
Keesokan hari nya, matahari sudah muncul. Syafira terbangun dari tidurnya tanpa melihat Keenan. Keenan sedang tidur di kamar lain. Ia memutuskan untuk pisah ranjang dengan Syafira. Syafira tahu Keenan melakukan ini untuk kebaikan dirinya, tapi kenapa sangat menyakitkan bagi Syafira.
Syafira turun dari kasur dan bersiap untuk mandi. Syafira masuk ke dalam kamar mandi. Saat Syafira masuk kamar mandi. Lantai kamar mandi nya sangat licin. karena tak berhati hati Syafira tergelincir dan terjatuh.
Syafira terjatuh dengan keadaan yang mengenaskan. Sehingga membuatnya mengeluarkan darah dari jalan lahirnya. Syafira merasa sangat kesakitan, ia ingin minta tolong sama Keenan tapi Keenan tak ada disitu.
"Awwww"
Syafira meringis kesakitan, ia tidak bisa melakukan apa apa sekarang. Darah yang keluar semakin banyak, perutnya pun mulai kesakitan. Syafira meneteskan air matanya.
"Om Keenan"
Setelah menyebut nama Keenan, Syafira sudah tak sadarkan diri.
Sedangkan Keenan, ia masih berdiam diri di tempat tidurnya. Ia merasa bersalah pada Syafira. Keenan akan pergi ke kamar Syafira untuk mengecek keadaannya.
Ia turun dari kasur dan memakai pakaiannya, dan berjalan menuju ke kamar Syafira. Keenan mengetuk pintu nya tapi tak ada jawaban. Akhirnya Keenan membuka pintu nya. "Tidak dikunci" ucap Keenan.
Keenan masuk ke dalam kamar tapi ia tak menemukan Syafira. Lalu matanya tak sengaja melihat ke arah mandi. Keenan terbelalak melihat Syafira yang sudah berlumuran darah. Sungguh ia tak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini.
Keenan menghampiri Syafira dan segera menggendongnya. Ia membawanya ke rumah sakit terdekat dari hotel itu.
"Maafkan aku... Maafkan aku..."
Keenan merasa bersalah pada Syafira. Ia terus menyalahkan dirinya atas keadaan Syafira saat ini.
Setelah tiba di rumah sakit, Syafira langsug dibawa ke UGD oleh dokter. Keenan menunggunya dari luar.
"Seandainya semalam aku masih disana, ini pasti tidak akan terjadi"
Keenan membenturkan kepalanya ke tembok. Ia begitu terpukul dengan kejadian ini. Bahkan Keenan sampai menangis.
2 jam kemudian, dokter yang menangani Syafira keluar. Keenan langsung berdiri dan menanyakan keadaan Syafira.
" Doctor, how is my wife? is she okay? (Dokter, bagaimana keadaan istri saya? apakah dia baik baik saja?)
" Your wife is fine, but the baby in her womb cannot be saved (Istri anda tidak apa apa, tapi bayi yang ada di dalam kandungannya tidak dapat diselamatkan)
Dunia Keenan terasa berhenti saat itu juga. Kabar ini membuatnya syok setengah mati. Keenan langsung masuk ke dalam kamar Syafira tanpa mempedulikan perkataan dokter itu.
Syafira duduk dan tak berbicara sepatah kata pun. Pandangannya kosong. Setelah dokter mengatakan bahwa anak nya tidak dapat diselamatkan Syafira berteriak dan menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga calon buat hatinya
Keenan masuk ke ruangan Syafira. Ia mendekati Syafira dan akan memeluknya. Namun Syafira menghindar.
"Pergi" ucap Syafira.
Keenan tak bergeming di tempatnya. Ia menatap Syafira dengan begitu dalam.
"Aku minta om pergi dari hadapanku, aku tidak ingin melihat om lagi" ucap Syafira.
"Tolong maafkan aku, apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Keenan.
"Om bilang pernikahan kita tidak sah kan, lebih baik om menceraikan aku daripada om berbuat dosa denganku"
Keenan terkejut mendengar Syafira mengatakan hal itu. "Aku tidak akan pernah menceraikanmu, aku sangat mencintaimu Syafira"
"AKU TIDAK PEDULI, SEKARANG AKU SUDAH KEHILANGAN ANAKKU. AKU SUDAH KEHILANGAN SEMUANYA. AKU BENAR BENAR MENYEDIHKAN SAAT INI. DITAMBAH LAGI SUAMIKU MENINGGALKAN KU SENDIRI DI KAMAR DAN MENYEBABKAN SEMUA INI TERJADI PADAKU"
Setelah puas berteriak Syafira menumpahkan tangisnya. Rasanya ia benar benar kecewa dengan dirinya sendiri.
