
Mahendra baru saja pulang dari luar negeri , ia pulang dengan membawa banyak oleh oleh. Salah satunya adalah oleh oleh untuk besannya dan menantunya. Ia pergi ke luar negeri bukan tanpa alasan. Perusahaan nya yang ada disana akan memgadakan kerja sama dengan perusahaan lain
Jadi Mahendra memutuskan untuk pergi kesana.
Mahendra turun dari pesawat lalu mengambil beberapa koper yang isi nya adalah oleh oleh. Mahendra celingak celinguk mencari sebuah taksi. Saat sudah menemukannya, ia langsung memanggil taksi itu. Taksi itu berhenti di depan Mahendra. Mahendra memasukkan koper nya ke dalam taksi lalu pulang dengannya.
Saat dalam perjalanan pulang, Mahendra menghubungi Keenan dan Syafira untuk pergi ke rumahnya.ia tak mengatakan kalau ia baru kembali dari luar negeri. Setelah itu baru ia menghubungi besannya, Tio dan Wina.
"Mama pasti suka kalau aku datang tanpa memberi kabar sama dia" Mahendra berbicara sendiri.
"Beberapa minggu di luar negeri sangat tidak enak, tidak ada orang yang bisa dipeluk di tempat tidur selain Mela"
Supir taksi menggelengkan kepalanya mendengar penumpangnya berbicara sendiri. "Baru pulang dari luar negeri ya pak?" tanya nya.
"Iya pak, saya pergi ke sana juga karena urusan bisnis"
Supir taksi itu mengangguk lalu kembali fokus menyetir.
Sedangkan di rumah
Mela mencak mencak tak jelas karena suaminya tak bisa dihubungi. "Papa kenapa gak ngangkat telfonnya sih, atau jangan jangan dia sama perempuan lain disana"
Mela melempar handphone nya ke kasur. Daripada menunggu telfon suaminya mending ia merawat mukanya. Meskipun umur Mela sudah tak muda lagi, Mela selalu melakukan perawatan pada wajahnya. Sehingga wajahnya yang cantik akan terlihat lebih cantik.
Mela mengolesi wajahnya dengan krim muka hingga rata, lalu tiba tiba ia mendengar ketukan pintu. "Iya sebentar" teriaknya.
Mela pergi membukakan pintu dengan wajah yang diolesi krim. Kemudian saat pintu sudah terbuka. Ternyata suami nya lah yang datang.
"Papa"
Mahendra tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya, membuat Mela langsung menghambur ke pelukannya. "Papa kok gak ngabarin mama kalau udah pulang"
"Kejutan dong. Suka gak?"
"Iya, ya udah ayo masuk:
Mahendra menyeret beberapa koper lalu membawa nya masuk ke dalam rumah. "Sebentar pa, mama mau membersihkan wajah dulu"
Mela meninggalkannya sebentar kemudian kembali lagi dengan wajah yang bersih. Mela langsung memeluk suaminya di sofa. Ia sangat merindukannya.
"Kamu disana gak genit sama wanita lain kan?"
tanya Mela tiba tiba.
"Bagaimana aku bisa genit. Sementara di pikiranku hanya ada satu nama. Mela"
Mela tersipu malu. "Papa mengundang Keenan dan besan kita untuk kesini. Papa mau bagi oleh oleh buat mereka"
"Buat aku mana oleh olehnya?"
Mahendra berpikir sejenak sebelum menjawab. "Oleh oleh buat mama adalah papa. Papa tahu selama papa di luar negeri mama tidak bisa tidur karena tidak ada pelukan papa kan?"
"Kok tahu"
"Papa tahu semuanya tentang mama, warna dalaman yang mama pakai sekarang, papa tahu"
Mela memukul Mahendra dengan tangannya. "Papa gerah banget, mau mandi dulu. Mama mau ikut?"
"Enggak deh papa aja"
"Yakin? Gak kangen sama Bridd nya papa?" ucap Mahendra seraya menaik turunkan alisnya.
"Kangen sih, tapi..."
Belum sempat meneruskan perkataannya, Mela langsung digendong oleh Mahendra. "Ya udah ayo mandi bersama"
"Papa udah tua masih kuat gendong mama" ucap Mela.
"Jangankan menggendong, menggempur kamu papa masih kuat"
"Apa sih pa"
Sementara Wina dan Tio, mereka sedang duduk di meja makan sambil menyantap makanannya.
