
Keesokan harinya,pagi pagi sekali Keenan dan Syafira saling bantu untuk memandikan si kembar. Mulai dari menyiapkan bak mandi dan kain untuk si kembar. Syafira memandikannya secara bergantian.
Pertama, Syafira memandikan Azka terlebih dahulu. Ia menaruh Azka di kedua kakinya seperti yang ibu nya ajarkan selama ini. Tak lupa ia menyiapkan dua bantal yang empuk di sebelah kanan dan kiri dari kakinya.
"Mas, Ambilin sabun bayi nya" ucap Syafira sambil memercikkan air hangat pada tubuh Azka. Keenan mengangguk, ia mencari sabun bayi yang dimaksud Keenan.
"Yang ini bukan?" Keenan mengangkat sebuah sabun cair yang bisa digunakan untuk bayi seusia mereka. "Iya, sini"
Keenan memberikannya pada Syafira sambil menggendong Azkia di kedua lengannya. Sebenarnya ini sudah jam nya untuk pergi ke kantor, tapi Keenan merelakan waktunya untuk keluarga kecilnya. Karena saat ini prioritas utamanya adalah Syafira dan sang buah hati.
"Maaf ya Mas, gara gara bantuin aku kamu harus telah ke kantor" ucap Syafira sambil menatap Keenan.
"Aku lebih baik telat ke kantor daripada membuatmu kesusahan sendiri. Kita membuatnya bersama sama dan kita juga harus merawatnya bersama sama" jawab Keenan yang membuat Syafira langsung tersenyum.
Selesai memandikan Azka, Syafira menaruh Azka di atas kasur dan menyuruh Keenan untuk memakaikan kainnya. Sedangkan Syafira kali ini ia memandikan Azkia.
"Anak Bunda mandi dulu ya biar wangi kayak abang" ocehnya saat memandikan Azkia. Azkia yang tak mengerti apapun hanya mengerjapkan matanya dengan lucu. Membuat Syafira terkekeh.
"Kamu gemesin banget sih Nak" lanjutnya
Beberapa menit kemudian Syafira sudah selesai memandikan Azkia. Ia menggendong Azkia dengan handuk yang menyelimuti tubuh mungilnya. Syafira membawa Azkia ke dalam kamar untuk menyusul Azka yang sedang bersama Keenan.
"Azka sudah selesai?" tanya nya ketika sudah tiba di kamar.
"Sudah, Sini gantian Azkia sekarang. Kamu beri dia asi dulu. Asi sangat bagus untuk dia ketika pagi pagi" jawab Keenan. Syafira mengangguk dan meletakkan putrinya di atas kasur kemudian mengambil Azka dari gendongan Keenan.
Syafira duduk di atas kasur dan mulai memberi Azka asi. Sambil lalu ia memperhatikan Keenan yang dengan telaten memakaikan kain hangat dan mengikat talinya.
"Kamu adalah seorang ayah yang hebat Mas. Ayah yang selalu siap siaga. Aku yakin ketika anak anak besar nanti mereka akan sangat menyayangi kamu"
Keenan menoleh sebentar lalu fokus kembali dengan Azkia. "Bukan hanya aku, tapi kamu juga. Melihat perjuangan kamu ketika melahirkan mereka membuat aku semakin mencintai ibuku dan kamu"
Kemudian tak ada percakapan lagi di antara mereka. Keduanya sama sama sibuk, Syafira dengan Azka dan Keenan dengan Azkia.
Orang bilang cinta pertama seorang anak laki laki adalah ibu nya dan anak perempuan adalah ayahnya. Itu memang benar. Melihat kebanyakan anak perempuan manja dengan ayahnya dan Anak laki laki pada ibunya. Tapi tidak semuanya begitu.
____________________________________________
Syafira sudah menidurkan Azka dan Azkia di dalam box bayi nya. Kemudian saat nya untuk ia mengurus suaminya. Syafira menyiapkan sarapan sekaligus bekal untuk Keenan. Karena Syafira melarang Keenan untuk jajan di luar.
"Makannya pelan pelan saja Mas, tidak ada yang bisa membuat Mas dipecat dari kantor kalau telat" ucap Syafira menegur Keenan.
"Mas banyak pekerjaan kantor hari ini, makanya Mas buru buru. Dan juga Mas ingin segera menyelesaikannya dan segera pulang untuk bertemu kalian lagi"
Syafira mendekat pada Keenan, kemudian mengusap nasi yang ada di sudut bibir Keenan. Syafira mengecupnya sebentar lalu kembali duduk di tenpatnya.
