Bukan Janda

Bukan Janda
Bangun sayang


__ADS_3

Inilah yang paling Syafira takutkan, Keenan terluka. Dulu Keenan terluka karena kecelakaan motor dan sekarang ia terluka karena membela dirinya. Syafira menemani Keenan semalaman, ia tidur di samping Keenan.


Mahendra dan Mela sudah menemui Keenan, setelah mendengar Keenan ditusuk keduanya langsung pergi ke rumah sakit.


Syafira menggenggam tangan Keenan, ia melihat Keenan yang tak berdaya. Syafira meneteskan air matanya.


"Sayang, aku berharap kamu cepat sadar. Aku ingin memberi tahu kamu sesuatu, kamu pasti senang mendengarnya"


Hening tak ada suara atau pun jawaban. Syafira merasa ia lah penyebab masalah ini.


Alvin masuk ke dalam ruangan Keenan dan melihat adiknya yang sedang menangis. Alvin menghampirinya lalu mengelus bahu Syafira. "Kamu yang kuat ya, abang yakin Keenan akan segera sembuh" ucapnya.


"Yang lain mana bang?"


"Mereka sudah pulang, mertua kamu juga sudah pulang. Mereka akan kembali besok"


Sejujurnya Syafira juga khawatir terhadap kondisi Mela yang tidak bisa dibilang baik baik saja. Mela sempat histeris dan pingsan melihat keadaan Keenan. Bertahun tahun ia bersama Keenan tapi Mela tak pernah melihat Keenan terbaring seperti ini.


Syafira jadi merasa bersalah, karena dirinya lah yang membuat Keenan terluka. "Abang, ini salah Sasa. Seandainya kejadian ini tidak pernah ada pasti suami Sasa tidak akan seperti ini"


"Enggak Sa, ini bukan salah kamu. Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban Keenan untuk melindungimu. Dia adalah suamimu Sa"


"Tapi tetap saja.."


"Sa, abang mohon jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Saat ini Keenan butuh dukungan dari kamu"


Alvin menghembuskan nafasnya lalu menatap Syafira. "Kamu belum makan kan? Abang beliin makanan dulu"


Syafira menggeleng lemah, "Aku tidak ingin makan bang, aku enggak lapar"


"Lalu bagaimana dengan janin kamu? Apa kamu tega membiarkannya kelaparan di dalam perut kamu. Abang tahu kamu sedih tapi kamu tidak boleh menyiksa diri kamu sendiri dan janin kamu"


"Maaf Bang"


Alvin memeluk Syafira singkat. "Ya udah abang beli makanan dulu, kamu disini aja temani Keenan"


Syafira mengangguk. Ia menatap wajah Keenan yang sangat pucat. Syafira melirik ke arah perut Keenan yang diperban. Keenan banyak kehilangan darah, tusukan di perutnya juga sangat dalam.


Syafira melihat handphone Keenan tergeletak di meja samping Keenan, Syafira mengambilnya lalu membukanya. Ia melihat walpaper Keenan adalah foto pernikahannya dulu. Syafira tersenyum tipis.


Handphone Keenan menggunakan pasword, jadi Syafira mencobanya dengan menggunakan tanggal pernikahannya dan ternyata bisa.


Syafira membuka galeri Handphone Keenan yang ternyata kebanyakan foto dirinya dibanding Keenan sendiri. Ia melihat salah satu foto yang menampilkan Keenan mencium pipinya. Syafira mengelus foto itu.


(Flasback)


"Sayang kita foto yuk" ucap Keenan.


"Tumben kamu ngajak foto?"


"Aku cuma ingin menyimpan kenangan kita di galeri handphone ku. Suatu saat akan kutunjukkan pada anak anak kita kalau dulu Bunda sama ayahnya sangat romantis"


Diam diam Syafira tersenyum, suaminya ini kelihatannya tidak romantis tapi setelah melihat semuanya Syafira menyadari kalau Keenan sangat romantis.


Syafira menarik pipi Keenan dengan gemas membuat Keenan tertawa. "Ya udah yuk foto"


Keenan mengeluarkan handphone nya lalu mengarahkannya ke wajah mereka berdua. Dalam hitungan ketiga Keenan langsung mencium pipi Syafira dengan cepat.


"Bagus enggak pose nya?"


"Bagus, disini kamu kelihatan sayang banget sama aku"


"Jelas dong, aku suami kamu dan ayah dari anak anak kita"


"Gombal"


"Serius kok"


Keduanya berpelukan seraya melihat hasil foto itu.


