fitting baju pengantin ✔


Cincin pernikahan✔


Tema "Upin ipin pake baju barbie"✔


Lokasi: pantai, kolam ikan, balon balon, dan badut✔


Bulan madu "Korea✔


"Janda, aku lapar"


"Om lapar ya, bentar aku minta sama pelayan dulu"


Keenan mencegah Syafira. "Aku ingin masakan kamu" ucap Keenan.


Kebetulan Syafira dan Keenan saat ini sedang berada di cafe Syafira. Keenan meminta Reno, Rendi dan Dito untuk menemuinya di cafe untuk mengurus pernikahannya tersebut.


"Oke baik lah, om mau makan apa?" tanya Syafira.


Walaupun Keenan kadang menyebalkan, tapi ia  benar benar peduli pada Keenan. "Apa saja, asal itu masakanmu pasti aku makan"


"Baiklah, tunggu sebentar"


Syafira pergi ke dapur cafe untuk membuatkan makanan untuk Keenan. Sementara Keenan ia menunggu nya sendirian. Tiba tiba  "Keenan" panggil seseorang.


Keenan menoleh ke arah panggilan tersebut. "Ana, kamu ngapain disini?"


Orang yang memanggil Keenan adalah Ana. "Aku cuma mau makan disini. Kemaren aku baru pulang dari singapura" ucap Keenan.

__ADS_1


"Oh"


Ana langsung menempel pada Keenan, ia menyandarkan kepalanya di bahu Keenan. "Keenan aku kangen" ucap Ana.


Keenan merasa risih karena ana. "Ulat bulu, lepasin" ucap Keenan.


"Kok ulat bulu sih, panggil sayang dong"


"Ah iya setan, lepasin aku"


"Sayang,bukan setan"


Karena emosi akhirnya Keenan terpaksa membentak ana. "Aku bilang lepasin ya lepasin. Kamu tuli atau budeg"


Semua orang menatap ke arah Keenan. Mereka terkejut karena tiba tiba saja Keenan berteriak.


Syafira mendengar suara Keenan dari arah dapur. Ia memutuskan untuk menitipkan masakannya pada salah satu koki. Kemudian Syafira menghampiri Keenan.


"Ada apa om, kenapa om berteriak seperti itu?"


Mata Syafira melihat ke arah ana yang menempel pada Keenan.


Keenan mendorong Ana dengan keras sampai ia terjatuh. "Jangan salah paham dulu, tadi dia tiba tiba datang dan menempel padaku"


Syafira mendekat ke arah Ana.


"Saya tidak suka tante menempeli calon suami saya" ucap Syafira pada Ana.


"Tante? Aku bukan tante kamu. Dan aku juga tidak pernah mendekati calon suami kamu"


"Om Keenan itu calon suami aku"


Mata Ana membelalak mendengar hal itu. Ia terkejut dengan fakta yang ia dapat hari ini. "Apa itu benar Keenan?"


Keenan memeluk Syafira dari belakang kemudian menjawab. "Benar, aku bahkan sudah menyebar undangan untuk pernikahan kami"


Ana menggeleng tak percaya, pantas saja Keenan tak bisa dihubungi selama beberapa bulan terakhir ini.


"Lebih baik tante mencari pria lain, yang tulus mencintai tante. Aku yakin di dunia ini banyak laki laki yang suka sama tante. Tante itu cantik jadi gak sulit untuk dapatin laki laki yang baik"


Ana menunduk, ia benar benar malu pada gadis di hadapannya tersebut. "Maafkan aku, aku janji tidak akan mendekati Keenan lagi. Aku akan benar benar melepasnya dan melupakannya" ucap Ana dengan nada menyesal.


"Tidak apa apa tante"


"Oh iya nama kamu siapa? Bisa kah kita berteman?" ucap Ana.


"Panggil aja aku Syafira, aku mau kok berteman sama tante" ucap Syafira.


