
Setelah tiba di dapur, semua bahan sudah siap di atas meja. Mulai dari tepung, gula, telur dan yang lainnya. Mela memakai celemek untuk dirinya sendiri, kemudian ia juga memakaikannya untuk Syafira.
"Kamu suka buat kue?" tanya Mela.
"Suka banget tante" jawab Syafira.
Mela tersenyum pada Syafira. "Baiklah ayo kita mulai membuat kue nya. Bagaimana kalau kita membuat kue ulang tahun tapi tante belum pernah membuatnya. Apa kamu bisa?"
"Syafira bisa kok tante, kebetulan dari kecil Syafira sangat suka memasak dan membuat kue" jawab Syafira.
Mela mengangguk. "Tante, kita buat kue ulang tahun yang blackforest mini bites aja ya kayak nya itu simpel" ucap Syafira. Ia sudah mulai tak canggung lagi.
"Baiklah"
"Pertama, kita harus memanaskan oven dulu tante sampai suhunya mencapai 160 derajat" jelas Syafira sambil mengatur suhu Oven.
Mela benar benar kagum pada Syafira, selain cantik ternyata dia juga pintar masak. "Terus setelah itu apa?"
"Kita harus mixer telur, pengembang kue dan gula pasir dengan kecepatan yang tinggi tante."
"Ini biar tante yang melakukannya" ucap Mela.
Syafira menyerahkan nya pada Mela. Setelah selesai, Syafira memasukkan tepung terigu, maizena dan cokelat bubuk yang sudah diayak. Kemudian di mixer dengan kecepatan rendah.
Setelah itu Syafira mematikan mixer nya
"Wah Syafira ternyata kamu sangat hebat dalam membuat kue" puji Mela.
"Biasa aja kok tante, mungkin karena Syafira sering membuatnya. Jadi terlihat mudah." Ucap Syafira.
Di sela sela mereka masak, tiba tiba mereka dikagetkan dengan Keenan. Ia pergi ke dapur dengan handuk di pinggang, sepertinya ia sudah selesai mandi.
Rambutnya masih basah, air menetes dari tubuhnya, perut yang six pack dan wajah yang tampan. Keenan berhasil membuat Syafira melongo. Syafira melirik ke bawah. "Astaghfirullah" ucap Syafira sambil mengalikan pandangannya.
Tongkat sihir yang dimiliki Keenan berdiri. Sedangkan Keenan sendiri tidak menyadarinya.
Mela menatap ke arah Keenan. Ia mengambil sebuah pisau. "Keenan, pakai baju mu sana" ucap Mela.
"Bentar ma, Keenan pengen liat Syafira masak"
"Masuk ke kamar atau mama potong tongkat sihir kamu itu" ucap Mela.
"Tongkat sihir apa maksud mama, Keenan tidak punya tongkat sihir ma" jawab Keenan.
Mela menunjuk ke bawah, Keenan pun melihat ke arah yang ditunjuk nya. "Dasar burung tidak tau diri, bisa bisanya ia muncul di saat seperti ini" batin Keenan.
"1..2..." belum sempat menyelesaikan hitungannya. Keenan sudah melesat kabur. "Dasar anak nakal" gumam Mela.
"Sayang apa kau tadi melihatnya?" tanya Mela.
"Melihat apa tante?" Syafira pura pura tidak tahu. Bisa bisa ia malu sendiri kalau menjawab sudah melihatnya.
"Ayo tante, kita lanjutkan memasaknya"
Syafira mengambil susu kental manis, pasta blackforest dan mentega cair kemudian ia mengaduknya dengan spatula sampai semuanya tercampur rata.
"Tante, apakah tante punya loyang yang ukurnya 22×22×25 cm?" tanya Syafira.
"Sepertinya ada, bentar tante ambilkan dulu."
Mela mencari loyang yang dimaksud Syafira. Dan ia menemukannya. Mela memberikannya pada Syafira. Syafira mengoleskan margarin pada loyangnya. Dan memberikan baking paper. Dan di pinggirnya diolesi margarin dan sedikit terigu. Setelah itu Syafira menuangkan adonannya ke dalam loyang tersebut.
