
Setelah mengambil laptopnya Syafira kembali lagi. Kali ini ia tidak duduk di sofa melainkan duduk di lantai dengan menyilangkan kedua kakinya. Selama beberapa menit is fokus mengetik dan mencari sesuatu di laptopnya.
"Mas mau nonton yang mana?" Syafira memiringkan laptopnya pada Keenan, agar ia melihatnya.
"Yang paling romantis aja" ucap Keenan.
Sejujurnya ia tak tahu harus menonton yang mana. Jadi ia hanya menjawab sesimple itu.
Syafira mengangguk lalu ia mencari drama korea yang paling romantis menurutnya. Matanya melirik ke sebuah judul "My love from the star"
"Oke, kita nonton ini aja ya Mas"
"Iya"
Keenan turun dari sofa dan duduk di samping Syafira. Ia merentangkan kedua tangannya sehingga Syafira bisa menyandarkan kepalanya. Syafira mengklik tombol mulai dan masuk lah mereka ke dalam dunia drakor.
Di tengah tengah jalan cerita, Keenan merasa tertarik dengan ceritanya. Karena ini juga menceritakan tentang perjuangan seorang laki laki untuk kekasihnya.
Keenan sekarang mengerti kenapa Syafira sangat menyukai drakor, itu karena jalan ceritanya lebih menarik dan tidak membosankan seperti sinetron indonesia.
"Menurut kamu gimana tentang si cowok itu? Dia rela mengorbankan dirinya untuk kekasihnya"
Syafira menatap Keenan lekat lalu memeluknya. "Cowok itu sangat baik, ia selalu menjaga gadis itu dari jauh. Hal seperti itu saja menurutku sangat romantis"
Keenan mengangguk, mereka melanjutkan nonton drakor sampai tidak menyadari kalau waktu sudai mulai pagi. Tentu saja sudah pagi, mereka langsung menghabiskan seluruh episodes nya dalam semalam.
Laptop tergeletak di atas meja, sedangkan Keenan dan Syafira tertidur dengan berpelukan. Mata mereka sudah seperti panda karena terdapat lingkaran hitam yang jelas.
____________________________________________
Hari ini Wina dan Mela berniat untuk pergi ke Apartemen Keenan. Mereka berdua sangat rindu sekali dengan Keenan dan Syafira. Saat ini Wina dan Mela berada di pusat perbelanjaan. Kedua nya berbelanja untuk keperluan Syafira.
"Jangan lupa ambil banyak sayurnya Jeng, Syafira harus banyak makan sayur"
"Iya Jeng"
Setelah berbelanja bahan makanan, tak sengaja Wina dan Mela melewati toko yang menjual peralatan bayi. Wina dan Mela hanya tersenyum karena sebentar lagi mereka berdua akan mempunyai cucu.
Wina dan Mela sudah dalam perjalanan menuju ke Apartemen. Mereka menaiki taksi yang sama. "Kira kira mereka lagi ngapain ya Jeng sepagi ini?"
"Mungkin mereka sedang sarapan Jeng atau bisa jadi mandi bersama" Mela terkikik geli meendengar perkataannya sendiri. Sedangkan Wina ia hanya tersenyum singkat.
Mobil taksi berhenti di depan Apartemen Keenan, Mela dan Wina turun dan segera membayar ongkosnya.
Keduanya menenteng semua belanjaan lalu membunyikan bel. Karena masih belum ada jawaban mereka membunyikan bel berkali kali.
"Apa mereka masih tidur?" Wina melirik ke arah Mela.
"Mungkin saja. Kalau begitu kita langsung masuk saja"
Mela mengetik pasword Keenan dan setelah selesai pintu nya langsung terbuka. Mereka berdua masuk dan menutup pintunya lagi.
Saat Wina dan Mela masuk ke dalam pandangan mereka berhenti di satu tempat. Bantal bantal yang berserakan dan Keenan tidur di lantai dengan keadaan yang mengenaskan. Sementara Syafira ia tetap bobo cantik.
Wina dan Mela menggelengkan kepalanya. "Sebenarnya apa yang terjadi sama mereka? Kenapa mereka bisa ketiduran di sini" ucap Mela.