"Terima kasih" Ana tersenyum tulus pada Syafira.


Kemudian Ana menatap Keenan. "Aku minta maaf Keenan, karena selama ini aku selalu mengejar ngejarmu seperti wanita yang tidak tahu malu"


"Aku memaafkanmu" ucap Keenan. Membuat ana tersenyum tipis.


"Aku permisi dulu, Adikku sedang menungguku di rumah"


"Adik? Maksud mu adalah Rena?" tanya Syafira.


"Iya, bagaimana kamu bisa tahu?"


"Aku pernah mendengarkan pembicaraan kalian waktu di cafe ini dulu" ucap Syafira.


Syafira menatap ke arah Keenan lalu mengatakan sesuatu "Tolong katakan pada Rena, untuk menghadiri pernikahanku nanti." Ucap Syafira.


"Baik lah, akan aku sampaikan"


Setelah itu Ana bergegas pergi. Setelah Ana pergi Syafira melepaskan pelukan Keenan.


"Arggghhh"


Syafira merasa kesakitan di bagian perutnya. "Janda, kamu kenapa?"


"Seperti nya perutku kram. Om tolong bantu aku duduk"


Keenan membantu Syafira duduk di kursi dengan pelan pelan. "Masih sakit?" ucap nya.


"Sudah mendingan, oh iya om maaf aku tidak bisa membuatkan makanan untuk om" ucap Syafira.


"Tidak apa apa, biar aku pesan sama pelayan saja"


Keenan memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan untuk dirinya dan Syafira.


Setelah makanan datang Keenan langsung menghabiskan makanannya dengan cepat, lalu beralih menyuapi Syafira. "Sekarang kamu makan yang banyak, biar kamu sama calon anak kita sehat"


Syafira tersenyum, ia menghabiskan makanannya dengan disuapi oleh Keenan. Kemudian Keenan memberinya segelas air putih untuk Syafira minum.


Keenan berjongkok di hadapan Syafira, ia menempelkan kepalanya di perut Syafira. "Apa dedek bayi nya belum menendang?"


"Belum om. Mungkin nanti kalau sudah berumur 8 atau 9 bulan"


"Hmm ya sudah"


Tiba tiba handphone Keenan berbunyi. Telfon dari ibunya.


"Halo ma?"


"Halo Keenan, apa syafira bersamamu?"


"Iya ma, kenapa?"


"Cepat pulanglah, hari ini kita semua akan berkumpul.Semua teman temanmu ada di sini, 


Dan calon mertua mu juga ada disini. Jadi cepat pulanglah. Nanti malam kita akan mengadakan pesta barbeque" ucap Mela.


"Iya ma"


Keenan mematikan telfonnya. Syafira langsung bertanya pada Keenan. "Siapa om?"


"Mama.kita disuruh pulang. Kamu pulang bersamaku ke rumahku. Kita semua akan berkumpul di rumahku.  Dan mengadakan pesta barbeque"


"Benarkah?" ucap Syafira.


Keenan mengangguk seraya tersenyum. "Ya udah om, ayo kita langsung pulang saja"


"Ya udah yuk"


Keenan dan Syafira bergegas pulang ke rumah Keenan. Dalam perjalanan pulang Syafira menanyakan sesuatu pada Keenan.


"Om"


"Hmm"


"Apa tema pernikahan yang kita pilih sudah tepat, upin ipin pake baju barbie?" ucap Syafira.


"Menurutku sih bagus, tema kita berbeda dari kebanyakan pengantin lain nya. Aku ingin semua orang terkesan dengan pernikahan kita bukan karena kemewahannya melainkan karena tema pernikahan yang sangat unik"


"Iya juga sih"

__ADS_1


Kemudian mereka berdua tidak berbicara lagi sampai tiba di rumah Keenan.


