
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Keenan sudah berada di rumah Syafira. Ia tidak mau terlambat untuk mengantar Syafira ke cafe nya. Keenan duduk di ruang tamu bersama Tio, ayah dari Syafira.
"Selamat pagi om" sapa Keenan.
"Pagi" jawab Tio.
Keenan duduk tepat di hadapan Tio. Karena merasa canggung akhirnya Tio memulai pembicaraan.
"Kenapa kamu datang kesini pagi pagi seperti ini?" tanya Tio.
"Saya hanya ingin menjemput dan mengantar Syafira om. Dan saya akan melakukannya setiap hari"
Tio menatap Keenan dengan tatapan menyelidik. "Setiap hari? Apa kamu tidak bekerja?"
"Saya hanya pembalap motor om, jadi saya menghasilkan uang dengan balapan motor. Balapan motor juga tidak setiap hari om, hanya di waktu waktu tertentu saja" jelas Keenan dengan jujur.
"Tunggu tunggu, siapa nama lengkapmu?" tanya Tio. Tio penasaran karena ia merasa sangat familiar dengan wajah Keenan. Tio rasa ia pernah melihat Keenan, tapi ia lupa dimana.
"Keenan Aldebaran Bright om" jawab Keenan.
"Kamu pemenang balapan motor tahun lalu kan? Om pernah melihatmu di Tv" ucap Tio dengan antusias. Tio sangat menyukai balapan motor karena dulu dia adalah anggota geng motor juga.
"Iya om" jawabnya
Di tengah tengah pembicaraan mereka, Syafira muncul dalam keadaan wajah yang masih mengantuk. Syafira menguap dan membuka mata nya lebar saat melihat Keenan bersama ayah nya.
"Om ngapain disini?" tanya Syafira.
"Aku mau jemput dan mengantar kamu ke cafe. Bukan kah kemarin aku sudah bilang sama kamu" Keenan memperhatikan penampilan Syafira yang tetap cantik meskipun baru bangun tidur.
"Syafira, lebih baik kamu mandi dan segera bersiap siap. Kasihan Keenan, dia dari tadi sudah menunggumu" ucap Tio.
"Baik lah yah"
Syafira segera mandi, kali ini ia hanya butuh waktu 15 menit untuk menyelesaikan mandi nya. Syafira segera bersiap siap. Setelah selesai ia turun ke bawah dan menemui Keenan.
"Om, Syafira sudah siap"
Keenan menoleh pada Syafira. Keenan terpesona pada Syafira sampai ia lupa mengedipkan matanya. Tio menyadari hal itu, ia melambaikan tangannya di depan mata Keenan. Membuat Keenan salah tingkah.
"Om tahu kalau putri om sangat cantik, tapi jangan lupa kedip kan matamu" canda Tio.
"Ayah, udah jangan godain om Keenan" ucap Syafira.
"Kenapa?" tanya Tio.
"Om Keenan itu sekarang Kekasih Syafira, jadi wajar kalau om Keenan terpesona dengan kekasihnya sendiri" ucap Syafira dengan blak blakan.
"Kekasih? Kalian pacaran?"
Syafira menutup mulutnya, ia tak sadar kalau dirinya keceplosan.
"Jawab pertanyaan ayah, kalian berdua pacaran?" Tio memandang kedua nya secara bergantian.
Karena Syafira tak kunjung menjawab, akhirnya Keenan angkat bicara.
"Iya om, kami berdua memang pacaran"
"Sejak kapan?" tanya Tio.
"Kemaren om" jawab Keenan.
"Syafira, sekarang kamu tunggu Keenan di luar. Ayah ingin mengatakan sesuatu pada Keenan."
Syafira segera keluar, ia menunggu Keenan di depan.
Tio menatap Keenan dari atas sampai bawah. Membuat Keenan merasa grogi.
"Saya akan mengetes kamu, dan bila kamu lolos. Saya akan merestui hubungan kamu dan Anak saya" Tio terlihat sangat serius. Karena ini menyangkut masa depan putrinya.
"Baik om" ucap Keenan dengan tegas.
"Pertama, Apa kelebihan dirimu?" ucap Tio.
Keenan langsung menjawab "Saya tampan, ganteng, handsome dan Setia."
"Apa kekurangan kamu?"
"Mohon maaf om, saya tidak punya kekurangan. Karena semua yang ada pada diri saya itu termasuk kelebihan bukan kekurangan" jawab Keenan.