"Mas, nanti jam berapa kita yang mau ke rumah besan kita?" tanya Wina.
"Habis kita makan, kita langsung aja siap siap"
Wina mengangguk mengerti.
____________________________________________
"Sayang.." teriak Syafira dari bawah. Tapi tak ada jawaban apapun.
Syafira terpaksa pergi ke kamarnya untuk membangunkan Keenan. Tapi yang ia temukan kamarnya sudah kosong dan rapi. Syafira mencari Keenan di semua tempat tapi tidak menemukannya. Lalu ia menemukan sebuah note di samping tempat tidurnya. Syafira mengambil dan membacanya
"Aku pergi ke kantor sebentar, mau nyelesain pekerjaan yang tertunda kemaren. Maaf aku berangkatnya gak ijin sama kamu, karena kamu masih tidur. Jam 9 pagi mungkin aku akan pulang, habis itu kita ke rumah papa. Papa ngundang kita ke rumahnya. I love you"
"Sweet banget sih"
Syafira langsung bergegas keluar kamar dan mulai melakukan tugasnya. Apalagi kalau bukan beres beres rumah.Keenan sebenarnya menyuruh Syafira untuk mencari pembantu saja. Namun Syafira menolak.
Setelah selesai membereskan rumah, Syafira pergi membersihkan diri dan membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Ngomong ngomong tentang sarapan, Syafira jadi teringat Keenan yang mungkin belum sarapan.
"Aku masak apa ya hari ini"
Syafira membuka kulkas, tapi semua bahan sudah habis. Hanya ada telur dan mie. Karena tak ada pilihan lain akhirnya Syafira memasak telur dan mie itu.
__ADS_1
Lalu Setelah siap, Syafira mulai memakannya. Ia menikmati setiap makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
"Kenapa enak banget sih, ntar kalau aku makin ketagihan makan mie dan telor bisa bisa aku gendut" ucap Syafira pada dirinya sendiri.
Syafira meneruskan makannya sampai selesai.
Setelah selesai ia membereskannya.
Karena tidak ada yang harus ia lakukan lagi, Syafira memutuskan untuk mendownload drakor lagi. Karena stok drakor nya sudah habis ditonton semua.
"Aku udah nontonin semua drama Lee min ho oppa, sekarang siapa lagi ya" Gumam Syafira.
Lalu Syafira mencoba search di google degan kata kunci "Aktor tertampan di drama korea"
Yang muncul adalah foto cha eun woo dan aktor lainnya.
"Cha eun woo? Dia kan anggota boy band astro? Jadi dia seorang aktor juga"
Syafira mencari tahu drama yang dibintangi oleh cha eun woo. Lalu ia memutuskan untuk menonton my id si gangnam beauty. Syafira mendownload semua episode nya baru setelah itu ia menonton.
Karena tak ada Keenan, Syafira mengambil keripik sebagai cemilan. Biasanya kalau menonton apapun ia selalu ditemani Keenan.
Syafira mengklik tombol mulai, lalu video nya mulai diputar. Syafira benar benar serius menonton Drama korea, sampai tak sadar handphone nya berbunyi terus sejak tadi.
Karena terus berbunyi, akhirnya Syafira sadar habdphone nya berbunyi. Ia lalu mengeceknya dan mendapat sebuah pesan dari nomor tak dikenal.
08523145xxxx Hi kak, apa kabar?"
Syafira tak membalas pesan itu karena ia tak tahu siapa pengirim pesan itu. Lalu Syafira kembali menonton dramanya.
Handphone nya berbunyi lagi
08523145xxxx Ini Aku Zayn kak
Setelah membacanya, Syafira membalas pesan itu.
"Maaf ya Zayn, kakak gak bisa balas balasan pesan sama kamu. Soalnya suami kakak itu cemburuan. Kakak ingin menghargai perasaan suami kakak" balasnya.
Entah kenapa Syafira merasa risih dengan pesan Zayn. Ia merasa seperti ada sesuatu pada Zayn. Tapi Syafira tak terlalu memikirkannya. Ia kembali fokus menonton.
