
Sepulang dari kantor, Keenan mengajak Syafira pergi suatu tempat. Tapi sebelum itu Keenan membawa Syafira ke butik langganan Mela.
"Kita mau ngapain Mas?" Syafira melihat ke arah butik di depannya.
"Mas mau ngajak kamu ke suatu tempat, tapi kamu harus ganti baju dulu. Ayo kita turun"
Keenan dan Syafira turun dari mobil lalu masuk ke dalam butik itu. Mereka disambut dengan berbagai macam pakaian yang sangat bagus dan indah. Syafira mencoba mendekati salah satu gaun berwarna pink dengan batas selutut. Syafira mengecek label harganya dan ia menutup mulutnya tak percaya.
Harga gaun itu seharga satu buah mobil, Syafira menggelengkan kepalanya. "Kenapa sayang? Kamu suka gaun itu?"
Keenan terkekeh melihat Syafira yang begitu terkejut dengan harganya. "Suka sih suka Mas tapi masa harganya sama dengan harga mobil"
Keenan mengacak acak rambut Syafira sebentar. "Harganya sesuai dengan kualitas kok Dek, gaun itu rancangan Desainer terkenal dan itu dibuat di perancis. Kalau kamu tidak percaya lihatlah di bagian samping gaun itu, disitu ada pernah pernik yang terbuat dari emas dan perak" ucap seseorang dari arah belakang.
Syafira menoleh lalu tersenyum pada orang itu. Grecia Alexi, pemilik dari butik tersebut. Keenan menunduk hormat pada Grecia. Karena Keenan juga mengenal Grecia. "Apa kabar tante?"
"Tante baik kok. Ini istri kamu?"
"Iya Tante, ini istri Keenan"
Grecia menatap Syafira dari atas sampai bawah. "Cantik"
Syafira tersenyum tipis "terima kasih"
"Tante, saya mau ambil gaun ini dan kalau bisa lengkap dengan sepatunya"
"Mas, jangan. Lagian kan aku gak pergi kemana mana. Mengapa harus membeli gaun"
"Mas kan sudah bilang, mas akan mengajak kamu ke suatu tempat. Jadi turuti saja okay"
"Tapi Mas?"
Keenan meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Syafira. Membuat Syafira tak bisa berkutik lagi. Grecia hanya bisa tersenyum melihat kedua pasangan itu.
"Baiklah, kalau begitu tante siapkan dulu"
Syafira mencubit pinggang Keenan dengan keras, membuat Keenan meringis kesakitan. "Sakit Sayang"
"Biarin, suruh siapa Mas nyebelin"
"Nyebelinnya dimana coba?"
"Mas tahu kan gaun itu harganya sama dengan harga satu buah mobil. Kalau mas membeli gaun itu sama saja dengan membuang buang uang"
Keenan sungguh gemas dengan istrinya ini. "Sayang, aku ini kerja buat apa coba kalau bukan buat kamu. Jadi apapun yang bikin kamu bahagia akan aku beli. Dan soal uang, kamu tenang aja. Uangku tidak akan habis sampai 7 turunan."
"Ya gak gitu juga Mas"
"Diam sayang, atau Mas cium kamu disini"
Syafira mengatupkan bibirnya dengan rapat karena ancaman Keenan. Meskipun bibirnya diam tapi matanya menusuk ke arah Keenan. Membuat Keenan tertawa kecil.
Grecia kembali dengan membawa gaun berwarna pink tadi serta sepatunya. Ia membawanya dengan keadaan sudah dibungkus.
"Ayo sayang, coba dulu sepatu nya. Takut tidak sesuai dengan ukuran kamu"
Grecia memasangkan sepatunya pada kaki Syafira dan ukurannya pas. Grecia tersenyum, ia tidak salah pilih.
"Sepatunya pas sayang, tante sengaja memilih high hells yang tidak terlalu tinggi untukmu. Soalnya tubuh mungilmu sudah cukup tinggi dengan high hells ini"
"Iya tante"
Keenan mengambil dompetnya lalu mengeluarkan kartu kreditnya. "Totalnya berapa tante?"
Grecia tersenyum hangat lalu menunjukkan jumlah yang harus dibayar. Keenan memberikan kartu kreditnya pada Grecia. "Sebentar ya"
Syafira merebut kertas Nota dari tangan Keenan. Syafira benar benar tercengang. Keenan menghabiskan uang 700 juta hanya untuk membeli gaun dan sepatu.
