Bukan Janda

Bukan Janda
Sebuah penyesalan


__ADS_3

Sepulangnya Keenan, Syafira mulai terbangun. Ia membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya. "Kenapa aku bisa ada di kamar" batinnya.


Cklek


Pintu kamarnya terbuka, disana terdapat Wina yang sedang membawa makanan untuk Syafira. Wina mendekati Syafira dan meletakkan nampan makanannya di meja.


"Kamu sudah bangun sayang" ucap Wina.


Syafira mengangguk dengan cepat, ia bertanya


"Ibu, siapa yang membawa Syafira ke kamar?"


"Tadi nak Keenan yang menggendongmu kesini" Jawab Wina.


"Maksud ibu om Keenan?" tanya Syafira.


"Om, kenapa kamu memanggilnya om dia kelihatan masih muda kok" ucap Wina..


"Dia itu om yang waktu itu aku ceritain bu umurnya 25 tahun tapi kelihatan seperti 20 tahun" ucap Syafira lagi.


"Oh, jadi nak Keenan yang membuatmu mau minum asi dari ibu" ucap Wina sambil tergelak.


Sedangkan Syafira hanya memanyunkan bibirnya.


 Wina memperhatikan wajah Syafira yang tak seperti biasanya. Mata nya sembab seperti habis nangis. Karena penasaran Wina bertanya pada Syafira, "Sayang, kenapa dengan matamu? Apa kau habis menangis?" tanya nya.


Syafira meremas jari jari nya. Apakah ia harus mengatakannya pada ibu nya atau tidak. Setelah dipikir pikir, ia harus mengatakannya. Akhirnya Syafira mulai menceritakan semua nya mulai dari adit yang minta maaf sanpai dengan Rena yang berkhianat.


Sebagai seorang ibu, Wina sangat marah mendengar cerita anak nya.


"Sudah sayang, jangan difikirkan lagi. Kamu harus fokus pada bayi mu dan jangan pedulikan mereka" Wina mengelus bahu Syafira dan membanya ke dalam pelukannya.


Syafira merasa nyaman sekali saat berada di pelukan ibu nya. Saat Asyik berpelukan, tiba tiba Tio datang. Kedatangan Tio membuat Wina dan Syafira kaget.


"Astaghfirullah ayah, ayah ngagetin banget sih" ucap Syafira.


"Ayah mu seperti jailangkung saja. Datang tak diundang pulang tak diantar" tambah Wina.


"Kalian tega banget sih sama ayah, pelukan gak ngajak ngajak" ucap Tio.


"Ayo kita pelukan lagi" ucap Tio seraya mendekat.


Kedua perempuan itu menghindar sambil berkata. "Gak mau" ucap Mereka berdua dengan kompak.


"Ya udah kalau kalian tidak mau pelukan sama ayah, biar ayah simpen sendiri aja hadiahnya" ucap Tio seolah olah ia mempunya hadiah.


Wina dan Syafira saling bertatapan, kemudain kedua nya memperebutkan pelukan Tio. Dalam hati Tio terkekeh melihat kedua kesayangannya memperebutkan dirinya.

__ADS_1


"Ayah, Syafira udah meluk ayah duluan. Jadi Syafira yang dapat hadiahnya"


"Tidak bisa, pokok nya ibu duluan. Ayah kamu itu suami ibu"


"Pokok nya Syafira aja, ibu ngalah aja deh kan ibu udah tua." Ucap Syafira meledek ibunya.


Wina akan mengatakan sesuatu, tapi keburu dipotong sama Tio.


"Sudah sudah, kalian kayak anak kecil saja. Sebenarnya ayah tidak punya hadiah, ayah hanya berbohong"


Wina dan Syafira menatap Tio dengan tajam, seolah olah mereka berdua akan memakannya.


Wina dan Syafira memukul Tio dengan bantal bantal. Membuat Tio tertawa atas tingkah kedua nya.


"Stop dulu, ayah mau ngasih sesuatu buat Syafira"


Tio mengambil sesuatu dari kantong nya, dan mengeluarkannya. Ia mengambil sebuah kunci.


"Ini ambillah, ini adalah kunci cafe mu. Mulai besok kamu sudah bisa bekerja. Disana sudah ada tiga koki dan lima pelayan" ucap Tio.


"Terima kasih ayah" ucap Syafira seraya tersenyum. Syafira memegang kunci itu dengan erat dan menyimpannya di tempat kunci.


"Syafira, ayo sekarang kamu mandi dulu. sebentar lagi malam akan tiba nanti kita makan malam bersama" perintah Wina.


