
Keenan membawa Syafira ke sebuah tempat yang seperti hutan. Dimana di dalamnya terdapat sebuah gubuk kecil. Keenan turun dari motor kemudian diikuti oleh Syafira.
Keenan mengajak Syafira masuk ke dalan gubuk kecil itu, namun Syafira menggelengkan kepalanya. Syafira takut Keenan melakukan sesuatu padanya.
"Enggak, aku takut om melakukan sesuatu padaku" ucap Syafira.
Keenan memukul pelan dahi Syafira. "Kamu pikir aku cowok apaan, lagian kalau aku mau melakukan sesuatu padamu pasti aku bawa kamu ke hotel. Bukan gubuk seperti ini" ucap Keenan.
"Apa jaminannya kalau om tidak akan macam macam denganku" ucap Syafira.
"Kalau aku sampai berbuat yang macam macam padamu, kamu bisa jadikan aku sebagai suami mu" ucap Keenan sambil tersenyum menyeringai.
Syafira memutar bola matanya dengan malas. Kemudian tangannya ditarik oleh Keenan menuju gubuk itu. Keenan dan Syafira pun masuk ke dalam gubuk itu.
Dan betapa terkejut nya Syafira, ternyata gubuk itu hanya lah tampilan luar. Sedangkan di dalamnya ada danau yang sangat indah, dan juga rumput hijau, serta bermacam macam bunga. Syafira benar benar takjub. Baru kali ini ia melihat tempat yang seindah ini.
Syafira juga menemukan rumah pohon disana.
Syafira menatap Keenan lalu memeluk nya dengan erat. Bahkan Syafira sampai menangis saking terharu nya.
"Makasih om, karena om membawa Syafira kesini"
Keenan membalas pelukan Syafira. Ia mencium puncak kepala Syafira. Entah kenapa jantung nya selalu berdetak lebih kencang saat bersentuhan dengan Syafira.
Keenan melepaskan pelukannya lalu menatap kedua bola mata Syafira. "Kamu tau kenapa aku mengajakmu ke tempat ini?" ucap Keenan.
Syafira menggelengkan kepalanya. "Karena ini adalah tempat yang paling spesial buat aku. Dan aku membawa mu kesini karena kamu adalah seseorang yang spesial bagiku. Tidak ada orang yang tahu tempat ini selain aku"
"Maksud om aku spesial apa?" ucap Syafira.
"Kamu adalah satu satu nya wanita yang membuat aku nyaman saat bersamamu. Dulu aku pernah pacaran saat smp tapi rasanya jauh berbeda saat aku bersamamu. Padahal kita tidak ada hubungan apapun" ucap Keenan.
Keenan menangkup kedua pipi Syafira, ia mendekatkan wajah nya dan akan mencium bibir Syafira. Namun ia urungkan. Ia memilih mencium kening Syafira sangat lama. Ini adalah kedua kalinya Keenan mencium Syafira.
Yang pertama, waktu Syafira tidur di kamarnya.
Syafira sebenarnya juga merasa nyaman saat bersama Keenan. Ia merasa terlindungi.
"Om, apa om gak risih kalau dekat sama aku. Masih bocah, hamil, ngambekan, dan.."
Keenan langsung menutup mulut Syafira. "Kenapa harus risih, justru aku sangat nyaman saat berada di dekatmu."
"Janda, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?"
"Katakan saja om"
"Aku minta satu kesempatan darimu untuk bisa mencintaimu dan untuk membuatmu jatuh cinta padaku" ucap Keenan.
"Om yakin?" Keenan mengangguk dengan cepat.
"Baiklah, aku akan memberi om satu kesempatan" ucap Syafira. Keenan sangat senang sampai ia menggendong Syafira dan memutar mutarnya. Mereka berdua tertawa bersama. Setelah merasa lelah, Keenan menurunkan Syafira.
"Mau naik ke rumah pohon gak?" tanya Keenan.
"Mau" jawab Syafira.
Keenan langsung menuntun Syafira ke rumah pohon. "Ayo naik. Pelan pelan aja" ucap Keenan. Syafira pun naik dari tangga pohon sampai akhirnya ia sudah sampai di rumah pohonnya. Keenan pun segera menyusul nya.
"Om, lihat lah pemandanganya sangat indah"
tunjuk Syafira pada danau yang ada di depannya.
__ADS_1
Keenan hanya tersenyum, kemudian menjawab. "Bagiku danau itu tak lagi indah, karena keindahannya sekarang hanya ada padamu".
Syafira tak menjawab, ia sibuk menikmati pemandangannya. Sampai ia tak menyadari kalau Keenan terus menatap nya sejak tadi.
Keenan turun dari rumah pohon. Kemudian ia mengambil beberapa tangkai bunga. Keenan memberikannya pada Syafira. "Bunga yang cantik untuk gadis yang cantik"
"Danke" ucap Syafira dalam bahasa jerman. Sedangkan Keenan ia tidak mengerti.
Tanke itu apa janda?" tanya nya
"Danke om, bukan Tanke" ucap Syafira.
"Iya itu maksud ku, emang arti nya apa?"
"Terima kasih"
"Janda, aku nanya artinya apa kamu malah berterima kasih, kamu gimana sih." sungut Keenan.
"Sekarang aku tanya lagi, arti nya danke itu apa?" Ucap Keenan.
"Terima kasih om" jawab Syafira.
Keenan greget sendiri. Ia mencubit kedua pipi Syafira dengan gemas. "Sakit om"
"Maaf"
"Yang benar artinya apa sih? Serius aku nanya" tanya Keenan lagi.
