Bukan Janda

Bukan Janda
Salah paham


__ADS_3

Malam hari, setelah pulang dari rumah mertuanya. Syafira  langsung mengambil laptop nya dan melanjutkan nonton drakor nya.  Keenan sampai heran sendiri, apa sih yang membuat istrinya itu tergila gila sama drakor. Padahal drama indonesia aja banyak yang bagus. Drama hidup maksudnya.


Keenan duduk di samping Syafira. "Kamu gak capek apa baru pulang langsung nonton drakor?"


Syafira menggeleng dengan cepat. "Enggak, hari ini aku mau begadang buat nyelesain episode ini" jawab Syafira dengan matanya yang masih memandang laptopnya.


Keenan menghela nafas. "Seandainya aku yang jadi pemeran di drama itu kamu bakal nonton gak" entah apa yang ada di pikiran Keenan. Tiba tiba saja ia menanyakan itu.


"Enggak tahu, mungkin iya mungkin tidak" jawab Syafira.


Jawaban dari Syafira membuat Keenan sedikit kecewa. Keenan berdiri lalu pergi ke kamarnya tanpa melihat Syafira lagi. Syafira tak menghiraukannya karena ia pikir Keenan kelelahan.


Sudah 5 jam ia menonton drakor, jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Drakor yang ia tonton sudah selesai. Syafira menutup laptopnya lalu pergi ke kamarnya.


Syafira mengernyitkan dahi melihat handphone Keenan belum dimatikan, sementara Keenan tertidur. Karena penasaran Syafira mengambilnya dan melihat foto foto cewek. "Jadi ini alasan dia pergi ke kamar"


Syafira kembali meletakkan handphone Keenan di atas kasur. Lalu ia naik ke atas kasur dan bersiap untuk tidur. Malam ini tidak ada pelukan Keenan yang bisa membuatnya tidur.


Dalam tidurnya Syafira bermimpi di datangi seorang anak kecil. Anak kecil itu sangat cantik dan rambutnya panjang.


"Bunda..Bunda.." panggilnya.


Hati Syafira bergetar mendengar anak itu memanggilnya Bunda. Syafira mendekati anak itu lalu berjongkok di hadapannya.


"Halo sayang, nama kamu siapa?"


Anak itu tertawa "Nama aku Keysa Bunda"


Syafira menutup mulutnya tak percaya, jadi anak yang ada di hadapannya ini adalah putrinya. "Keysa.."


Syafira meracau meyebut nama Keysa. Sampai akhirnya ia terbangun dengan berteriak. "Keysaaaa"


Syafira menangis sendirian, ia jadi merasa bersalah karena tak pernah mengunjungi makam Keysa. Syafira melihat ke arah Keenan yang sedang tertidur. Lalu ia berusaha membangunkankannya.


"Sayang" Syafira menggoyangkan badan Keenan dengan pelan.


"Ada apa?" jawab Keenan dengan datar.


"Besok bisa gak kita pergi ke makam Keysa... Aku sangat ingin pergi kesana"


"Pergi aja sendiri, lagian itu anak kamu bukan anak aku" jawab Keenan dengan tanpa sadar.


Hati Syafira terasa sakit, tapi ia tak memasukkannya ke dalam hati. Syafira bertekat untuk pergi ke korea sendirian besok. Dengan atau tanpa Keenan ia harus pergi.


Syafira pun kembali melanjutkan tidurnya.


____________________________________________


Keesokan harinya, saat Syafira terbangun ia sudah tak menemukan Keenan di sampingnya. Syafira tahu Keenan mungkin sudah pergi ke kantor.


Syafira turun dari atas kasur, lalu ia membereskan pakaiannya untuk pergi ke korea nanti. Syafira juga sudah memesan tiket, jadi ia hanya tinggal berangkat.


Syafira berusaha menghubungi nomor Keenan namun tidak diangkat. Syafira merasa sedih karena Keenan tidak mengangkat panggilannya. Akhirnya Syafira memutuskan untuk mengirim  pesan melalui whatsapp.


"Sayang, hari ini aku berangkat ke korea. Kamu jaga diri baik baik selama aku tidak ada disini. Aku pergi nya tidak lama kok. Sekitar tiga hari"


Lalu ia menekan tombol send. Syafira melihat pesannya sudah centang biru, itu artinya Keenan sudah membacanya. Namun ada yang aneh, Keenan tidak mengirimkan balasan untuk pesannya.


