
Keenan Aldebaran Bright, laki laki tangguh kebanggaan Lavenzi kini tergetak tak berdaya di dalam ambulan. Mereka semua cemas dengan keadaan Keenan, bahkan mereka tak berbicara sepatah kata pun.
Ambulan itu behenti setelah sampai di rumah sakit kasih bunda. Keenan diturunkan dari ambulan dan segera dilarikan ke UGD.
Farhan akan masuk tapi dicegah oleh Eka. "Biarkan dokter melakukan tugasnya, kita disini saja"
Farhan mengangguk, ia berdoa semoga keadaan Keenan baik baik saja. "Kalau sampai terjadi sesuatu sama Keenan, gue gak bisa maafin gue sendiri" lirih Reno.
Rendi menepuk bahu nya, ia menggelengkan kepalanya. "Ini bukan salah siapa siapa. Jadi tolong jangan menyalahkan dirimu sendiri"
Reno menatap mereka satu persatu, lalu mengatakan. "Tadi Neng cantik nelfon, dan gue udah ngasih tau tentang Keenan. Apa kita harus menelfon Tante Mela dan Om Mahendra juga?"
"Iya, kita harus memberi tahu nya. Bagaimana pun Keenan membutuhkan keduanya disini" sahut Dito.
"Biar gue aja yang memberi tahu Tante Mela dan Om Mahendra. Gue bakal pergi ke rumahnya dan memberi tahunya. Hal seperti ini tidak baik dibicarakan lewat telfon" ucap Dito.
Kevan menyetujuinya, apa yang dukatakan Dito memang benar. "Baiklah, sekarang lo pergi. Beritahu Tante Mela dan segera kembali lah kesini" jawab Eka.
"Gue ikut" ucap Kevan.
"Ya udah ayo"
"Han, gimana kabar Rega?" tanya Bimo.
"Mereka udah ditangkap polisi, dan mungkin sekarang sudah mendekam di penjara" jawab Farhan.
Tiba tiba Dokter yang menangani Keenan keluar. "Keluarga pasien?"
"Saya abangnya dok" Eka mengaku sebagai abangnya. Karena kalau tidak ia tidak akan mendapat informasi tentang Keenan.
"Baiklah, silahkan ikut saya ke ruangan" ucap Dokter.
"Pergi lah bang, dan jangan lupa kabari kita." ucap Angga.
"Oke"
Eka mengikuti langkah dokter menuju ruangannya. "Silahkan duduk" ucap Dokter.
Eka langsung duduk di kursi yang telah disediakan.
Dokter menatap Eka dengan dalam. "Saya hanya ingin memberi tahu kan bahwa pasien tidak dapat diselamatkan. Pasien telah kehilangan banyak darah dan itu yang menyebabkan ia tidak dapat bertahan. Tapi..."
Deg
Hati Eka mencelos, dunia nya terasa runtuh mendengar hal ini. Air mata yang tak pernah jatuh dari dirinya kini mengalir dengan derasnya. Eka tak mendengarkan perkataan Dokter lagi. Ia langsung berlari.
Eka berlari lari di koridor rumah sakit membuat teman temannya terheran. "Bang, Keenan kenapa? Kenapa abang nangis?" tanya Dito.
"Keenan...Keenan tidak bisa diselamatkan"
semua anggota Lavenzi menggeleng tak percaya. Keenan pasti kuat. Kini rumah sakit dipenuhi tangisan anak anak Lavenzi.
"Lebih baik kita masuk dulu, kita lihat jenazah Keenan" ucap Eka. Ia berusaha mengontrol dirinya dan mulai menerima apa yang terjadi pada Keenan.
"Baiklah bang, ayo kita masuk"
Saat Eka membuka pintu, ia dikejutkan dengan sesuatu. Orang yang mereka tangisi ternyata baik baik saja. Malah ia bermain game dan makan buah apel.
Begitu pun yang lain, semua nya terkejut. "Bang, Keenan mati suri atau gimana? Eh atau jangan jangan itu arwahnya" ucap Dito.
"Keenan" panggil Eka.
Keenan menoleh dan menatap semua teman temannya. "Kalian siapa?"
"Lo gak inget sama kita Nan, kita teman lo Nan" ucap Reno dengan lantang.