(Flasback off)


"Aku sayang sama kamu Mas"


Syafira terkekeh geli, ia tak tahu gimana reaksi Keenan kalau dirinya memanggilnya dengan sebutan Mas.


Alvin membuka pintu, lalu masuk ke dalam. Ia membawa banyak makanan untuk dirinya dan Syafira.


"Ayo Sa makan dulu"


Syafira menghampiri Alvin dan duduk di dekatnya. Alvin menyiapkan makanan untuk Syafira lalu memberikannya.


"Kamu harus makan yang banyak, supaya kalian berdua tetap sehat. Aku tidak sabar menantikan kedatangan calon keponakanku"


Syafira tersenyum sendu, kalau abangnya saja sebahagia ini, apalagi Keenan. Ia pasti akan sangat bahagia. Sayangnya Keenan masih belum sadarkan diri. Syafira harus menunggu besok untuk mengetahui kondisi Keenan.


Syafira memakan makanannya sampai habis lalu membuang bungkusnya di tempat sampah.


Syafira kembali duduk di samping Keenan, ia tak bosan bosannya memandang wajah suaminya. Alvin mengerti akan kesedihan Syafira. Setelah menghabiskan makananannya Alvin mengambil handphone nya lalu memberikannya pada Syafira.


"Apa ini?"


"Coba kamu dengar ini, waktu itu Keenan bernyanyi di sampingku dan aku merekamnya. Semoga lagu ini bisa menghiburmu"


Syafira mengambil handphone Alvin lalu mulai menyetel rekaman itu.


Saat itu Keenan menyanyikan lagu milik Nazia Marwiana- Jangan tinggalkan aku.


Aku hanya bisa berkata


Sayang, jangan tinggalkan aku


Aku hanya bisa berharap


Sayang, jaga hatimu untukku


Tiada cinta yang seindah kamu


Tetaplah di sisiku


Kuharap kau bisa terima aku

__ADS_1


Dengan apa adanya


Sungguh aku tak bisa


Bila harus menjauh dari kamu


Tiada yang sempurna


Tiada yang seindah cinta kamu


Aku hanya bisa berkata


Sayang, jangan tinggalkan aku


Aku hanya bisa berharap


Sayang, jaga hatimu untukku


Tiada cinta yang seindah kamu


Tetaplah disisiku


Kuharap kau bisa terima aku


Dengan apa adanya


Sungguh aku tak bisa


Bila harus menjauh dari kamu


Tiada yang sempurna


Tiada yang seindah cinta kamu


Aku hanya bisa berkata


Sayang, jangan tinggalkan aku


Aku hanya bisa berharap


Sayang, jaga hatimu untukku


Aku hanya bisa berkata


Sayang, jangan tinggalkan aku (Jangan tinggalkan aku)


Aku hanya bisa berharap


Sayang, jaga hatimu untukku


Suara Keenan benar benar merdu, membuat Syafira yang mendengarnya terpesona. Sepertinya selain balapan motor bakat Keenan adalah menyanyi.


"Aku suka lagunya"


Alvin tersenyum mendengar hal itu, ia melirik jam tangannya yang sudah berada di angka 10. 


Alvin menyuruh Syafira untuk tidur.


Syafira mengangguk tanpa banyak protes, ia mencium kening suaminya lalu berkata "Good night suamiku, aku sayang kamu"


Setelah itu Syafira pergi tidur di sofa yang telah disediakan pihak rumah sakit. Alvin benar benar menjaga Keenan.


"Cepat sadar bro, kasian adek gue sedih banget ngeliat lo"


Alvin tahu Keenan tidak dapat menjawab, tapi bukan berarti ia tidak bisa mendengar.


"Kalau lo bangun gue pastikan lo bahagia setelah mendengar kalau Sasa hamil"


"Tapi kalau lo gak bangun bangun juga, awas aja, gue bakal cariin Suami baru buat Sasa" ucap Alvin dengan getir.


Keenan berjalan di sebuah padang rumput yang sangat indah, ia tak tahu tempat apa itu. Ia mengelilingi tempat itu tapi tak menemukan satu orang pun disana. Sampai ia mendengar sebuah suara.


"Cepat sadar bro kasian adek gue sedih ngeliat lo"


Itu kan suara Alvin, memang dirinya kenapa sampai Syafira sedih melihatnya.


"Kalau lo bangun gue pastikan lo bahagia setelah mendengar Syafira hamil"


Benarkah? Syafira hamil?