Syafira membuat kue nya dengan sangat telaten. Kemudian setelah selesai ia memasukkan ke dalam oven.
"Sekarang kita harus nunggu selama 20 menit tante" ucap nya.
Dua puluh menit kemudian, Syafira mengeluarkan kue nya dari oven, kemudian ia memdinginkannya. Lalu Syafira mengolesi kue itu dengan butter cream. Dan menghiasnya dengan tulisan happy birthday.
"Nah, kue ultah nya sudah siap tante" ucap Syafira sambil menunjukkan kue nya.
"Lain kali kamu bisa gak ajarin tante buat kue ulang tahun?" Pinta Mela.
"Bisa kok tante".
Keenan kembali ke dapur dengan pakaian yang lengkap. Ia menggunakan kemeja lengan panjang dan menggulungnya sampai siku. Membuat ketampanannya bertambah berkali kali lipat.
"Wah ada kue, sepertinya enak nih" Keenan akan mencomot kue itu.
Plakk
Mela menghempaskan tangan Keenan.
"Jangan asal comot, tunggu di potong dulu" ucap Mela.
"Cuma nyicip doang kok ma" Keenan bersiap akan mencoleknya. Namun kali ini Syafira yang mencegah nya. Syafira berbicara sehalus mungkin karena kalau tidak begitu Keenan pasti akan tetap mencomot kue itu.
"Om Keenan yang ganteng, kalau makan kue itu harus dipotong dulu. Jangan asal comot, okey"
Dan ajaib nya Keenan langsung mengangguk begitu saja. Membuat Mela terperangah. "Putraku gampang banget dijinakin sama Syafira" gumam nya.
"Ehem ya udah ayo kita bawa kue ini ke ruang tengah, sekalian kita potong potong disana" ucap Mela. Mela membawa kue tersebut ke ruang tengah
"Oh iya ma, papa mana?" tanya Keenan.
"Papa lagi pergi ke bandung, ada urusan bisnis" jawab Mela. Keenan mengangguk mengerti.
__ADS_1
Setelah sampai di ruang tengah, Mela menaruh kue itu di meja. "Mama ambil pisau dulu, kamu jangan sampai nyentuh kue itu" pesan Mela pada Keenan.
"Iya iya ma" jawab Keenan.
Sekarang Keenan dan Syafira berduaan di ruang tengah. Keenan menatap Syafira, membuat Syafira risih ditatap terus menerus.
"Kenapa sih om ngeliatin aku sampe segitunya?" tanya Syafira.
"Aku cuma suka aja sama wajah kamu, terutama pipimu. Bikin gemas, pengen tak uyel uyel deh" ucap Keenan. Sedangkan Syafira tak mengerti.
Keenan memegang kedua pipi Syafira. "Suatu saat pipi ini akan menjadi milikku" gumam Keenan.
"Maksud om?"
"Ada deh" jawab Keenan.
Mela kembali dengan membawa sebuah pisau untuk memotong kue. Ia menatap Keenan dan Syafira secara bergantian. Sepertinya telah terjadi sesuatu saat ia mengambil pisau tadi.
"Nah sekarang mama potong potong dulu kue nya"
Mela memotong kue tersebut menjadi banyak bagian. Keenan mengambil sepotong kue dan memakannya dengan segera.
"Enak dan manis ma, sama seperti yang membuatnya" ucap Keenan sambil melirik ke arah Syafira.
"Plis om jangan bikin Syafira baper" batin Syafira.
Syafira juga mengambil sepotong kue dan memakannya. Setelah habis ternyata di tangannya ada sisa sisa cream kue nya. Keenan langsung mengambil tangan Syafira dan menyesap jari jari Syafira yang terdapat cream kue.
Mela melotot melihat Keenan melakukan hal itu. Ia mencari sebuah barang, kemudian menemukan buku. Mela menggeplak Keenan dengan sebuah buku yang tebal.
"Keenan, kamu itu ya" Mela terus menggeplak Keenan dengan buku itu.
"Ampun ma, ya ampun sama anak sendiri aja galak banget" ucap Keenan.
"Gimana mama gak galak, kamu itu sudah melecehkan Syafira" ucap Mela.
