
Keenan tidur menyamping di depan Syafira, ia mengelus perut sang istri yang terus merasa mual. Keenan tidak tega melihat raut wajah Syafira yang sangat lemas.
"Sssshhhhh" Syafira mendesis karena usapan tangan Keenan yang sangat lembut sehingga membuatnya terasa geli.
"Geli Mas" ucap Syafira.
Keenan terkekeh lalu kembali mengusap perut Syafira tapi kini tangannya sudah merambat ke atas. Tangan yang semula berada di perut Syafira sekarang telah berpindah ke puncak gunung Syafira.
Keenan mempermainkan ujung dari gunung Syafira, ia memutar dan memelintirnya dengan gemas. Rasa mual dan sakit Syafira menghilang karena ulah Keenan.
"Masih mual gak?"
"Enggak Mas"
Keenan tersenyum penuh arti. "Sepertinya kamu suka kalau Mas nenenin ya?"
"Apa sih Mas, biasa aja deh"
Keenan menyingkap baju yang dipangkai Syafira sampai ke atas dadanya, dada Syafira yang ditutupi bra pun kelihatan. Keenan merasa tergoda dengan pemandangan yang ada di depannya.
Keenan menatap Syafira meminta izin untuk melakukannya. Syafira tersenyum kecil lalu mengangguk. Senyuman dari Syafira membuat Keenan semangat. Ia langsung melahap makanan lezat di depannya.
Sementara Keenan menemani Syafira di kamar, semua anggota Lavenzi yang telah selesai makan makan kini terkapar di ruang tengah. Semuanya kekenyangan. Bahkan mereka tertidur seperti tumpukan jerami karena saking banyaknya.
Mahendra dan Tio hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat hal itu. Keduanya memutuskan untuk membiarkan teman teman Keenan.
"Tio, Wina, Mela sebaiknya kita pulang saja daripada mengganggu acara anak muda kita"
"Kamu benar; kalau begitu ayo kita pulang"
Semuanya memutuskan pulang dan meninggalkan Apartemen Keenan.
Beberapa jam kemudian, Suara alarm membangunkan tidur nyenyak Keenan. Ia mematikan alarmnya lalu melirik ke arah angka yang tertera.
"Masih jam 6? Eh bentar Jam 6 sore?" Keenan terlonjak dari tidurnya sehingga membuat Syafira bangun.
"Kenapa Mas?"
"Mending kita bangun yuk, habis itu langsung shalat magrib"
'Bukannya masih pagi ya Mas?'
Keenan terkekeh dibuatnya lalu ia membuka gorden kamarnya dan memperlihatkan hari yang sudah gelap. "Ini sudah petang sayang, ayo kita mandi dulu dan siap siap buat shalat'
"Iya Mas"
Keenan membuka pintu kamarnya, ia berniat untuk mengambil handuknya yang berada di luar. Tapi pemandangan yang ada di depannya membuatnya tak bisa berkutik.
Ruang tengah yang biasa ia pakai untuk menonton bersama istrinya kini sudah penuh dengan tubuh yang bergelimpangan saling tindih. Siapa lagi kalau bukan teman teman Keenan.
Reno menggeliat dari tidurnya dan membuka matanya. Saat melihat Keenan tiba tiba saja Reno berteriak. "Setaaaaaaaaaaan"
Saat Reno berteriak semuanya terbangun tanpa kecuali; mereka mengumpulkan nyawa dan melihat ke arah Keenan juga.
Bukan hanya Reno saja yang berteriak semuanya bahkan ikut ikutan. Membuat Keenan mendesah kesal. "Kenapa kalian berteriak? Memangnya wajah tampanku ini menakutkan sampe bikin kalian teriak?"
Dito menyengit tak berdosa. "Ya lagian lo ngagetin kita sih kenapa tiba tiba ada disitu"
"Gue mau mandi makanya gue lewat sini. Gue kira kalian udah pulang tahu nya ketiduran disini"
"Gue nginep aja deh Nan, males gue pulang ke rumah"
"Gue juga Nan"
"Kita juga dong Nan, sekali kali nginep di apartemen lo"
Keenan menghembuskan nafasnya, "ya udah sekarang gue sama Syafira mau mandi dulu. Kalian cepat nyusul abis itu kita shalat berjamaah"
"Lo bolehin kita nginep?"
"Hmm"
__ADS_1
"Yes, thank you Na. I lup yu full deh'
Keenan lalu mengambil handuknya dengan cepat dan kembali ke kamarnya. Apartemen Keenan memiliki tiga buah kamar mandi. Satu di kamar Keenan dan dua lagi di sebelah dapur.
Keenan membuka pintu kamar mandi dan langsung masuk begitu saja. Ia tak peduli kalaupun istrinya sedang berada di dalam. Toh mereka berdua sudah pernah mandi bersama.
Syafira yang melihat Keenan ikut masuk ke dalam kamar mandi agak sedikit menjauh. Meskipun mereka sering mandi bersama tapi tetap saja Syafira merasa malu. Apalagi saat Keenan memperlihatkan punggung tegap dan perut indahnya.
"Kenapa menjauh? Sini deketan. Mas mau nyabunin kamu"
Syafira menggeleng "Aku tahu Mas cuma modus doang ujung ujungnya nanti mainin aku, iya kan?"
Keenan tertawa pelan "Kamu tahu banget kebiasaanku ya"
Syafira melanjutkan acara mandinya. Ia menggosok sabun ke seluruh tubuhnya tanpa mempedulikan Keenan yang sedang memperhatikannya dari tadi.