"Oh gue lupa kalau gue punya teman gesrek seperti kalian"
Semuanya tak mengerti apa yang dimaksud Keenan. Melihat teman temannya kebingungan Keenan meledakkan tawa nya. "Bwahahaha"
"Gue bercanda, Gue baik baik aja kok." ucap Keenan.
Semuanya langsung menyerang Keenan dan memukulnya dengan bantal. "Lo tega buat kita nangis, liat noh air mata semua anak anak masih belum mengering"
Keenan memandang semua teman temannya dan memang benar, mereka sepertinya habis menangis. Lalu Keenan menatap ke arah Eka.
"Gue yakin pasti bang Eka belum mendengarkan apa yang dokter katakan sepenuhnya. Iya kan bang?"
Setelah Eka pikir pikir benar juga sih. Tadi dokter itu mengatakan kata tapi, tapi ia langsung pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan selanjutnya.
"Lo benar juga Nan"
"Bang Ekaaaaa" teriak anak anak Lavenzi.
"Sorry guys, gue salah memberi informasi"
Tiba tiba Mela dan Mahendra datang. Mela langsung memeluk Keenan dengan erat seakan akan tidak ada hari esok.
"Ma" panggil Keenan.
"Kamu itu yahhh" Mela tak kuasa melanjutkan ucapannya, ia menangis. Ia benar benar takut kehilangan Keenan.
"Sudah Ma, lihat Keenan baik baik saja kan" hibur Mahendra. Ia bersyukur putranya baik baik saja.
"Gimana keadaan kamu?" tanya Mahendra.
"Keenan baik baik saja pa, hanya sedikit terluka di bagian kepala. Tapi bentar lagi juga sembuh kok " jawab Keenan.
"Tapi kamu beneran tidak apa apa kan?" tanya Mela.
__ADS_1
Keenan mengangguk. "Nan, soal neng cantik gimana, dari tadi dia menelfonku untuk menanyakan kabar lo" ucap Reno.
"Katakan padanya kalau gue baik baik saja" jawab Keenan. Ia tak mau membuat gadisnya khawatir. Rasanya Keenan ingin merengkuh tubuh Syafira ke dalam pelukannya kalau dia ada disini.
"Oke, kalau begitu kita pulang dulu Nan. Besok Gue bakal jemput Neng cantik buat lo" ucap Reno.
"Thankz Ren, dan kalian semua sebelum pulang jangan lupa hapus dulu air matanya" Keenan meledek teman temannya.
"Serah lo dah Nan, ya udah sampai jumpa besok"
Setelah kepulangan teman temannya kini hanya tersisa Mahendra dan Mela di ruangan itu. "Mama sama papa lebih baik pulang saja, Keenan baik baik saja"
"Tapi siapa yang akan menjaga kamu Keenan" ucap Mela.
"Disini banyak suster kok ma yang bakal jagain Keenan. Jadi mama tenang saja"
Mela melirik ke arah Mahendra. Mahendra menganggukkan kepalanya. "Ya sudah kalau begitu mama pulang dulu. Besok mama kembali lagi kesini" ucap Mela.
"Iya ma"
Setelah kepulangan kedua orang tua nya, Keenan mengistirahatkan tubuhnya di kasur rumah sakit. "Janda sekarang lagi ngapain ya?" gumam nya. Kemudian Keenan tertidur.
Keesokan paginya, pagi pagi sekali Reno sudah berada di rumah Syafira. Syafira terus menelfonnya untuk meminta Reno menjemputnya.
"Oren, ayo kita berangkat" ucap Syafira dengan penuh semangat.
"Kamu tidak sarapan dulu?"
"Nanti saja. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu om Keenan"
"Ya sudah kalau begitu kita pamit dulu pada orang tua mu." Ucap Reno akhirnya.
Syafira memanggil Tio dan Wina. Tio dan Wina pun keluar menghampiri putrinya. "Ada apa sayang?"
"Syafira mau pamit pergi ke rumah sakit sama om reno"
"Ke rumah sakit? Siapa yang sakit? Terus om Reno itu siapa?" tanya Tio bertubi tubi.
Syafira menghela nafasnya dan menjelaskannya secara detail pada kedua orang tuanya. "Baiklah, pergilah kalau begitu. Tolong sampaikan salam dari ayah dan ibu. Sampaikan permintaan maaf kami karena tidak bisa menjenguknya karena ada pertemuan dengan rekan bisnis ayah" ucap Tio.