Wina mendekat ke arah mereka dan menemukan laptop yang tergeletak. "Mungkin mereka semalam begadang karena nonton"
Mela mengangguk lalu ia mencari cara untuk membangunkan Keenan. Mela merasa terganggu dengan suara dengkuran Keenan yang mirip dengan suara kerbau.
"KEENAN BANGUN SEKARANG SUDAH PAGI"
Keenan terperanjat mendengar hal itu, ia langsung membuka matanya dan berdiri tegap kemudian mengambil gerakan hormat dengan mata yang masih tertutup.
"Ya ampun nih anak"
Mela menemukan sisa sisa air minum di meja itu lalu ia mengambil dan meminumnya. Kemudian menyemburkannya ke wajah Keenan.
"Pergilah setan tidur, biarkan putraku terbangun"
Semburan air dari mulut Mela sangat ampuh bagi Keenan. Ia langsung membuka matanya dengan cepat. Keenan merasakan wajahnya sudah basah semua.
"Mama, apa yang mama lakuin?"
Mela berkacak pinggang seolah siap untuk memarahi Keenan. "Harusnya Mama yang nanya, semalam kalian berdua ngapain aja sampai jam segini belum bangun. Terus kenapa tuh mata hitam begitu"
Keenan menatap ke sekelilingnya dan menemukan bantai bantal yang berserakan dan istrinya yang masih bergelut di dunia mimpi.
"Biarkan Keenan tidur lagi Ma, Keenan dan Syafira baru saja tidur"
Keenan mengangkat Syafira dan memindahkannya ke kamar. Ia segera pergi tanpa harus menunggu jawaban dari Mela.
Mela bersiap untuk protes tapi dicegah oleh Wina. "Biarkan saja Jeng, mungkin mereka masih mengantuk. Lebih baik kita bantu beres beres dan menyiapkan makanan untuk mereka. Agar saat bangun Nanti mereka tidak perlu memasak dan tinggal memakannya"
"Kamu benar juga Jeng"
Mela dan Wina membereskan kekacauan di ruang tengah kemudian pergi ke dapur dan mulai memasak.
__ADS_1
Keenan membaringkan Syafira di tempat tidur yang empuk lalu ia ikut berbaring di sebelahnya. Keenan meletakkan kaki nya di atas kaki Syafira sedangkan tangannya senantiasa memeluk tubuh mungil Syafira.
Syafira bergerak dalam tidurnya dan berbalik sehingga wajahnya tepat berada di depan wajah Keenan. Bibir mereka bersentuhan karena saking dekatnya jarak mereka. Mereka tidak ada yang menyadarinya karena saat itu mereka benar benar tidur nyenyak.
Setelah selesai memasak semuanya, Mela dan Wina memutuskan untuk pulang. Karena percuma juga jika mereka tetap disini, penghuninya juga sedang tidur nyenyak.
Syafira terbangun dalam tidurnya dan melihat ke arah Keenan. Bibir mereka yang bersentuhan kini semakin menempel karena ulah Keenan. Keenan sudah terbangun dari tadi. Ia terkejut dengan bibirnya yang mencium bibir Syafira.
"Mas modus ya, mengambil ciuman saat istrinya sedang tertidur"
"Enggak, tadi Mas bangun bibir kita sudah seperti ini."
"Ya sudah, sekarang jam berapa Mas?"
Keenan mengambil handphone nya dan melihat ke arah angkat yang tertera. Seketika itu matanya melotot. "Sudah jam 2 siang?"
"Apa?"
Syafira langsung terbangun, ia merebut handphone Keenan dan melihatnya secara langsung. "Selama ini kah kita tidurnya"
"Lebih baik kita mandi dulu lalu makan siang" ucap Keenan yang diangguki oleh Syafira.
Syafira masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk, Keenan pun mengikutinya. Ia membuka seluruh pakaiannya dan bergabung bersama istrinya.
"Ngapain Mas?"
"Mau mandi"
"Harus banget barengan gitu"
"Harus"
"Jangan macam macam ya, kita hanya MANDI"
"Mas tidak akan macam macam, pikiran kamu aja yang macam macam"
Syafira tak mempedulikan Keenan lagi, kini dirinya sudah tak memakai sehelai benang Apapun. Keenan tersenyum Devil, ia berjalam mendekati Syafira dan memeluknya dari belakang.
