Bukan Janda

Bukan Janda
Permintaan Syafira


__ADS_3

Wina masuk ke dalam kamar Syafira dengan membawa nampan yang berisi teh dan biskuit. Wina membangunkan Syafira dari tidur nya.


"Sayang, ayo bangun. Ibu hamil tidak boleh terus terusan tidur. Makan lah ini supaya mual mu hilang" ucap Wina.


Syafira terbangun, kemudian ia duduk. Syafira mengambil biskuit dan menyelupkannya pada teh. Wina tersenyum melihat putri nya yang makan biskuit dengan lahap.


"Bu, sepertinya Syafira ingin sesuatu" ucap Syafira tiba-tiba.


"Katakan saja sayang, ibu pasti akan mengabulkannya" ucap Wina.


"Syafira tiba tiba ingin mendandani ibu, boleh kan?" ucap syafira. Mata Syafira terlihat berbinar binar saat mengucapkan itu.


"Pasti bawaan bayi ya, ya sudah ibu ambil peralatan make up dulu. Kamu tunggu disini bentar." ucap Wina.


Wina pergi ke kamar nya dan mengambil semua peralatan make up nya. Melihat peralatan make up Syafira langsung bertepuk tangan layak nya anak kecil.


"Nih sayang" Wina memberikannya pada Syafira.


"Sekarang ayo ibu duduk, biar Syafira make up in ibu"


Dengan pasrah akhirnya Wina duduk di depan Syafira. Ia akan menuruti kemauan putrinya. Syafira mulai membuka peralatan make up nya dan mengacak acak nya. Pertama ia mengambil lipstik, Syafira mengarahkan lipstik itu ke alis wina bukan ke bibir. Syafira mewarnai alis hitam Wina dengan lipstik.


"Wah ibu, belum apa apa udah cantik aja" ucap Syafira. Wina hanya terdiam dan menikmati apa yang dilakukan Syafira terhadapnya. Kemudian Syafira mengambil bedak. Syafira mengolesi kedua mata Wina dengan bedak. Lalu memberinya spidol sehingga Wina kelihatan seperti panda.


Syafira menemukan blush on, ia memakai kannya di dahi Wina dengan. "Kira kira apa lagi ya yang kurang?" ucap Wina sambil berpikir.


"Mungkin ini sudah cukup sayang" jawab Wina. Kalo diteruskan bisa bisa wajahnya seperti ondel ondel.


"Belum bu, masih kurang satu lagi"


Oh iya, Syafira belum memakaikan Eye liner pada Wina. Ia mengambil Eye liner kemudian menggambar kumis menggunakan Eye liner.


"Nah selesai deh" Syafira bersorak kegirangan.


Ia begitu senang mendandani ibunya. Wina langsung mengambil kaca dan melihat wajah nya.


"Aaaaaaaaaaaaaaaa" teriak nya.


Syafira hanya terkekeh kecil melihat ibu nya. Bahkan ia mengambil gambar ibu nya yang saat itu sedang bercermin.


Mendengar teriakan seseorang, Tio langsung mencati sumber suara itu. Ia menemukan seseorang di kamar Syafira.


"Hei kamu siapa? Dan kamu ngapain ada di kamar anak saya?" Teriak nya.


"Mas, ini aku Wina" ucap Wina.


"Wina? Bagaimana wajahmu bisa seperti ondel ondel begini?" tanya Tio. Kemudian Mata Tio melirik peralatan make up dan melirik Syafira. Seperti nya Tio mengerti, itu pasti keinginan Wina dan calon cucu nya.


"Pergilah ke kamar mandi dan bersihkan wajahmu" perintah Tio. Wina langsung mengangguk. Saat Wina pergi, Tio langsung duduk di atas kasur dan mengatakan sesuatu pada Syafira.


"Ayah" rengek Syafira.


"Iya sayang ada apa?" tanya Tio.


"Syafira pengen jalan-jalan sendirian, boleh ya?" ucap nya dengan menunjukkan wajah puppy eyes nya. "Tapi sayang..."


Belum sempat meneruskan kalimatnya, mata Syafira berkaca-kaca. Ia bersiap akan menangis. Tio pun akhirnya mengizinkannya.