"Anak uhibbuka, saranghae, Te amo, Ich liebe dich, I love you, Aku cinta kamu, and 3.6 5 Mas"
Keenan tertawa kecil. "Itu kalimat yang mas tunggu tunggu"
Setelah selesai sarapan, Syafira memasukkan bekal ke dalam tas Keenan. Ia juga mengancingkan kemeja Keenan dan memasangkan dahinya. Karena tubuh Keenan yang tinggi membuat Syafira harus berjinjit.
Bukannya menunduk Keenan malah semakin meninggikan tubuhnya, tujuannya agar Syafira tak dapat menggapainya. "Mas, sengaja ya"
"Kamu yang kependekan malah Mas yang disalahin" jawab Keenan dengan nada menggoda.
Syafira termenung sebentar sebelum ia memeluk Keenan. Keenan membalas pelukan Syafira. "Sudah dulu peluknya, ayo bantuin Mas pasang dasi"
Syafira melepaskan pelukannya lalu mulai memasangkan dasinya untu Keenan. "Nah sudah selesai, sekarang mas tinggal berangkat deh" ucapnya dengan senyuman manis Syafira.
Cupp
Keenan mengecup bibir Syafira sebelum mencium Keningnya. "Mas berangkat dulu, jaga anak kita baik baik di rumah. Aku akan segera pulang" ucap Keenan.
"Iya Mas"
Setelah mengantar Keenan sampai depan Syafira kembali masuk ke dalam dan memilih membereskan meja makan. Kemudian ia mengambil kemoceng dan sapu untuk bersih bersih dan mumpung si kembar lagi pada tidur
____________________________________________
Di sisi lain, seorang pria terlihat diomeli seorang perempuan di cafe, pria itu tengah menunduk entah karena terciduk selingkuh atau hal yang lain. Yang pasti si wanita sangat marah dengannya karena suatu alasan.
"Kamu jadi pacar jangan malu-maluinlah? Kamu mau semua orang tahu kalau aku pacaran sama orang yang gak jelas" omelnya pada kekasihnya itu.
Saat Isabella mengatakan itu, Reno menatapnya dengan tajam. Memang dirinya orang yang gak jelas, tapi dia masih punya hati untuk tidak sakit hati karena perkataan kekasihnya itu.
"Kamu pikir aku ini apa? Robot yang kamu atur sesuka hati. Aku ini pacar kamu Bel. Bukan orang lain. Oke, aku maklumin kalau kamu bilang aku malu maluin atau apalah. Tapi untuk orang yang gak jelas aku masih gak bisa terima itu."
__ADS_1
Isabella tersenyum sinis, ia memandang remeh laki laki yang ada di hadapannya ini. "Kamu itu tidak ada gunanya jadi pacar, aku pikir setelah pacaran sama kamu aku akan mendapat untung, Dibeliin mobil, Uang, atau apa kek. Tapi bukannya untung malah buntung"
Tangan Reno mengepal dengan sangat kuat. Seandainya saja di depannya ini bukan seorang cewek ia pasti akan menghajarnya habis habisan.
"Lalu mau kamu apa sekarang?" tanya Reno.
"Putus, aku sudah muak sama kamu"
Reno berdiri dari tempatnya. Kemudian ia menatap isabella dan menunjuknya tepat di depan wajahnya. "Kalau itu Maumu oke, kita putus. Tapi ingat baik baik perkataanku, orang yang beneran tulus mencintai seseorang tidak akan pernah memandang harga, derajat atau bahkan masa lalunya yang kelam. Dan itu semua tidak ada pada diri kamu, kamu memang bukan orang yang tulus dan tepat untukku"
"BRENGSEK"
Reno tersenyum puas, ia merapikan kerah bajunya dan segera pergi. Sebelum pergi. "Oh iya, bayarin tuh makanan gue, mantan pacar"
Isabella mencak mencak ditempatnya karena Reno, membuat Reno tertawa karenanya. Saat ia tiba di luar cafe. Seseorang menepuk bahunya dari arah kiri dan merangkulnya.
"Tidak apa apa Bro, lo lebih pantas mendapatkan wanita yang lebih baik ketimbang dari dia" itu adalah suara Kevan. Kebetulan tadi Kevan juga akan pulang dari Kafe itu dan saat itu juga ia melihat dan mendengar percakapan Reno dan Isabella.
"Dari mana lo tahu?"
"Kebetulan tadi gue disini dan mau pulang. Saat liat lo gue malah mendengar dan lihatin kalian berdua" ucap Kevan.
"Gue gak pernah menyukai seorang wanita selama ini dan setelah menyukainya malah pada orang yang salah" Mata Reno beradu dengan iris gelap milik Kevan.