Mendapat pelukan saat tidak memakai pakaian apapun membuat Syafira jadi merinding. Terlebih lagi bagian bawah Keenan menempel di bokong seksinya.
Syafira berusaha untuk tetap tenang, ia harus mengontrol dirinya. "Mas lepasin, katanya mas mau mengantar aku pergi ke dokter"
"Iya sebentar, Mas pengen peluk kamu dulu"
Keenan tidak hanya memeluk Syafira, tangannya perlahan lahan naik ke atas dan memegang bagian dada Syafira.
"Mas" lirih Syafira.
Ciuman Keenan turun ke leher Syafira dan ia meninggalkan kiss mark di lehernya. Syafira tak bisa menolak, tubuhnya sudah dikuasai oleh suaminya.
Saat Syafira sedang menikmati semuanya Keenan tiba tiba berhenti. "Kenapa Mas?"
"Mas lupa kalau kamu lagi hamil. Mas tidak tahu kita boleh melakukannya atau tidak. Jadi kita tunda dulu ya" Keenan tertawa masam. Bohong kalau Keenan tidak menginginkannya. Sedangkan bagian bawahnya sudah berontak dari tadi.
"Emm ya sudah deh"
Keenan dan Syafira mandi dengan biasa. Mereka saling bantu menyabun.
Selama beberapa menit, Akhirnya mereka sudah selesai Mandi. Tubuh mereka masih basah.
Keenan dan Syafira memilih pakain yang pas untuk mereka dan memakai nya dengan cepat. Keduanya sudah rapi. Keenan menggunakan pakaian kantor.
"Mas aku masak dulu, kamu segera turun yah"
"Iya sayang'
Syafira pergi dapur dan ia melihat ada tudung saji di atas meja makan. Syafira heran, karena ia tidak pernah menaruh tudung saji di atas meja. Lalu Syafira mengambilnya untuk menaruhnya pada tempatnya. Tapi ia terkejut karena banyaknya makanan yang sudah tersedia di atas meja.
"Kok bisa ya"
Keenan turun dengan wajah yang fresh dan aroma tubuh yang wangi. Ia melihat ke arah Syafira.
"Kenapa?"
"Ini siapa yang masak mas?"
Keenan melirik ke arah makanan yang ada di atas meja. "Mungkin itu Mama dan ibu. Tadi pagi mereka senpat datang kesini"
"Kok mas tidak bangunin aku sih"
"Mas gak mungkin bangunin kamu, sementara kamu saja baru tidur."
Syafira mengangguk kemudian ia duduk dan bersiap untuk makan, begitu pun dengan Keenan.
"Banyak banget makanannya, kita gak bisa menghabiskan semuanya" ucap Syafira sambil mengambil nasi ke piringnya.
"Kita harus bisa menghabiskan makanan ini, tidak baik menyianyiakan makanan yang telah ada. Di luar sana masih banyak orang yang butuh sesuap nasi untuk makan. Maka dari itu kita tidak boleh kufur terhadap nikmat yang diberikan allah"
__ADS_1
Syafira begitu kagum pada suaminya, meskipun ia terlihat konyol di matanya tapi dia sangat pintar dalam agama. Sekedar informasi, setiap kali Keenan dan Syafira melakukan shalat berjamaah Keenan selalu memegang kepala Syafira dan mendoakannya.
Keenan juga memberi tahu Syafira tentang kewajiban seorang wanita memakai hijab, tapi Syafira masih belum memakai hijab. Keenan juga tidak memaksanya. Ia akan menunggu Syafira sadar sendiri.
Syafira dan Keenan menghabiskan semua makanan sampai tidak ada yang tersisa sedikit pun. Setelah selesai makan, Keenan dan Syafira bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit.
"Kamu sudah siap sayang?"
"Iya Mas"
"Ya udah ayo kita berangkat"
____________________________________________
"Bagaimana dok perkembangan janin istri saya?" ucap Keenan.
"Janin yang ada di dalam kandungan istri bapak tumbuh dengan baik. Perkembangannya juga cukup bagus. Saran saya ibu Syafira harus ekstra berhati hati. Karena hamil muda cukup rentan untuk mengalami keguguran. Usia kandungan ibu saat ini sudah 5 minggu atau lebih tepatnya 1 bulan."
