
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Keenan terus menggenggam tangan Syafira. Ia tidak pernah melepaskannya sampai ia tiba di rumah sakit.
Setelah tiba di rumah sakit, Keenan memarkirkan mobilnya. Lalu turun bersama Syafira. Dan alangkah terkejutnya Keenan saat melihat keberadaan semua teman temannya. Mereka semua memakai pakaian layak nya seorang body guard. Setelah Keenan teliti ternyata semua temannya ikut berada di situ tanpa ketinggalan seorang pun.
"Kalian ngapain disini?" tanya Keenan.
"Oh kami disini hanya ingin melindungi Queen Lavenzi" ucap Reno dengan raut wajah yang datar.
"Tolong jangan ganggu tugas kami" lanjut Rendi.
Keenan bingung, dari mana mereka tahu kalau dirinya dan Syafira pergi ke rumah sakit. "Kalian kok bisa tau gue pergi ke rumah sakit?"
"Dari nyokap lo" jawab Farhan singkat.
Semua anggota Lavenzi berusaha mati matian untuk menahan tawa. Kali ini mereka ingin belajar akting serius.
"Mari nona, saya antar ke dalam rumah sakit"
ucap Dito.
Dito bersiap akan menggenggam tangan Syafira, namun keburu digeplak sama Keenan.
"Karena hari ini kalian melakukan tugas sebagai body guard, kalian harus berjalan di belakang gue"
Lalu Keenan dan Syafira masuk ke dalam rumah sakit, diikuti oleh semua anggota Lavenzi di belakangnya. Di perjalanan, semuanya menatap mereka dengan tatapan yang memuja. Tentu saja, karena tampang mereka yang sangat tampan dan hot. Terutama Keenan.
Reno dengan gaya cool nya, Farhan dengan wajah datarnya, Dito dengan senyum manisnya, Rendi dengan tatapan nakalnya. Semua kaum hawa berteriak histeris melihat mereka. Mereka seperti menemukan santapan empuk di siang bolong begini.
Keenan dan Syafira bagaikan raja dan ratu, sebab ia diikuti dan dijaga oleh 30 orang laki laki yang tak kalah tampan.
Keenan dan Syafira sudah tiba di depan ruangan khusus dokter kandungan. "Gue sama Syafira mau masuk, kalian jaga di luar saja."
Semuanya mengangguk, mereka berbaris dengan rapi dari ujung ke ujung.
"Bu Syafira silahkan duduk dulu" ucap Dokter kandungan itu.
Dokter itu duduk di hadapan Syafira lalu memberikan keterangan. "Hari ini saya tidak praktek, karena hari ini saya ada urusan mendadak. Tapi tenang aja, ada dokter Andre yang akan memeriksa ibu"
Lalu seorang laki laki memakai jas putih memasuki ruangan itu. "Nah itu dia dokter Andre, kalau begitu saya permisi dulu"
Setelah dokter kandungan wanita itu pergi, kini tersisa dokter Andre di ruangannya.
"Mari" ucap Dokter Andre.
"Janda, jangan periksa disini ya. Mending kita cari rumah sakit lain" bisik Keenan.
"Tapi kenapa om?" tanya Syafira.
"Dokternya laki laki, aku enggak suka kalau dia yang harus memeriksa kamu"
Syafira tersenyum, ia tahu kalau Keenan sedang cemburu. "Syafira biasa periksa kandungan disini om. Lagian dokternya kelihatannya baik kok" ucap Syafira
Keenan menatap Dokter Andre dari atas sampai bawah. Dokter Andre yang ditatap oleh Keenan hanya tersenyum. Ia merasakan aroma kecemburuan yang kuat.
Lalu Keenan menatap Syafira kembali dan menghela nafas. "Ya udah deh"
Kemudian Syafira pergi ke kasur yang disiapkan untuk memeriksa kandungan. Dokter Andre mengambil peralatannya, lalu Dokter Andre menyingkap baju Syafira.
"Jangan pegang pegang perut istri saya" Tegas Keenan.
"Kalau saya tidak memegangnya, bagaimana saya harus memeriksa nya"
"Om, sudah lah. Biarkan dokter melakukan tugasnya". ucap Syafira.
"Tapi..."
"Ah ya sudah baiklah"
Dokter Andre mulai memeriksa, ia memberikan gel di perut Syafira dan mulai memeriksanya. Lalu ia menunjukan gambar janin nya.
