Bukan Janda

Bukan Janda
Batas Waktu


__ADS_3

Setelah apa yang terjadi Kemarin, Keenan dan Syafira pulang ke indonesia. Sebenarnya Syafira merasa berat untuk meninggalkan Kuburan Keysa di korea. Tapi Keenan berjanji kapan pun ia ingin datang ke kuburan Kesya, Keenan akan membawanya ke korea.


Keenan dan Syafira sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Mereka sudah sampai di indonesia sejak 1 jam yang lalu.


Syafira memandang ke arah jalanan, pandangannya kosong. Hati nya masih sakit karena gagal menjadi seorang ibu.


Wajah Syafira yang biasanya cerah dan penuh senyuman, kini meredup. Tak ada alasan untuk Syafira bisa tersenyum saat ini.


Keenan menoleh ke arah Syafira, ia tahu kalau Syafira masih memikirkan Keysa.


"Sayang, sekali lagi aku minta maaf sama kamu. Gara gara kesalahanku kamu harus kehilangan calon bayi kamu"


Syafira tak menghiraukan Keenan, ia terus menatap jalanan. Dalam hati kecilnya ia sudah memaafkan Keenan. Tapi saat Syafira berdekatan dengan Keenan, ia selalu teringat dengan putrinya, Keysa.


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di Apartemen Keenan. Keenan membeli Apartemen itu sejak ia akan menikah dengan Syafira.


Keenan turun dan membayar ongkos taksi nya. "Ayo masuk" ucap Keenan.


Syafira masuk mengikuti Keenan, Keenan memasukan pasword nya lalu pintu pun terbuka. Keenan menyeret koper dan masuk ke dalam Apartemen diikuti oleh Syafira.


Setelah masuk ke apartemen Syafira oangsing bertanya. "Dimana kamarku?" ucap Syafira.


"Bukannya kita satu kamar" ucap Keenan.


"Om sendiri yang bilang pernikahan kita tidak sah dan lebih baik pisah ranjang dari pada berbuat zina. Bukan begitu om?"


Entah kenapa saat Keenan mendengar Syafira berbicara seperti itu. Hatinya merasa sakit. Padahal dia sendiri yang mengatakannya.


"Ah iya, kamarmu ada di atas sebelah kanan"


Tanpa bicara lagi Syafira pergi dan masuk ke dalam kamarnya. Ia tak peduli dengan reaksi Keenan yang keheranan. Karena kemarin Syafira masih bersikap biasa dengannya. Tapi hari ini sikap Syafira sangat berbeda.


Syafira menghempaskan tubuhnya di kasur. Ia mengelus perutnya yang kini sudah rata. Tak ada lagi kehidupan di dalam sana.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan, aku sangat kecewa dengan om Keenan. Apakah aku harus menyudahi pernikahan ini atau tetap mempertahankannya. Setelah kejadian ini aku tak pernah berharap apapun lagi."


Keenan mendudukkan dirinya di sofa. Ia memijat kening nya sambil memikir sesuatu. Lalu ia mengambil handphone nya. Dan menghubungi orang tua dan mertua nya agar pergi ke apartemen barunya.


"Apakah setelah ini Syafira masih mau bersamaku" Gumam Keenan.


Keenan pergi ke kamarnya, dan mengistirahatkan tubuhnya sambil menunggu orang tua dan mertua nya datang.


------------------------------------------------------------------------------


Rena baru saja keluar dari rumah sakit, meskipun begitu ia keluar dari rumah sakit dengan wajah yang sangat pucat. Adit melarangnya untuk pulang, tapi Rena tetap kekeh. Rena sangat bosan di rumah sakit.


"Apakah kakakmu tahu kamu ada di rumah sakit beberapa hari ini?" tanya Adit.


"Tidak, aku tidam memberi tahu kakak. Aku hanya bilang kalau beberapa hari ini aku menginap di rumah teman, di bandung" jawab Rena.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu nya? Dia kakakmu. Dia berhak tau kondisi adiknya seperti apa" ucap Adit.


"Aku tidak mau menambah bebannya lagi. Selama ini Kak ana bekerja keras demi membiayai pengobatanku


"Tapi bagaimana pun juga kamu adalah tanggung jawab kakakmu, aku akan mengantarmu pulang ke rumahmu"


Adit membelokkan mobil nya ke arah gang rumah Rena. Kemudian mereka sudah sampai.


"Aku turun dulu"


"Kamu istirahat lah dan jangan mengerjakan sesuatu yang berat berat. Terus jangan lupa obatnya diminum" pesan Adit.


"Iya Adit"


Setelah Rena masuk ke dalam rumah, Adit segera pulang.


"Rena, kau sudah pulang" tanya Ana.


Rena menjawab "Iya kak"


"Kenapa wajahmu pucat sekali? Apa kamu sudah minum obat?" tanya Ana.