"Tapi kalau lo gak bangun bangun juga, awas aja, gue bakal cariin Suami baru buat Sasa" ucap Alvin dengan getir.


Keenan kesal mendengar itu, ia berusaha mencari jalan keluar agar bisa menemui istrinya. Tapi ia tak bisa menemukan Apapun. Keenan menyerah, mungkin ia tidak bisa bertemu Syafira lagi.


Tapi sebuah suara muncul lagi "Good night suamiku, aku sayang kamu".


Keenan mengenali suara itu, suara itu suara istrinya. Keenan mulai bangkit, ia tidak akan menyerah. Keenan mencari jalan keluarnya, sampai ia menemukan sebuah cahaya terang di depannya. Keenan mendekati cahaya terang itu dan tiba tiba tubuhnya ditarik ke dalam.


Jari tangan Keenan bergerak, matanya terbuka secara perlahan lahan. Keenan melihat ke sekelilingnya sampai matanya ter arah pada Syafira yang tertidur di sofa. Keenan melengkungkan senyumannya. Sedangkan di sampingnya, ia melihat Alvin, kakak iparnya yang sedang tidur.


"Terima kasih ya allah, engkau telah memberikan hamba kesempatan untuk bisa berkumpul dengan orang orang yang kusayangi"


Keenan kembali memejamkan matanya, tapi bukan berarti ia tidak sadar lagi. Melainkan untuk tidur.


Keesokan paginya, Cahaya matahari masuk ke ruang inap Keenan, membuat Syafira dan Alvin terbangun. Alvin mengucek matanya lalu melihat jam tangannya yang sudah menunjuk pada angka 7. Alvin pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Sedangkan Syafira, ia tak melakukan apa apa. Ia menatap Keenan dari tempat ia duduk. Pintu ruangan terbuka, Mela dan Mahendra datang. Mereka menanyakan keadaan Keenan pada Syafira.


"Apa Keenan sudah sadar?" Mela mengelus rambut Syafira.


Syafira menggeleng pelan, Mela menghembuskan nafasnya pelan lalu duduk di samping Syafira. Mahendra melihat Keenan bergerak, ia mendekat ke arah Keenan untuk memastikannya. Dan ternyata bukan hanya bergerak saja tapi Keenan juga membuka matanya.


"Keenan, kamu sudah sadar?"


Sontak Syafira dan Mela langsung melihat ke arah Keenan. Mata Syafira terbuka lebar melihat Keenan sudah sadar.


"Iya pa" jawab Keenan dengan pelan.


"Kamu tunggu sini, papa sama Mama mau memanggil dokter dulu, ayo Ma"


Mahendra langsung menarik tangan Mela tanpa memberi nya kesempatan untuk bicara. Mahendra tahu ada yang lebih merindukan Keenan daripada ia sendiri. Siapa lagi kalau bukan istrinya.

__ADS_1


Mata Syafira berkaca kaca, dengan pelan ia mendekati Keenan. Keenan mengangkat tangannya dan mengambil tangan Syafira. Ia menciumnya dan mengarahkannya pada pipinya.


"Kamu baik baik saja?"


Syafira menangis terisak isak, dalam keadaan begini Keenan masih khawatir padanya, harus nya ia yang bertanya seperti itu.


"Aku baik baik saja, dan aku harap kamu juga baik baik saja"


"Duduklah" ucap Keenan.


Syafira langsung duduk di samping Keenan dengan tangan yang masih berada di pipi Keenan.


"Apa kamu tidak merindukanku? Kamu tidak mau memeluk suamimu?"


"Emangnya boleh? Luka di perutmu masih belum kering"


"Pelan pelan saja"


Syafira memeluk Keenan, ia berusaha untuk tidak menyentuh perut Keenan. "Mata kamu bengkak sekali, apa kamu menangis sepanjang hari?"


"Iya, aku menangisi suamiku yang tak kunjung sadar. Aku takut dia kenapa napa"


Keenan terkekeh lalu menatap wajah Syafira sepuasnya. "Oh iya aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Syafira.


"Apa itu?"


Syafira tersenyum lalu meletakkan tangan Keenan di perutnya. Keenan tak mengerti kenapa Syafira menaruh tangannya di perutnya.


"Kamu kenapa? Sakit perut? Maag? Atau perut kamu banyak lemaknya?


"Ish bukan, di dalam perut aku ini ada anak kita"


Keenan menatap Syafira lalu berkata "Kamu hamil?"


