
Adit melihat ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Hari ini ia akan pergi untuk memastikan Ana baik baik saja. Adit terikat janji dengan almarhumah Rena.
Adit mengambil kunci mobilnya lalu mengendarainya dengan cepat. Tapi setibanya di rumah Ana, Adit tak menemukan siapapun. Rumahnya kosong.
"Dia kemana?"
Adit mencoba untuk mengirim pesan pada Ana, tapi hasilnya nihil. Pesannya tak dibaca. Adit tahu kalau Ana beberapa hari ini sangat menghindarinya. Perasaannya jadi tak menentu saat tak bertemu Ana.
Adit masuk ke dalam mobilnya dan kembali pulang. Tapi dalam perjalanan, ia melihat Ana. Ana sedang berjalan sendirian di pinggir jalan. Dengan cepat Adit memberhentikan mobilnya lalu mengejar Ana.
Adit mencengkran lengam Ana dengan kuat, membuat sang empunya kesakitan. "Ngapain kamu kesini?"
"Aku khawatir sama kakak"
Ana tertawa keras. "Khawatir? Kamu takut aku kenapa napa? Cihhh. Mendingan kamu sekarang pergi dari hadapanku dan aku tidak ingin melihatmu di depanku lagi"
Ana memberontak sampai ia lepas dari Adit, tapi saat Ana akan pergi, Adit menariknya dan memeluknya dengan kuat.
"KAMU APA APAAN SIH"
Adit tak mempedulikan Ana yang terus memberontak dan memukulnya. Yang ia pedulikan, hatinya merasa tenang saat berhasil memeluk Ana. Apa Adit mulai jatuh cinta?
Adit melepaskan pelukannya lalu menatap Ana. "Kami brengsek Dit, disaat aku menjauh dan akan melupakanmu kamu malah muncul di hadapanku. Kamu mempermainkan perasaanku seperti layang layang yang ditarik ulur terus"
"Aku tahu, tapi aku ingin memastikan kalau kakak baik baik saja dan tidak terluka sedikit pun"
"Bodoh, lihat aku baik baik saja. Sekarang pergi lah. Urus saja urusanmu sendiri dan jangan pernah menggangguku lagi"
Setelah mengatakan itu Ana langsung pergi dengan deraian air mata di pipinya. Ia kira Adit menemuinya untuk meminta maaf atau mengatakan cinta padanya tapi tidak. Ana tertawa sumbang, sampai kapan pun ia tidak akan dicintai oleh Adit.
Adit diam di tempat, ia akan mengejar Ana tapi Ana sudah menghilang dengan cepat. Adit menendang ban mobilnya untuk melampiaskan amarahnya. "Aku kalah kak, kakak berhasil membuatku uring uringan setiap malam. Sepertinya aku menyukai kakak"
Adit masuk ke dalam mobil dan pergi entah kemana.
Sementara itu Alvin dan Keenan pagi ini sudah berada di depan rumah Zayn. Mereka berdua akan melihat dan mengikuti apa yang akan dilakukan Zayn. Zayn keluar dari dalam rumahnya dan berniat untuk pergi. Melihat hal itu Alvin dan Keenan langsung masuk ke mobil. Saat Zayn sudah pergi mereka mengikutinya dari belakang.
"Lo bisa tebak dia pergi kemana?" tanya Keenan.
"Sepertinya dia ingin bertemu teman temannya, bocah macam dia pasti tidak akan pernah jauh dari teman temannya"
Mereka terus mengikuti Zayn sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah hotel. Alvin mengenyitkan dahinya ketika melihat hotel.
"Kita turun" ucap Keenan.
Alvin dan Keenan melepaskan sabuk pengaman mereka lalu menutup mobilnya. Secara diam diam Alvin dan Keenan mengikuti Zayn. Zayn masuk ke dalam ruangan private.
"Gimana ini, masa kita stok sampe disini aja"
"Lo tenang aja, kita bisa masuk dengan gampang"
"Caranya?"
"Gue pemilik hotel ini, jadi gue bebas mau ngapain aja"
"Ya udah ayo buruan masuk pelan pelan"
Keenan dan Alvin masuk ke dalam ruangan itu. Mereka berdua merangkak layak nya kucing yang kelaparan. Mereka bersembunyi di balik meja besar dan mendengarkan pembicaraan Zayn.