Syafira melihat ke arah Keenan yang sama hancurnya dengan dia. Syafira langsung melepas infus yang ada di tubuhnya dan berlari ke luar rumah sakit. Ia menahan perih ketika berlari, perutnya masih terasa sakit. Tapi Syafira tak menghiraukannya. Rasa sakit di fisiknya tak sebanding dengan rasa sakit karena kehilangan bayi nya.
Keenan mengejar Syafira, tapi ia kalah cepat dengan Syafira. Kini Syafira menghilang tepat di hadapannya.
"Argghhh" Keenan memukul tembok yang ada di sampingnya. Membuat semua orang menatapnya dengan aneh.
Syafira terus berlari dengan tertatih tatih, sesekali ia terjatuh . Syafira tak tahu kemana akhirnya ia harus pergi. Saat Syafira berlari tanpa sengaja ia menubruk seseorang.
" 미안 해요 [ mian haeyo] *Saya minta maaf*
Lalu Syafira pergi. Orang yang ditabrak sama Syafira adalah Lee min ho. Yang saat itu pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya.
" 소녀가 곤경에 처한 것 같습니다" [ sonyeoga gongyeong-e cheohan geos gatseubnida]
*Sepertinya gadis itu sedang dalam masalah* batin Lee min ho.
Syafira berhenti di sebuah jalan yang ia tak tahu dimana itu. Ia memutuskan untuk duduk dan beristirahat. Syafira mengingat momen momen saat ia mengobrol dengan janinnya, saat ia membelikan baju untuk calon bayi nya. Dan banyak kenangan lainnya.
Kini, janinnya sudah tak ada lagi. Syafira benar benar menyesali semua ini. "Ya allah kenapa semua ini harus terjadi padaku"
Syafira terus menangis. Ia tak peduli dengan Keenan yang terus mencarinya saat ini. Tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya. Dan seorang pria turun dari mobil itu. Syafira mendongak dan melihat seorang bertubuh tinggi dengan memakai masker dan kaca mata hitam.
Orang itu adalah Lee min ho. " 괜찮 으세요?" [ gwaenchanh euseyo?]
*Apakah anda tidak apa apa nona?"
__ADS_1
Syafira menghapus air mata nya lalu menjawab " 네, 잘 지내요 [ ne, jal jinaeyo]
*Iya saya tidak apa apa*
Lee min ho membuka masker dan kaca matanya di hadapan Syafira. Membuat Syafira terkejut begitu saja. Ternyata orang yang ia tabrak tadi adalah Lee min ho.
"Lee min ho" lirih nya.
Lee min ho tersenyum melihat gadis itu tau siapa dirinya.
내 차에 타. 나중에 많은 사람들이 당신과 함께 볼까 두렵습니다. [ nae cha-e ta. najung-e manh-eun salamdeul-i dangsingwa hamkke bolkka dulyeobseubnida.]
*masuklah ke dalam mobil saya. saya takut akan ada banyak orang yang melihat saya bersamamu nanti.*
Syafira pun masuk ke dalam mobil Lee min ho. Lalu Lee min ho menyusul dan duduk di sampingnya.
"왜 우는거야? ( wae uneungeoya?)
*Kenapa kamu menangis?*
Lee min ho mengubah kata anda menjadi kamu.
Syafira terdiam sejenak. Ia tak tahu harus bercerita sama siapa. Mungkin kah ia harus bercerita pada idolanya ini.
나는 방금 내 아기를 잃었다 ( naneun bang-geum nae agileul ilh-eossda)
*Saya baru saja kehilangan bayi saya*
Lee min ho mengernyitkan dahinya mendengar kata bayi. "결혼 하셨나요?" (Apakah kamu sudah menikah?)
Syafira mengangguk. Ia begitu miris karena pernikahan nya bisa renggang dalam sekejap. bahkan umur pernikahannya masih tiga hari.
" 이제 귀하의 문제에 대해 자세히 설명해보십시오. 내가 너를 도울 수 있을지도 몰라" ( ije gwihaui munjee daehae jasehi seolmyeonghaebosibsio. naega neoleul doul su iss-euljido molla)
*sekarang coba kamu katakan pada saya tentang masalahmu secara rinci. mungkin saja saya bisa membantumu*
Syafira menceritakan semuanya pada Lee min ho.