"Sudahlah, lo itu terlalu baik buat dia yang terlalu mak lampir" jawab Kevan yang membuat Reno terkekeh.
"Iya juga ya? Dia terlalu mak lampir buat gue" tawanya terdengar miris bagi Kevan.
"Kalian berdua nyebut gue mak lampir hah?" Isabella berkacak pinggang di hadapan mereka. Kevan meneliti penampilannya dari atas sampai bawah.
"Lo isabella kan?" tanya Kevan.
"Iya ini gue, kenapa?"
"Lo di majalah kelihatan cantik, anggun dan manis. Eh pas ketemu ternyata banyak aura negatifenya. Untung lo dan teman gue putus. Gue gak bisa bayangin kalau teman gue harus pacaran sama mak lampir matre kayak lo" ucap Kevan sambil bersedekap dada.
"Gue bukan mak lampir sia*lan" teriak isabel.
"Sudah lah Van, mending kita pergi. Gue MUAK ngelihat dia" ucap Reno dengan menekankan kata muak.
"Ya udah ayo pulang, lama lama disini bikin gue merinding" kedua cowok itu segera pergi dari hadapan isabella.
"Bener juga lo, ya udah. Gue ambil motor dulu. Lo duluan aja nanti gue nyusul"
"Oke"
___________________________________________
Keenan melepas kaca matanya ia baru saja mempelajari dan menandatangani semua berkas. tiba tiba Bagas mengetuk pintu ruangan Keenan.
"Masuk aja"
"Maaf pak, hari ini jam 12 siang bapak ada janji makan siang dengan pak Edward dari perusahaan Xelio corp" ucap Bagas mengingatkan Keenan.
"Oh iya? Saya hampir melupakan itu. Kamu atur saja tempat makan siangnya. Saya pasti akan datang nanti" jawab Keenan.
"Baik pak, kalau begitu saya pamit'
Keenan mengangguk, lalu ia menyandarkan dirinya di kursi kebesarannya. Keenan mengambil sebuah bingkai foto di meja kerjanya. Itu adalah foto dimana Keenan dan Syafira bersama dengan kedua bayi kembarnya.
Keenan sengaja menaruh foto itu di meja kerjanya agar ia semakin bersemangat untuk bekerja. Kadang kala ketika ia lelah ia memilih untuk menatap foto itu saja dibandingkan istirahat di kamar dalam ruangannya itu.
Keenan mengambil handphone nya dan membuat panggilan video dengan Syafira. Lama tak tersembung akhirnya setelah dua kalia percobaan panggilannya terhubung.
"Halo Mas"
Keenan diam tak bersuara, rasanya ia sudah cukup puas hanya dengan memandang wajah istrinya. Sedangkan di sebrang sana Syafira mengelilingi ruangan karena mengira tak ada jaringan.
"Mas, bisa denger aku gak?"
"Dari tadi aku sudah dengerin kamu" jawab Keenan dengan tersenyum.
"Harusnya kalau denger tuh ngomong, bukan diam kayak tadi. Aku kira gak ada jaringan makanya muter muter gini. Capek tahu Mas"
"Maaf sayang, anak anak dimana?" tanya Keenan pada Syafira.
"Anak anak, mereka ada di dekatku. Bentar, aku ubah ke kamera belakang dulu" Syafira merubahnya ke kamera belakang agar Keenan bisa melihat si kembar dengan jelas.
__ADS_1
"Tuh si kembar, mereka baru aja bangun tidur." Ucap Syafira.
Keenan bahagia melihat Azka dan Azkia. Ingin rasanya ia cepat pulang ke rumah dan memeluk keluarga kecilnya. Namun pekerjaan di kantor tidak bisa membuatnya melakukan hal itu sekarang. Setidaknya sampai jam lima sore.
"Mas sudah lihat babz Z. Sekarang mas mau lihat kamu" ucapnya.
Syafira kembali merubah kameranya dan mengarahkan wajahnya pada handphone BTS nya. "Kenapa?"
"Beri Mas kecupan jauh coba, Mas lagi capek. Butuh semangat dari kamu" ucap Keenan. Syafira bisa melihat itu, raut wajah Keenan memang nampak seperti orang yang kelelahan. Apalagi semalam Keenan hanya tidur tiga jam saja karena si kembar terus menangis bergantian. Alhasil Keenan tidur jam 3 pagi.
Syafira memonyongkan bibirnya dan menempelkannya pada handphonenya sembari membuat suara seolah ia benar benar mengecup suaminya. "Emmmuaaaach, sayang ayo semangatin papanya"
Syafira berdeham lalu merubah suaranya seperti anak kecil. "Papa semangat ya cari nafkahnya, kalau capek jangan dipaksa. Istirahat saja. Azka dan Azkia sayang papa bamyak banyak. I miss you so much Pa"
Hal yang sederhana tapi berhasil membuat Keenan bahagia, semakin hari Keenan semakin jatuh cinta dengan istrinya.