"Zayn, sudah gue bilang kan. Kalau lo tidak akan pernah bisa mendapatkan atau mengganggu kak Syafira lagi. Gue yakin setelah kejadian ini suami nya akan memperketat keamanan" ucap Kenneth
"Gue gak peduli, yang pasti gue punya video aib dia"
"Video aib apa maksud lo?" tanya Arkan.
Zayn mengeluarkan handphone nya lalu membuka galerinya. Ia memutar video itu. Video itu adalah video Syafira ketika dijebak oleh Adit. Dalam video itu Syafira dalam keadaan tak berpakaian dan bercinta dengan Adit. Suara desahan menggema di handphone Adit"
Arkan dan Kenneth menggelengkan kepalanya. Mereka takjub dengan apa yang dilihat di depan matanya.
"Lo dapet video itu dari mana?"
"Gue dulu ada di tempat kejadian itu saat dia melakukannya, gue gak bisa menolongnya. Tapi gue bisa merekamnya. Lumayan buat servis gue di kamar mandi"
"Gila lo Zayn, eh tapi boleh dong kirim ke gue, gue mau nyobain juga lah"
"Gue juga dong"
Zayn tertawa lalu mengirimkan video itu pada ketiga temannya. "Jadi gimana? Kalian mau bantu gue buat menikmati dia?"
"Okelah gue bantu, gue penasaran sama rasa dia"
Terekam, pembicaraan mereka terekam oleh Alvin. Dari tadi Alvin berusaha keras untuk menahan Keenan yang sedari tadi ingin menghajar Zayn dan kedua temannya.
"Lo jangan gegabah dong, selanjutnya kita harus pancing mereka dengan Sasa"
"Lo gila? Kalau mereka ngapa ngapain Sasa gimana"
"Dasar bodoh, kita harus menyuruh Syafira kesini. Oh iya jangan lupa lo punya banyak teman untuk menolong rencana kita. Jadi Adek gue bakal aman, saat Tuh bocah mau ngapa ngapain Sasa, biar teman lo langsung urus. Sementara kita, kita tetap memantaunya. Habis itu sikat deh sampe abis"
Keenan tersenyum, ia menepukkan kedua tangannya di bahu Alvin. "Kakak ipar gue ternyata gak sebodoh yang aku kira"
"Adek ipar laknat lo"
Keenan dan Alvin keluar dari ruangan itu dengan pelan pelan. Mereka akan melakukan rencana selanjutnya.
"Sebelum kita melanjutkan rencana, lebih baik kita makan dulu. Lo tahu kan nanti ujung ujungnya kita harus menghajar dia. Jadi ayo isi tenaga dulu" ucap Alvin sambil merangkul Keenan.
"Lo benar juga"
Setelah mengisi tenaga alias makan Alvin dan Keenan bersiap untuk melakulan rencana selanjutnya. Keenan sudah menelfon Reno dan teman temannya untuk membawa Syafira ke hotel itu.
"Gue masih gak nyangka tuh bocah punya video itu" ucap Alvin.
"Kalau sampe dia gak mau ngapus tuh video, gue pastiin dia koma di rumah sakit"
"Sabar bro, ingat kata pepatah. Innallaha maash shabirin yang artinya sesungguhnya allah bersama orang orang yang sabar"
Keenan mendongakkan kepalanya lalu megangkat tangannya ke atas layaknya orang yang berdoa. "Maaf ya allah, hari ini Keenan gak bisa sabar. Istri Keenan diganggu sama semut semut nakal"
"Narsis"
__ADS_1
"Bodo, yang penting ganteng"
Tak lama kemudian, Reno dan yang lainnya datang dengan membawa Syafira di samping mereka. Keenan langsung berdiri dan memeluk Syafira.
"Kamu baik baik saja?"
Syafira menatap Keenan "iya aku baik baik saja, tapi kenapa aku dibawa kesini?"
Keenan menyuruh semua teman temannya untuk duduk. Mereka menggabungkan semua meja dan kursi di restoran hotel itu dan dijadikannya satu.
"Dengerin gue baik baik, lo semua tahu kan gue akan memberantas semut semut nakal. Jadi gue minta tolong sama kalian, lo tetap awasi istri gue dan kalau ada sesuatu yang akan terjadi kalian harus bertindak"
"Siap Nan, gue pastiin istri lo aman sama kita" ucap Dito.
"Gue akan menjaganya" sambung Kevan.
Syafira yang tidak tahu apa apa langsung bertanya kepada Keenan. "Sayang, ini ada apa? Kenapa aku harus dijaga?"