Karena merasa risih dilihatin, Syafira menegur Keenan. "Apa liat liat?"
"Galak amat sih sama suaminya"
"Udah deh Mas, mendingan cepetan mandi. Nanti waktu magrib keburu habis karena kita lama mandi"
"Iya tuan ratu"
Mereka menyelesaikan mandi nya hanya dalam waktu 20 menit.
Setelah itu mereka semua shalat berjamaah dengan Keenan yang menjadi imamnya. Mereka shalat di mushala kecil dalam Apartemen yang tidak terlalu luas. Alhasil mereka saling berdempetan.
Keenan mulai membaca surat Alfatihah dengan suara yang sedikit dikeraskan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - ١
bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ - ٢
al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ - ٣
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ - ٤
māliki yaumid-dīn
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ - ٥
iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ - ٦
ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ - ٧
ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn
"Aamiiin" ucap mereka serentak.
Saat semua orang sedang khusyuk melaksanakan shalat tiba tiba terdengar suara yang begitu mengejutkan.
"Brutt tutttttt"
Suara itu juga disertai bau yang menyengat. Reno, Dito dan Kevan menahan nafas karena tidak kuat dengan bau tersebut.
Pemilik dari suara tersebut segera membatalkan shalatnya. Ia mundur secara diam diam lalu pergi mengambil wudhu lagi.
"Kenapa bisa kelepasan sih kentutnya" gerutu Farhan.
Setelah mengambil wudhu Farhan segera menyusul shalat magrib. Walaupun ia harus ketinggalan beberapa rakaat.
"Assalamualaikum warahmatullah" Keenan menoleh ke arah Kanan lalu diikuti para makmumnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullah" lanjutnya ke arah kiri.
Semuanya mengusapkan tangan ke wajah lalu saling bersalaman. Syafira mengambil tangan Keenan lalu menciumnya dengan khidmat. Keenan tersenyum lalu mengecup kening Syafira dan mendoakannya.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WA DZURRIYYAATINAA QURROTA A'YUNI WAJ-'ALNAA LILMUTTAQIINA IMAAMA
Artinya :
Ya Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan anak cucu kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.
Syafira mengangkat wajahnya lalu tersenyum kepada suaminya dengan tulus.
"Btw tadi lo dengar suara yang aneh gak? Udah gitu ada bau nya lagi" oceh Reno seperti biasa.
"Iya, bau nya busuk banget kayak tai kucing. Aku hampir aja bersin gara gara mencium bau itu." Ucap Kevan.
"Sumpah, lo dengar gak Nan? Tadi suaranya keras banget soalnya" tanya Dito
"Itu suara kentut kan? Siapa di antara kalian yang tadi kentut" ucap Keenan dengan memicingkan matanya.
Farhan pura pura tidak tahu, ia hanya duduk diam dengan santai. Lalu mata Keenan terarah padanya.
"Han, kenapa lo diam aja? Atau jangan jangan lo pelakunya. Lo kan yang kentut tadi?"
Semuanya menatap Farhan dengan tatapan menyelidik. Membuat Farhan merasa seperti pelaku kejahatan.
"Iya gue ngaku, itu emang gue yang kentut. Tapi tadi gue udah ambil wudhu lagi dan ikut shalat lagi"
Syafira menggelengkan kepalanya. "Pantesan aja bau nya kayak tai kucing, ternyata itu kentut lo Han"
"Makan apa sih lo sampe kentutnya bau gitu?'
"Kemarin gue makan pete satu piring jadi mungkin bau nya ikut sama kentut gue" Farhan menggaruk kepalanya dengan sedikit malu.
"Bwuhahahaaaaaa" semuanya tertawa ngakak mendengar hal itu.
"Diem woyy, jangan bikin gue tambah malu napa"
"Ah biasanya ohan kan malu maluin kenapa sekarang punya malu juga" ucap Syafira.
"Bodo ah emang disini gue yang paling tersakiti, kalian tega sama gue"
"King Drama" cibir Keenan.
Farhan hanya mengerucutkan bibirnya.
Setelah melakukan shalat magrib,Kemudian mereka mengobrol dan bercanda di ruang tengah sampai jam 9. Keenan menyiapkan tempat untuk tidur buat teman temannya. Ia bahkan menyiapkan selimut dan bantal untul mereka. Tak lupa kipas angin agar mereka tidak kepanasan.
"Tidur yang nyenyak, jangan sampe kalian kebablasan. Apalagi jeruk makan jeruk."
"Lo gak mau gabung sama kita Nan tidur di lantai sini?"
Keenan tertawa kecil "Gue sih mau aja, tapi bini gue gak bisa tidur tanpa gue. Jadi gue mau ngelonin istri di kamar. Kalian jangan iri ya? Bye"
"Dasar kutil kuda"
Keenan kembali ke kamar dan menemukan istrinya yang sedang membaca buku kehamilan. Keenan masuk ke dalam selimutnya dan menghimpitkan tubuhnya ke tubuh Syafira.
"Lagi baca apa hmm" ucap Keenan.
"Baca buku"
Keenan mengambil buku nya dari tangan Syafira dengan pelan lalu menaruhnya di nakas samping tempat tidurnya.
"Udah malam, bobo aja yuk"
"Ya udah"
"Good night"
__ADS_1
"Night too"
Keenan mematikan lampu nya lalu tidur dengan memeluk Syafira.