Sementara Syafira ia hanya menunduk malu. Ia tak menyangka kalau Keenan akan melakukan itu.
"Melecehkan bagaimana ma, Keenan itu cuma menyesap cream yang ada di jari Syafira. Kalau yang namanya melecehkan itu seperti ini"
Keenan mendekat ke arah Syafira dan mengecup bibirnya singkat. Kali ini Syafira yang melotot. "Dasar om om mesum" batin Syafira.
"Keenan, mama gak ngajarin kamu mesum seperti ini yah" ucap Mela berusaha sabar.
"Memang mama tidak pernah mengajari, tapi kan Keenan yang mau sendiri" jawab Keenan.
"Dasar anak tuyul berani nya membantah ucapan mama" ucap Mela.
"Dasar emak tuyul, berani nya menghakimi anak sendiri"
"Emak Singa" Keenan ikut membatin.
Syafira tersenyum melihat tingkah ibu dan anak itu. "Syafira, maafkan anak tante ya. Anak tante belum pernah di ruqyah jadi sifat nya agak mirip setan" ucap Mela menyindir Keenan.
"Tidak apa apa tante, sepertinya kita satu pemikiran. Om keenan memang mirip setan"
Mela tertawa, ia sungguh sangat menyukai Syafira karena kejujuran dan kepolosannya. Sedangkan Keenan ia malah memberengut kesal.
Setelah memakan kue, mereka berbincang bincang untuk beberapa saat. Sampai akhirnya Syafira harus pulang.
"Tante, terima kasih karena tante sudah baik sama Syafira" ucao Syafira.
"Sama sama sayang, lain kali kesini lagi ya. Tante pengen belajar buat kue bersamamu"
"Siap tante"
"Ya udah ma, Keenan mau nganter Syafira dulu" ucap Keenan.
"Iya kalian hati hati di jalan, dan kamu Keenan bawa motornya jangan ngebut ngebut"
"Iya mah"
Saat syafira akan pergi Mela menghentikannya.
"Ada apa tante?" tanya Syafira.
"Tante lupa nanya sama kamu, sekarang kehamilan kamu sudah berapa bulan?" tanya nya.
Syafira menjawab pertanyaan Mela
"Tiga bulan tante" ucap Syafira.
"Oh pantesan masih belum kelihatan" ucap Syafira.
"Ya udah syafira pamit dulu ya tante" ucap Syafira.
"Iya sayang"
Keenan segera mengantarkan Syafira pulang. Di dalam perjalanan pulang.
"Om"
"Iya sayang" jawab Keenan.
"Gak usah panggil sayang om, lebih baik dipanggil janda dari pada sayang" ucap Syafira.
__ADS_1
"Kenapa emangnya?"
"Geli tahu om, dari tadi om bertingkah manis terus" ucap Syafira.
"Bukan kah sudah pernah ku bilang, aku akan mencintaimu dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Dan untuk membuatmu jatuh cinta padaku aku rela bertingkah manis hanya untukmu" jawab Keenan.
Syafira menahan senyum nya. Meskipun begitu , Keenan tahu kalau Syafira menahan diri untuk tidak tersenyum.
"Janda, aku pastikan laki laki kere itu menyesal karena telah mencampakanmu seperti ini. Aku berjanji bahwa kamu hanya milikku dan aku adalah milikmu" batin Keenan.
Kemudian tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Sampai Keenan tiba di depan rumah Syafira.
Syafira mengernyitkan dahi nya, di depan rumah nya terpampang sebuah mobil. Ia tahu kalau mobil itu milik Adit.
"Kenapa?" tanya Keenan.
"Adit..dia ada disini om.." ucap Syafira.
"Adit laki laki kere itu?" tanya Keenan.
Syafira mengangguk. Keenan turun dari motornya kemudian menurunkan Syafira juga.
"Aku akan menemani kamu untuk menghadapinya, aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri." Ucap Keenan dengan wajah serius.
"Terima kasih om"
Keenan dan Syafira masuk ke dalam rumah dengan saling berpegangan tangan. Benar kata Syafira, di dalam sudah ada adit yang sedang menunggunya.
"Kamu..kamu ngapain kesini" ucap Syafira.