Alvin dan Keenan saling bertatapan sebelum menjawabnya. "Jadi gini, aku sama abang kamu itu bakal ngejebak tuh bocah. Dia sudah bebas. Dia pasti akan melakukan sesuatu lagi dengan kamu. Makanya aku bawa kamu kesini untuk memancing mereka. Tapi kamu tenang aja, kamu akan diawasi dan dijaga semua teman temanku dari jauh"
"Dan yang paling penting dia punya video lo beberapa tahun lalu di kamar hotel bersama pria yang menghamili kamu" tambah Alvin.
Syafira terkejut mengetahui hal itu. "Dari mana mereka mendapatkan itu?"
"Salah satu dari mereka ada di tempat kejadian waktu itu, ia mengintip dan merekamnya"
Tubuh Syafira terasa lemas, matanya mulai berair. Keenan yang melihat hal itu langsung memeluk dan menenangkan Syafira.
"Kamu tenang aja sayang, aku pastikan mereka akan mendapatkan hukuman terbaik dari suami kamu ini"
"Aku takut"
"Tidak ada yang perlu ditakutkan, kita semua ada bersamamu. Lihat, Ada Reno,Dito,Kevan, Farhan, Bang Eka. Dan jangan lupa kan kedua super hero mu ini, Suamimu dan Abang tercintamu. Jadi kamu pasti baik baik saja. Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah bertemu dengan mereka?"
"Iya deh"
"Good"
"Sekarang kamu harus mengetuk pintu ke ruangan mereka, aku yakin mereka pasti akan langsung membukanya. Ruangannya ada di pojok paling atas bertuliskan private room. Kamu akan pergi ditemani teman temanku"
Syafira memeluk Keenan dengan erat, ia takut terjadi sesuatu. Tidak, ia bukan mengkhawatirkan dirinya sendiri. Melainkan khawatir pada suaminya.
Keenan mengelus pipi Syafira lalu mengecupnya. "Kamu pasti bisa, okay"
Syafira mengangguk lemah, lalu Keenan menatap semua temannya satu persatu. "Kalian tolong bawa Syafira ke ruangan itu dan awasi dia dari jauh. Kalau ada sesuatu terjadi langsung hampiri. Dan satu lagi, aku tidak ingin Istriku terluka sedikit pun"
"Oke"
"Thankz yah"
"Santai aja sih Nan, kita juga senang kok bisa bantu lo"
Keenan tersenyum, lalu Kelima orang itu membawa Syafira ke tempat yang dimaksud.
Setelah itu Alvin dan Keenan segera bersiap siap. Alvin membawa kamera nya untuk merekam semua hal yang terjadi. Sedangkan Keenan ia tidak membawa apa apa.
Keenan dan Alvin mengawasinya dari balik tembok. Saat itu Syafira sudah berada di depan pintu. Ia masih ragu untuk mengetuk pintu nya. Tapi Syafira menguatkan hatinya. "Kamu gak boleh takut Syafira, semua orang ada bersamamu"
"Wah mangsa nya mampir sendiri nih guys" ucapnya.
"Boleh aku masuk?" ucap Syafira dengan pelan.
Zayn, Kenneth, dan Arkan tertawa. "Dengan senang hati"
Zayn membuka pintunya lebar lebar lalu mengajak Syafira dan menutup pintunya. Tak lupa ia juga mengunci pintu. Melihat hal itu Reno, Dito, Eka, Farhan, dan Kevan langsung bersiaga di depan pintu. Mereka menempelkan telinga di dekat pintu.
"Habis ini lo mau ngapain?" tanya Alvin.
"Kita tunggu saja"
Syafira meremas tangannya karena takut, Zayn dan kedua temannya memandangnya dengan tatapan liar. Zayn mengangkat dagu Syafira. "Berani juga kamu kesini setelah apa yang kau lalukan kemarin"
Syafira menatap bola mata Zayn. "Tolong hapus video itu"
"Video apa?"
"Jangan pura pura bego, aku tahu kamu memiliki video itu. Video aib aku setahun yang lalu"
Zayn tertawa keras lalu menyalangkan tatapannya pada Syafira. "Aku bakal hapus tuh video asalkan kamu mau bermain main dengan kita, iya gak?"
"Yoi bro"
"Udah langsung sikat aja Zayn"
Zayn melempar Syafira ke arah teman temannya yang langsung ditangkap oleh mereka. "Jangan kurang ajar kamu ya" ucap Syafira.