"Lihat lah, ini adalah calon bayi kalian"
Syafira dan Keenan melihat nya, mereka tersenyum. Lalu Dokter Andre akan menutupi perut Syafira tapi tangannya dihempaskan oleh Keenan.
"Biar aku saja dok" Keenan menutup perut mulus Syafira dengan bajunya. Lalu mereka menunggu hasil pemeriksaannya.
Dokter Andre duduk di kursinya lalu menyerahkan gambar janin yang ada di kandungan Syafira. "Calon bayi kalian sangat sehat, untuk itu jaga lah kandunganmu. Banyak banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi" pesan Dokter Andre.
"Baik dok, terima kasih"
Syafira tersenyum pada Dokter Andre. Membuat Keenan sangat cemburu. "Ya udah sayang, ayo kita pulang" ucap Keenan.
"Kalau begitu saya permisi dulu dok" ucap Syafira. Yang dibalas dengan senyuman oleh dokter Andre.
Keenan segera menarik Syafira keluar dari ruangan itu. Ia sudah tak tahan melihat Syafira tersenyum pada dokter Alvin.
__ADS_1
"Nona, apakah anda baik baik saja, Apa calon keponakan kita baik baik saja?" tanya Dito yang berada di samping pintu.
"Tidak perlu khawatir calon bayi ku sangat sehat" jawab Syafira.
"Sekarang, kalian ikutin mobil gue. Gue traktir kalian makan karena telah melakukan tugas dengan baik"
"Yuhuuuu"
"Yeahh"
"Mantap bos"
Mendengar kata traktir seketika mereka lupa kalau mereka harus menjadi body guard. "Ingat tugas kalian" tegur Keenan.
Seketika mereka langsung diam, dan kembali menunjukkan wajah datarnya.
Kemudian Keenan dan Syafira pergi ke cafe, kali ini tujuannya adalah untuk memberi makan para body guard nya. Reno dan yang lainnya mengikuti dari belakang.
Keenan dan Syafira pergi ke cafe nya Syafira. Ia tak mau pergi ke cafe lain, dari pada uangnya masuk ke orang lain mending masuk di cafe Syafira saja, pikirnya.
Keenan turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Syafira. "Lho om kok kita berhenti di cafe milikku?" heran Syafira.
"Iya, aku mau mentraktir para body guard itu di cafe mu. Lumayan, uangnya juga mengalir buat kamu kan"
"Woyy bos cepetan, gue udah lapar nih" teriak Angga.
"Kalian pesan aja apa yang kalian mau. Nanti gue yang bayar semuanya" jawab Keenan.
Reno mengacungkan jempolnya ke atas.
"Ya udah yuk kita masuk" ucap Keenan. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Syafira dengan posessive. Ia tidak mau semua laki laki yang ada di cafe itu tertarik pada Syafira.
Keenan akui kalau Syafira semakin hari semakin berisi. Pipi nya yang gembul tambah gembul. Membuat Keenan jadi greget sendiri jadinya. Ditambah lagi Syafira sangat seksi dalam keadaan hamil seperti itu.
Syafira juga ikut melingkarkan tangannya di pinggang Keenan. Mereka berdua seperti pasangan yang baru saja menikah.
"Bu Bos sini duduknya gabung sama kita" ucap Dino.
"Halah modus lo no"
Syafira dan Keenan duduk bergabung bersama mereka. Syafira memanggil pelayannya dan menyuruh mereka menyiapkan apa yang teman teman Keenan pesan.
Pelayan melakukan apa yang Syafira minta. Ia menyiapkan makanannya. Sambil menunggu makanannya datang mereka berbincang bincang.
"Bu bos, tau gak bedanya bu bos sama pelangi itu apa?" ucap Kevan.
"Enggak tau, emangnya apa?" tanya Syafira.
"Kalau pelangi ada di atas langit, kalau bu bos ada di hati aa Kevan"
"Receh" ucap Bimo.
"Basi"
"Kumat"
"Alay"
"Jablay"
Berbagai kata kata melayang untuk gombalan Kevan.
"Van, lo tau gak gue udah nyiapin rumah buat lo" ucap Keenan.
"Serius nan, dimana?"
"Di kuburan, gue dengan senang hati menyiapkannya buat lo kalau berani menggoda gadis gue lagi"
"Yaelah nan santuy dikit napa, gue cuma bercanda doang. Iya gak Bu bos?" ucap Kevan.
