Bukan Janda

Bukan Janda
Konten youtube


__ADS_3

Tangisan bayi menggema di kamar Syafira dan Keenan. Syafira yang sudah tidur nyenyak pun terpaksa harus bangun untuk mendiamkan Azkia yang rewel. Syafira tidak membangunkan Keenan karena Keenan harus bekerja besok. Ia tidak ingin suaminya kurang tidur karena hal ini


Syafira mengucek matanya lalu turun dari ranjang. Kemudian ia mengambil Azkia dari box bayi dan membawanya keluar agar tidak mengganggu tidur Keenan.


"Iya sayang, ini Bunda. Kenapa Nangis hmm?"


Syafira menimang nimangnya sambil menyanyikan sebuah lagu untuk Azkia.


"Nina bobo, Nina bobo kalau tidak bobok digigit  nyamuk" Syafira terus menyanyikannya berulang kali sampai Azkia tidur terlelap. Syafira berencana untuk menidurkan Azkia kembali di box nya, baru saja ia akan menidurkannya Azkia menangis lagi.


Terpaksa Syafira harus terus menggendongnya sampai Azkia benar benar tidur nyenyak. Syafira melirik ke arah jam yang menempel di dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 4 subuh, dan Syafira masih menggendong Azkia.


Syafira terus menguap sepanjang ia menggendong Azkia, akhirnya ia memutuskan untuk duduk di sofa sembari menggendong Azkia.


"Tidur yang nyenyak Nak" Syafira mencium kening Azkia. Jiwa keibuannya sangat terlihat jelas ketika ia bersama si kembar. Syafira memejamkan matanya dengan posisi duduk dan menggendong Azkia. Sebelum tidur, ia memastikan kain yang digunakan untuk menggendong Azkia  tidak akan lepas begitu saja.


Syafira mungkin tidak menyadari kalau sedari tadi Keenan melihat semua yang ia lakukan, Keenan berjalan mendekati Syafira dan mengambil Azkia dari gendongannya. Ia membuka kainnya dengan perlahan lahan agar tidak membangunkan Syafira.


"Kamu bobok di box dulu ya sayang, Papa mau mindahin Bunda juga"


Keenan meletakkan Azkia di box bayi samping Azka. Setelah itu ia kembali ke ruang tengah dan mengangkat tubuh Syafira untuk ia pindahkan ke kamarnya.


Keenan menidurkan Syafira di atas kasur. Ia terus menatap wajah syafira dari samping. "Kenapa kamu gak membangunkan aku? Jangan pernah seperti ini lagi. Kalau kamu bersikap seperti ini kamu sama saja seperti tidak membutuhkanku"


Keenan menghembuskan nafasnya lalu menyelimuti tubuh sang istri.


Dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul empat lewat lima belas menit. Keenan memutuskan untuk shalat subuh terlebih dahulu. Ia pergi ke kamar mandi untuk mandi sekaligus mengambil air wudhu.


.


.


"Assalamualaikum warahmatullah" Keenan menolehkan kepalanya ke arah kanan dan setelah itu baru ke kiri. Selesai melakukan shalat, Keenan mengangkat kedua tangannya untuk berdoa pada yang maha kuasa.


"Ya allah ya tuhanku, Tolong lindungi keluarga hamba dari segala marabahaya, hamba sangat mencintai mereka ya allah. Mereka adalah satu satunya kebahagiaanku di dunia ya allah. Jangan kau limpahkan rasa sakit untuk mereka.  "


Keenan meneteskan air matanya. "Ya allah, hamba mohon berikan tempat terbaik untuk putri hamba Keysa di surgamu ya allah, kami sudah mengikhlaskannya. Hamba sadar cintamu lebih besar daripada cinta kami padanya."


"Allahumma firli Dzunubi waliwa lidayya warhamhuma kama robbayani soghiro. Robbana atina fiddunnya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar, subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin walhamdulillahi rabbil alamin" Keenan mengusapkan kedua tangannya pada wajahnya.