"Aku kesini untuk melamar kamu pada orang tuamu. Aku akan bertanggung jawab pada anak itu" ucap Adit.
Keenan mengepalkan tangannya. setelah apa yang ia lakukan masih berani juga dia melamar Syafira. "Sepertinya kamu terlambat. Sekarang Syafira adalah milikku. Dia sudah menjadi kekasihku" Keenan memeluk pinggang Syafira seakan tak ingin melepaskannya.
"Aku gak percaya, Kalau pun Syafira punya kekasih. Itu tidak mungkin kamu, karena selera Syafira itu yang seumuran bukan om om kayak kamu" jawab Adit.
"Terserah, tapi asal kamu tahu saja. Aku sudah mendapat restu dari kedua orang tua Syafira"
Padahal mah belum apa apa.
Adit terkejut, ia menatap Syafira tapi syafira menatap ke arah lain. Sampai tiba tiba "lho nak Keenan sama Syafira udah pulang" ucap Wina
"Iya tante" Keenan menyalami Wina. Sedangkan Wina menatap adit sekilas lalu pergi ke dalam.
"Lihat, kedatangan aku disambut kan? Ya iyalah selain dewasa aku juga ganteng terus point utamanya adalah aku calon menantu nya"
"Om Keenan memang sangat pandai berakting" batin Syafira.
"Syafira aku mah ngomong sama kamu, berdua saja. Ucap Adit memelas.
"Gak mau dit, aku ingin menjaga perasaan kekasihku. Aku tak mau dia cemburu sama kamu yang jelas jelas cuma temanku" jawab Syafira ikut berakting. Syafira juga menekan kata teman supaya Adit paham.
Tapi dasarnya adit yang tidak tau malu, ia berlutut di hadapan Syafira. Kemudian mengambil sebuah cincin dari saku bajunya. Ia membukanya dan menatap ke arah Syafira.
"Ternyata selain kere, cowok ini juga tidak tahu malu" batin Keenan.
"Syafira aku kesini berniat untuk bertang..."
"Awhhhh" Keenan pura pura kesakitan. Ia memegang kepalanya dan bersikap seolah olah ia memang benar benar sakit.
Syafira menghampiri Keenan. "Kamu kenapa sayang?" tanya nya.
"Kepalaku tiba tiba pusing sayang"
Syafira langsung memeluk Keenan. Ia juga pura pura memijit kepala Keenan. Sementara Syafira memijit, Keenan tersenyum penuh kemenangan pada Adit. Ia menjulurkan lidahnya pada Adit untuk mengejeknya.
"Wleeee"
"Kali ini kau berhasil menghindar Sya, tapi tidak lain kali" batin Adit. Kemudian ia pergi.
Setelah Adit pergi, Syafira melepaskan kepala Keenan begitu saja. "Dasar janda"
"Om, kenapa om tidak jadi aktor saja. Akting om tadi sangat bagus" ucap Syafira.
"Aku memang berakting tapi ada beberapa ucapanku yang serius. Kamu adalah kekasihku"
"Kekasih? Sejak kapan aku menjadi kekasihmu?" Ucap Syafira.
"Sejak detik ini juga. Sekarang aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku"
"Tapi..."
"Tidak ada tapi tapi an, aku yakin hati kecil mu sangat senang saat aku menjadikanmu sebagai kekasihku" tebak Keenan.
"Wah bagaimana dia bisa tahu"
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu, habis ini kamu istirahat jangan sampe kecapean. Oh iya satu lagi, setiap hari aku akan mengantarmu ke cafe tempatmu bekerja"
"Hmm baiklah" Syafira menyetujuinya.
"Aku pulang dulu janda kesayanganku" ucapnya.
"Hati hati di jalan om" pesan Syafira.
Setelah Keenan pulang, Syafira masuk ke dalam kamarnya. Ia merebahkan dirinya di kasur. Kemudian mengingat ciuman Keenan tadi.
Syafira memegang bibirnya sendiri, walau Keenan hanya menciumnya beberapa detik. Tapi Syafira akan mengingatnya secara terus menerus.
__ADS_1
"kau benar om, mungkin tanpa aku sadari aku telah jatuh hati padamu" gumam Syafira.