Syafira mengangguk dengan cepat. Tio dan Wina pun keluar dari kamar Syafira. Syafira mengambil sikat gigi dan akan menggosok giginya sambil menatap ke arah cermin. Di cermin, Syafira melihat bayang bayang Keenan yang tersenyum padanya. Tentu saja itu hanyakah khayalan Syafira. Syafira tersadar akan hal itu. Lalu ia langsung fokus menggosok gigi.


Wina menghidangkan semua masakannya di atas meja. Sedangkan Tio ia sibuk membaca koran di ruangan keluarga. Syafira menghampiri wina dan membantu menghidangkannya. Wina tersenyum, ia terus meneruskan pekerjaan nya sampai selesai.


Setelah siap, Wina memanggil suaminya untuk makan malam. Makan malam kali ini berbeda dari sebelumnya. Karena kali ini mereka makan sambil melontarkan candaan.


"Mas, tahu gak tadi siang Syafira diantar pulang sama siapa?" ucap Wina sambil melirik ke arah Syafira.


"Siapa memangnya?" tanya Tio.


"Anu lho mas, yang mengantar Syafira tadi adalah orang yang diceritakan sama syafira, namanya kalau gak salah Keenan"


"Jadi om om yang dimaksud Syafira adalah dia?" tanya Tio.


"Iya mas, tapi dia masih muda lho. Masih 25 tahun tapi wajahnya beneran seperti umur 20 tahun." Tambah Wina.


"Orang nya gimana ma? Ganteng gak? Siapa tau Syafira terpikat sama dia" goda Tio.


"Ayah" rengek Syafira.


Tio tertawa melihat reaksi Syafira. Syafira sebal kenapa ibu nya harus membahas om om itu di depan ayahnya.


Setelah selesai makan, mereka semua kembali ke kamar masing masing termasuk Syafira.

__ADS_1


Di tempat lain.


Brakkkk


Adit menghancurkan semua barang barang di kamarnya. Ia begitu marah pada dirinya sendiri.


Adit mengusap rambutnya dengan kesal. Lalu handphone nya berbunyi, ada panggilan video call dari Rena, kekasihnya. Adit langsung mereject nya dan mematikan handphone nya. Seharian ini ia merasa tak tenang karena selalu memikirkan Syafira dan anak yang dikandungnya.


Adit mondar mandir tak jelas di kamarnya. Ia terus memikirkan kondisi Syafira.


Arrgghhh


Adit menghantamkan tangannya ke kaca, sehingga tangannya berdarah. Ia sudah tak memikirkan dirinya sendiri. Kini diri nya sudah seperti orang gila karena ditinggal kekasihnya pergi. Adit menyesal karena telah menuruti perintah dari kekasihnya. Seharus nya ia tidak melakukan itu.


Flash back


"Syafira" panggilnya.


Syafira menoleh pada Adit. "Ada apa dit?" ucap Syafira.


"Kamu mau gak temani aku ke hotel, aku diundang ke sebuah pesta, tapi harus membawa pasangan. Kamu mau gak ikut bersamaku?" tanya Adit dengan wajah memelas.


"Iya udah, aku mau kok." Jawab Syafira seraya tersenyum.


"Nanti jam 4 sore aku jemput ya" ucap Adit.


"Oke"


Lalu Syafira segera berlalu dari hadapan Adit.


Jam 4 Sore, Adit benar benar menjemput Syafira. Adit mengirimkan pesan pada Syafira kalau dia sudah ada di depan rumahnya. Syafira langsung keluar dan masuk ke dalam mobil Adit.


"Kamu sudah siap?" tanya Adit.


Syafira mengangguk, lalu Adit menjalankan mobilnya menuju ke hotel. Sesampainya di hotel Adit membukakan pintu mobil untuk Syafira. Lalu ia menggenggam dan menariknya.


Adit membawa Syafira ke sebuah kamar hotel, tanpa curiga sedikit pun Syafira mengikutinya. Tanpa diketahui Syafira, Adit mengunci pintunya. Adit mengambil air lalu memasukan obat perangsang pada air itu.


Adit memberikannya Syafira, dan Syafira langsung meminum nya. Lima menit kemudian, obat itu mulai bereaksi. Syafira merasa panas di sekujur tubuh nya, ia merasa gerah. Syafira melihat Adit dengan tatapan yang bergairah.


Syafira menghampiri adit dan mencium bibirnya. Adit pun ikut membalasnya. Bahkan Adit sudah meloloskan dress yang di pakai Syafira. Adit juga membuka semua pakaiannya. Lalu ia menidurkan Syafira di kasur. Adit melakukannya dengan penuh gairah. Dan di malam itu lah sesuatu yang berharga milik Syafira hilang begitu saja.


*Flasback off*


"Maafin aku fir, aku menyesal karena melakukan ini padamu".


"Sampai kapan pun aku tidak bisa memaafkan diriku" lirih Adit.

__ADS_1


__ADS_2