Syafira mengangguk. "Emm om kalau begitu kami pergi dulu" ucap Reno.
"Baiklah"
Syafira dan Reno segera pergi. Reno membukakan pintu mobilnya untuk Syafira. Syafira pun segera masuk ke dalam mobilnya.
Beberapa menit kemudian Syafira dan Reno telah sampai di rumah sakit. Syafira menarik narik tangan Reno agar cepat membawanya ke ruangan Keenan.
"Sabar Neng cantik, aku mau parkirin mobil dulu"
Setelah mobilnya diparkir, Reno menggenggam tangan Syafira dan membawa nya ke ruangan Keenan.
Setelah tiba di ruangan Keenan, Syafira langsung masuk begitu saja. "Om Keenan" teriak nya.
"Om kenapa bisa kayak gini sih ,terus kenapa kemaren gak langsung ngabarin. Aku kangen banget sama om"
Keenan tersenyum, ia senang masih bisa melihat wajah dan senyum menggemaskan Syafira.
"Maaf" ucap Keenan.
"Sekarang gimana keadaan om?" tanya Syafira.
"Perut aku sakit banget. Bisa bantu pijitin gak?" ucap Keenan. Keenan tersenyum jahil, sudah lama ia tidak menjahili gadisnya itu.
"Sini aku pijitin" ucap Syafira.
Keenan melorotkan selimut yang ia pakai, membuat Syafira berteriak histeris. Keenan hanya bertelanjang dada, ia tidak menggunakan pakaian.
"Om apa apaan sih, pake dong bajunya" ucap Syafira dengan kedua tangannya yang menutup matanya.
"Aku lagi gerah sayang, makanya aku gak pake baju "
Keenan melepaskan kedua tangan Syafira daru matanya dan menaruh nya di perut kotak kotaknya.
"Coba deh kamu sentuh siapa tau suka"
Syafira memberanikan diri menyentuh perut kotak kotak Keenan. "Ih lucu" ucap Syafira, membuat Keenan tersenyum kecil.
Reno yang melihat hal itu hanya bisa mengelus dada. "Orang jomblo gak seharusnya ada disini"
Keenan menyadari bahwa masih ada orang lagi di dalam ruangannya. "Lo kapan dateng Ren?"
"Tahun lalu" Jawab Reno dengan asal.
"Karena Syafira sudah ada disini. Lo boleh pergi kok"
"Lo ngusir gue nan?" ucap Reno.
"Bukan ngusir, emangnya lo mau ngeliat gue romantisan sama Syafira?" ucap Keenan.
"Iya juga sih. Ya udah gue pulang aja kalau gitu. Kalau lo butuh apa apa silahkan hubungi gue"
"Oke" jawab Keenan.
Setelah itu Reno meninggalkan mereka berdua. "Om, aku takut kehilangan om" ucap Syafira.
Keenan meniup niup rambut Syafira dan menusuk nusuk pipi Syafira dengan jari nya. Keenan tak menghiraukan perkataan Syafira tadi. Ia hanya fokus dengan apa yang dilakukannya.
Syafira hanya membiarkannya. Dengan wajah sedekat itu Syafira benar benar gugup. Jantungnya berdetak sangat kencang.
__ADS_1
"Cium dong, tiap hari kan aku yang selalu cium kamu. Sekarang giliran kamu yang cium aku" ucap Keenan.
"Hah" ucap Syafira.
"Cium" Keenan menyentuh kedua pipinya sambil mengedipkan matanya pada Syafira. Syafira melakukan apa yang Keenan minta. Ia segera mencium pipi Keenan.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Keenan.
Syafira menggeleng. "Ya udah ayo kita pesan makanan"
Keenan memesan beberapa makanan untuk sarapannya bersama Syafira. Kali ini ia hanya memesan bubur ayam, sayur sop dan air putih. Keenan tidak mau Syafira tergiur dengan makanan yang tidak sehat seperti pizza dan lain lain.
Sepuluh menit kemudian makanan yang dipesan telah datang. Syafira mengambilnya dan menyiapkannya untuk dirinya dan Keenan.
"Kita makan sepiring berdua aja" ucap Keenan.
"Lalu bagaimana dengan sendoknya?" tanya Keenan.