"Tidak usah manyun gitu bibirnya"
"Ih mas apaan sih, pokoknya mulai besok gak ada lagi buang buang uang kek gini. Kita itu harus hemat Mas, Mas tahu pepatah kan. Belajar pangkal pandai dan hemat pangkal kaya"
Keenan tertawa lepas mendengarnya. "Kamu tenang aja, walaupun Mas gak hemat. Tapi Mas tetap kaya"
"Sekarepmu lah Mas, susah emang ngomomg sama orang KAYA" ucap Syafira dengan menekankan kata kaya.
Grecia kembali dan mengembalikan kartu kredit Keenan. "Tante senang kamu bisa mampir kesini, lain kali ajak mama mu kesini. Sudah lama ia tak kesini"
"Baik tante, kalau begitu saya permisi dulu"
"Permisi tante"
"Silahkan"
Keenan dan Syafira kembali ke mobil. "Habis ini Mas akan mengantar kamu ke salon. Kamu harus dandan yang cantik?"
"Aku harus dandan yang cantik terus mas gimana? Masa mas tetap Make baju kantor"
"Mas sudah mempersiapkan baju sendiri. Tinggal dipake"
Syafira mengangguk. "Sebenarnya kita mau ngapain sih Mas"
"Ada deh pokoknya, sepertinya kamu melupakan sesuatu"
"Apa?"
"Tidak ada"
(Flasback)
Saat Keenan sibuk mengerjakan pekerjaannya, ia melihat kalender yang ada di sampingnya. Tanggal itu tepat tanggal 28. Itu artinya hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya. Tepat di hari ini lah pernikahan mereka sudah mencapai satu tahun.
__ADS_1
Keenan berencana menyiapkan sesuatu untuk Syafira. Ia menghubungi orang orangnya dan menyuruh untuk menyiapkan kejutan spesial. Keenan yakin Syafira pasti akan menyukainya"
(Flasback off)
Keenan tersenyum senyum sendiri selama menyetir. Syafira merasa aneh dengan sikap suaminya itu tapi ia berpikir mungkin suaminya lagi kesurupan jin bahagia.
Mobil Keenan berhenti tepat di sebuah salon. Salon itu bisa digunakan untuk pria dan wanita. Jadi Keenan pergi ke sana.
"Ayo turun"
Keenan langsung membawa Syafira ke dalam dan menenteng gaun dan sepatu Syafira. Ia menemui pemilik salon.
"Tolong rias istri saya, buat dia secantik mungkin"
"Baik Pak"
"Sayang, Mas tinggal dulu ya. Mas juga harus menyiapkan penampilan di sana" ucap Keenan menunjuk ke sebuah pintu bertuliskan salon pria.
"Iya Mas"
"Good girl"
________________________♡__________________
Beberapa jam kemudian Syafira telah selesai dirias, ia juga sudah memakain gaun dan high hells nya. Tukang rias nya hanya menggeleng takjub melihat hasil karya nya yang sangat bagus.
"Ibu cantik banget"
"Terima kasih"
Bertepatan dengan itu, Keenan juga keluar dari salon pria dengan memakai kemeja dan dilengkapi dengan jas warna putih. Keenan terlihat seperti seorang pangeran yang ingin menjemput princess nya.
Keenan berjalan ke arah Syafira, ia terpesona dengan kecantikan istrinya. "Apa kamu benar benar istriku?"
Syafira yang saat itu juga terpesona melihat Keenan hanya bisa mengangguk dengan pipinya yang memerah.
"Kamu cantik banget malam ini" bisik Keenan.
Kemudian Keenan mengeluarkan kartu kredit dan bersiap untuk membayarnya. Namun pemilik salon itu menolak.
"Khusus bapak dan ibu,kami akan berikan secara gratis. Karena kalian adalah pasangan yang serasi"
"Ini beneran gratis?" tanya Syafira.
"Iya bu"
"Kalau begitu terima kasih banyak, saya dan istri saya pamit dulu"
"Baik pak"
Pemilik salon menatap kepergian mereka berdua. Bukan tanpa alasan ia memberikan jasa gratis kepada mereka. Melainkan karena pria yang ada di hadapannya adalah seorang pengusaha terkenal Keenan Aldebaran bright.