"Allahu akbar" Keenan bersujud menghadap kiblat. Dalam posisi seperti itu Keenan menumpahkan air matanya. Ia menangis terisak isak. Ia mengingat segala dosanya selama ini. Mulai dari hal hal kecil sampai hal yang besar.


Baru setelah puas, ia mengangkat tubuhnya. Tempat mengadu terbaik adalah kepada allah, jangan pernah sekali kali kamu menyekutukannya. Karena suatu saat, kamu pasti akan kembali ke sisi allah. Ingat itu.


Keenan melipat sajadahnya dan menaruhnya di tempat semula. Setelah itu Keenan pergi ke dapur untuk memasak sarapan untuknya dan Syafira.


Selama 20 menit Keenan berkutat di dapur, akhirnya ia sudah selesai memasak. Keenan menghidangkan nya di atas meja makan. Kemudian pergi ke atas untuk membangunkan Syafira.


Awalnya ia berpikir Syafira masih dalam keadaan tidur nyenyak. Tapi pikirannya langsung ditepis saat melihat Syafira tertawa dengan Azka dan Azkia.


"Kalian berdua Bunda yang melahirkan tapi tidak ada yang mirip Bunda sedikit pun. Semuanya mirip sama Papa. Mungkin karena papa ganteng kali ya"


Azka menatap Syafira dengan tatapannya yang lucu. Sedangkan Azkia tersenyum. Syafira kegirangan karena mereka merespon segala perkataannya. "Jadi kalian setuju kalau papa ganteng?"


"Ehem"


Mendengar deheman seseorang Syafira menoleh dan mendapati suaminya yang tengah menatapnya. "Mas, kamu yang mindahin Azkia ke box bayi?" tanya nya langsung di hadapan Keenan.


Keenan tidak menjawab, ia malah berjalan semakin dekat dengan Syafira, kemudian menarik pinggangnya hingga wajahnya membentur dadanya yang bidang.


"Kenapa semalam kamu tidak membangunkanku kalau Azkia menangis?" Bisiknya di telinga Syafira.


"Dari mana kamu tahu?"


"Sejak kamu mau menaruh Azkia di box aku sudah terbangun. Dan Aku mengikuti dan melihat apa yang kamu lakukan untuk mendiamkan Azkia"


Keenan melepaskan tangannya dari pinggang Syafira, kemudian berganti dengan memegang kedua bahu milik Syafira. "Lain kali kalau si kembar rewel tengah malam, bangunin Mas saja. Mas ingin menjadi papa yang siap siaga buat mereka. Seharusnya kamu bisa berbagi dengan Mas apapun yang terjadi. Mas tahu kamu tidak membangunkanku karena takut aku kelelahan kan? Apalagi aku harus bekerja."


"Tidak, Mas tidak pernah lelah untuk mengurus si kembar dan keluarga kita. Jadi tolong mulai saat ini jangan sungkan untuk membagi apapun dengan Mas. Mas sayang banget sama kalian. Mas tidak ingin mengulangi keslahan seperti yang dulu"


Syafira tertegun mendengar isi hati Keenan. Ia jadi merasa bersalah. Niat nya mungkin memang baik tapi kalau Keenan tidak menyukai apalah dayanya. Ingat kan, Surga seorang istri ada pada suami. Jangan pernah membuatnya murka atau kecewa denganmu. Setiap kali seorang istri ingin melakukan sesuatu, ia jarus terlebih dahulu meminta izin pada suaminya. Jika ia mengizinkannya Maka lakukanlah hal itu, tapi jika suami tak memberi izin, tolong patuhi itu.


"Maaf Mas, kalau selama ini aku terkesan egois" Syafira menundukkan kepalanya menghindar untuk bertatapan dengan bola mata milik Keenan.