Syafira mengangguk dan tersenyum ke arah Kevan. Keenan yang melihat senyum Syafira langsung menutup mulut Syafira dengan tangannya.
"Jangan pernah senyum sama laki laki lain."
"Posessive" ujar Syafira.
"Kalau dengan posessive aku tidak akan kehilanganmu. Maka aku akan melakukannya setiap hari"
"Ehem ehem, disini masih ada orang." Farhan menyela pembicaraan Keenan.
Tak lama kemudian makanan pun datang. Semua nya sibuk memakan makananannya masing masing. Tanpa terkecuali Keenan dan Syafira.
Keenan memesan bebek goreng spesial sedangkan Syafira hanya nasi, ikan dan sayuran. Itu pun atas permintaan Keenan.
*Flasback*
__ADS_1
"Bu Syafira mau pesan apa?"
"Ayam crispy, Kentang goreng, Jus jambu" ucap Syafira.
"Enggak boleh, buatkan saja dia nasi sama ikan dan sayuran" ucap Keenan.
"Aku gak mau itu om"
"Aku gak nawarin kamu, aku hanya menyuruhmu"
*Flasback off*
Akhirnya Syafira terpaksa memakan nasi yang dipesankan Keenan. Ia makan dengan bibirnya yang dimanyunkan.
Keenan melihat ke arah Syafira, ia tahu kalau gadisnya itu sedang ngambek karena tak diizinkan memakan makanan kesukaannya.
Keenan menyentuh bibir Syafira. "Bibir ini untuk memakan nasi, bukan untuk dimanyunkan"
"Apa sih om" ucap Syafira.
"Cepat makan supaya kamu cepat cepat melahirkan"
"Apa hubungannya makan banyak dengan cepat melahirkan?" tanya Syafira.
"Semakin kamu banyak makan, semakin cepat bayi kamu keluar" jawab Keenan.
"Persepsi dari mana itu" ucap Syafira.
"Dari aku"
Pembicaraan mereka tak luput dari perhatian semua anak anak Lavenzi. Reno menyenggol Farhan dengan tangannya.
"Satu kata buat Keenan?" bisik Reno.
"Bodoh, Oon, Bego" jawab Farhan.
"Heh, gue bilangnya satu kata bukan tiga kata"
"Yang dua itu bonusnya Ren" jawab Farhan.
"Farhan, Reno gue denger ya apa yang kalian katakan" ucap Keenan sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Piss nan, Farhan duluan yang mulai" tuding Reno.
"Lah kok gue, tadi kan lo yang mulai duluan pea" jawab Farhan.
"Lo ogeb"
"Lo setan"
"Lo gorila"
"Lo monyet"
"Lo kutil cicak"
"Lo anak gajah"
"Lo berdua sama sama gila" ucap Keenan akhirnya.
"Oren sama ohan kalau berantem lucu deh, ayo dong berantem lagi" ucap Syafira sambil menyengir.
Reno dan Farhan menepuk dahi nya secara bersamaan. Orang berantem bukannya dilerai malah disuruh berantem.
"Ayo dong Han, Ren berantem lagi" kompor Kevan.
"Iya, ayo dong. Tuh Queen kita lagi nungguin"
"Ayo dong Farhan, Reno"
Semua anggota Lavenzi ikut mengompori Farhan dan Reno.
Farhan dan Reno melakukan apa yang mereka minta. Mereka berdiri lalu mereka pura pura berantem dengan berguling guling di lantai.
Syafira bertepuk tangan layak nya anak kecil. Ia tertawa melihat kelakuan Reno dan Farhan itu.
"Dulu aku disakiti oleh dua orang, tapi kini aku dibahagiakan oleh seribu orang yang benar benar mencintaiku."batin Syafira.
"Kamu senang hmm?"
Syafira menoleh pada Keenan dan mengangguk. Lalu ia memeluk Keenan. "Terima kasih om, terima kasih karena om telah mengenalkanku pada mereka. Dan terima kasih karena om telah menjadikanku bagian dari Lavenzi"
"Sama sama sayang"
Farhan, Reno dan yang lainnya mendengar apa yang dikatakan Syafira. Mereka senang karena bisa membuat Queen mereka bahagia.
__ADS_1
"Kalau dengan possessive aku tidak akan kehilanganmu, maka aku akan melakukannya setiap hari"------------------Keenan Aldebaran Bright
"Terima kasih buat segala yang kau berikan padaku"------------Syafira Anindita putri.