Sepanjang perjalanan, Keenan menggenggam tangan Syafira. Ia tidak melepaskannya. Syafira melirik ke arah Keenan. Ketampanannya bertambah berkali kali lipat saat Keenan fokus menyetir. Syafira menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Suatu tempat"
Keenan mengambil penutup mata lalu mengikatnya di kepala Syafira untuk menutup matanya. "Kenapa harus ditutup Mas"
"Karena ada kejutan nanti, kamu tidak boleh melihatnya sekarang"
Keenan turun dari mobil dan mengelilingi mobilnya kemudian membuka pintu untuk Syafira. Keenan mengulirkan tangannya yang langsung disambut oleh Syafira. Secara pelan pelan Keenan menuntun Syafira berjalan bersamanya.
"Mas, udah sampe belum?"
"Bentar lagi"
Keenan terus menuntun Syafira sampai ia tiba di tempat tujuannya. "Sekarang, buka lah matamu"
Syafira membuka penutup matanya dengan perlahan lahan. Lalu ia membuka matanya.
Syafira menatap pemandangan di depannya dengan takjub. Sebuah pantai dengan taburan bintang di atas langit. Syafira juga melihat sebuah meja yang dihiasi lilin dan bunga serta makanan di atasnya.
Bukan hanya itu, Syafira juga melihat sebuah layar lebar yang menampilkan momen momen dirinya. Ia sungguh terharu melihat itu semua"
"Happy anniversary yang ke 1 tahun sayang"
Syafira menoleh pada Keenan, tanpa aba aba ia langsung menerjang tubuh Keenan dan memeluknya dengan erat. Bahkan matanya sampai meneteskan air mata.
Syafira lupa dengan hal ini tapi tidak dengan suaminya.
Keenan membalas pelukan Syafira tidak kalah eratnya. Ia meletakkan dagu nya di atas kepala Syafira. Beberapa menit kemudian keduanya melepas pelukan.
"Mas nyiapin ini semua untuk aku?"
"Iya sayang, kamu suka?"
"Suka"
"Maafkan aku ya Mas, karena aku sempat lupa tentang hal ini"
"Tidak apa apa yang penting kita bisa merayakannya"
Keenan mengajak Syafira untuk duduk di meja makan yang telah disediakan. Dengan ditemani cahaya lilin dan taburan bunga mawar keduanya makan dengan romantis.
"Aku gak nyangka malam ini bisa ada disini ditemani oleh Mas dan bintang bintang. Dulu aku sempat punya keinginan untuk pergi ke pantai di malam hari bersama orang yang kusayangi dan sekarang akhirnya bisa terwujud"
"Mas bersyukur kamu menyukai semua kejutan ini"
Syafira tersenyum lembut, lalu ia mendekatkan wakahnya ke wajah Keenan. Syafira mengusap bibir Keenan yang belepotan. Kemudian Syafira mengecupnya sehingga membuat Keenan terpaku.
Syafira terkikik geli melihat reaksi suaminya. Keenan melanjutkan makannya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Keenan bertepuk tangan. Lalu muncullah banyak orang dengan memegang biola. Mereka memainkan biola nya sehingga muncul nada nada indah.
Keenan mengulurkan tangannya dan mengajak Syafira untuk berdansa. Syafira menyambutnya. Keduanya berdansa dengan penuh perasaan. Keenan melingkarkan tangannya di pinggang Syafira sedangkan Syafira mengalungkan tangannya di leher Keenan.
Keduanya bergerak dengan mengikuti melodi dari lagunya.
"Mata kamu selalu membuatku terpesona" ucap Keenan di sela sela dansa mereka.
"Dulu aku menganggap Mas laki laki konyol yang pernah datang di hidup aku, tapi sekarang berubah. Mas adalah laki laki ter romantis yang pernah kumiliki"
Keenan tersenyum "Mas sayang kamu"
"Aku juga sayang Mas"
Keenan menyambar bibir seksi Syafira dengan cepat, membuat Syafira terbelalak. Mereka berciuman di tengah tengah dansa mereka. Seluruh pemain biola mengalihkan pandangan mereka karena melihat adegan itu.
