
Hari ini adalah hari ulang tahun Lavenzi. Keenan bersiap siap untuk pergi ke markas. Ia akan melakukan tugasnya sebagai pemimpin Lavenzi. Keenan telah mempersiapkan semua nya dari awal.
Keenan menghubungi Reno untuk memberikan info nya.
"Halo Ren, suruh anak anak kumpul di markas sekarang juga"
"Oke" balas Reno dari ujung telepon.
Keenan memutuskan telfonnya, ia memakai jaket Lavenzi dan bercermin. Sebelum berangkat ke markas Keenan akan mengantar Syafira dulu ke cafe. Jadi dia pergi ke rumah Syafira dahulu.
Setibanya di rumah Syafira, Keenan langsung mengetuk pintu. Yang langsung dibuka oleh Syafira.
"Yuk om kita berangkat" ucap Syafira.
"Om mertua mana?" tanya Keenan.
"Maksud kamu ayah? Ayah dan ibu lagi gak ada di rumah sekarang. Mereka pergi pagi pagi sekali"
Keenan mengangguk. Kemudian ia memperhatikan tubuh Syafira yang semakin hari semakin berisi. Perut nya pun sudah mulai terlihat membesar.
"Sekarang kamu gendutan deh Jan? Apa karena kamu lagi hamil yaa" ucap Keenan.
"Terus kenapa kalau aku gendutan, kamu gak suka gitu. Apa kamu nyesel menjadikan aku sebagai pacarmu" Mata Syafira berkaca kaca. Ia takut Keenan meninggalkannya karena ia gendutan.
Keenan yang melihat Syafira akan menangis, ia langsung memperbaiki perkataannya. "Maksud aku kamu gendutan kan karena ada dedek bayi nya di dalam perutmu, jadi wajar kalau kamu gendutan"
Keenan merasa was was, ia takut salah ngomong lagi. Karena ini baru pertama kalinya ia menghadapi ibu ibu hamil seperti Syafira.
"Sama aja, kamu tetap bilang aku gendut"
"Cewek memang menyusahkan" keluh Keenan.
"Apa kamu bilang? Aku menyusahkan ya?. Ya udah deh kalau aku menyusahkan aku berangkat sendiri.
Syafira berjalan pergi. Namun Keenan berhasil mencegahnya. "Sayangnya Keenan jangan ngambek dong, maaf deh kalau aku salah. Aku bilang kamu gendut bukan berarti aku tidak menyukaimu. Aku malah tambah mencintaimu"
"Beneran om?"
"Iya sayang"
Syafira tersenyum malu malu pada Keenan. Sehingga membuat Keenan mencubit hidungnya.
"Jangan ngambek di depan orang lain yaa, soalnya kalau kamu ngambek makin gemesin. Aku gak rela kalau sifat gemesin kamu dilihat orang lain" ucap Keenan
"Aye aye captain"
Keenan tersenyum dan mengacak acak rambut Syafira. Lalu Keenan mengantar Syafira pergi ke cafe nya. Di dalam perjalanan ke cafe, Syafira tiba tiba ingin makan es krim. Ia meminta Keenan untuk berhenti di tempat penjual es krim.
"Om, berhenti di situ ya. Aku pengen beli es krim"
"Iya, nanti saja ya" ucap Keenan. Ia tidak mau Syafira sakit karena makan es krim pagi pagi sekali.
"Aku mau nya sekarang om, sekarang" ucap Syafira.
"Iya iya deh" Keenan terpaksa menurutinya. Kalau tidak mungkin dia akan ngambek lagi.
Setelah membeli es krim, Syafira memakannya dengan lahap. Seakan akan tidak ada hari esok. Keenan menggelengkan kepalanya melihat Syafira yang seperti anak kecil.
"Pelan pelan aja makannya, gak ada yang mau merebut es krim kamu" ucap Keenan. Namun tak dihiraukan oleh Syafira karena asyik makan es krim.
"Om mau es krim?"
Keenan mengangguk saja, kemudian
Syafira menyerahkan stik es krim nya.
"Es krim nya mana kok cuma tinggal stik nya doang?"
"Es krim nya ada di perutku om"
"Dasar kamu ini" ucap Keenan.
Setelah itu Keenan melanjutkan perjalanan untuk mengantar Syafira ke cafe. Beberapa menit kemudian, mereka telah tiba di cafe.
Syafira langsung turun dari motor.
"Janda, aku gak bisa nemani kamu. Hari ini aku ada acara sama teman temanku." ucap Keenan.
"Ya udah deh, tapi kalau udah selesai langsung kesini ya om"
"Iya janda sayang" jawab Keenan. Setelah memastikan Syafira masuk ke dalam cafe, Keenan pun bergegas pergi. Ia segera pergi menuju markas Lavenzi.