08523145xxxx Zayn, suka sama kakak
Karena geram dengan handphone nya yang terus berbunyi karena Zayn, akhirnya Syafira memutuskan untuk mengeblok nomornya tanpa membaca pesannya. "Maaf, hanya ini yang bisa ku lakukan"
Tak menyangka jan sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Syafira masih nonton sampai 5 episode. Ia memutuskan untuk melanjutnya nanti. Sekarang ia harus siap siap untuk pergi ke rumah mertua nya bersama Keenan.
Mobil Keenan berhenti tepat di depan Apartemennya. Keenan turun dan mengunci mobilnya lalu masuk ke dalam Apartemennya.
Keenan memanggil manggil Syafira tapi tak ada jawaban. Akhirnya Keenan mencari Syafira di kamar. Namun tak melihat Syafira. Tapi Keenan mendengar suara shower di kamar mandi.
"Jadi dia sedang mandi" batin Keenan.
Sepuluh menit kemudian, Syafira sudah selesai mandi. Ia pergi ke luar dengan handuk yang melekat di tubuhnya. Syafira mengira Keenan belum datang. Makanya ia tidak membawa pakaian ke kamar mandi.
"Sayang, kamu sudah pulang" ucap Syafira saat melihat Keenan tiduran di kasurnya.
Keenan terbangun lalu menatap Syafira dari atas sampai bawah. Ia mengabaikan pertanyaan Syafira. Tapi ia malah mendekati Syafira. Syafira terus mundur sampai ia terpepet di tembok. Keenan mengurungnya dengan kedua tangannya.
"Kamu seksi" bisik Keenan di telinga Syafira.
"Iya aku tahu, sekarang kamu mandi ya"
Keenan menarik pinggang Syafira sampai tubuh kedua nya benar benar menempel. "Ken..."
Keenan mencium bibir Syafira selama beberapa menit. Selama di kantor ia terus merindukan istrinya itu.
"Sebenarnya aku ingin melakukan lebih dari ini tapi karena kita akan pergi ke rumah papa kadi kita tunda saja ya"
"Apaan sih kamu, gak jelas"
Keenan tertawa lalu ia masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Keenan mandi, Syafira memakai pakaian nya. Lalu membereskan baju dan tas Keenan yang ada di atas kasur.
Begitu sudah selesai, Syafira pergi merias diri. Ia mengeringkan rambutnya terlebih dahulu lalu membiarkannya terurai. Syafira memoleskan bedak ke wajah nya dan mulai melakukan ritual dandannya.
Keenan selesai mandi, ia hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Ia melihat ke arah Syafira yang sedang berdandan. Keenan mendekatinya lalu melihatnya dari cermin.
"Tumben kamu dandan gini? Biasanya kan kamu jarang banget dandan kayak gini"
"Kita kan mau ke rumah papa sama mama, jadi wajar dong kalau aku dandan. Aku gak mau terlihat dekil di hadapan mertua aku"
Keenan tersenyum. "Kalau kamu udah selesai bantuin aku cari baju" ucap Keenan.
"Iya sayang"
Setelah selesai berdandan, Syafira membuka lemari dan mencarikan pakaian untuk Keenan. Syafira mengambil sebuah kaos lengan panjang bermotif dan berwarna hitam. Lalu ia juga mengambilkan sepasang celana hitam untuk Keenan. Ettss jangan lupa Syafira juga mengambilkan dalaman untuk Keenan.
Setelah selesai, Syafira langsung memberikannya pada Keenan. "Nih, sudah aku pilihkan"
Keenan menerimanya, lalu ia membuka handuk nya di hadapan Syafira. Syafira segera mengalihkan pandangannya, walaupun ia sudah pernah melihat tapi tetap saja Syafira takut untuk melihatnya.
"Kenapa liatin tembok, bantu aku memakai pakaian"
"Kamu sudah besar, jadi bisa dong pake baju sendiri"
"Apa guna nya aku punya istri kalau istriku tidak mau membantuku?" ucap Keenan.
"Baiklah aku akan membantumu dengan syarat pakai dulu celanamu. Aku gak mau ya lihat pisang kamu" jawab Syafira.
__ADS_1
Keenan tertawa ngakak, jadi ini alasan Syafira tidak mau membantunya. Keenan dengan iseng membawa tangan Syafira ke pisangnya. Syafira merasa aneh karena di tangannya seperti ada benda yang tegak, besar dan panjang. Saat Syafira melihat apa yang ia pegang Syafira langsung melepaskannya.