Setelah sampai di rumah Keenan, Syafira turun dari mobil bersama Keenan. Kemudian mereka masuk ke dalam rumah. Suasana di dalam rumah sangat ramai karena adanya teman teman Keenan dan kedua orang tua Syafira.


Mahendra dan Tio bermain catur, Mela dan Wina sedang menonton sinetron indosiar. Dan teman teman Keenan mereka asyik memakan camilan yang telah disiapkan.


"Assalamualaikum ya ahlil qubur" ucap Keenan.


Sontak, semuanya menoleh pada Keenan. Lalu menjawab salamnya "Waalaikumsalam ya ahlil qubur"


"Keenan, kalau salam itu yang benar" omel Mahendra.


"Iya pa maaf"


Syafira bergabung bersama kedua orang tua nya. Begitu pun dengan Keenan. "Kalian sudah memilih tema pernikahannya?" tanya Mela.


"Sudah Ma" jawab Keenan.


"Kalau boleh tau, apa tema pernikahan kalian?"


Keenan dan Syafira tidak menjawab. Mereka saling sikut. "om aja yang jawab" bisik Syafira.


"Kamu aja"


Om"


Kamu"


Om"


Karena tak kunjung menjawab akhirnya Reno yang menjawab. Ia mewakili Keenan dan Syafira. "Mereka memilih tema upin ipin pakai baju barbie tante"


Mahendra, Mela, Tio dan Wina melongo mendengarnya. "Bagaimana bisa?" tanya Tio.


"Jadi gini om, tante. Tadi saya bertanya kepada mereka, mau tema apa. Nah Keenan menjawab ia ingin tema upin ipin sedangkan Syafira mau tema barbie. Keduanya tidak ada yang mau mengalah, makanya saya usulkan upin ipin pakai baju barbie"


"Kalian itu ada ada aja" heran Wina.


"Sambil menunggu malam, lebih baik kita persiapkan semuanya. Mulai dari makanan sampai dengan acaranya. Nanti pas waktu malam telah tiba biar kita tidak usah memasak lagi. Jadi hanya tinggal makan" usul Mahendra.


"Saya setuju" jawab Tio.


"Oke kalau begitu yang laki laki harus mengangkat kompor, dan alat masak lainnya. Sedangkan yang perempuan belanja bahan masakan dulu" ucap Mela.


"Baiklah kalau begitu, kalian pergi lah berbelanja. Biar kami yang menyiapkan semuanya disini" ucap Tio.


"Yuk jeng kita berangkat" ucap Mela.


"Ayo"


"Tunggu, Syafira ikut ibu ya?" ucap Syafira.


"Enggak, kamu gak boleh kemana mana. Kamu cukup duduk diam saja. Lagian kamu lagi hamil gak boleh kecapean atau kerja yang berat berat" pesan Keenan.


"Iya sayang, nak Keenan benar. Kamu tunggu disini saja"


Syafira menghela nafasnya. "Ya udah deh"


Setelah itu Mela dan Wina pergi berbelanja. "Anak anak, ayo bantuin om mengangkat dan menyiapkan alat alat memasak"


"Baik om"


Waktu berjalan begitu cepat, akhirnya malam yang ditunggu telah tiba. Semuanya berkumpul di taman belakang rumah Keenan. Semuanya sibuk dengan tugasnya masing masing.


Anak anak Lavenzi mendekor taman, Tio dan Mahendra memasang petasan di dekat taman dan akan dinyalakan ketika acara nya mulai nanti. Keenan dan Syafira hanya duduk santai. Sedangkan Mela dan Wina menyiapkan makanannya.


Setelah semua nya beres, mereka duduk melingkar. Keenan duduk di samping Syafira dan di sebelahnya ada Farhan.