"Mau ayah temani?" tanya Tio.


"Tidak usah ayah, Syafira bisa sendiri kok" ucap Syafira.

__ADS_1


"Baiklah, ayah keluar dulu. Kamu bersiap siap lah" ucap Tio sambil mengelus rambut Syafira.


"Siap kapten" ucap Syafira.


Tio pun keluar dari kamar Syafira. Syafira pun berganti baju untuk jalan-jalan. Tak lupa ia membawa dompet nya. Karena ia juga ingin berbelanja. Setelah semua nya selesai, Syafira pergi ke luar dan menemui ayah dan ibu nya untuk berpamitan. Syafira melupakan rasa mual yang sempat datang tadi.p


Tio dan Wina sedang berada di ruang keluarga. Dengan Tio mengerjakan tugas kantor dan Wina yang menemaninya. Tanpa berpikir lama Syafira menghampiri mereka.


"Ayah, ibu" ucap nya.


Wina dan Tio menoleh pada Syafira. "Kamu mau kemana sayang?" tanya Wina.


"Syafira mau jalan jalan, sekalian Syafira mau belanja" Jawab Syafira.


"Oh ya udah hati hati di jalan ya sayang" pesan Wina pada Syafira.


"Kalau ada apa apa segera hubungi ayah" lanjut Tio.


"Iya ayah" jawab Syafira.


Syafira pun segera berlalu dari hadapan kedua orang tua nya. Ia pergi tanpa kendaraan. Ia hanya berjalan kaki. Karena rumah Syafira di perkotaan jadi untuk ke toko atau tempat hiburan saja sangat dekat.


Syafira menghirup udara segar di sekitar nya. Ia bersenandung kecil. Lalu langkah nya berhenti di taman. Ia melihat anak anak bermain ayunan dengan gembira. Syafira juga ingin untuk main ayunan.


Ia memutuskan untuk pergi ke taman. Ia melangkahkan kaki ke tempat ayunan. Namun semua ayunan sedang di pakai oleh anak anak.


Syafira memutuskan untuk mengusir salah satu anak itu. Ia memelototi anak itu sampai ketakutan. Anak itu menangis dengan keras, membuat orang tua nya datang menghampirinya.


"Mbak ngapain anak saya?" tanya seorang ibu ibu.


"Saya tidak ngapa ngapain anak ibu, saya hanya melototi nya saja. Saya juga ingin bermain ayunan" ucap Syafira.


Semua pengunjung melihat ke arah mereka berdua. "Mbak itu sudah besar kenapa masih main ayunan, dan mengganggu anak kecil" lanjut ibu itu lagi.


"Maafkan istri saya bu, dia sedang hamil jadi sifat dia kekanak kanakan" ucap seseorang.


Mata Syafira melebar, ternyata orang itu adalah Keenan. Keenan mengakui Syafira sebagai istrinya agar ibu dari anak itu mengerti.


Ibu itu mengangguk paham, lalu pergi dengan membawa anak nya.


"Om ngapain disini?" tanya Syafira sambil duduk di ayunan.


"Kebetulan tadi sepulang dari markas aku liat kamu rebutan ayunan sama anak kecil, jadi aku  mendatangimu." Ucap Keenan.


"Kamu itu hebat" ucap Keenan lagi.


"Hebat kenapa?" tanya Syafira penasaran. Padahal ia tidak melakukan apa apa.


"Kamu bisa jadi janda,gadis bodoh dan bocah secara bersamaan" jawab Keenan.


Syafira menangis dengan keras mendengar perkataan Keenan itu. "Huaaa"


Keenan kelabakan karena Syafira menangis dengan tiba tiba. Semua orang menatap Keenan dengan tatapan yang tajam.


Keenan segera membekap mulut Syafira supaya berhenti menangis. Bukannya berhenti Syafira malah menggigit tangan Keenan dan menangis lagi. Hormon kehamilannya yang membuat Syafira suka menangis. Akhirnya Keenan membujuk Syafira dengan menawarkan traktir belanja.


Mata Syafira berbinar, ia mulai berhenti menangis karena bujukan Keenan itu. "Beneran om?" tanya Syafira.