"Pertanyaan selanjutnya, Seberapa ganteng kamu dibanding saya?" ucap Tio.
"Saya lebih ganteng dari pada om. Karena saya masih muda sedangkan om sudah tua" Keenan menjawab nya dengan penuh keberanian.
Tio mengira Keenan akan mengatakan dirinya lebih ganteng, tapi ternyata ia salah. Keenan malah mengatakan ganteng pada dirinya sendiri. Tak cukup sampai disini saja, Tio memberikan pertanyaan lagi.
"Bagaimana cara mu untuk membahagia kan anak saya jika saya merestui hubungan kalian?"
"Sebentar om" Keenan mengambil handphone nya. Lalu membuka situs google.
"Ok google, bagaimana cara seorang Keenan mencintai Syafira?"
Tio menggelengkan kepalanya, ia benar benar tak mengerti lelaki seperti apa Keenan itu. Umur nya begitu dewasa tapi sifatnya sangat konyol.
Google menjawab "Maaf, saya tidak mengerti"
Keenan menatap wajah Tio "Maaf om google nya tidak mengerti. Tapi tidak apa apa biar saya saja yang menjawab."
"Bagaimana cara saya untuk membahagiakan Syafira itu adalah urusan saya om, om tenang saja saya tidak akan menyakiti atau mengecewakan putri om. Walaupun saya dan Syafira baru kenal tiga bulan, tapi saya sangat mencintai Syafira om. Saya akui dulu saya hanya sekedar tertarik sama Syafira namun sekarang hati saya sudah mantap. Saya mencintai Syafira anindita putri, putri dari Almarhum Tio"
__ADS_1
Awalnya Tio terharu mendengar kata kata Keenan, tapi pas bagian Akhir ia mendengar kata almarhum.
"Kamu bilang almarhum? Saya masih hidup lho"
Seketika itu Keenan sadar kalau ia salah mengucapkan kata kata. Ia segera memperbaiki kata kata nya. Kalau tidak mungkin Tio tidak akan merestuinya.
"Maksud Aku pengagum Tio om, yah tadi sebenarnya saya mau bilang cuma kepleset ke almarhum. Biasa lah om lidah saya suka kepleset emang" jelas Keenan. Keenan berharap bahwa Tio tidak menanggapinya dengan serius.
"Ya sudah tidak apa, sekarang pertanyaan terakhir"
"Kalau kamu sudah menjadi suami putri saya, kamu akan menafkahinya dengan apa?"
Keenan dengan cepat menjawab tanpa ragu
"Saya akan menafkahinya dengan cinta saya om. Saya tidak ingin memberinya nafkah uang karena itu bukan kebutuhan melainkan kewajiban seorang suami. Dan saya juga akan menafkahi nya lahir batinnya"
Tio menepuk pundah Keenan tiga kali. Membuat Keenan mengernyitkan dahi tak mengerti. Tak lama kemudian Tio berbicara padanya. "Selamat, kau lulus. Aku merestui hubunganmu dengan anakku" ucap Tio.
"Syukurlah kalau begitu om, karena kalau sampai om menolak saya. Om benar benar akan kehilangan calon menantu tampan seperti saya"
"Kamu ini ternyata sangat percaya diri. Tapi tidak apa apa. Oh iya om minta tolong ya jaga Syafira baik baik dan anak yang dikandungnya. Om percaya sama kamu"
"Baik om mertua. Kalau begitu saya permisi dulu.
Tio mengangguk memberikan izin pada Keenan. Keenan pun segera keluar.
"Om, udah selesai?" tanya Syafira.
"Udah janda, yuk kita berangkat" Keenan memakaikan helm pada Syafira. Kemudian ia naik ke atas motornya dan diikuti oleh Syafira.
Setelah siap mereka berdua meninggalkan rumah Syafira. Mereka pergi menuju cafe, tempat dimana Syafira bekerja.
Setibanya di cafe, Mereka berdua segera turun dari motor dan masuk ke dalamnya. Suasana cafe sangat sepi sekali. Syafira menatap nya dan menghela nafas. "Om, syafira masuk dulu ya. Om tidak pulang?" tanya Syafira.
"Kamu mengusirku janda?"
"Bukan begitu om, aku takut gara gara aku om tidak bisa bekerja." Ucap Syafira.