"Tentu saja pakai sendok yang sama"
Sebenarnya sendoknya ada dua, tapi Keenan menyembunyikannya. Keenan ingin modus dengan makan dari sendok yang sama.
"Ya udah deh"
Syafira mengambil buburnya dengan sendok lalu menyuapinya pada Keenan. Keenan menerima suapan dari Syafira. Setelah itu Keenan menyuapi Syafira juga sampai bubur itu habis.
Setelah selesai makan sarapannya, Keenan menyuruh Syafira untuk tiduran bersamanya di kasur rumah sakit. Syafira menurut, ia tidur dan menempatkan dirinya di dada Keenan. Syafira memeluk erat Keenan dan menguyel uyelkan wajahnya di dada Keenan. Mereka berdua seperti suami istri.
"Om, kenapa om bisa kecelakaan seperti ini? Bukan kah om adalah pembalap yang paling hebat" ucap Syafira sambil menatap mata Keenan.
"Janda, aku itu manusia. Aku bisa kecelakaan atau meninggal.."
Syafira meletakkan jarinya di bibir Keenan. Ia tidak mau Keenan mengatakan hal mengerikan itu.
"Jangan katakan itu om"
Keenan semakin mengeratkan pelukannya pada Keenan. Ia menumpu kepalanya di kepala Syafira.
"Jangan seperti ini lagi om, aku takut kehilangan om. Apa om mau aku jadi janda sebelum waktunya?" ucap Syafira.
Keenan tertawa kecil. Lihat lah, betapa menggemaskannya gadis nya itu. "Kamu gak akan pernah jadi janda selama masih ada aku"
"Sayang om banyak banyak"
"Sayang janda tanpa batas"
Syafira merasa jenuh karena terus tiduran bersama Keenan. Akhirnya ia mengusulkan untuk menonton film.
"Om nonton film yuk?" ucapnya.
"Film apa?"
"Drama korea" ucap Syafira dengan antusias.
"Boleh, coba puter film nya"
Syafira mengambil handphone nya kemudian ia mengetik drama korea yang ingin di tontonnya melalui youtube.
"Lihat nih om"
Kemudian Syafira memutarnya. Syafira memilih drama korea yang dibintangi oleh Lee min ho yang berjudul the legend of the blue sea. Ia penggemar Lee min ho.
Film nya pun telah dimulai. "Aduh oppa ganteng banget sih, jadi meleleh hati adek"
"Masih aku pantau" batin Keenan.
"Aduh ciumannya hot banget, jadi pengen ciuman sama lee min ho oppa deh" syafira terus berbicara mengenai film itu.
"Ciuman kayak gitu, aku juga bisa" gumam Keenan.
Pada saat adegan ciuman perpisahan antara heo jon jae dan sim cheong Syafira meneteskan air matanya. Adegan itu sangat menyedihkan. Syafira menangis.
Keenan masih asyik menonton drama korea itu. Saat ia merasa kan air yang menetes di tubuhnya, Keenan melihat ke arah Syafira.
"Hei kamu kenapa menangis?"
"Lihat om, heo jon jae harus berpisah sama sim cheong. Kasian heo jon jae"
Keenan langsung mematikan video nya. Ia tak mau Syafira terus menonton drama itu. Gara gara drama itu syafira menangis.
"Om, aku jadi pengen nikah sama Lee min ho oppa deh. Udah ganteng, manis, punya lesung pipit, artis lagi."
Keenan membelalakkan matanya. "Gak boleh. Kamu itu nikahnya sama aku bukan sama leminco itu" ucap Keenan.
"Lee min ho om bukan leminco"
"Nah iya itu"
"Di galeri handphone ku banyak foto foto lee min ho lho om" Syafira berusaha membuat Keenan cemburu.
Benar, Keenan langsung mengambil handphone Syafira dan membuka galeri nya. Yang di dalamnya hanya berisi fotonya dan Syafira.
"Mana foto leminco nya?" tanya Keenan.
"Gak ada om, aku bohong. Adanya foto calon masa depan aku"
"Dasar nakal"
Keenan menggigit pipi Syafira. Saat Keenan menggigit pipi Syafira, pintu pun tiba tiba terbuka.
__ADS_1
"Keenan, kamu apain calon mantu mama?"
Keenan terkejut dan melepaskan gigitannya.