"Sudah kak, Rena mungkin kelelahan selama perjalanan" ucap Rena.


Ana mengangguk mengerti, lalu membiarkan adik nya pergi beristirahat di kamar.


_______________________________________


Kini semua orang tua telah berkumpul di Apartemen Keenan. Mahendra, Mela, Tio dan Wina. Mereka duduk di sofa bersama dengan Keenan.


"Ada apa kamu memanggil kita kesini? Apa bulan madu kalian sudah selesai?" tanya Mahendra.


"Sebelum Keenan menjawab pertanyaan papa, Keenan akan memanggil Syafira dulu"


Lalu Keenan beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar Syafira. Kebetulan Saat itu Syafira sedang tidur dengan tubuhnya yang memeluk guling dengan erat. Bulir keringat jatuh dari wajahnya, sepertinya Syafira mimpi buruk.


Keenan menghampiri Syafira dan membangunkannya. "Haha dia pikir aku mau bersama nya setelah kejadian ini, tentu saja tidak. Aku sangat kecewa padanya hei. Dasar pria tua" Racau Syafira dalam tidurnya.


Kemudian Syafira menangis dalam tidurnya. Ia menyebut nama Keysa, Keysa dan Keysa.


Keenan melihat dan mendengar apa yang Syafira katakan. Ia jadi tak tega untuk membangunkannya. Jadi dia kembali dengan tanpa Syafira di sampingnya.


"Nak Keenan, Syafira dimana?" tanya Wina.


"Syafira masih tidur bu, sepertinya dia kelelahan selama perjalanan"


Lalu Keenan duduk di tengah tengah mereka. Keenan berniat untuk memberi tahu mereka mengenai kejadian ini.


"Keenan mengundang kalian kesini karena ada hal yang ingin aku beri tahu sama kalian" ucap Keenan.


Mahendra dan Mela saling menatap, begitu pun dengan Tio dan Wina. "Soal apa?" tanya Mela.


"Soal kandungan Syafira" Jawab Keenan.


"Kenapa dengan kandungannya?" tanya Tio.


Keenan menatap semua nya satu persatu. Ia belum siap untuk mengatakannya, namun ia tetap harus mengatakannya.


"Syafira keguguran" ucap Keenan pada akhirnya.


Semuanya terkejut mendengar hal itu. Ia tak menyangka bulan madu mereka akan berakhir seperti ini.


"Sekarang coba kamu ceritakan dengan jelas" ucap Mahendra. Ia merasa Keenan sedang menyembunyikan sesuatu.


Keenan menceritakan semuanya dari awal sampai ia yang pisah ranjang dengan Syafira. Tentu saja Mahendra dan Mela kaget dengan hal itu.


"Kamu Bodoh Keenan, kamu bodoh karena meninggalkan istri mu sendiri. Papa benar benar kecewa sama kamu"


"Kenapa kamu seperti ini Keenan, dari kecil mama selalu mengajari kamu untuk bertanggung jawab dalam hal apapun. Tapi sekarang apa?"


Mela menggeleng gelengkan kepalanya. Sementara Tio dan Wina, wajah mereka menahan amarah.


"Sekarang ada dimana Syafira?" ucap Tio dengan tegas.


"Di kamar atas ayah"


Tio segera pergi ke atas dan masuk ke dalam kamar Syafira. Tio melihat putrinya tertidur meringkuk dengan memeluk guling. Mata nya yang sembab membuat Tio yakin kalau Syafira habis menangis.


Tio duduk di kasur Syafira dan mengelus rambut putrinya. Tio ikut merasakan apa yang dirasakan putrinya itu.


Merasa ada seseorang di kamarnya, Syafira bangun dari tidurnya. Dan melihat kedatangan Tio.


"Ayah..." ucap Syafira.


"Iya sayang ini ayah" ucap Tio.


Syafira langsung memeluk Tio dengan erat. Tio membalas pelukan Syafira.


"Ayah tahu kamu baru saja kehilangan calon bayi kamu, menangislah nak. Keluarkan semua  kesedihanmu pada ayah"


Syafira menangis di pelukan Tio, bahkan suara tangisannya pun terdengar. "Syafira sakit ayah...Syafira tidak kuat. Syafira harus kehilangan keysa"

__ADS_1


Tio ikut terbawa suasana, ia juga menangis. Putri kecilnya yang dulu suka digendong olehnya kini telah dewasa dan harus menanggung semua masalah ini.


"Ayah tau sayang, ayah mengerti perasaanmu"


Lalu tiba tiba Wina datang menyusul Tio. Wina menyaksikan Syafira yang sedang menangis di pelukan suaminya. Wina mendekati Syafira.


"Sayang..."