"Artinya itu terima kasih om" ucap Syafira berusaha sabar. Karena sedari tadi Keenan terus bertanya seperti itu.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih" ucap Keenan.
"Ini aku yang bodoh atau dia yang terlalu lemot" batin Syafira.
"Kamu kenapa?" tanya Keenan.
"Om, bisa anterin aku ke cafe gak?" Ucap Syafira.
"Cafe? Buat apa? Bukan nya kamu sudah sarapan tadi di rumahmu" ucap Keenan heran.
"Aku lupa kalau aku harus kerja. Aku sekarang buka cafe sendiri om" jawab Syafira. "Ya udah ayo kuantar"
Akhirnya Keenan pun mengantar Syafira ke cafe yang ia maksud. Setiba nya di cafe. Syafira langsung disambut oleh semua karyawannya. Karyawan nya berjumlah 8 orang. Tiga orang sebagai koki dan lima orang sebagai pelayan.
"Selamat siang semuanya"
"Siang bu" ucap mereka serentak
"Bagaimana keadaan cafe selama dua hari ini?"
"Karena ini masih cafe baru jadi masih blom banyak pengunjung bu"
Syafira mengangguk mengerti. "Baik lah sekarang kalian kembali bekerja. Aku nanti juga akan menjadi pembuat makanan".
"Baik bu"
Keenan menatap Syafira dengan penuh tanda tanya. Ia tidak tahu sejak kapan Syafira membuka cafe ini. "Janda, kenapa kamu harus bekerja seperti ini. Bukan kan ayah mu sudah cukup kaya dan perusahaannya ada dimana-mana. Bukan kah ayahmu masih sanggup untuk membiayaimu?
Syafira menghela nafas sejenak. Kemudian menjawab "aku tahu kalau ayah cukup kaya, tapi aku ingin mandiri. Aku ingin membiayai anak ku sendiri dengan hasil kerja kerasku. Bagaimana pun anak ini adalah tanggung jawabku. Aku takut om"
"Takut kenapa?" tanya Keenan.
__ADS_1
"Aku takut anakku mencari sosok ayah, aku tidak akan pernah membiarkan anakku mengenal siapa ayah kandungnya" lirih Syafira.
"Janda, dengarkan aku. Aku tahu kamu sangat membenci dia, tapi bagaimana pun anak yang kau kandung juga anak nya. Dia punya hak yang sama denganmu. Dia berhak untuk bertemu dengan anak ini."
"Om benar. Bagaimana pun juga anak ini adalah anak adit juga"
"Sekarang ayo, cobalah buka hatimu untuk aku" ucap Keenan.
Syafira menatap Keenan dengan tatapan yang mendalam. Membuat Keenan salah tingkah. Wajah nya juga memerah. "Eh om bisa blushing juga ya?" Goda Syafira.
"Siapa yang blushing sih, ini aku cuma kepanasan" Elak Keenan.
"Gak usah bohong deh om, lagian panas dari mana.cafe ini dipenuhi sama AC"
Keenan terdiam, dia benar benar tak pandai dalam berbohong. Tiba tiba mereka berdua kedatangan tamu di cafe itu. Dia adalah Rena, sahabat ah bukan. Mantan sahabat dari Syafira. Rena tidak tahu kalau cafe itu milik Syafira, jadi dia pergi makan disitu.
Syafira buru buru masuk ke dalam dan memakai masker. Ia tidak ingin Rena tahu kalau cafe ini adalah milik nya. Keenan pun menyusul Syafira.
"Kenapa kamu pake masker?"
"Aku enggak mau Rena tahu, kalau aku bekerja di sini"
"Kenapa?" tanya Keenan.
"Aku takut dia akan membuat masalah disini jika tahu kalau cafe ini milikku"
Keenan mengangguk mengerti. Kemudian ia membisikkan sesuatu di telinga Syafira. "Kamu benar benar seksi saat memakai masker". Bisikan Keenan seperti bisikan setan bagi Syafira. Karena sama saja bikin merinding.
"Audzubillahi minassyaitonirrojim" batin Syafira.
Syafira melihat ke arah meja Rena, disana juga ada satu perempuan lagi. Kelihatannya lebih tua dari Rena. Tapi Syafira tidak mengenalinya.
"Ana" ucap Keenan secara spontan.
"Ana? Siapa om?" tanya Syafira.
"Dia mantan aku waktu smp yang aku ceritakan tadi ke kamu" ucap Keenan.
"Oh jadi tante tante itu adalah mantan om" ucap Syafira.
Rena memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman untuk dua orang. "Kakak kapan balik ke singapura?" tanya Rena.
"Besok" Jawab Ana.
"Cepat banget sih kak, aku masih kangen tau sama kakak" ucap Rena.
"Kalau kamu mau, aku bisa membawa mu ke singapura bersamaku" ucap Ana.
"Aku akan menyelesaikan masalah ku dulu kak. Sebelum masalah itu selesai aku tidak akan menyusul kakak"
"Masalah? Masalah apa?"
"Hanya masalah kecil" Rena tidak memberi tahu Ana. Karena ia tidak ingin ana ikut campur dalam urusannya.
"Baiklah, sekarang ayo kita makan"
Mereka berdua pun makan dalan keheningan.
"Makanan disini sangat enak, kapan kapan aku akan makan disini lagi" ucap Rena.
"Benar, makanan disini lebih enak daripada di cafe cafe yang lain"
__ADS_1
Setelah selesai makan, Ana dan Rena membayar makanannya dan segera pulang.
"Jadi mereka berdua itu kakak adik?" Gumam Syafira.