"Pekerjaan ku adalah seorang pembalap Janda, dan aku juga hanya balapan di waktu tertentu." Ucap Keenan.
Syafira mengangguk mengerti, kemudian ia masuk ke dalam cafe nya. Keenan duduk di salah satu meja, ia berpikir bagaimana cara membuat cafe milik Syafira ramai pengunjung.
Akhirnya Keenan menemukan cara, ia mengambil handphone dan mencari kontak Reno. Kemudian ia menghubunginya.
"Halo Ren"
"Perintahkan semua anak Lavenzi untuk pergi ke cafe sekarang. Untuk tempatnya biar aku share lock"
"Tenang aja, kali ini gue mentraktir kalian semua makan sepuasnya"
"Iya, gue bakal transfer ke lo 15 juta. Kalian semua harus menghabiskannya dengan makan di cafe. Sebenarnya cafe ini milik pacarku, aku hanya ingin membantunya sedikit.
Keenan mentransfer uang lima belas juta pada Reno. Sambil menunggu kedatangan Mereka. Keenan memainkan handphone nya.
Benar saja lima belas menit kemudian, semua teman temannya datang. Jumlah nya sekitar tiga puluhan. Keenan menyambut semua teman temannya. Lalu ia bergegas pergi menemui Syafira.
"Janda, hari ini teman temanku mau makan disini. Kamu bisa tanya mereka mau pesan apa? Jumlah nya tiga puluh orang." Ucap Keenan.
"Sebanyak itu?" tanya Syafira.
Keenan mengangguk. Syafira terdiam sejenak lalu ia melompat lompat kesenangan. Keenan segera menangkap nya ke dalam pelukannya. Keenan khawatir kalau Syafira melompat lompat janinnya akan bahaya.
"Janda, lain kali kalau kamu senang jangan lompat lompat atau menari nari. Itu bahaya buat janin kamu. Kalau kamu ingin melampiaskan rasa bahagia kamu. Peluklah aku saja" ucap Keenan.
"Sepertinya calon papa mu sangat perhatian sekali pada mu nak" ucap Syafira.
Keenan tersenyum melihat tingkat menggemaskan Syafira. "Baik lah om, Syafira mau bertanya pesanan mereka dulu. Om bergabung lah bersama teman teman om"
Keenan mengangguk seraya pergi menghampiri teman temannya.
"Nan, hari ini lo benar benar sahabat gue nan" ucap Farhan yang dramatis.
"Lo udah sembuh Han,Padahal gue berharapnya lo mati:
"Bully aja teros, teman datang bukannya disambut malah dibully." Semua teman teman Keenan bersorak.
"Permisi semuanya" ucap Syafira.
Sontak semuanya menoleh ke arah Syafira. "Eh ada neng cantik, mau ngapain kesini? Mau Nemenin aa ya? Sini, sini"
"Reno, sekali lagi lo godain pacar gue. Gue kirim lo ke malaikat izrail"
"Ampun dah nan, baru pacaran aja posessive nya minta ampun" sungut Reno.
"Ya itu karena gue punya pacar, emang nya lo yang sampe sekarang masih betah jomblo"
"Kayak gue dong, sekarang gue udah gak jomblo lagi"
Semuanya menoleh ke arah Farhan dengan tatapan tidak percaya. "Lo beneran udah gak jomblo Han?" Tanya Dino.
"Sejak kapan?" Reza ikutan bertanya.
"Iya sekarang gue udah gak jomblo, tapi..." Farhan menggantung kalimatnya.
"Tapi apa?" Ucap Eka yang sangat penasaran.
"Tapi bohong" ucap Farhan. Hingga akhirnya Farhan tertawa lepas.
Semuanya hanya menatap Farhan dengan datar. "Udah, ayo cepetan kalian mau pesan apa? Calon bini gue udah nungguin tuh" ucap Keenan.
__ADS_1
"Oh iya bos bentar"
Semua nya menyetor nama makanan yang ingin dipesan, total pesanan mencapai 60 porsi makanan.
"Baiklah, ditunggu ya makanannya."
Syafira segera pergi ke dapur cafe dan menyerahkan daftar pesanan itu kepada koki koki yang lain. Mereka mulai mengerjakan pekerjaannya.
"Nan, lo kenal cewek itu dimana sih? Bening banget." tanya Farhan.
"Kepo" jawab Keenan.
"Dasar es batu" gumam Farhan yang masih bisa didengar oleh Keenan.