Syafira berpikir mungkin Keenan sedang sibuk di kantor, jadi ia tak membalasnya. Syafira menghela nafas lalu mulai pergi membersihkan diri.


____________________________________________


Setelah membaca pesan dari Syafira, Keenan hanya membiarkannya saja. Keenan merasa kecewa dengan Syafira karena ia merasa tak dihargai. Kenapa istrinya selalu memuji aktor korea di hadapannya sedangkan ia boro boro dipuji.


"Kamu harus belajar menghargai seseorang. Mungkin saat kamu pergi sendiri, kamu akan berpikir kalau aku itu penting buat kamu" ucap Keenan.


Saat ini Syafira sudah berada di bandara, ia mencoba menghubungi Keenan untuk berpamitan tapi nomornya tak aktif. Kalau begini caranya sudah pasti ia pergi tanpa pamit dengan Keenan.


Syafira langsung mengikuti prosedur untuk menaiki pesawat sebelum ia benar benar naik ke atas nya. Setelah selesai, Syafira langsung naik ke dalam pesawat. Syafira duduk di tempatnya. Lalu ia memandang ke luar jendela.


"Sebenarnya kamu kenapa sayang, semalam aku lihat handphone kamu ada foto wanita dan sekarang kamu tak menjawab panggilan dan pesanku. Apa salahku sama kamu"


Syafira mengingat Keenan bertanya sesuatu semalam.


(Flasback)


"Seandainya aku yang jadi pemeran di drama itu kamu bakal nonton gak"


"Enggak tahu, mungkin iya mungkin tidak" jawab Syafira.

__ADS_1


(Flasback off)


"Apa dia marah karena aku menjawab seperti itu. Padahal maksudku bukan seperti itu" Gumam Syafira.


Syafira menyandarkan diri nya di kursi penumpang lalu pesawat yang ia tumpangi mulai lepas landas. Kini Syafira sudah terbang di udara.


____________________________________________


"Pak, ada seseorang dari perusahaan Aditama ingin bertemu bapak" ucap Bagas.


"Suruh dia masuk" jawab Keenan.


"Baik pak"


Bagas keluar sebentar dan kembali dengan membawa seseorang. "Kalau begitu saya permisi dulu pak"


"Hm"


Keenan mendongak ke atas, lalu ia terkejut. "Nesa" ucap nya. Nesa adalah tetangga nya dulu, sebelum ia pergi ke amerika.


"Keenan, jadi ini perusahaan kamu?"


Keenan mengangguk lalu menyuruh Nesa untuk duduk di hadapannya. "Kamu apa kabar?" tanya Keenan.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja" jawan Nesa sambil tersenyum.


"Kamu sudah menikah nes?" Keenan hanya penasaran saja. Karena tidak mungkin wanita secantik Nesa belum mempunyai pasangan.


"Sudah kok, aku juga sudah punya seorang bayi di rumah" jawab Nesa sambil terkekeh.


Keenan mengingat Syafira di hatinya. Dalam hati ia merasa khawatir karena membiarkan istrinya pergi sendiri. Namun apa boleh buat, ego nya lebih tinggi daripada rasa sayangnya.


"Kamu kenapa?" ucap Nesa yang melihat Keenan sedikif melamun.


"Aku tidak apa apa. Oh iya kedatangan kamu kesini untuk apa?"


"Oh iya, aku kesini hanya ingin menawarkan kerja sama dengan perusahaan kamu" ucap Nesa.


"Kerja sama?"


Nesa mengambil laptop nya dari dalam tas nya kemudian membukanya dan menunjukan sesuatu pada Keenan. "Aku dengar kamu akan membangun sebuah rumah sakit, dan kebetulan aku memiki sebuah kampus kedokteran di Amerika. Mereka sudah terdidik dengan baik bahkan mereka sudah mampu melaksanakan tugas nya sebagai seorang dokter. Jadi aku ingin menawarkan Mahasiswa ku untuk kau rekrut jadi dokter di rumah sakitmu nanti."