"Bukan egois, kamu orangnya gak enakan. Lain kali jangan begitu kita ini suami istri. Suka dan duka harus kita lalui bersama"


Keenan melihat ke arah si kembar. "Ya sudah, lebih baik kita sarapan dulu. Mas sudah memasak untuk sarapan kita. Habis itu kita mandikan si kembar bersama"


"Iya Mas"


Cup


Keenan memiringkan wajahnya dan mengecup pipi milik Syafira. "Jangan nakal nakal lagi ya sayang"

__ADS_1


Syafira tersenyum haru, ia menganggukkan kepalanya dengan cepat.


.


.


.


"Gue udah buat channel youtube Nih buat geng kita" teriak Farhan dengan keras di depan semua teman temannya.


"Apa namanya? Biar gue subscribe" tanya Dito.


"Lavenzi30.V.G."


"Otw subscribe"


Yah, semalam mereka menginap di markas. Tidak ada yang pulang kecuali Eka, karena ia tidak bisa meninggalkan istri dan anaknya lebih lama. Yang lain pun memakluminya.


Mereka semua duduk melingkar di atas lantai dengan handphone nya masing masing. Mereka membuka situs berwarna merah yang bertuliskan youtube lalu mengetikkan kata Lavenzi30.V.G.


"Yang ini bukan channelnya?" tanya Reno.


"Iya itu"


"Ayo kita buat konten? Biar channelnya gak kosong" ajak Farhan. Semuanya pun saling menatap selama beberapa detik kemudian mereka menjawab secara bersamaan. "Ayo"


"Mau buat konten apa?" tanya Kevan.


"Nah itu dia masalahnya, gue belum nyiapin nama kontennya" ucap Farhan.


Mereka terdiam selama beberapa menit utuk memikirkan konten apa yang akan mereka buat.


"Gimana kalau buat konten perkenalan dulu, biar para subscriber kita tahu siapa kita nanti" usul Dito.


"Nah boleh juga tuh, oke kita kenalan aja dulu"


Farhan mengambil kursi dan meletakkan kameranya di atas kursi. Kemudian ia mulai merekam kegiatan mereka.


"Udah mulai, lo duluan Ren" ucap Farhan.


Reno agak sedikit lebih maju untuk bisa mendekat ke arah kamera. "Assalamualaikum semuanya, Yo wassap gaes. Apa kabar buat semua pemirsa yang jomblo. Dan yang tidak jomblo saya doakan anda akan cepat tidak jomblo"


"Lawakan yang bagus" komentar Kevan.


"Oke para jomblo, untuk menemani hari hari kalian yang sangat sepi layaknya kuburan dan tidak ada yang menziarahi hati kalian. Kalian tenang saja. Karena saya akan menghibur hati kalian. Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri dan teman teman saya semua. Tenang saja jomblo, semuanya cogan kok hehe"


Oke langsung saja kita mulai berkenalan, pertama saya dulu. Nama saya Reno Bin Dono, pria kelahiran rahim ibu selama 9 bulan. Ayah Saya Dono bekerja sebagai pelawak di pom bensin. Sedangkan ibu saya jangan tanya dia ada dimana. Dia ada di hati saya. Sekarang dilanjutkan dengan teman saya.


"Han buruan cepet" ucap Reno.


"Oke, gue lagi ngaca dulu nih. Takutnya jelek di hadapan kamera."


"Muka lo emang udah jelek kali" ucap Kevan.


"Bodo"


"Hai Jomblo, kalian pasti belum kenal dengan saya kan? Oke perkenalkan Nama saya Farhan bin Upin&ipin. Saya masih muda kok, cuma 24 tahun saja. Jika ada yang berminat degan saya tolong ketikan nomor whatsapp kalian di komentar. Siapa tahu saya berminat dengan salah satu dari kalian. Oh iya kalian bisa manggil saya dengan sebutan Mas Gans saja."


"Gans apaan tuh?"


"Ngarang aja dia" sajut Reno.


"Sekarang giliran Lo Van"


Kevan maju dan menghadapkan wajahnya ke arah kamera. "Oke Jomblo, Nama saya Kevan bin Kavan, umur hampir 25 tahun. Hobi saya adalah berkentut dan makanan favorit saya, Telur dadar dengan dilapisi garam dan micin di atasnya. Oke cukup sekian saja perkenalannya selanjutnya akan digantikan teman saya.