"Nan, minggu depan ulang tahun Lavenzi. Lo harus hadir. Secara lo kan pemimpinnya" ucap Eka.
"Iya bang, tahun ini kita tidak usah mengadakan pesta. Kita cukup mengumpulkan dana saja." Jelas Keenan.
"Dana? Buat apa?"
"Kalian kumpulin aia dulu, minggu depan gue jelasin"
Dua jam kemudian, makanan yang mereka tunggu tunggu akhirnya datang. Mereka menggabungkan semua meja agar makanannya bisa di taruh di meja itu.
Syafira menata semua makanannya, Keenan berdiri. "Kamu duduk saja biarkan aku yang melakukannya" ucap Keenan.
"Tapi..."
Cupp
Keenan mengecup bibir Syafira sekilas. Membuat Syafira terdiam dan langsung duduk.
"Ya ampun nan lo main sosor sosoran aja. Gak liat apa kita kita yang ada disini pada jomblo" ucap Farhan dramatis.
"Kita? Lo aja kali." ucap Eka.
Semua nya tertawa, mereka mengasihani Farhan yang tiap saat selalu di bully.
"Makanya cepetan cari pacar Han, biar lo gak jomblo terus. Atau jangan jangan lo gak laku?"
"Bukan gak laku, tapi males pacaran. Prinsip gue mah ngapain pacaran kalau bisa nikah. Kalau udah nikah kan enak bisa ngapain aja, bisa buat anak, bisa peluk pelukan"
"Buat anak? Om mau buat anak? Sini bareng aku aja kalau mau buat anak" ucap Syafira yang membuat semuanya melotot. Termasuk Keenan.
"Sayang, kamu ngomong apaan sih. Aku gak suka kamu ngomong kek gitu sama cowok lain. Kalau sama aku mah boleh boleh aja" ucap Keenan.
"Kenapa? Apa aku salah? Aku cuma ingin membantu om itu buat anak"
Keenan membisikkan sesuatu di telinga Syafira membuat Syafira melotot karena nya.
"Dasar om om mesum, bisa bisa nya ngomong gituan sama Syafira"
"Bukannya kamu tadi yang mulai duluan?" Ucap Keenan.
"Anak yang aku maksud adalah Vanila AkSotv. Jadi aku singkat anak"
Semua nya bernafas lega. "Kenapa gak bilang?" tanya Keenan.
"Kenapa gak nanya"
Setelah itu Keenan melanjutkan menata makanan sehingga selesai. Mereka semua pun makan sampai makanan itu benar benar habis. Mereka hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk menghabiskan makanannya.
"Neng Syafira, aa minta bill nya dong" ucap Reno.
"Oke bentar"
"Ren gue punya panggilan yang tepat khusus syafira memanggil lo" ucap Keenan.
"Apa, apa? Ayo cepat katakan"
"Almarhum" ucap Keenan.
Reno mendengus, Keenan benar benar menyebalkan.
Syafira keluar dengan membawa bill makanannya dan menyerahkan pada Reno.
"Total 15 juta ya? Kebetulan uang nya pas" ucap Reza.
Reza menyerahkan uang sebesar lima nelas juta pada Syafira.
Setelah selesai makan, semua teman teman Keenan berpamitan pulang. Mereka pulang dalam keadaan perut kenyang.
"Makasih ya om" ucap Syafira.
"Makasih buat apa?" tanya Syafira.
"Jangan pura pura gak tau om, Aku tau semuanya. Tadi om ngasih uang lima belas juta buat mereka untuk makan di cafe ku kan?"
Keenan terkejut mendengar Syafira sudah mengetahui semuanya. Ia takut Syafira marah padanya.
"Tenang aja om, aku gak marah kok. Syafira kan sayang sama om"
Baru kali ini Syafira mengungkapkan rasa sayangnya pada Keenan. Keenan menangkup wajah Syafira dengan kedua tangannya. "Aku pengen kita cepat cepat halal supaya kita bebas melakukan apa aja" ucap Keenan.
"Ya makanya cepat halalin aku dong om"
"Oh jadi kamu minta dihalalin nih, tenang aja secepatnya aku akan menghalalin kamu"
Syafira tersenyum pada Keenan. Ia sangat beruntung bertemu Keenan dalam hidupnya. Selain baik, Keenan juga pria bertanggung jawab menurutnya.
__ADS_1
Janda♡Om