"Aku mengerti. Kalau begitu aku harus pergi, suamiku menungguku di mobilku"


Keenan tertawa "Aku kira kamu pergi kesini sendirian ternyata diantar suami toh"


"Iya dong. Oh iya kamu belum menikah atau gimana?" tanya Nesa sebelum pergi.


"Sama seperti kamu, aku sudah menikah"


"Kapan kapan kenalin istri kamu ke aku" ucap Nesa.


"Pasti"


Setelah itu Nesa pergi dan menghilang dari pandangan Keenan. Keenan mengecek handphone nya dan ternyata ada banyak panggilan dari Syafira. Matanya melirik ke arah pesan dari Syafira.


"Maaf kalau aku membuatmu marah atau kecewa karena kejadian semalam. Tapi semarah- marahnya kamu seharusnya kamu tidak boleh melihat foto wanita lain. Apa lagi menghina Keysa"


Pesan itu dikirim Syafira sebelum pesawat bya terbang dan sebelum ia mematikan handphone nya.


"Foto wanita? Mengina Keysa?"


Keenan berusaha mengingat ingat kejadian semalam. Lalu ia teringat.


Semalam Keenan lagi chat an dengan Reno dan semua anggota Lavenzi. Dan salah satu dari mereka mengirimkan foto wanita itu. Keenan membuka nya karena ia penasaran. Ia benar benar tidak ada niatan apapun.


Dan soal ia ngehina Keysa, Keenan benar benar khilaf. Ia lepas kendali semalam. Keenan tahu saat ini Syafira merasa sedih.


Keenan merasa bersalah, karena kemarahannya ia harus membiarkan istrinya pergi ke sana sendiri.


Handphone Keenan berbunyi, ia mendapat notif dari instagramnya. Ia melihat Lee min ho yang sedang live.


Semenjak Syafira melihat Live Lee min ho di instagram, Keenan memutuskan untuk ngefollow instagram lee min ho. Agar ia tahu sewaktu waktu Lee min ho live. Dan ia akan berusaha mencegah Syafira untuk menontonnya..


"Syafira kan pergi ke korea, disana banyak aktor aktor korea kan. Aku tidak bisa membiarkannya pergi sendiri. Aku harus menyusulnya"


Keenan memanggil Bagas untuk datang ke ruangan nya. Bagas yang dipanggil pun langsung datang menghadap Keenan.


Dengan sopan Bagas bertanya kepada Keenan. "Ada apa bapak memanggilku?"

__ADS_1


"Tolong gantikan semua jadwalku selama tiga hari ke depan. Saya ada urusan penting ke korea"


"Tapi pak, untuk pembahasan pembangunan Rumah sakit apa harus saya juga yang menggantikan?"


Keenan mengangguk, ia percaya dengan kemampuan Bagas "Nanti kalau ada yang tidak kamu pahami, langsung hubungi saya. Atau nanti kita bisa melakukan video call"


"Baik pak"


"Terima kasih, Saya banyak berhutang budi sama kamu. Selama bertahun tahun kamu telah banyak membantu saya" ucap Keenan dengan tulus.


Inilah yang disukai Bagas dari Keenan. Keenan tidak pernah sombong dan selalu ramah terhadap semua karyawan. Baik OB atau staff lainnya. Bagas bersyukur bisa bekerja dengan Keenan Maka dari itu ia selalu berusaha memberikan yang terbaik


"Saya yang harus berterima kasih sama bapak. Berkat bapak saya bisa memberikan nafkah terhadap istri saya"


Keenan berdiri lalu menepuk bahu. "Saya pergi dulu"


"Baik pak"


Setelah itu Keenan segera pergi. Keenan pergi tanpa harus membawa barang barangnya. Ia hanya membawa tubuhnya saja. Dan ia juga terbang ke korea dengan menggunakan pesawat pribadi ayahnya.


.


.


.


Setelah melalui perjalanan selama 7 jam, Akhirnya Syafira sampai juga di korea. Syafira pergi mencari taksi dan pergi ke hotel tempat ia dan Keenan dulu menginap.


"Aku gak nyangka kamu setega itu membiarkan aku pergi sendirian"


Syafira berkeluh kesah, ia mengambil headset lalu menyambungkannya ke handphone nya. Kemudian ia memasang headset ke telinganya.