"Papa nanti pulang jam 5 sore, kalian mau apa dari papa?"
Syafira menjawabnya lagi. "Kami tidak minta apa apa pa, Kami hanya butuh papa pulamg kerja dengan selamat dan sehat wal afiat."
"Tuh dengerin apa kata Baby Z" ucap Syafira.
"Iya Mas denger kok"
Keenan melirik jam tangannya, jam sudah menumjulkan pukul 11. 45 siang. Sebentar lagi ia akan makan siang bersama dengan klien nya waktu itu. Keenan memutuskan untuk mengakhiri telefonnya.
"Kita lanjut nanti ya? Mas mau makan siang dengan klien dulu. Kamu juga jangan lupa makan disana"
"Iya mas tenang aja, ya sudah Aku matiin telfonnya ya"
"Iya."
Syafira menekan tombol merah dan panggilannya pun terputus. "Tuh, papa kalian tadi nelfon. Nanti Azka kalau udah gede jadi kayak papa ya. Papamu itu orang yang hebat."
Perkataan Syafira membuat Azka tertawa. Tawa khas dari seorang bayi. "Kalau Azkia, jangan sampai seperti Bunda ya Nak. Azkia harus jadi wanita yang berharga bagi agama, Bangsa, negara dan keluarga."
____________________________________________
Reno telah tiba di markas, ia turun dari motor nya dan melepaskan helmnya. Reno memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan karena memakai helm. Setelah itu ia langsung masuk ke dalam markas.
"Hi guys, im coming nih" ucapnya ketika ia masuk ke dalam.
Saat Reno masuk, suasana yang tadinya ramai menjadi hening seketika. Semuanya menatap ke arah Reno. Termasuk Kevan yang tadi sempat melihat Reno cekcok dengan Isabella.
"Kenapa lo semua pada lihatin gue?"
Farhan berdeham, lalu menyuruh Reno untuk duduk bersamanya. "Gue turut prihatin Ren"
"Gue juga gak nyangka Ren, lo harus sabar ya. Jangan menyerah hanya karena hal itu"
"Kalian pada kenapa sih?" Heran Reno bingung. Karena tak biasanya teman temannya bersikap aneh seperti ini.
"Lo baru aja diputusin mak pampir kan" itu bukan sebuah pertanyaan melainkan sebuah pernyataan oleh Dito.
Reno mengernyitkan dahinya lalu tertawa pelan. "Kalian tahu dari mana?"
"Informasi datang dari orang baik, dan orang itu adalah Kevan" kali ini Eka yang menjawab pertanyaannya.
"Udah, jangan bahas itu. Mending bahas yang lain aja" ucap Kevan. Memang ia yang memberi tahu teman temannya, Kevan mengira Reno akan menceritakan pada mereka semua. Tapi nyatanya tidak. Maka dari itu Kevan mengalihkan perhatian semua teman temannya.
Dari yang ia lihat, Reno tidak ingin menjawah pertanyaan mereka.
Beberapa jam bersama mereka membuat Reno merasa lebih baik dari pada sebelumnya. Ia juga bahkan tertawa paling keras saat Farhan melontarkan lelucon garingnya.
"Gue lebih memilih kehilangan seorang wanita daripada kehilangan Mereka. Wanita bisa gue cari kapan saja sedangkan sahabat seperti mereka sulit untuk di dapat. Kalau pun ada belum tentu perasaannya tulus seperti Mereka" batin Reno.
____________________________________________
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, selesai memandikan Si kembar, Syafira membawanya ke ruang tengah sambil menunggu kedatangan Keenan. Syafira juga sudah menyiapkan makanan untuk Keenan makan.
Derap langkah kaki berbunyi di apartemen Keenan. Keenan meletakkan sepatunya di rak sepatu kemudian berjalan menghampiri Syafira.
"Mas sudah pulang"
Syafira mengambil tangan Keenan dan menciumnya dengan setulus hati. Dan dibalas dengan kecupan di kening Syafira. "Semoga allah selalu melindungi keluarga kita" Doa Keenan di sela sela ia mencium Syafira.
Syafira melepaskan jas Keenan dan mengambil tas nya. "Mas mandi dulu habis itu langsung pergi ke meja makan, aku sudah menyiapkan makanan untuk Mas"
__ADS_1
"Baiklah"
Keenan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Syafira, Mandi, Makan lalu kembali pada ruang tengah dan berkumpul bersama keluarganya.