" 남편이 한 일은 잘못이 아닙니다. 그는 단지 당신과 함께 죄를 짓고 싶지 않습니다. 결혼 상태가 아직 완전히 유효하지 않기 때문입니다. 그러나 그는 또한 당신을 내버려 둔 것에 대해 잘못되었습니다. 나는 당신의 종교를 이해하지 못하지만 당신의 결혼을 이해합니다 ( nampyeon-i han il-eun jalmos-i anibnida. geuneun danji dangsingwa hamkke joeleul jisgo sipji anhseubnida. gyeolhon sangtaega ajig wanjeonhi yuhyohaji anhgi ttaemun-ibnida. geuleona geuneun ttohan dangsin-eul naebeolyeo dun geos-e daehae jalmosdoeeossseubnida. naneun dangsin-ui jong-gyoleul ihaehaji moshajiman dangsin-ui gyeolhon-eul ihaehabnida)
*apa yang dilakukan suami kamu tidak salah. ia hanya tidak ingin melakukan dosa bersamamu. karena status pernikahan kalian yang belum sah sepenuhnya. Tapi dia juga salah karena meninggalkanmu sendirian. saya tidak mengerti dengan agama kalian, tapi saya mengerti dengan pernikahan kalian*
" 그래서 내가 무엇을해야하니? ( geulaeseo naega mueos-eulhaeyahani?)
*lalu apa yang harus saya lakukan?*
*kembalilah pada suami mu, saya yakin saat ini dia sedang mencari dan mengkhawatirkanmu*
"Apa yang dikatakan dia benar, saat ini om Keenan juga sama hancur nya denganku. Tidak seharusnya aku mengatakan hal itu"
Melihat Syafira yang sedang berpikir, Lee min ho tersenyum.
"남편 사진 가지고 있니? 매니저가 그를 찾아서 여기로 데려 오도록 할게요"
(nampyeon sajin gajigo issni? maenijeoga geuleul chaj-aseo yeogilo delyeo odolog halgeyo)
*apakah kamu punya foto suami mu? saya akan menyuruh manager saya untuk mencari dan membawanya kesini)
Syafira memberikan foto Keenan pada Lee min ho. Lalu Lee min ho menyuruh manager nya untuk mencari Keenan di sekitar rumah sakit tempat ia bertemu Syafira tadi.
Sambil menunggu, Lee min ho berusaha menghibur Syafira dengan lelucon nya. " 오빠 감사합니다
(gamsahabnida) *Terima kasih*
"Nee" (iya)
Beberapa saat kemudian, manager Lee min ho datang dengan membawa Keenan di sisinya. Keenan terkejut melihat Syafira bersama lee min ho di dalam mobilnya.
" 먼저 들어가서 얘기 할게요
meonjeo deul-eogaseo yaegi halgeyo
*sebaiknya kamu masuk dulu, baru kita bicara* ucap Lee min ho.
Keenan masuk ke dalam mobil Lee min ho. Lalu menatap Syafira yang saat ini sedang mengalihkan pandangannya.
Keenan menatap ke arah lee min ho, yang dijawab anggukan oleh Lee min ho.
"Syafira, aku benar benar minta sama kamu. Aku tahu, aku memang laki laki ter breng*** di hadapanmu saat ini. Kamu boleh menghukumku dengan apapun tapi tidak dengan kata cerai"
Air mata Syafira turun lagi. Lalu tanpa pikir panjang lagi Syafira menghambur ke pelukan Keenan. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Keenan. "Aku juga minta maaf om, seharusnya aku tidak mengatakan itu pada om"
"Enggak, kamu enggak salah. Ini semua aku yang salah. Seandainya aku tidak meninggalkanmu ini pasti tidak akan terjadi"
Keenan mencium kening Syafira berkali kali.
__ADS_1
Lalu matanya teralih pada Lee min ho yang sedang menyaksikannya saat ini.
" thank you for helping my wife and helping me find her"
*terima kasih karena kamu telah membantu istri saya dan membantu saya menemukannya*
Lee min ho menjawab nya dengan bahasa inggris. "You' re welcome"
Lee min ho melirik ke arah jam tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 10 siang. Sebentar lagi ia harus harus syuting.
" 총을 쏠 게요, 집에 데려다 줄까요?
chong-eul ssol geyo, jib-e delyeoda julkkayo?
*saya akan pergi syuting, apakah kalian mau ku antar pulang?* ucap Lee min ho.