Keenan tertawa melihat Syafira seperti itu. "Sekarang pakai sendiri, aku udah gak mau bantu kamu"
Syafira keluar dari kamar lalu membanting pintu. Ia benar benar kesal dengan Keenan.
"Yah ngambek deh, tapi kalau dia ngambek gemesin. Ya udah biarin aja dia ngambek, biar makin gemesin"
Mulut Syafira komat kamit tak jelas. "Dasar suami mesum, Jelek, Kumisan lagi"
Iya, Keenan memang mempunyai kumis yang sangat tipis. Syafira pernah menyuruhnya untuk menyukurnya. Tapi Keenan tidak mau, katanya kumis itu yang membuat Keenan semakin ganteng.
Syafira duduk di atas sofa sambil menunggu Keenan. Setelah Keenan siap, ia menyusul Syafira di depan.
"Ayo sayang kita berangkat" ucap Keenan
"Hmm"
Keenan akan menggenggam tangan Syafira, tapi Syafira menghindar. Keenan menggelengkan kepalanya.
Keenan membukakan pintu mobil untuk Syafira, tapi syafira menutupnya lalu membukanya kembali.
"Ck dasar istri, untung sayang" ucap Keenan.
Keenan masuk ke dalam mobilnya lalu memasang sabuk pengaman. "Sudah siap?"
"Ya"
Selama perjalanan keduanya tak ada yang berbicara. Keenan sibuk menyetir, Syafira sibuk melihat live IG Lee min ho.
Syafira senyum senyum sendiri, melihat Lee min ho tersenyum manis. Keenan mengernyitkan dahi saat melihat Syafira senyum senyum sendiri. Ia mengintip handphone Syafira, lalu melihat Lee min ho yang sedang berbicara.
Keenan merampas handphone Syafira. Membuat Syafira kesal setengah mati.
"Balikin"
"Disini masih ada aku, kenapa kamu malah liatin Leminco" sebal Keenan.
"Yang kamu bilang leminco itu pernah nolongin kamu buat menemukan aku kan" sindir Syafira.
Keenan menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menatap Syafira dengan tatapan tajam. "Aku tahu, tapi aku enggak suka kamu mengabaikan aku hanya demi dia"
"Lagian siapa suruh kamu nyebelin, kamu malah membuatku menyentuh pisang kamu itu" jawab Syafira.
"Memangnya kenapa kalau kamu memegang pisangku, bukan kah pisangku sudah pernah mengunjungi sarang mu?"
Lama lama Syafira gemes juga sama Keenan. Ia memukul kepala Keenan dengan pelan.
"Kamu kenapa sih, semakin hari semakin mesum"
"Yang namanya laki laki mesum itu wajar"
"Tapi kalau kamu beda?"
"Beda apanya?"
"Kamu mesum level akut, level tinggi"
"Aku bangga dengan itu"
Syafira hanya bisa menghembuskan nafasnya. Berdebat dengan suaminya malah semakin membuatnya kesal.
"Kamu masih marah sama aku?"
"Enggak, aku cuma kesal aja" jawab Syafira.
"Sama aja perasaan"
"Beda lah, kalau marah itu hurufnya terdiri dari M-A-R-A-H kalau kesal hurufnya terdiri K-E-S-A-L"
"Iya iya kalau gitu aku minta maaf deh"
"Kamu harus berjanji untuk tidak mengulangi lagi" ucap Syafira.
"Iya aku janji" ucap Keenan.
"Sekarang gak marah lagi kan?"
Syafira menggeleng. Lalu Keenan mengambil tangan Syafira lalu mengecupnya.
"Nih aku kembaliin handphone kamu. Kamu bisa lanjutin liat leminco live"
Syafira segera membuka handphone nya, tapi ia kecewa karena live nya sudah selesai.
"Kenapa?" tanya Keenan.
"Sudah selesai"
Dalam hati Keenan menertawakan Syafira. Syafira menatap Keenan. "Kamu pasti menertawakan aku kan"
"Enggak kok" jawan Keenan berbohong.
"Gak usah bohong, soalnya kelihatan dari wajah kamu"
"Hehe piss yang, gak lagi kok" ucap Keenan sambil menunjukkan dua jarinya.
"Hmm ya udah, ayo lanjutkan perjalanan kita
__ADS_1
Keenan kembali menjalankan mobilnya untuk menuju ke rumah orang tuanya.