
Sepulang dari kantor Keenan langsung pergi ke markas. Ia akan menjemput sang istri yang berada di sana. Keenan tidak khawatir kalau Syafira berada di sana karena ia percaya dengan semua teman temannya.
Mata elang Keenan fokus menatap jalanan, mobilnya terus melaju dengan kecepatan sedang. Sampai tiba tiba sebuah angsa tiba tiba menyebrang Keenan pun mengerem mobilnya.
Ia bersyukur karena tak menabrak angsa itu, tapi ia melihat ada seusatu yang aneh. Saat Angsa itu berjalan ia menjatuhkan sebuah kertas tepat di samping ban mobilnya.
Karena penasaran Keenan pun turun dari mobil dan mengambil kertas itu. Keenan membuka kertasnya dengan perlahan dan menemukan beberapa tulisan. "Berhati hatilah sekarang... aku akan memberimu kejutan"
Keenan meremas kertas itu lalu melihat ke sekelilingnya. Ia tak menemukan ada yang aneh, lalu siapa pelakunya ini?
Keenan kembali masuk ke dalam mobil lalu melanjutkan perjalanannya. Ia menyimpan kertas itu di saku nya. Ia akan menyelidikinya nanti.
Di dalam markas
Semuanya makan dengan lahap, mereka patungan untuk membeli makanan. Tadi nya Syafira akan menyumbang tapi ditolak oleh mereka.
Syafira merasa tidak enak karena ia makan tapi tidak menyumbang. Tapi mereka bersikeras kalau Syafira tidak perlu menyumbang.
"Kamu mau ayam gak dek?" tanya Kevan pada Syafira yang sibuk memakan makanannya.
"Mau, tapi ayamnya harus pake selai cokelat." Jawab Syafira.
"Selai cokelat? Gak enak nanti ayamnya kalau gitu. Pake sambal aja ya?' Ucap Kevan.
Syafira menggeleng "Maunya pake selai cokelat"
Mata Syafira mulai berair dan bersiap untuk menangis. Sedangkan Kevan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Kamu ngidam ya?" Eka pernah mengalaminya, istrinya mengidam yang aneh aneh. Jadi ia tahu ketika Syafira ngidam atau tidak.
"Enggak aku gak ngidam, ini cuma permintaan bayiku aja kok" polosnya.
"Sama aja Neng perasaan" lanjut Reno sambil melihat ke arah Syafira.
"Biarin, cepat ambilkan selai cokelatnya. Aku udah lapar nih"
"Gimana Bang? Kalau ngidam harus dituruti ya?" tanya Farhan pada Eka.
"Ya iyalah, ntar anaknya ileran lagi kalau gak dituruti. Cepat ambilkan selainya" perintahnya.
Reno pun mengambil selai cokelat dari dalam kulkas lalu memberikannya pada Syafira, sedangkan Kevan memberikan Syafira semua ayam yang harusnya menjadi miliknya.
Kevan merelakan ayam kesukaannya untuk adiknya itu. Syafira tersenyum cerah ketika mendapat apa yang dia mau.
Langsung saja Syafira menuangkan semua selai cokelat di atas ayamnya dan menggulungnya sampai rata. Alhasil kini ayamnya penuh dengan selai cokelat.
"Ini pasti enak, karena ayam ini diberi oleh Kak kevan jadi kak kevan harus nyobain pertama" ucap Syafira.
Sedangkan Kevan menatap horor makanan aneh itu. Ia tidak mau memakan makanan itu. "Kamu saja ya? Kakak sudah kenyang" tolaknya dengan halus.
Tapi yang namanya ibu hamil, tidak akan menyerah begitu saja. Syafira terus memaksa Kevan agar memakannya. Karena tidak ada pilihan lain Kevan pun mengiyakan.
"Nih, Kak Kevan ambil satu yang bagian paha. Ayo dimakan sampai habis"
"Rasanya pasti aneh" batin Kevan.