Syafira melepaskan pelukan Tio lalu menatap wajah sang ibu. Wina membelai wajah Syafira dengan penuh kasih sayang. Sebagai seorang perempuan Wina juga merasakan apa yang Syafira rasakan.


"Sekarang, ayo kita turun. Kita bicarakan masalah ini dengan bijak" ucap Tio.


"Iya ayah"


Syafira dan kedua orang tua nya turun ke bawah dan bergabung bersama mertua nya. Mela langsung mendekati Syafira dan menangkup wajahnya. "Kamu baik baik saja sayang?" tanya Mela.


"It's okay ma" jawab Syafira


Lalu Syafira duduk di antara Mela dan Wina. Sementara Tio ia menatap Keenan dan Syafira secara bergantian


"Syafira, ayah akan bertanya padamu. Setelah kejadian ini apa rencanamu?"


Syafira menimbang nimbang sejenak, lalu menatap Keenan. "Syafira akan ikut ayah dan ibu, Syafira tidak mau tinggal bersama om Keenan sebelum kita melakukan Akad lagi. Dan juga Syafira butuh waktu untuk semua ini"


Jawab Syafira.


Keenan mengira kalau Syafira akan mengatakan ingin berpisah dari nya, tapi malah sebaliknya. Justru Syafira ingin bersama dengan Keenan dalam ikatan yang benar benar suci.


"Sayang, butuh berapa lama buat kamu untuk menenangkan diri? Mama, Papa sama Keenan pasti akan memberimu waktu" ucap Mela.


"Syafira hanya butuh waktu satu bulan.


Sontak semua nya kaget dengan jawaban Syafiran. Satu bulan itu waktu yang sangat lama menurut Keenan.


"Apa kamu yakin Syafira?" tanya Keenan.


Syafira mengangguk dengan mantap. "Aku memilih hal ini untuk kebaikan kita berdua, agar kita bisa intropeksi diri. Aku tidak mau memilih jalan perpisahan karena itu sangat dibenci oleh allah. Dan lagi pula aku masih mencintaimu" ucap Syafira.


Keenan tersenyum, rupanya istrinya itu sangat berpikir dewasa.


*Flasback*


Syafira sedang tiduran di kasurnya, tiba tiba pintu terbuka. Syafira langsung pura pura tidur, ia memeluk gulingnya dengan erat. Syafira melihat tatapan sendu Keenan. Syafira pura pura meracau dalam tidurnya. Dengan mengatakan kecewa dan tidak mau bersamanya. Syafira ingin melihat bagaimana reaksi Keenan. Tapi yang Syafira lihat adalah tatapan penyesalan dan cinta yang saling menyatu.


Lalu Syafira melihat Keenan pergi ke luar. Syafira membuka mata nya lalu berpikir dengan baik.


Setelah berpikir lama, Syafira memutuskan untuk bersama Keenan, tapi setelah mereka benar benar sah. Karena hubungan mereka saat ini masih gantung.


"Baiklah, aku tetap bersama dengan om Keenan. Aku masih mencintainya. Tapi aku butuh waktu, setelah kejadian ini aku akan minta waktu sebulan"


*Flasback off*


"Jadi bagaimana sayang? Apa kamu menyetujui permintaanku?" Syafira ikut ikutan Keenan memanggil sayang. sedangkan Keenan, ia cukup senang dalam hatinya.


"Aku menyetujuinya, asalkan kamu masih mau bersamaku" jawab Keenan.


Syafira mengangguk. "Baiklah, kalau begitu. Papa sama mama juga menyetujuinya"


"Baiklah kalau begitu, Syafira akan ikut bersama saya. Setelah waktu yang ditentukan sudah selesai, kita akan melakukan akad ulang untuk mereka. untuk saat ini biarkan mereka saling intropeksi diri. Bagaimana Mahendra?" tanya Tio.


"Saya setuju dengan apa yang kamu katakan. Dengan cara ini mereka bisa memikirkan kesalahan masing masing" jawab Mahendra.


"Syafira, sekarang siapkan barang barangmu. Kita akan kembali ke rumah."


"Tunggu, Apakah aku bisa menemui Syafira kapan saja?"


Tio melirik Syafira. "Tidak, kita hanya bisa saling menanyakan kabar lewat telfon" jawab Syafira.


Ia tidak ingin bertemu Keenan dalam sebulan ini. Biar lah nanti waktu yang mempertemukan mereka.


Kemudian Syafira pergi ke atas dan mengambil kopernya. Kemudian ia kembali lagi. Mahendra dan Mela berdiri. "Sayang, mama tahu kamu baru saja kehilangan calon bayi kamu. Tapi kamu gak boleh larut dalam kesedihan. Kamu harus yakin kalau saat ini Keysa sedang bahagia di surga"


"Iya ma" jawab Syafira.