Syafira menggeleng " 오빠는 필요 없어 병원으로 돌아갈 게
pil-yo eobs-eo byeong-won-eulo dol-agal ge
*tidak usah, kami akan kembali ke rumah sakit*
Lalu Syafira mengajak Keenan turun dari mobil. Setelah kedua nya turun.
" 오빠, 내가 슬픈시기가 아니었다면 오빠 랑 사진 찍어달라고했을 텐데
naega seulpeunsigiga anieossdamyeon lang sajin jjig-eodallagohaess-eul tende
*seandainya saya tidak dalam masa bersedih pasti saya akan meminta berfoto bersamamu
Lee min ho tersenyum pada Syafira. " 슬퍼 하지마 다음에 만나요
seulpeo hajima da-eum-e mannayo *Tidak usah bersedih lain kali kita bisa bertemu lagi*
* 좋아 그럼 내가 먼저 갈게 나중에 봐
joh-a geuleom naega meonjeo galge najung-e
*baiklah kalau begitu saya pergi dulu, sampai jumpa lagi*
Setelah itu Lee min ho pergi bersama managernya. " 매력적인 소녀
maelyeogjeog-in sonyeo *Gadis yang menarik* batin Lee min ho.
Syafira menatap Keenan "Kalau begitu, kita kembali ke rumah sakit. Aku ingin menguburkan janin ku di korea, karena tidak mungkin dibawa ke indonesia" ucap Syafira.
"Baiklah, ayo kita lakukan"
Syafira dan Keenan kembali ke rumah sakit. Mereka meminta pihak rumah sakit untuk membantu nya mengubur. Pihak rumah sakit setuju, mereka menguburkan janin Syafira di pemakaman khusus orang islam di korea.
Setelah itu pihak rumah sakit kembali, dan tinggallah Syafira dan Keenan. Syafira kembali menangis. Padahal Ia sangat mengharapkan kehadiran buah hati nya itu.
"Dokter mengatakan kalau anakku perempuan, aku akan memberi nya nama Keysa sahara ayuna. Aku akan memanggilnya Keysa yang artinya anak perempuan kesayangan"
Syafira mencium nisan Keysa. Kemudian ia mengambil bunga yang ia beli di jalanan tadi. Syafira menaburkannya di atas nisan Keysa.
"Maafin bunda sayang..maaf, karena bunda ceroboh kamu jadi tidak bisa lahir ke dunia. Maafin bunda"
Hati Keenan terenyuh melihat Syafira begitu menyayangi almarhum putrinya itu. Keenan merasa amat bersalah pada Syafira.
Keenan memeluknya untuk memberi kekuatan pada Syafira.
"Bunda janji, sampai kapan pun bunda akan selalu menyayangi keysa. Dan keysa selalu ada di hati bunda"
Syafira terus berbicara pada nisan putrinya itu. Ia tak henti hentinya berbicara. Syafira menghabiskan dua jam untuk berbicara bersama nisan putrinya.
"Sayang, kita pulang dulu ya. Ini sudah siang. Nanti kapan kapan kita bisa kesini lagi"
"Enggak, aku mau disini menemani Keysa. Kalau aku pulang siapa yang akan menemani Keysa"
Keenan menghela nafasnya dengan berat. Ia masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri. Karena kelalaiannya, Syafira harus kehilangan janinnya.
Keenan berusaha membujuk Syafira untuk pulang, karena Syafira belum makan dari tadi pagi. "Ayo kita pulang dan makan. Kamu dari tadi pagi belum makan. aku yakin keysa akan sedih kalau bunda nya tidak mau makan"
"Aku yakin sekarang Keysa sudah berada di tempat yang terbaik, yaitu surga" lanjut Keenan.
"Bunda pulang dulu ya sayang, lain kali bunda akan datang lagi"
Cupp
Syafira mencium nisan Syafira. Rasanya berat untuk meninggalkan kuburan Keysa.
Keenan merangkul Syafira dan berjalan pulang. Keenan memutuskan untuk membawa pulang Syafira ke indonesia hari ini juga. Ia akan memberi kabar kepada orang tua nya dan mertuanya mengenal hal ini.
"Keysa sahara ayuna, terima kasih telah menemani hari hari bunda. Bunda sangat menyayangimu. Semoga kau tenang dan bahagia di alam sana. Bunda akan selalu mendoakanmu dari sini. Bunda pasti akan selalu merindukanmu nak. Maafkan bunda karena tidak bisa menjagamu" batin Syafira.
__ADS_1
"Keysa sahara ayuna, maafkan ayah karena gagal melindungimu. Walaupun kamu bukan putri kandung ayah tapi ayah sangat menyayangimu" batin Keenan.