Bukan Janda

Bukan Janda
Azka dan Azkia


__ADS_3

Syafira memotong kue ulang tahun menjadi beberapa bagian kemudian ia memberikannya pada si kembar terlebih dahulu karena mereka lah pemilik acara hari ini.


"Ini kue untuk Azka dan ini kue untuk Azkia. Kalian mau kasih suapan pertama buat siapa?" Tanya Syafira pada kedua anak anaknya. Azkia dan Azka saling bertatapan untuk beberapa saat.


"Ka ai ama nda alo kia atanya au ama apa" (Azka mau sama bunda kalo kia katanya mau sama papa) ucap Azka mewakili adiknya.


"Mau sama papa sama bunda? Boleh. Yuk Mas kita berlutut biarkan mereka menyuapi kita dengan kue ulang tahunnya. Keenan mengangguk mereka segera berlutut di depan anak anaknya.


Kedua pemandangan itu disaksikan secara live oleh keluarga mereka. Alvin merekam kegiatan mereka tapi ia memfokuskan pada si kembar keponakannya.


Azka mencomot kuenya lalu menyuapinya pada Syafira, tapi ternyata suapan Azka meleset dan malah mengenai pipi Syafira. Alhasil pipi Syafira menjadi belepotan.


Alvin tertawa melihat tingkah menggemaskan Azka, ia mendekatkan handphone nya pada Syafira dan merekamnya juga. "Wajah kamu cemong Sa" ucapnya.


Syafira hanya tersenyum. "Maaf Nda, Ka nda sengaja." (Maaf bunda Azka nggak sengaja)


"Engga papa Nak. Ayo Sekarang Azkia yang suapin papa"


Berbeda dengan Azka, Azkia mengambil kue nya hati hati dan menyuapkannya sepotong kue untuk Keenan. Keenan menerimanya dengan senang hati. Ia membuka mulutnya lebar lebar dan memakannya. "Hmmm kue Azkia manis sekali" ucapnya.


"Enelan apa, kia uapin ong?" (Beneran pa? Kia suapon dong" Keenan mengambil kue nya dari tangan Azkia dan menyuapinya. "Gimana bener kan kata papa?" Azkia langsung mengangguk.


"Kia gak mau nyuapin om alvin juga? Om alvin sudah nunggu dari tadi padahal" Alvin pura pura marah dengan Azkia. Azkia berjalan dengan pelan pelan kemudian menarik narik baju Alvin.


"Oom inggi anget, imana kia au uapin" (Om tinggi banget, gimana Kia mau nyuapin) Alvin pun menyejajarkan dirinya dengan tinggi Azkia. "Nah ini om sudah pendek, suapin dong"


Dengan tangan mungilnya Azkia mengambil sisa sisa kue yang dipegangnya dan memasukkannya ke dalam.


"Nyaamm enak banget. Sebagai hadiahnya nih om kasih Azkia boneka" Alvin memang belum sempat membungkus bonekanya dengan kertas kado, karena ia langsung buru buru kesini.


"Wah omelannya antik anget om ayak kia" (wah bonekanya cantik banget om kayak kia) Alvin terkekeh kemudian ia mengacak acak puncak kepala Azkia.


.


.


Azka dan Azkia sudah berada di kamar. Mereka lagi memegang mainan hasil dari kado yang mereka dapatkan. Azkia memainkan bonekanya sendirian. Sedangkan Azka mobil mobilan.


"Abam, Kia injem obil obilannya dong" (Abang kia pinjem mobil mobilannya dong)


"Dak oleh" (gak boleh)


"Ih injem sebental oang" (ih pinjem sebentar doang)


"Okoknya etep ak oleh, ini emua punya aban" (pokoknya tetap gak boleh, ini semua punya abang)


Azkia menangis dengan keras karena idak diperbolehkan meminjam mobil mobilan Azka. Azka tidak peduli ia tetap bermain dengan mobil mobilan miliknya.


Syafira yang sedang membersihkan ruangan pun langsung berlari karena mendengar suara tangis anaknya. Ia membuka pintu nya dengan cepat "Azkia, kenapa nak. Bilang sama bunda Azkia kenapa kok nangis"


"Abam ndak au injemin obil obilannya" (Abang enggak mau minjemin mobil mobilannya) tunjuk Azkia pada Azka. Syafira beralih menatap Azka.


"Abang kenapa gak mau minjemin adiknya mobil mobilan?" Tanya Syafira dengan lembut. "Ka ndak mau nda, nti obil obilannua dilusak ama kia. Ka ayang ma obil obilannya ini" (Azka tidak mau bunda, nanti mobil mobilannya dirusak sama kia. Azka sayang sama mobil mobilan ini"


Dengan sabar Syafira mengusap usap puncak kepala Azka. "Azka tidak sayang Kia?" Tanyanya. "Ayang nda" (sayang bunda). Lalu Suafira yersenyum. "Azka lebih sayang sama adek apa mobil mobilam?"