Reno menertawakan Kevan karena mukanya sangat mupeng ketika memakan ayam itu. Sedangkan Dito, Farhan dan Eka hanya melihat dengan tatapan yang sedikit jijik.
Kevan menghabiskannya degan cepat lalu mengambil air minum dan meminumnya sampai habis. Tadi ia hampir muntah namun dengan sekuat tenaga ia menahannya.
"Sekarang Kak kevan udah, kali ini giliran Oren yang makan. Oren kan udah bantuin aku amhil selai, nih ayam buat Oren, dimakan ayo"
"Aku?" Reno menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya. Syafira menganggu mengiyakan, ia mengambil tangan Reno dan menaruh ayamnya disana.
"Ayo dimakan"
"Bang, Dit, Han bantuin gue dong. Gue gak bisa makan nih ayam"
__ADS_1
"Gak bisa, lo habisin sendiri tuh ayam. Tadi gue gak minta bantuan dari mereka kok"
"Diam lo"
"Udah habisin aja napa Ren, rasanya pasti enak kok. Siapa tahu habis makan ayam cokelat itu otak kamu mulai bekerja" ledek Farhan. Ia menaik turunkan alisnya dan bahagia di atas penderitaan sahabatnya itu.
Reno mengambil nafas dalam dalam lalu menghembuskannya dengan kuat. Lalu ia mulai menggigit potongan ayamnya sedikit demi sedikit. Rasanya aneh tapi juga enak pikirnya.
"Enak, sumpah enak banget"
Reno memakannya dengan nikmat membuat ke empat sahabatnya tercengang. Syafira bertepuk tangan lalu mulai memakan ayamnya.
Ia membenarkan perkataan Reno, ayam cokelat miliknya memang enak. Saking asyik nya memakan ayamnya, Syafira tak sadar kalau Keenan sudah tiba dan berada di sampingnya
Mulutnya penuh dengan cokelat. "Nenh cantik boleh minta lagi gak? Enak nih" ucap Reno
"Boleh boleh, ambil aja
"Dasar tuyul, bisa bisanya suka makanan aneh kek itu" ucap Farhan.
Sedangkan Keenan ia tak mempedulikan ucapan teman temannya. Ia sibuk memperhatikan Syafira dari samping. Mulut yang belepotan dan pipi yang mengembung membuat Syafira sangat menggemaskan di matanya.
"Enak ya makanannya?"
"Enak banget, suami aku yang katanya orang paling kaya itu gak pernah makan kek ginian" ucap Syafira tak menyadari siapa orang yang berbicara dengannya.
"Oh ya? Lalu suami kamu sukanya makan apa?"
"Sukanya makan aku, tiap malam dia gigit leher sama bibir aku"
Reno menahan nafas, jiwa kejombloannya meronta ronta. Syafira terlalu jujur untuk semua hal. Bahkan Kevan dan Dito sampai menggelengkan kepalanya.
"Kalian kenapa? Kok kayak lihat setan aja" ucap Syafira.
Eka mengarahkan matanya ke arah Keenan, Syafira pun mengikutinya dan melihat Keenan yang sedang tersenyum di sampingnya.
"Kamu sibuk makan sih"
"Hehe"
Keenan melihat apa yang dimakan Syafira. Mata nya membulat melihat apa yang dimakan Syafira. Keenan segera menarik semua ayamnya dan menjauhkannya dari Syafira.
"Mas siniin ayamnya, aku masih lapar'
"Enggak, ini makanan aneh. Nanti perut kamu sakit lagi"
Keenan menatap tajam semua teman temannya. "Kenapa kalian mengizinkan istri gue makan ayam aneh?"
"Istri lo ngidam, kalau gak diturutin ya kasian dedek bayi nya. Emangnya lo mau anak lo ileran? Gue bilang kek gini karena gue udah pernah ngalamin. Bahkan kebih parah dari ini" ucap Eka.