Zayn mendekati Syafira lalu melemparnya ke kasur, Syafira tahu kini dirinya dalam masalah besar. Ia berteriak memanggil pertolongan. "Toloooong tolongg"
"Percuma kamu teriak, tidak akan ada yang bisa menolongmu"
Saat Zayn akan mencium Syafira, pintu nya tiba tiba di dobrak oleh Reno. Reno dan ketiga temannya langsung memegang Zayn, Kenneth dan Arkan. Lalu mereka menunggu kedatangan Keenan.
Setelah itu baru Keenan dan Alvin yang masuk. Keenan menatap Zayn sebentar dan langsung menghajarnya dengan membabi buta. "Dimana handphone lo bocah gila?"
Zayn tertawa "Tidak mau berkenalan dulu?"
"Gak usah basa basi bangs*t , dimana handphone lo?"
"Santai dulu dong"
Keenan memberinya bogeman di pipi Zayn sampai wajahnya membengkak. Lalu Keenan melihat handphone Zayn di dalam kantong celananya. Keenan langsung merogoh ke dalam kantongnya dan mengambil secara paksa.
"Kembalikan anj*ng" teriak Zayn.
Keenan langsung membuka galerinya dan menemukan video itu, dan selain video itu Keenan menemukan beberapa foto Syafira saat tidak memakai sehelai benang pun. Rahangnya mengeras, ia langsung menghapus semua itu lalu membanting handphonenya sampai rusak.
"Berani juga lo main main sama gue, gue gak akan mengampuni lo setelah apa yang lo lakuin sama istri gue"
"Udah Nan, langsung aja beri dia pelajaran. Biar kapok nih bocah" ucap Farhan yang memegang kedua tangan Kenneth.
__ADS_1
"Kalau perlu nih kacungnya juga habisin" tambah Dito.
Tiba tiba Zayn menyikut perut Reno lalu ia menangkap Syafira. Zayn mengambil pisau di belakang tubuhnya lalu meletakkannya di leher Syafira.
"Kalau kalian berani macam macam, aku bakal bunuh dia sekarang juga"
Syafira ketakutan, ia tak menyangka Zayn akan melakukan itu padanya. "Lepas atau lo mati sekarang juga"
"Meskipun gue mati, Syafira juga bakal mati"
Dito, Kevan, dan Eka melirik ke arah Keenan memberi pertanda. Eka berjalan dari belakang pelan pelan lalu memukul kepala Zayn dengan keras sampai tubuhnya terhuyung. Keenan langsung saja menarik Syafira ke pelukannya.
"Kamu tidak apa apa?"
"Aku baik baik saja"
Keenan melepaskan pelukannya lalu ia menghampiri Zayn yang tergeletak lemah. "Main lo terlalu jauh bocah, jadi terima lah akibatnya"
Keenan menghajar Zayn habis habisan, ia tak akan berhenti sebelum orang itu sekarat. Sedangkan Syafira ia menjerit histeris. Syafira tak biasa melihat adegan seperti itu. Syafira pingsan, untung saja Alvin menangkapnya. Ia mematikan kameranya, ia sudah menyimpan video itu.
Alvin menggendong Syafira lalu membawanya keluar dari ruangan itu.
Setelah puas memukul Zayn, Keenan melirik kedua orang yang juga ikut campur dalam hal ini.
"Gue pastiin masa depan kalian hancur setelah berani mengganggu istri seorang Keenan Aldebaran Bright"
"Penjara menunggu kalian" ucap Kevan.
Keenan tidak menyadari kalau Zayn sudah bangkit lagi, meskipun tenaganya lemah karena habis dihajar oleh Keenan. Zayn memegang pisau nya erat erat lalu menusuk Keenan dari belakang.
Pisau itu menancap di tubuh Keenan dengan cepat. Melihat hal itu Dito dan Reno langsung bertindak, mereka memukul Dito.
Keenan tak bisa berkata apa apa, tubuhnya terasa sakit. Perutnya banyak mengeluarkan darah, Keenan berusaha menahan rasa sakitnya.
"Kalian..bawa..dia..ke..kantor polisi..Grada Wiguna..katakan dia..penjahat yang mencoba melukai istri Keenan Aldebaran bright."
Reno langsung memangku tubuh Keenan. "Bertahan Nan"
Keenan tak sadarkan diri, tangannya jatuh begitu saja. "NAN BANGUN, LO GAK USAH PURA PURA MATI BEGO" teriak Reno.