Syafira mengangguk dengan cepat, dari kemarin ia tidak sabar memberi tahu Keenan tentang hal ini.


Keenan bahagia mendengar hal ini, ia tak bisa mengungkapkannya dengan kata kata. Keenan  langsung menarik Syafira ke dalam pelukannya lalu menghujani wajah Syafira dengan ciumannya.


"Terima kasih sayang, terima kasih karena kamu telah memberi kebahagiaan padaku"


Syafira membalas pelukan Keenan, ia mencium rahang kokoh Keenan dengan lembut. "Kamu bahagia?"


Keenan mengangguk. Syafira menempelkan bibirnya ke bibir Keenan. Mereka berdua berciuman dengan penuh gairah. Sampai tiba tiba sebuah suara menghentikan mereka berdua.


"Enak banget ya baru bangun langsung dapat ciuman"


Keenan dan Syafira melepaskan ciumannya lalu menoleh ke arah sumber suara. Yang ternyata adalah Alvin yang tengah bersedekap dada.


Alvin mendekat pada mereka berdua. Lalu matanya melihat ke arah luka Keenan. Alvin menyentuhnya dengan sengaja membuat Keenan memekik kesakitan.


"Abang" tegur Syafira.


"Sorry, abang cuma mau memastikan apakah dia benar benar sadar atau tidak"


Syafira menggelengkan kepalanya. "Makasih buat lo karena udah jagain gue semalaman"


"Idih PD banget lo, siapa juga yang jagain lo semalaman"


"Gak usah bohong, semalam gue liat lo tidur di samping gue"


"Jadi kamu sudah sadar dari semalam?" tanya Syafira.


Keenan mengangguk, Syafira mencubit tangan Keenan. "Kenapa gak bilang kalau kamu sudah sadar semalam?"


"Aku liat kamu sudah tidur, jadi ya aku tidur lagi"


"Karena lo sudah sadar, gue pamit pulang dulu. Mau mandi terus ganti baju"


"Thanks ya, lo udah bantuin gue"


"Oke"


Setelah Alvin pergi, Keenan dan Syafira menautkan tangan mereka. Keenan mengecupnya. "Hari ini aku sangat bahagia, Allah memberiku kesempatan untuk bersama kalian dan dia juga memberiku seorang anak"


"Oleh karena itu kita harus banyak banyak bersyukur, jangan sampai kita kufur terhadap kenikmatan yang telah diberikan. Kamu tahu kan ada ayat yang berbunyi *Fabiayyi ala irabbikuma tukaddziban* maka nikmat mana kah yang engkau dustakan?"


"Iya sayang kamu benar"


Mahendra dan Mela kembali dengan membawa dokter di sampingnya. Dokter langsung memeriksa Keenan. Setelah beberapa menit "Pasien sudah baik baik saja, tapi ia tetap harus dirawat selama dua minggu. Kalau dalam waktu dua minggu luka nya sudah sembuh ia diperbolehkan pulang"


"Tidak ada luka lain kan dok?" tanya Mela.


"Tidak ada bu"


"Kalau begitu terima kasih dok" Mahendra tersenyum pada dokternya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu"


Mahendra dan Mela mendekat pada Keenan. "Kamu sudah baik baik saja Nak, Mama minta maaf kalau selama ini mama terlalu kasar sama kamu"


Keenan menggeleng. "Mama tidak salah, apa yang dilakukan mama sudah benar."


"Papa juga minta maaf, karena papa sempat menyalahkanmu"


"Tidak apa apa pa"


"Apa papa sama mama tahu kalau saat ini istriku sedang hamil?"


"Hamil?" ucap Mereka berdua.


Syafira tersenyum pada kedua mertuanya, lalu menganguk. "Syafira hamil cucu mama sama papa"


Mela langsung memeluk Syafira. "Kamu beneran sayang?"


"Iya Ma"


"Papa sangat bersyukur atas hal itu."


"Sekarang kamu harus benar benar menjaga kandunganmu, jangan sampai hal itu terjadi lagi. Kamu harus banyak banyak istirahat, tidak boleh kecapean, jangan mengangkat barang barang yang berat, banyak makan sayur"


Syafira senang mendapat perhatian penuh dari ibu mertuanya. Ia mengangguk lalu memeluk Mela dengan erat.

__ADS_1


Syafira lupa kalau ia belum mengabari kedua orang tuanya tentang Keenan atau pun kandungannya. Biar lah, Syafira akan memberi tahu nya nanti.


__ADS_2