"Emangnya ngidam apaan istri lo?" Ucap Farhan.
"Istri gue ngidam ngeliat gue digebukin warga."
"Terus lo turutin gak?" Tanya Reno.
"Iya lah, gue minta tolong bapak bapak yang lagi keliling ronda buat gebukin. Awalnya gue cuma minta pura pura aja tapi istri gue marah. Dia mau nya gue digebukan beneran. Alhasil gue digebuk beneran. Dan yang lebih ngeselin lagi istri gue malah tertawa dan merekam gue" jelas Eka.
Keenan menertawai nasib Eka yang suggunh mengenaskan, beruntung Syafira belum ngidam yang aneh aneh selain ayam selai itu.
"Wanita ternyata merepotkan ya" ucap Dito.
Syafira yang merasa tersindir berkacak pinggang di depan Dito. "Tadi om bilang apa?"
"Apa?"
__ADS_1
"Kata kata yang tadi itu"
"Wanita merepotkan"
Syafira menjambak rambut Dito, ia mengambil selai cokelat yang tersisa lalu mengoleskannya pada rambut Dito. Dito ingin memberontak tapi
Tak bisa, karena pawangnya memberinya pelototan gratis.
Keenan seolah berkata "terima aja"
Reno dan Farhan tertawa terbahak bahak, itu lah akibatnya mencari gara gara dengan wanita apalagi yang sedang hamil.
"Gimana? Mau ngulang lagi gak?"
"Ampun dah, gue kapok."
Syafira melepaskan jambakannya lalu ia tersenyum melihat hasil karyanya. "Wah ternyata rambut om lebih bagus kalau dicampur dengan selai cokelat deh"
"Bagus apanya? Jelek iya" sungut Dito.
"Terima aja bro Nasib lo" ejek Kevan.
"Sayang, kita pulang yuk. Ini udah malam, kapan kapan kita kesini lagi deh"
"Beneran Mas?"
"Iya" ucap Keenan dengan lembut.
"Ya udah deh"
"Selamat tinggal om om jomblo, makasih ya udah nampung aku seharian di markas. Dan buat om Reno, nanti kalau udah ada hasil kabari aku ya"
"Iye tenang aja, kamu orang pertama yang aku beri tahu nanti" jawab Reno.
"Ya udah aku pamit dulu, dah om"
Syafira mengambil kantung belanjanya dan pulang bersama Keenan
____________________________________________
Di malam hari, Keenan merebahkan dirinya di paha istrinya, ia berbalik dan menghadap Syafira.
Keenan menyingkap kaos yang dipakai Syafira dan mencium perut Syafira bertubi tubi. Syafira memejamkan matanya sambil mengelus kepala Keenan dengan tangannya.
"Cupp"
Meskipun hanya mencium di perut tapi ciuman itu sangat berpengaruh bagi Syafira. Syafira menggelinjang kegelian.
"Perut kamu mulus banget, Mas suka deh. Apalagi sama yang di bawah perut kamu"
Wajah Syafira memerah mendengar ucapan Keenan. "Gak usah mesum deh Mas"
"Mesum apanya? Mas cuma jujur aja kok. Bahian bawah kamu adalah favorit Mas"
"Astaga, udah Mas. Nanti kalau Mas kepengen aku gak tanggung jawab lo ya"
"Eh jangan gitu dong sayang"
"Biarin, rasakan saja akibatnya sendiri"
Syafira langsung berdiri dan membuat Kepala Keenan teronggok begitu saja. Syafira langsung pergi ke kamar meninggalkan Keenan.
"Itulah wanita, dikit dikit ngambekan. Untung sayang, kalau tidak dah gue buang makhluk spesies dia"
"KEENAN ALDEBARAN BRIGHT, MALAM INI KAMU TIDUR DI LUAR" teriak Syafira. Ia masih bisa mendengar apa yabg dikatakan Keenan.
__ADS_1
"Sayang, jangan dong"