"Dit, karena lo yang terakhir. Lo harus ngenalin anggota yang lainnya juga, kalau mereka kenalan satu satu pasti durasinya bakal lama" ucap Kevan.


"Iya lo tenang aja, gue ahlinya"


Mereka semua mengangguk lalu memperhatikan Dito yang lagi memperkenalkan dirinya.  "Oke, sebelumnya saya mau bertanya pada kalian? Apa kalian suka cogan? Kalau kalian suka cogan. Selamat kalian berada di chanel yang tepat. Karena hanya di channel inilah kalian bisa melihat para cogan."


Dito mengambil kameranya dan berjalan menuju anggota lavenzi lainnya yang belum sempat berkenalan. "Bro, say hi ke calon fans kita dulu" ucap Dito dengan suara beratnya.


"Halo semuanya, gue rangga, gue..." begitulah seterusnya.


"Nah kan, sudah melihat para cogannya, oke saatnya kalian melihat kita"


Dito menaruh kameranya kembali. Lalu mengajak ketiga temannya untuk duduk bersampingan agar terlihat semuanya. "Karena kalian sudah mengenal nama nama kita, maka sekarang kami akan memperkenalkan grup kita." Ucap Dito.


"Van, lo aja yang ngenalin" ucap Reno dengan pelan.


"Oke, jadi semuanua kita semua yang ada disini adalah anggota geng motor Lavenzi. Dengan pemimpin kami yang bernama Keenan Aldebaran Bright, tapi sayangnya dia tidak bisa hadir karena sibuk. Lavenzi terkenal dengan kesolidaritasannya Intinya Geng kami berbeda dengan geng motor kebanyakan" ucap Kevan

__ADS_1


"Oke, sebagai penutup. Bila kalian suka dengan kami, silahkan klik tombol subscribe yang berwarna merah dan jangan lupa tekan tombol lonceng agar kalian selalu mendapat notifikasi dari kami"


"Bila kalian ingin bertemu kita, kalian bisa telfon ke nomor ini *123# jika kalian berhasil menghubungi, maka kita semua siap menjadi pasangan kalian." Tambah Reno.


"Saya tutup dulu perkenalannya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Farhan mengambil kameranya dan menyimpan video mereka. Lalu mereka menontonnya secara bergantian. "Bagus, tapi harus diedit biar makin bagus" ucap Kevan.


"Siapa disini yang bisa ngedit?" tanya Dito.


"Gue" jawab Rangga sambil mengacungkan tangannya. "Oke, nanti lo aja yang ngedit ya, buat sebagus mungkin" ucap Farhan.


"Oke, kirim aja videonya ntar ke handphone gue" jawab Rangga.


"Oke"


Reno kemudian berdiri. "Karena kita udah selesai buat konten, gue pamit pulang dulu. Mo mandi, bulu ketek gue pada berdemo nih. Gara gara belum disiram air"


"Pantes aja lo bau. Makanya Ren pake rexona dong kayak gue" ucap Farhan.


"Hasilnya gimana?" Tanya yang lain penasaran.


"Wuiihh jangan salah, Rexona bukannya bikin harum ketek tapi malah bikin bulu ketek semakin panjang."


"Berarti iklannya bohong dong?" Ucap Dito.


"Iyalah, nih kalau gak percaya gue liatin bulu ketek gue" Farhan menyingkap lengan kaosnya dan mengangkat tangannya sehingga bulu keteknya terlihat semua.


"Buset Han, itu bulu ketek atau rambut mimi peri" heran Kevan.


"Lebat amat, kayak yang dibawah" ucap Reno.


"Udah lah daripada bahas bulu ketek Farhan mending gue pulang aja" ucap Reno.


Sebelum pergi Reno masih sempat mengatakan sesuatu pada Rangga. "Rang, jangan lupa edit videonya" Ia mengambil kunci sepeda motornya dari dalam saku nya. Setelah menemukannya ia pun segera naik ke atas motor.