"Kalau butuh apa apa kamu bisa langsung hubungi papa" lanjut Mahendra.


"Terima kasih pa"


Mahendra mengangguk seraya tersenyum.


Syafira bersyukur punya mertua yang sangat baik seperti Mela dan Mahendra. Setelah itu Tio dan Wina berpamitan dan membawa putri mereka pulang.


Kini tinggallah Keenan dan kedua orang tua nya. "Sebaiknya kamu pikirkan lagi apa kesalahanmu. Selama sebulan ini kamu harus gunakan waktu mu dengan baik. Perbaiki diri kamu" pesan Mahendra.


"Dan sekarang mama minta kamu kembali lah ke perusahaanmu. Jangan hanya mengandalkan orang kepercayaanmu saja. Saat kamu akan menjadi suami sah Syafira nanti, kamu bisa menafkahinya. Dan satu lagi, mama harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi"


Setelah mengatakan hal itu Mela dan Mahendra segera pergi. Keenan beranjak pergi ke kamarnya, hari ini ia benar benar lelah.


Keenan merebahkan dirinya di kasur dan mengistirahatkan tubuhnya. ia mengambil handphone nya dan memutar sebuah lagu untuk menenangkan dirinya.


Ia menyetel lagu milik brisia jodia yang judulnya tak bisa.


Tak bisa


Lemahnya diri ini


Tak berhasil kubujuk


Hatiku untuk


Melupakan dirimu


Bayangmu masih berlari


Ke mana hatiku pergi


Masihku menangis


Mendengar namamu


Ku tak sanggup kasih


Tak bisa ku tak bisa


Bila harus bermimpi


Senyummu masih ada


Saat kupejamkan mata ini


Ku tak bisa


Pindah ke lain hati


Bila kau tak kembali


Lebih baik kuhidup sendiri


Lemahnya hati ini


Tak berhasil kubujuk


Lupakan kamu


Cerita indah itu


Bayangmu masih berlari


Ke mana hatiku pergi


Masihku menangis

__ADS_1


Mendengar namamu


Ku tak sanggup kasih


Tak bisa ku tak bisa


Bila harus bermimpi


Senyummu masih ada


Saat kupejamkan mata ini


Ku tak bisa


Pindah ke lain hati


Bila kau tak kembali


Lebih baik kuhidup sendiri


Meskipun hati tak apa


Bukan berarti kumelupa


Semua yang pernah ada


Antara kita berdua s'lamanya


Aku tak bisa


Bila harus bermimpi


Senyummu masih ada


Saat kupejamkan mata ini


Ku tak bisa tak bisa tak bisa


Pindah ke lain hati


Bila kau tak kembali


Lebih baik kuhidup sendiri


Tak bisa tak bisa


Ho (pindah ke lain hati)


Bila kau tak kembali


Lebih baik kuhidup sendiri


Lemahnya hati ini


Tak berhasil kubujuk


Lupakan kamu


Entah kenapa mendengar lagu ini membuat hatinya begiti resah. Keenan takut Syafira akan meninggalkannya. Ia tidak dapat membayangkan kalau seandainya Syafira benar benar pergi meninggalkannya.


Lalu ia melanjutkannya dengan lagu kedua. My heart-Irwansyah.


Di sini kau dan aku


Terbiasa bersama


Menjalani kasih sayang


Bahagia ku denganmu


Pernahkah kau menguntai


Hari paling indah?


Kuukir nama kita berdua


Di sini surga kita


Bila kita mencintai yang lain


Mungkinkah hati ini akan tegar?


Sebisa mungkin tak akan pernah


Sayangku akan hilang


If you love somebody could we be this strong?


I will fight to win, our love will conquer all


Wouldn't risk my love


Even just one night


Our love will stay in my heart


My heart


Pernahkah kau menguntai


Hari paling indah?


Kuukir nama kita berdua


Di sini surga kita


Bila kita mencintai yang lain


Mungkinkah hati ini akan tegar?


Sebisa mungkin tak akan pernah


Sayangku akan hilang


Bila kita mencintai yang lain (Ha-a)


Mungkinkah hati ini akan tegar? (Ha-a)


Sebisa mungkin (Tak akan) tak akan pernah (Sayangku)


Sayangku akan hilang (Sayangku akan hilang)


If you love somebody could we be this strong?


I will fight to win, our love will conquer all


Wouldn't risk my love


Even just one night


Our love will stay in my heart


My heart


Ooh (My heart)


Ooh


My heart


"Baby keysa, aku sangat merindukannya. Meskipun dia tak sempat lahir ke dunia. Tapi aku sangat sayang padanya. Maafin papa, karena kesalahan papa kamu..."

__ADS_1


"Telah tiada"


Keenan menempelkan wajahnya di kasur. Dan tertidur setelah mengatakan hal itu.


__ADS_2