Syafira tidak bisa bernafas, ia memukul dada Keenan dengan pelan untuk melepaskan ciumannya. Keenan pun melepaskan ciumannya dengan terengah engah. Keenan mencium kening Syafira lalu memeluknya dengan erat. Ia bahagia bisa merayakan ulang tahun pernikahannya dengan istrinya.
______________♡______________♡_________♡
Bunyi petasan menggelegar di langit malam, tempatnya di daerah pantai. Cahaya warna warni muncul di atas langit membuat kedua pasangan itu tersenyum cerah menikmati cahaya petasan itu.
Syafira meletakkan kepalanya di bahu Keenan, ia sangat senang sekali hari ini. Di antara hari iainnya hari ini adalah hari terbaik menurutnya.
Keenan melepaskan jas nya lalu memakaikannya ke Syafira. "Kamu pakai ini biar gak kedinginan"
Syafira mengangguk, ia menikmati semua perlakuan manis Keenan padanya. "Mas"
"Iya?"
"Ngantuk"
"Tidur aja di pundak Mas, nanti mas pindahin kamu. Mas yakin angin pantai ini akan membuatmu tertidur dengan nyenyak"
"Mas gimana kalau aku tidur?"
"Mas tidak apa apa, mas bakal jagain kamu. Ayo tidurlah"
Syafira mengangguk lalu ia mulai memejamkan matanya. Angin dan udara di pantai membuat Syafira tertidur dengan lelap. Keenan tersenyum melihat wajah Syafira saat tidur. Ia merangkul Syafira dan mendekapnya.
Keenan menatap bintang di atas langit, bintang bintang itu sangat indah menurut Keenan. Entah sejak kapan Keenan mulai menyukai bintang dan segala hal yang berhubungan dengan bintang.
"Aku menyukai bintang sama seperti aku menyukai dirimu. Tentu saja kalian berbeda, kalau bintang di langit hanya menemaniku ketika malam. Sedangkan kamu, bintang di hatiku selalu menemaniku setiap saat"
Tanpa sadar kepala Keenan menumpu di kepala Syafira, Rasa kantuk mengalahkan semuanya. Akhirnya Keenan terlelap bersama Syafira di pinggir pantai.
Bintang di langit dan air di laut adalah saksi cinta mereka pada malam ini. Angin berhembus dengan kencang membuat udara semakin dingin. Tidur mereka sangat nyenyak sampai tidak ada pergerakan apapun.
Dear Bintang
Bintang...
Benda langit yang mempuyai cahaya indah
Menemani malam setiap insan
Sehingga berhasil masuk ke dalam relung hati
Jika bisa
Aku ingin mendekati bintang
Lalu mengatakan apa yang ingin ku katakan
Tentang rasa dan rindu yang terpendam
Bintang...
Katakan padaku bagaimana caranya menjadi dirimu
Sulitkah menjadi dirimu?
Kau selalu menyinari orang lain tanpa mempedulikan kalau kau juga kesepian.
Bulan yang kau harapkan bersamamu
Nyatanya sering menghilang
Bintang
Meskipun kau hanya muncul di malam hari
Bukan berarti keberadaanmu tak dihargai
Kau mempunyai suatu pesona yang tak dapat ditolak.
Bahkan diriku terpesona dengan keindahanmu
Dear bintang
Kucurahkan semua isi hatiku padamu
Bukan untuk diriku
Tapi aku hanya ingin berbagi denganmu
Setidaknya kita bisa saling berbagi
Keenan dan Syafira adalah pasangan yang saling melengkapi. Keduanya tak ada yang sempurna. Mereka sama sama mempunyai kekurangan. Meskipun begitu, mereka tak mempermasalahkan kekurangan masing masing. Malah mereka saling menutupi kekurangan mereka dengan kelebihan yang dimiliki.
Jika ada yang berkata mereka tidak pantas untuk bersama, maka orang itu salah. Mereka sudah ditakdirkan bersama oleh yang maha kuasa.
__ADS_1
Keenan membuka matanya dengan pelan, lalu ia menidurkan Syafira di pasir tanpa mempedulikan gaun Syafira yang akan kotor. Keenan menyusul di sebelahnya. Ia menggunakan tangannya sebagai bantal untuk kepala Syafira. Dan Jas nya ia gunakan untuk menutupi paha mulus Syafira yang tak tertutup sepenuhnya. Keenan tidur dengan memeluk Syafira dari samping.