Azka diam sebentar kemudian ia menatap wajah adiknya yang habis menangis karenanya. "Ka ebih ayang ama kia nda" (Azka lebih sayang sama Kia bunda)


"Nah kalau begitu beri adikmu meminjam mobil mobilan ya, kan kalian bisa main bersama. Gak boleh berantem kayak gini. Nanti Jadi temannya setan"


"Kalian mau jadi teman temannya setan?"


Azka dan Azkia menggeleng secara bersamaan. Tiba tiba Keenan masuk ke dalam kamar, ia sehabis dari kamar mandi tadi karena membuang sampah di dalam kamar mandi. Jangan tanya sampah apa itu. Kalian pasti mengetahui dan pernah melakukannya.


"Anak anak kenapa?" Tanya Keenan yang baru saja tiba. "Biasa, mereka sempat berantem karena mobil mobilan, ya udah aku nasehatin aja" ucap Syafira.


"Kamu sabar banget ngadepin mereka" komentar Keenan. Syafira menghela nafasnya secara beraturan kemudian ia mengusap keringat Keenan di pelipisnya.


"Ini kamu keringetan Mas" ucap Syafira. "Tadi Mas susah buang air besar, udah berusaha sekuat tenaga sampe keringetan semua. Baru setelah sepuluh menit kemudian emang nya jatuh" jawab Keenan sambil terkekeh.

__ADS_1


"Dasar jorok, pake diomongin segala" Keenan tersenyum meringis. Lalu ia membalikan tubuh Syafira dan memeluknya dari belakang. "Mau nabung lagi gak?"


"Nabung? Nabung apa" tanya Syafira. Keenan menyentuh perut rata Syafira dan berbisik di telinganya. "Nabung anak anak yang lucu, biar disana depan kita akan menjadi orang kaya anak"


"Kamu ada ada aja deh Mas, kata dokter dua anak sudah cukup. Lagian Azka dan Azkia masih kecil untuk punya adik lagi" jawab Syafira. Tangannya memegang tangan Keenan yang melingkar di tubuhnya.


"Hmm yaudah, tapi mau prosesnya aja gimana?" Ucap Keenan. "Proses? Proses apa?" Keenan tersenyum evil. "Proses pembuahan rahim, aku mau kita melakukan ibadah malam ini" jawab Keenan.


"Anak anak gimana? Mereka kan tidur disini' ucap Syafira sambil menolehkan kepalanya ke arah Keenan. Keenan tersenyum, ia mencium kepala belakang Syafira.


"Kita lakuin di tempat yang aman aja, seperti kamar mandi gitu" Syafira melepaskan diri dari Keenan. "Kamu mau ngelakuin ibadah atau bintang B***p mas?" Sindirnya.


"Mulutnya ya minta dicium" ucap Keenan. Syafira hanya memutar bola matanya dengan malas. "Apa apa ayo ain obil obilan ama ka" (Papa papa ayo main mobil mobilan sama Azka)


Keenan menoleh dan menatap Azka. Kemidian ia duduk di atas kasur sambil memangku Azka.


"Mau main sama papa? Ayo" Azkia berjalan mendekati Keenan meminta di pangku. Keenan juga memangku Azkia di paha sebelah kanannya.


"Duduk dulu, atau kamu mau Mas pangku juga?" Tanya Keenan ketika melihat Syafira masih dalam posisi berdiri. Syafira pun duduk bersama mereka.


"Ini obil apa, ini obil ka. Yoyo ita alapan pa. Alo ka enang elalti ka ago." (Ini mobil papa, ini mobil Azka. Ayo kita balapan pa, kalaj Azka menang berarti Azka jago)


"Bunda boleh ikutan?" Tanya Syafira. Ia ingin bermain bersama dengan Azka. "Nda oleh, nda alo ain obil obilan uka alah, unda ndak ago" (Enggak boleh, bunda kalo main mobil mobilan suka kalah, bunda tidak jago)


Syafira mengerucutkan bibirnya. "Kia main boneka tuk sama bunda, bunda pengen main sama Azka tapi gak boleh. Kalo sama kia, kia mau enggak?"


Azkia menggeleng, ia nefdiri dan memeluk leher Keenan. "Kia au ama apa aja, coalnya apa wangi' (Kia mau sama papa aja soalnua papa wangi)


"Emangnya bunda enggak wangi?" Tanya Syafira lagi. Azkia menggeleng. "Nda au, antik antik ok au. Kia aya angi ni" (Bunda bau, cantik cantik kok bau. Kia aja wangi nih)


Syafira mencium kedua lengan yang menghubungkan tubuh dengan tangan alias ketiaknya. "Enggak kok bunda gak bau" jawabnya.