Di markas Lavenzi.
"Ren, Keenan belum sampai juga?" tanya Dino.
"Belum, paling ntar lagi nyampe tuh anak"
Lalu mereka mendengar suara motor Keenan.
"Nah tuh dia orangnya" Ucap Reno.
Semua anggota Lavenzi menyambut kedatangan pemimpin mereka. Mereka mulai bersorak saat Keenan masuk ke dalam markas.
"Happy bithday untuk Lavenzi" teriak Farhan.
"Dan Happy birthday buat pemimpin Lavenzi"
Suasana semakin riuh, kemudian Keenan menaruh jari telunjuknya di bibir dan berkata. "Sssttt diam sebentar ya"
__ADS_1
Semua anggota Lavezi terdiam begitu saja. Mereka tahu kalau Keenan akan memberikan penjelasan tentang ulang tahun Lavenzi.
"Oke, perhatian semuanya. Minggu lalu aku sudah memberi tahu kepada kalian untuk mengumpulkan dana kan? Apa kalian sudah mengumpulkannya"
Semua anggota Lavenzi dengan kompak menjawab sudah. Lalu salah satu anggota bertanya pada Keenan. "Kalau boleh tau dana yang kita kumpulkan mau di apakan?"
"Pertanyaan yang bagus, Dana yang kita kumpulkan sebagian akan disumbangkan ke panti asuhan dan sebagian lainnya untuk para pengemis di jalan atau pun tuna netra"
"Gue setuju sama lo Nan"
"Gue juga"
"Gue bangga sana lo bos"
Berbagai pujian diterima Keenan dari teman temannya. "Baik lah sekarang maju satu satu bagi yang akan menyumbangkan dana. Dan tulis kalian mau menyumbangkan di panti atau yang umum"
Pertama Reno yang maju, ia mengeluarkan uang sebesar lima juta. "Gue cuma punya segini nan"
"Gak apa apa"
Catatan pengumpulan Dana untuk panti asuhan
1.Reno 5 jt
2.Farhan 4 Jt
3.Reza 5 jt
4.Eka 10 juta
5.Dino 6 jt
Dedi 1 jt
8 Bimo 500 Rb
Kevan 4 jt
Rendi 7 jt
Hermi 8 jt
Gery 500 Rb
Abdul 12 jt
Yuta 2 jt
Alex 3 jt
Catatan pengumpulan Dana untuk orang orang miskin/pengemis/tuna netra/pengamen.
1.Arya 4 jt
2.Keenan 20 jt
3.Beni 5 jt
4.Ical 3 jt.
Rian 7 jt
Herman 500 Rb
Dito 500 Rb
Zaki 10 jt
Akbar 9 jt
Rifqi 4 jt
Dicky 500 Rb
Tino 500 Rb
Aldi 1 Jt
Angga 3 Jt
Bara 9 Juta
Total: 122 juta..
"Jadi total dana kita untuk panti asuhan sebesar 68 Juta, sedangkan yang umum sebesar 122 juta. Gue akan membagi kalian dalam dua kelompok" ucap Keenan dengan tegas. Ia menatap anggotanya satu persatu.
"Kelompok pertama terdiri dari: Reno, Reza, Farhan, Dino, Eka, Dedi, Bimo, Kevan, Rendi, Hermi, Gery, Abdul, yuta dan alex. Kalian semua mendapat bagian Di panti asuhan. Tugas kalian bukan hanya untuk menyerahkan dana ini saja. Tapi kalian juga harus bermain dengan anak anak panti. Kalian harus belajar sesuatu disana"
"Belajar sesuatu? Apa itu Nan?" tanya Reno.
"Disana kalian akan belajar sesuatu hal, nanti kalian pasti akan tau dengan sendirinya" Reno mengangguk.
__ADS_1
"Oke untuk kelompok 2: Arya, Gue, Beni, Ical ,Rian, Herman, Dito, Zaki, Akbar, Rifqi, Dicky, Tino, Aldi, Angga, dan Bara. Kalian di bagian umum."
Semua anggota Lavenzi merasa terharu. Ia begitu bangga pada Keenan dan kemuliaan hatinya. Jika pemimpin lain mengadakan pesta untuk ultah geng nya, Namun Keenan tidak.
"Oke, sebelum kita memulai rencana ini. Gue hanya mau bilang sama kalian. "Happy birthday member Lavenzi, i miss you all"
"Huaaa Keenan lo bikin kita kita terharu saja" ucap Farhan.