.


.


Beberapa jam di kantor membuat Keenan merasa bosan, Keenan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hanya duduk manis di kursi kebesarannya. Karena terlalu bosan, Keenan memutuskan untuk mengelilingi kantornya sendiri.


Saat Keenan berjalan mengelilingi kantornya, perhatiannya tertuju pada seorang wanita tua yang terlihat memohon mohon pada petugas keamanannya. Karena penasaran Keenan pun menghampiri mereka.


"Ada apa ini?" Suara berat Keenan berhasil membuat mereka berdua menoleh.


"Wanitu tua ini memaksa untuk bertemu bapak" ucap Satpam itu. "Pergilah, biar saya yang mengurusnya" ucap Keenan sambil matanya menatap ke arah wanita tua itu.


"Baik pak"


Setelah satpam itu pergi Keenan mengajak wanita itu ke dalam ruangannya. "Silahkan duduk Bu" ucapnya.


"Terima kasih"


Selang beberapa menit kemudian wanita itu menatap Keenan. Tatapannya seperti menahan sesuatu untuk dikatakan. Ada sedikit keraguan yang terpancar di dalamnya.


"Jadi ibu ingin bertemu dengan saya? Ada apa sebenarnya"


Wanita itu meremas jarinya sendiri. "Maaf Tuan, saya ingin bertemu dengan tuan karena ada yang ingin saya katakan. Tapi saya ragu untuk mengatakannya, saya takut tuan marah"


Keenan tersenyum ramah. "Tidak usah panggil Tuan Bu, ibu sepertinya seumuran dengan Mama saya. Panggil saja saya Keenan. Dan jangan ragu ragu untuk mengatakannya Bu, katakanlah semuanya"


Wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap Keenan. Rumor itu memang benar, Keenan orangnya sangat ramah, tidak seperti orang orang yang ia sempat datangi.


"Saya Kesini ingin meminjam uang Nak, Saya harus membiayai operasi anak saya. Saya tidak tahu harus meminjam pada siapa lagi. Ada yang menyarankan saya untuk meminjam kepada anda"


"Anak ibu sakit apa?"


"Kanker rahim Nak, Dokter bilang, ia harus mengangkat rahim anak saya agar anak saya bisa selamat"


Keenan merasa prihatin dengan wanita itu, ia mengambil tas nya dan mengambil sesuatu dari dalamnya. "Ibu datang saja ke rumah sakit ini, Disana adalah rumah sakit saya. Ibu tidak usah bayar biaya apapun. Ibu hanya perlu memindahkan anak ibu ke rumah sakit ini dan mengatakan bahwa ibu datang atas perintah Keenan Aldebaran bright"


"Allahu akbar, allah maha besar"


Wanita itu menangis tersedu sedu sembari melakukan sujud syukur. Mulutnya tak henti hentinya mengucapkan syukur disertai air mata yang meleleh.


Keenan berdiri dari posisi duduknya lalu berjongkok di samping wanita itu. Wanita itu menatapnya dengan penuh haru. "Terima kasih Nak, saya tidak tahu harus mengatakan apa selain kata terima kasih"


Keenan mengajak wanita itu untuk berdiri. Dan berdiri lah wanita itu. "Ibu tidak usah berterima kasih pada saya, berterima kasih lah pada allah yang telah mempertemukan saya dengan ibu sehingga saya bisa membantu ibu" ucap Keenan. Wanita tua itu mengangguk berkali kali.


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu Nak, saya akan segera membawa anak saya ke rumah sakit milik anda"


Keenan tersenyum, matanya mengikuti ke arah wanita tua yang baru saja keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"Selagi kita bisa membantu seseorang, bantulah ia. Sesungguhnya tidak ada ruginya engkau membantu orang lain. Justru kamu bisa mendapatkan pahala dan pahala bisa digunalam sebagai tiket menuju surga"


__ADS_2