"Pokoknya nda au uma kia aja yang angi" (pokoknya ninda bau cuma kia aka yang wangi)


"Kia nda oleh itu, nda angi kok. Kekurangan nda uma atu. Alo ain obil obilan uka alah telus ama ka" (Kia enggak boleh gitu, bunda wangi kok. Kekurangan bunda cuma satu. Kalo main mobil mobilan suka kalah sama Azka)


"Udah udah, ayo Azka main mobil mobilan sama papa" mereka pun bermain mobil mobilan bersama, kadang Keenan mencurangi Azka hingga membuat Azka melemparkan mobil mobilannya padanya.


"Ciyap apa"


"Anak pinter"


Kemudian mereka berempat berbaring di atas kasur dengan selimut yang menutupi mereka. Syafira memeluk anak anaknya dari samping. Ia menyanyikan lagu untuk mereka.


"Azka bobok, Azkia bobo kalau tidak bobok digigit nyamuk" Syafira menepuk nepuk paha merdeka agar cepat tertidur. Tapi bukannya mereka yang tidur duluan tapi malah Keenan. Mungkin suara Syafira terlalu merdu bagi nya..


Keenan tidur dengan suara dengkuran yang lumayan keras hingga membuat Azka dan Azkia yang berada di sebelahnya tidak bisa tidur.


"Nda entikan suala apa yang ayak laksasa itu , tinga kita akit nda ndegelinnya' (bunda, hentikan suara papa yang kayak raksasa itu  telinga kita sakit bunda dengerinnta)


"Papa kalau tidur suka gitu Nak, jadi ayo tidur saja ya. Bunda nyanyiin deh sampe kalian sudah tidur" ucao Bunda. Azka mengangguk. Syafira menyanyikan lagu untk mereka lagi


Berkali kali suafira menyanyikan lagu untuk mereka namun tetap saja anak anak nya tidak bisa tidur. Itu semua karena suara dengkuran Keenan.


Akhirnya ia mengajak anak anaknya pindah dan tidur di kamar tamu. Kalau tidak begitu mereka pasti tidak akan bisa tidur semalaman


Syafira membuka pintu kamar tamunya dan masuk dengan Azka dan Azkia..


Setelah pindah kamar, si kembari bisa tidur dengan tenang. Tak ada lagi suara dengkuran yang mengganggu mereka. Biasanya mereka tak pernah mendengar suara dengkuran keenan.


Karena mereka selalu tidur lebih awal, tai untuk hari ini adalah pengecualinya. Syafira berbaring bersama mereka dan segera menutup mata untuk tidur.


.


.


Keesokan harinya, hari ini Keenan dan Syafira berniat untuk pindah dan membereskan semua barang yang ada di apartemwn mereka.


Syafira dan Keenan menitipkan si kembar pada majendra.

__ADS_1


"Mas, boneka ini bawa semua ini ya? Ini boneka kesayangan aku pas dikasih sama kamu dulu" ucap Syafira ketika melihat boneka besarnya di dalam kamarnya.


"Bawa aja gak apa, lagian bisa dikasih sama Azkia kok. Dia kan juga suka boneka" ucap Keenan.


"Iya sih, yaudah aku angkut aja ke mobil pengangkut barang." Keenan mengiyalan ia sibik membereskan dan membawa apa uang perlu mereka bawa. Keenan tidak membawa semuanya karena sewaktu waktu ia bisa tinggal disini kalau dalam keadaan darurat.


Setelah semuanya beres Keenan mengakut ke mobil yang ia sewa untuk merakit barang barangnya. Seperti meja kerja nya dan lain lain.


Ia juga membawa berkas berkas penting keluarganya karea tidak mungkin ia meninggalkannya.


"Pak, tolong antarkan ke alamat ini ya" ucap Keenan sambil memberikan sebuah kertas yang bertuliskan nama alamat rumah Mahednra. "Baik pak" jawab sang supir.


.


.


Seorang wanita paruh baya datang mengunjungi rumah Mahendra. Ia memeriksa alamat yang telah ia dapatkan itu dan ternyata benar. Dengan langkah pelan wanita itu berjalan dan  menuju ke arah rumah itu


Wanita itu memnyikan bel tiga kali hingga akhirnya seseorang membukanya. "Maad ini siapa ya?" Wanita itu adalah Riya, teman wina yang akan menjadi ibi susu untuk Alfon"


"Maaf, ibu siapa ya? Dan ingin bertemu dengan siapa?" Tanya Mahendra ketika ia bertemu untik pertama kalinya dnmengan Riya teman Wina itu.