"Yang tidak diperbolehkan saat hamil muda itu apa dok?"
"Jangan mengangkat sesuatu yang berat dan kurangilah beraktivitas berlebihan."
"Baik Dok terima kasih atas jawabannya"
"Sama sama pak, ini adalah resep yang harus bapak tebus di apotek"
"Iya Dok"
Syafira dan Keenan pulang dari rumah sakit dengan keadaan bahagia. Apalagi mengetahui bahwa janin nya tumbuh sehat.
"Kita tebus obat di apotek dulu ya? Habis itu kamu ikut mas ke kantor. Mas tidak mau kamu sendirian di Apartemen. Mas khawatir terjadi sesuatu sama kamu"
"Iya Mas, mulai sekarang Aku akan menuruti semua perkataan Mas" Syafira tersenyum manis pada Keenan.
Setelah menebus obat di apotek, Keenan membawa Syafira pergi ke kantornya. Ia harus melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan kemarin.
Setelah tiba di kantor, Keenan membukakan pintu untuk Syafira dan membawanya masuk ke dalam kantor.
Saat Keenan dan Syafira masuk ke dalam kantor, semua karyawan melirik ke arah mereka berdua. Terlebih kaum hawa. Mereka merasa iri dengan Syafira karena bisa menjadi istri dari Direktur sekaligus Ceo mereka.
Keenan membuka pintu ruangannya lalu masuk ke dalam.
"Kamu mau nunggu Mas disini atau di kamar?"
"Disini aja, aku takut nanti Mas malah ninggalin aku lagi"
Keenan tertawa renyah. Ia mencubit pipi Syafira dengan pelan.
"Ya sudah kamu duduk di sofa sebelah sana dulu, Mas mau nyelesain pekerjaan"
"Iya Mas"
Setelah itu Keenan duduk di kursi kebesarannya, ia membuka laptop dan mulai mengerjakan pekerjaannya.
Saat Keenan fokus dengan pekerjaannya, pintu ruangan tiba tiba diketuk. "Masuk"
Bagas masuk dengan membawa sesuatu di tangannya. Ia berjalan mendekati Keenan.
"Ada apa?" Keenan mendongakkan kepalanya ke arah Bagas.
"Proyek pembangunan rumah sakit sudah mulai berjalan pak, ini saya mau menunjukkan gambar bangunannya."
Bagas memberikan gambar bangunan yang masih dalam proses pembangunan. Keenan melihatnya dengan cermat dan teliti. "Kamu sudah memastikan kalau bahan bangunannya kualitas terbaik? Saya tidak ingin ada bahan bangunan yang kurang bagus"
"Sudah pak, saya sendiri yang mengeceknya."
"Bagus, terus pantau perkembangannya. Dan ini, kamu salin data datanya dan simpan dalam flasdisk perusahaan"
"Baik pak"
Keenan memberikan beberapa berkas pada Bagas untuk disalin datanya. Keenan selalu teliti dalam mengerjakan pekerjaannya. Ia takut jika suatu saat kehilangan berkas, ia masih punya salinannya.
"Maaf pak, apa saya boleh bertanya?" ucap Bagas.
"Katakan"
"Kemarin bapak bilang akan memotong gaji saya seratus ribu, emmm apa bapak serius?"
Keenan tertawa dalam hatinya, ia tidak setega itu untuk memotong gaji karyawannya. Yang ada ia malah memberikan bonus untuk karyawan yang menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
"Saya hanya bercanda, tapi kalau kamu mau dipotong saya tidak masalah"
Bagas menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak pak"
"Kalau begitu kembali lah ke ruanganmu dan selesaikan pekerjaanmu"
"Baik pak"
__ADS_1
Syafira memperhatikan interaksi Keenan dengan Bagas. Dulu Syafira hanya mengira kalau Keenan seorang pembalap saja. Nyatanya suaminya itu juga memiliki perusahaan sendiri.
Hidup memang seperti roda yang berputar, ada kalanya manusia ada di bawah dan bisa juga di atas. Saat ini hidup Syafira sedang berputar ke atas.