Syafira memutar lagu Exo- Promise. Walau pun ia bukan pecinta kpop tapi ia sangat menyukai lagu lagu kpop. Apalagi lagu dari Exo.


Lagu promise adalah lagu Favorit Syafira, karena Syafira merasa lagu itu sangat cocok dalam keadaan apapun.


"Shi ga ni ji nado..mal haji mot hago...mam soguro sam ki nun na...mi an hadago.. nol sarang handago jigu chorom mi do dal la go. Nol ana julge..du son ja ba jul ke. Ni mam mim pyon he jil su it damyon. Nemo dun gol ba jil ke"


"Meski waktu berlalu, ku hanya terdiam. Ku pendam semua dalam hatiku. Maafkan diriku ku mencintaimu. Ku mohon percaya padaku. Kan ku peluk engkau, menggenggam tanganmu. Jika ku bisa menenangkan hatimu. Kan kuberikan yang terbaik.


Saat syafira Asyik mendengarkan lagi, tiba tiba handphone nya bergetar. Syafira membuka ponselnya lalu ia terkejut karena Keenan mengiriminya sebuah pesan.


"Kamu dimana sekarang?"


"Aku lagi dalam perjalanan menuju hotel tempat kita dulu menginap" balas Syafira dengan cepat. Ia tak tahu kenapa Keenan bertanya seperti itu. Lagi pula Keenan tidak mungkin menyusulnya.


Selama beberapa jam Syafira sudah tiba di hotel. Syafira membayar ongkos taksi dan langsung masuk ke dalam hotel. Syafira memesan sebuah kamar untuknya. Setelah selesai ia pergi ke kamar nya.


Keenan juga sudah tiba di hotel. Ia langsung turun dari taksi. Keenan masuk ke dalam hotel dan bertanya kamar Syafira pada Resepsionist nya. Resepsionis nya memberi tahu kan kamar Syafira.


Setelah berterima kasih Keenan langsung mencari kamar Syafira. Keenan berhenti tepat di kamar yang ia tuju.


Keenan mengetuk pintu nya lalu muncullah Syafira dari dalam kamar. Syafira begitu terkejut melihat Keenan ada di depannya. Syafira mengira dirinya sedang bermimpi. Jadi ia berniat untuk menutup pintu kembali.


Keenan berusaha menahannya sampai tangannya terjepit pintu.


"Wadoh, ini namanya KDRT" ucapnya mendramatisir.


"Jadi ini beneran kamu?" Ucap Syafira seraya membuka pintunya kembali.


"Iyalah"


Keenan menyelonong masuk ke dalam kamar. Lalu Syafira menutup pintunya kembali. "Kamu ngapain kesini? Bukan nya kamu tidak mau pergi kesini" sindir Syafira.


Keenan hanya cengengesan lalu memeluk Syafira. "Duduk lah biar kujelaskan semuanya"


"Aku tahu semalam aku sempat kesal sama kamu. Tapi soal wanita itu kamu salah paham. Dia cuma wanita milik salah satu teman aku. Lalu mereka mengirimnya di grup. Karena penasaran aku tak sengaja membukanya. Jadi tolong jangan salah paham. Untuk Keysa, aku benar benar gak bermaksud untuk mengatakan itu. Saat itu aku dalam keadaan kesal. Jadi bisa kah kamu memaafkanku?"


"Aku juga minta maaf kalau jawabanku semalam bikin kamu kesal. Tapi asal kamu tahu, aku tidak ingin menonton kamu di drama atau pun film. Aku hanya ingin melihatmu di dunia nyata bersamaku, di sampingku dan milikku"


"Kenapa kamu tidak bilang dari semalam sih, tahu gitu aku kan gak bersikap seperti ini"


"Kamu gak nanya sih, lagian suruh siapa ngambekan"


Keenan mencubit pipi Syafira. "Maaf sayang. Maaf karena aku membiarkanmu pergi sendirian"


Syafira menggeleng "Tidak apa apa, mulai sekarang coba lah bersikap dewasa. Jangan kekanak kanakan. Kalau ada apa apa bilang jangan malah seperti itu"


Keenan meringis harusnya kata kata itu dari suami untuk istri bukan dari istri untuk suami. Keenan jadi malu pada Syafira. Umurnya aja yang sudah tua tapi pikirannya masih anak anak.

__ADS_1


__ADS_2