"Sebelunya perkenalkan nama saya Riya andini, saya kemarin yang ditelfon oleh Wima untuk ditawari mejadi ibu susu untuk anak anda" jawab Riya sambil menatap Mahendra.


"Oh baiklah ayo silahkan masuk dulu" Mahendra mempersilahkan Riya untuk masuk ke dalam rumahnya. Ia mengajaknya ke ruang tamu sdan duduk disana untuk membicarakan sesuatu.


"Jadi bagaimana? Anda bersedia menjadi ibu susu buat anak saya. Sejak kemarin dia belum mendapatkan setetes asi pun" ucap Mahendra langsung ketika ia mendudukkan bok*ngnya di sofa.


"Saya bersedia, tetapi saya tidak mau dibayar. Saya melakukannya dengan ikhlas. Anak Anda Keenan pernah membantu saya dulu. Jadi sekarang saya akan membantu Anda sebahai ayahnya"


Mahendra tersenyum tipis, diam diam ia bangga dengan Keenan karena selalu menyebar kebaikan dimana pun dan kapan pun. Mahendra tidak pernah salah mengajar dan mendidik Keenan hingga ia menajdi seperti ini.


"Baiklah, bisakah anda memulainya sekarang. Alfon anak saya pasti sedang merasa hauh" ucap Mahendran. "Baiklah, serahkan anak anda pada Saya" Mahendra menyerahkan ALfon pada Riya.


"Dimana saya bisa menyusuinya?" Tabya Rita


"Oh Anda bisa memberinya di dalam kamar sebelah sana" ucap Mahendra. Riya mengangguk kemudian berjalan menuju kamar yang ditunjuk oleh Mahendra untuk menyusui Alfon.


Riya membuka pintu kamarnya dan menutupnya kembali. Ia duduk di atas kasur dan melihat ke arah bayi tak berdosa itu. Rita jadi teringat dengan anaknya yang sudah meninggal.


Dengan perlahan ia membuka kancing bagian atasnya dan mengeluarkan dadanya. Kemudian Riya berusaha memancing Alfon agar mau meminum asinya.


Di luar dugaan, Alfon langsung menerima Asi Riya dengan cepat, ia mengenyotnya dengan cepat. Hati riya merasa terenyuh karena bayi sekecil itu harus kehilangan ibunya.


Dalam dekapan Riya, Alfon merasa tenang. Mulutnya tidak berhenti untuk meminum asi. Ini adalah pertama kalinya Alfon diberi minum asi sementara kemarin ia sempat diberi susu formula karena pada saat iru Mahendra belum menemhkan ibu susu untuk Alfon.


"Opa..opaa...." Azka dan Azkia berlaei ke arah Mahendra yang sedang duduk santai di sofa. Mereka membawa mainannya dan berdiri di hadapan Mahendra.


"Jangan lari lari nak nanti jatuh" ucap Mahendra. Azka dan Azkia duduk di lantai dan menatap Mahendra. "Kalian kena0a?" Azka menjawab. "Ita au eli es klim opa" (kita mai neli es keim opa)


"Enggak boleh Nak, nanti kalian batuk" ucap Mahednra seraya menatap kedua cucunya. "Api kia ama abam ndak pelnah atuk kok" (Tapi kia sama abang tidak pernah batuk kok)


"Tetap saja tidak boleh, bunda kalian kan melarangnya. Memangnya kalian mau bunda kalian menangis karena kalian makan ea krim?" Tanyanya pada kedua anak kembar itu.


"Ndak au opa" jawab mereka kompak. "Nah kalau tidak mau, Azka dan Azkia harus jadi anak yang baik ya. Jangan nakal dan harus nurut apa kata orang.."


"Olang tua opa"


"Pinternya cucu opa"


"Opa nda mana, kok nda elum pulang" tanya Azkia pada Mahendra. Mahendra mengangkat tubuh mereka ke pangkuannya. "Nda lagi pergi sayang bentar lagi bunda bakal pulang"


Suara deru mobil terdengar dari luar rumah. Keenan dan Syafira sudah tiba di rumah dengan kondisi barang barangnya sudah tiba kuga. Keenan dan Syafira menyuruh sopir untuk mengangkatnya ke dalam.


Suafira dan Keenan masuk ke dalam dan langaig disambut oleh anak anak mereka. "Apaaaaaa....Ndaa......" mereka berlari lalu minta gendong pada Keena dan Syafira.


"Hei anak anak bunda'


"Bunda, Kia angen"

__ADS_1


Keenan terkekeh melihat Azkia bergelayut manja di tangannya tapi mengatalan kangen pada Syafira.


__ADS_2