"Oke, kita mulai saja acara malam ini. Sebelumnya saya persilahkan kepada Keenan untuk mengatakan sepatah dua patah kata untuk malam ini"


Mahendra menunjuk ke arah Keenan. "Oke baiklah. Hari ini aku mengucapkan banyak banyak terima kasih buat mama, papa, om mertua dan tante mertua. Tak lupa pula teman temanku yang sangat kubanggakan. Terima kasih karena kalian telah banyak membantu aku dari segi apapun. Kalian selalu ada disaat aku susah maupun senang. Aku tahu mungkin kata terima kasih tidak cukup, tapi aku tetap saja ingin mengucapkan terima kasih buat kalian semuanya"


"Langsung ke intinya aja Nan, gak usah basa basi" ucap Reno.


"Huuuuuuuuuuu" sorak yang lainnya.


"Oke"


Keenan menatap lekat wajah Syafira yang berada tepat di sampingnya. "Hari ini selain ingin berterima kasih sama kalian, aku juga akan menyatakan kata cinta pada wanita yang ada di sampingku ini"


Keenan memegang kedua tangan Syafira. "Syafira, sejak awal mungkin pertemuan kita terlalu cepat. Berawal dari tatapan mata dan berakhir dengan kata cinta. Aku tahu, aku bukan laki laki yang terbaik untukmu. Tapi aku akan mengusahakan yang terbaik untukmu"


Syafira terharu mendengar kata kata Keenan, bahkan ia sampai meneteskan air matanya. Keenan menghapur air mata Syafira.


"Aku juga akan mengatakan sesuatu" ucap Syafira.


"Keenan Aldebaran Bright, laki laki di sampingku. Laki laki pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta. sejak awal, aku sudah merasakan kalau dia punya pesona yang begitu indah. Pesona yang bisa membuatku jatuh cinta padanya. Aku ingin mengatakan kalau aku sangat mencintainya. Bagiku dia adalah laki laki terbaik setelah ayahku"


Tepat setelah kata kata itu terucap, suara petasan menggema di langit. Semua nya menikmati pemandangan petasan tersebut.


Termasuk Keenan dan Syafira. Syafira menyandarkan dirinya di dada Keenan. Ia juga menikmati pemandangan petasan di atas langit.


Setelah petasannya habis, mereka melanjutkan acaranya dengan makan makan. Semua teman teman Keenan saling berebut makanan, mereka seperti anak kecil yang sedang kelaparan.


"Ini punya gue, jangan lo ambil" ucap Dito.


"Ya elah minta dikit napa, jangan pelit pelit" Farhan kembali menyentuh makanan Dito. Tapi tangannya ditepis oleh Dito.


"Ambil yang lain aja sana, ini milik gue. Apa yang menjadi milik Dito tidak akan pernah bisa dimiliki orang lain"


"Masuk pak Dito" ucap yang lainnya.


Karena kesal Farhan langsung merebut makanan Dito dan memakannya dengan cepat. Dito kalah cepat dari Farhan, alhasil makanannya sudah ada di tangan Farhan.


Dito menggulingkan Farhan di tanah lalu menendang bokongnya berkali kali. Ia juga memercikan air di wajah Farhan.


Farhan tidak tinggal diam, ia membalas perbuatan Dito dengan memeluknya erat. Ia berusaha mencium Dito.


"Farhan, lepasin gue."


"Gak, gue mau cium lo dulu"


"Keenan, Reno, Rendi, Kevan, tolongin gue dong" rengek Dito. Ia merasa geli karena perlakuan farhan tersebut.


Tapi apa yang dilakukan mereka?


Mereka bukan membantunya tapi malah menertawakannya.


"Emuaaahh emuaaa"


Dalam hati Farhan terkikik geli melihat Dito ketakutan seperti itu.


Tio, Wina, Mela, dan Mahendra hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan absurd mereka.


Malam ini sangat berkesan bagi mereka.


Keenan dan Syafira saling menatap sambil tersenyum. Keenan menggenggam tangan Syafira kuat, seolah olah ia tidak ingin melepaskan  Syafira.

__ADS_1


"I love you janda"


"I love you too om"


__ADS_2