Semuanya maju satu persatu dan memeluk Keenan secara bergantian. Setelah selesai,
"Ayo kita berangkat"
"Siap boz"
"Mari kita ucapkan jargon kita dulu"
"Lavenzi, satu nama tetap di hati" ucap Mereka bersamaan. Setelah itu semua anggota menjalankan tugas nya masing masing. Begitu pun dengan Keenan.
Keenan dan kelompoknya pergi ke jalan Raya, mereka membagi bagikan uang untuk pengemis, pengamen, orang miskin dll.
Tak terasa sudah tiga jam mereka menghabiskan waktu di jalan raya. Uang yang mereka kumpulkan pun sudah habis mereka bagi bagikan. Mereka duduk di pinggir jalan sambil mengelap keringatnya.
"Gimana perasaan kalian hari ini?" tanya Keenan.
"Senang, bahagia, suka. Hari ini kita belajar untuk saling menolong dan berbagi." Ucap Dito.
"Dito benar" sahut Angga.
Kemudian Keenan menerima panggilan Video call dari Farhan. Farhan menunjukkan aktivitas mereka selama di panti asuhan. Mereka semua bermain dan menghibur anak anak. Keenan menunjukkan nya pada kelompoknya.
"Lihat Nan, gue sama yang lain begitu senang bisa bermain dengan anak anak itu. Mereka semua sangat lucu dan menyenangkan.
"Gimana perasaan kalian sekarang?"
"Kita bahagia Nan, lebih bahagia dari pada saat mengadakan pesta tahun lalu."
"Hari ini kita belajar tentang ketulusan dan cinta yang sesungguhnya" Timpal Reza yang berada di dekat nya.
"Sekarang kalian tahu kan kenapa gue memilih hal ini untuk perayaan ulang tahun Lavenzi. Gue ingin membagi kebahagiaan yang pernah aku rasakan sama kalian"
"Thanks Nan, lo adalah pemimpin terbaik kita"
Acaranya selesai jam tiga sore. Keenan langsung berpamitan pada mereka semua untuk menyusul Syafira. Mereka semua mengangguk tanpa pengecualian.
Keenan segera bergegas pergi ke cafe Syafira. Setelah sampai disana, Keenan menemukan Syafira yang duduk sendirian di sebuah meja.
"Janda" panggilnya.
Syafira menoleh, "Om".
Syafira langsung menghambur ke pelukan Keenan. Dari tadi ia menunggu Keenan, karena ia benar benar sangat merindukannya.
"Kenapa hmm" ucap Keenan.
"Kangen" jawab Syafira.
Keenan terkekeh kecil "Aku juga kangen sama kamu"
Tanpa disadari, perut Keenan berbunyi. Keenan belum sarapan atau makan siang tadi.
"Om, lapar ya? Aku buatin makanan dulu ya"
"Iya janda"
Syafira pergi ke dapur dan membuatkan makanan untuk Keenan. Setelah selesai, ia membawakannya untuk Keenan.
Keenan memakannya dengan lahap, karena ia benar benar kelaparan sejak tadi. Lima menit kemudian ia telah menyelesaikan makan nya.
Keenan menceritakan semua hal yang tadi ia lakukan bersama teman temannya pada Syafira. "Aku beruntung punya kekasih seperti om. Karena om adalah orang yang sangat baik"
"Aku lebih beruntung karena bisa bertemu denganmu"
Keenan dan Syafira saling bertatapan. Kemudian Syafira mengelap keringat Keenan yang berjatuhan. "Kenapa om Keenan kalau keringetan kek gini tambah seksi. Tiba tiba saja aku ingin memakannya" batin Syafira.
"Kenapa janda?" Keenan menyadari kalau Syafira terus menatapnya dari tadi karena ada sesuatu padanya.
"Enggak om gpp"
"Katakan saja cepat"
"Om kalau keringetan makin seksi"
"Sepertinya bukan itu saja janda?"
Syafira memalingkan muka nya dan menjawab. "Aku ingin memakan om" jawab nya.
Keenan tertawa dengan keras sampai sampai perutnya sakit. "Kamu mau memakan aku ya, kalau begitu ayo kita ke KUA dulu dan baru setelah itu kamu boleh memakanku"
"Ngapain harus ke KUA om, aku bisa makan om tanpa ke KUA kok. Nih buktinya."
Syafira menggigit lengan Keenan dengan kuat membuat sang empunya mengaduh kesakitan.
"Awh sakit sayang"
Syafira terus saja menggigit Keenan, setelah puas baru dia berhenti. "Gimana rasanya om"
"Menyenangkan. Kalau kita sudah nikah kamu jangan memakan lenganku ya, kamu makan saja semua tubuhku"
"Dasar om om mesum"
__ADS_1
Keenan tertawa, sepertinya ia mulai suka dipanggil om om mesum. "Gadisku sangat menggemaskan sekali"