"Iya janda" jawab Keenan.


"Ayo om, syafira sudah tidak sabar mau belanja" ucap syafira lagi

__ADS_1


"Kamu tidak mau melanjutkan main ayunan dulu?" ucap Keenan.


"Enggak om, ayo cepetan".


"Iya bawel" ucap Keenan.


Keenan membawa Syafira ke tempat motornya. Ia memakai kan helm di kepala Syafira.


"Ayo naik" perintah Keenan


Syafira berpegangan pada bahu Keenan dan naik ke atas motor. Motor Keenan pun melaju dengan pelan, membelan jalanan yang mereka lewati.


"Kamu mau belanja dimana?" tanya Keenan.


"Mall" jawab Syafira.


Keenan pasrah, seperti nya uang di dalam dompet nya akan dikuras habis habisan oleh Syafira.


Setelah sampai di mall, Keenan dan Syafira masuk ke dalam mall. Syafira melihat lihat sekelilingnya. Sampai matanya tertuju pada toko boneka yang di dalamnya terdapat beruang yang besar.


"Om aku mau yang boneka itu" tunjuknya pada toko boneka Keenan.


"Boneka beruang yang besar?" tanya Keenan.


Syafira mengangguk dengan cepat, dan menyeret Keenan ke toko boneka tersebut.


Tanpa menunggu persetujuan Keenan, Syafira mengambil boneka beruang itu. "Ayo om bayar cepetan"


Keenan menghela nafas. "Anggap aja ini sedekah buat si janda itu"  gumamnya. Keenan segera pergi ke kasir dan membayar boneka itu.


"Berapa mbak?" tanya Keenan pada mbak kasir nya.


"800 ribu mas" jawab Mbak kasih tersebut.


Keenan segera menyerahkan uang ratusan berjumlah delapan lembar.


"Sudah kan? Ayo kita pulang. Ucap Keenan.


Syafira mengangguk dengan senang. Lalu matanya melihat ke arah lain.  DEG


Syafira melihat Adit bermesraan dengan sahabatnya sendiri, Rena. Syafira akan menyelidikinya. Syafira menarik lengan Keenan dengan kuat, membuat Keenan tak bisa menolak.


"Om, kita tunggu disini aja sebentar. Aku ingin mengetahui ada hubungan apa Sahabatku dengan Adit"


Adit mengernyitkan dahi karena bingung. Lalu matanya menatap ke arah adit. "Itu kan laki laki yang bersama janda waktu itu" batinnya.


Mereka mendengar semua pembicaraan Adit dan Rena. Sampai akhirnya Syafira mengetahui sesuatu.


"Gimana sayang, apakah Syafira beneran hamil?"  tanya Rena pada adit kekasihnya.


"Iya" jawab Adit.


"Makasih sayang, kamu sudah membantu aku. Sudah lama aku ingin membalas dendam pada Syafira karena dia selalu lebih unggul dariku" ucap Rena Senang.


Keenan kaget, ternyata yang menghamili Syafira adalah laki laki tersebut. Dan parah nya lagi itu semua atas kemauan sahabat Rena sendiri.


Air mata Syafira tak dapat dibendung lagi. Syafira mendekati mereka dan langsung menampar Rena dengan tiga kali tamparan.


Plakkk plakkk plakkk


Rena terkejut sekaligus kesakitan saat ia mendapat tamparan dari Syafira. Adit hanya terdiam melihat kekasihnya ditampar seperti itu. Ia tak berdaya karena ia juga merasa bersalah pada Syafira.

__ADS_1


"Aku kira lo sahabat sejati aku Ren, tapi ternyata kamu adalah ****** di hidupku. Kamu perusak kebahagiaan orang. Aku tau selama ini kamu iri padaku kan? Karena kamu selalu kalah dariku dalam hal apapun. Kamu pikir dengan kamu melakukan ini padaku kamu akan menang, tidak Ren kamu malah semakin hina, lebih hina dari seekor ******"


Setelah puas memaki maki Rena, Syafira langsung pergi. Keenan menatap Rena dengan tatapan sinis. Lalu ia juga memberikan bogeman pada Adit. Setelah itu ia pergi menyusul Syafira.


__ADS_2