"Kalian bertiga urus tuh bocah, biar gue sama Kevan yang bawa dia ke rumah sakit"
Ketiganya mengangguk, mereka khawatir pada Keenan. Namun saat ini ia harus menyelesaikan misinya dulu. Dito, Eka, dan Farhan membawa nya keluar. Di luar mereka melihat Syafira yang masih belum sadarkan diri dan Alvin yang berusaha menyadarkannya. Alvin melihat mereka keluar dengan menangkap ketiga bocah itu. Ia memberikan kameranya sebagai bukti kejahatan mereka. Mereka langsung membawanya.
Reno Dan Kevan penuh dengan darah, darah Keenan mengalir dengan begitu banyak. Mereka langsung mengangkat Keenan berdua dan akan membawanya ke rumah sakit.
Alvin melihat Keenan terbaring dengan penuh darah, ia menghampirinya dengan membawa Syafira di gendongannya.
"Dia Kenapa?"
"Dia ditusuk dari belakang"
"Cepat, kita harus bawa dia ke rumah sakit. Gue takut dia kehilangan banyak darah"
Kevan dan Reno memasukkan Keenan ke dalam mobil. Sedangkan Alvin ia juga ikut masuk. Alvin membaringkan Syafira di dekat Keenan.
"Cepat Ren, lo terobos aja tuh lampu merah. Keenan harus segera dapat pertolongan"
Reno mengangguk, ia mengebut agar lebih cepat sampai ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, Reno dan Kevan langsung memanggil suster. Suster datang dengan membawa brankar lalu membawa Keenan masuk dengan brankarnya.
Kevan dan Reno hanya bisa menunggu di luar. Mereka berdoa untuk keselamatan Keenan. Sedangkan Alvin ia menggendong Syafira dan menyuruh dokter untuk memeriksanya.
"Kondisi nya baik baik saja, kehamilannya juga tidak ada masalah"
"Adik saya hamil dok?"
Dokter mengangguk seraya tersenyum. Lalu Dokter berpamitan keluar. Alvin merasa bingung, di sisi lain ia merasa bahagia karena adiknya hamil dan di sisi lain ia sedih karena Keenan tertusuk dan masih tidak sadarkan diri.
Syafira membuka matanya lalu ia melihat ke sekelilingnya. Ia melihat disampingnya ada Alvin yang menjaganya.
"Abang"
Melihat Syafira sudah sadar Alvin langsung menghampiri Syafira.
"Suamiku dimana? Apa dia baik baik saja, aku takut terjadi sesuatu padanya"
Alvin terdiam, ia tak tahu bagaimana ia harus menjelaskan pada Syafira.
"Kamu tenang dulu, aku ingin memberi tahu kan kalau kamu sedang hamil"
Mata Syafira terbuka lebar saat ia mendapat kabar bahwa dirinya hamil. "Beneran bang?"
Alvin mengangguk. "Tapi saat ini Keenan juga sedang kritis, ia ditusuk oleh bocah itu dari belakang"
Syafira yang tadi merasa bahagia langsung lemas. Ia menggelengkan kepalanya. "Abang pasti bohong kan? Ini pasti prank kan?"
Alvin membawa Syafira ke depan ruangan tempat Keenan dirawat. "Dia masih berada di dalam, dokter masih belum keluar."
Syafira menangis, ia tak kuat melihat Keenan terbaring disana. Alvin memeluk Syafira, ia menguatkan Adiknya.
Tak lama kemudian Dokter keluar dari dalan ruangannya. "Keluarga pasien?"
"Saya kakak iparnya dok"
"Saat ini pasien sedang kritis, kalau dalam 24 jam tidak ada perubahan pada kondisinya. Kemungkinan ia akan mengalami koma"
"Tidak...Suamiku pasti baik baik saja kan dok"
"Sebaiknya ibu banyak banyak berdoa" ucap Dokter sebelum pergi.
Tubuh Syafira merosot ke lantai, ia menangis sejadi jadinya. Syafira menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa Keenan.
"Tenangin diri kamu Sa, Kamu lagi hamil. Kamu gak boleh seperti itu"
"Tapi suamiku.."
"Abang tahu, abang juga sedih sama seperti kamu. Tapi saat ini kita tidak bisa apa apa selain mendoakannya."
__ADS_1
Alvin memeluk Syafira.
"Ya allah tolong selamatkanlah suami hamba, hamba tidak ingin ia seperti ini ya allah"