Bukan Janda

Bukan Janda
BONUS CHAPTER 6


__ADS_3

Hari ini di meja makan, Syafira merasa kehilangan karena tak ada lagi sosok riya yang membantunya memasak atau menyiapkan makanan. Syafira kembali melakukan semuanya sendiri.


Azka dan Azkia sedang bermain bersama Alfon. Sementara orang tuanya makan. Syafira mengambilkan makanan untuk suaminya kemudian juga melayani ayah mertuanya. "Ini pa makanannya"


Mahendra tersenyum lalu mereka memakan makanannya tanpa bersuara. Keenan melihat ke arah Syafira yang sedikit melamun. Ia tahu Syafira merasa kesepian karena Riya sudah tidak tinggak disini lagi.


Keenan memegang tangan Syafira dan menautkannya pada jari jarinya. Syafira terperangah lalu menatap Keenan. "Makan, gak usah dipikirin. Lagian ibu juga pasti sering sering kesini kok. Apalagi Alfon sangat membutuhkannya"


Syafira mengangguk, ia akan memakan makanannya tapi tangannya masih digenggam Keenan. "Mas lepasin dulu aku mau makan" bisiknya di telinga Keenan. "Kamu mau makan? Buka mulutmu aku suapin"


"Tapi kan ada papa, malu tahu Mas" Keenan tidak peduli. Ia mengambil sesendok nasi dan lauk. "Ayo buka mulutmu" Syafira menggeleng pelan. Ia merasa malu karena ada Mahendra di depannya.


"Makan sebelum aku suapin pake mulut di depan papa" Mahendra menatap ke arah putra dan menantunya secara bergantian. Ia terkekeh pelan melihat Keenan yang terus ingin menyuapi makanan tapi Syafira menolaknya.


"Makan saja Nak, anggap saja papa tidak ada" Syafira tersenyum canggung pada Mahendra dan menatap Keenan sinis. Keenan tertawa pelan. Cupp, ia menciumnya. Saat Syafira akan protes Keenan buru buru memasukkan makanannya ke dalam mulut Syafira.


'Mhasss kkkookk jhaat bngaatt sih" ucap Syafira. Mulutnya tidak bisa berbicara dengan sempurna karena penuh dengan makanan. Syafira mendelik sebal pada Keenan. "Maaf sayang, ayo makan lagi."


Padahal makanan di dalam mulutnya saja belum habis Keenan malah ingin menyuapinya lagi. Langsung saja Syafira mengambil sendoknya dan menyuapkannya pada Keenan. "Gantian"


Mahendra menjadi obat nyamuk di antara mereka, ia hanya memakan makanannya dengan tenang tanpa mempedulikan keduanya. "Ngomong ngomong kapan kalian akan pergi ke korea?" Tanya Mahendra.


Keenan dan Syafira memang berencana untuk pergi ke korea, mereka akan pergi berziarah ke makam Keysa. Sudah lama mereka tak datang kesanan. "3 hari lagi Pa, Keenan masih banyak pekerjaan di kantor"


Mahendra mengangguk. "Lalu bagaimana dengan perusahaan papa yang kamu jalani, apa semuanya baik baik saja?" Tanya Mahendra. "Semuanya aman, Keenan selalu memantau perusahaan papa. Kadang Keenan juga datang kesana untuk mengecek langsung"


"Papa bangga sama kamu, kamu bisa menjalankan dua perusahaab sekaligus. Papa yakin kalau Mama mu masih hidup dia juga akan bangga seperti papa."


"Mama mu dulu pernah bilang sama papa. Suatu saat Keenan akan menjadi orang sukses,  dia akan disegani oleh masyarakat dan dihormati oleh semua orang. Mama mu mengatakan itu saat kamu masih berumur 7 tahun. Dan sekarang terbukti, ucapan Mama mu menjadi kenyataan."


Keenan terdiam sebentar. "Mama benar benar mengatakan itu pa?" Tanya nya dengan lirih. Mahendra mengangguk. "Dari kamu kecil Mama kamu sudah yakin kelak ketika dewasa kamu akan menjadi orang sukses dan baik"


"Saat itu Papa kurang mempercayai perkataan Mama mu. Karena menurut papa tuhan dan takdir lah yang akan membawa kamu ke jalannya. Tapi Mama mu tetap keukeh.


[FLASBACK]


Mahendra dan Mela duduk di taman belakang rumah mereka sambil mengawasi Keenan kecil yang bermain mobil mobilan. Saat masih kecil Keenan sangat tidak pandai dalam belajar. Disaat semua teman temannya mendapat nilai bagus hanya Keenan sendiri yang nilai nya anjlok.


Keenan diejek oleh semua teman temannya karena nilai nya yang hanya 0. Waktu itu Keenan masih duduk di sekolah dasar. Keenan menangis di dalam kamarnya karena dikatai bodoh oleh semua teman temannya.


Mela mengetuk pintu kamar Keenan. "Sayang, makan dulu yuk. Mama udah siapkan makan siang buat kamu." "Enggak Ma, Keenan bodoh. Keenan enggak mau makan"


Mendengar hal itu Mela membuka pintu kamar Keenan lalu langsung masuk ke dalam.


Mela melihat Keenan yang sedang menangis. Mela duduk di pinggir kasur Keenan. Ia mengelus kepala putra semata wayangnya itu. "Keenan kenapa? Kok bisa nangis" tanya Mela dengan lembut.


Keenan mengangkat kepalanya dan menatap wajah ibunya. Sisa sisa air mata masih terlihat jelas di matanya. "Ma, emang bener ya kalau Keenan itu anak bodoh?"


"Kenapa kamu bilang gitu? Ayo cerita sama mama" Keenan sesenggukan sebentar. "Tadi di sekolah teman teman Keenan dapat nilai bagus semua. Cuma Keenan yang nilai nya nol. Mereka bilang Keenan itu bodoh karena selalu dapat nilai 0. Memangnya nol itu tidak tinggi ya Ma?"


Mata Mela berkaca kaca mendengar Keenan mengatakan hal itu. Memang sedari kecil Keenan sangat sulit untuk menangkap pelajaran. Itu semua karena otak Keenan yang belum mampu menerima semuanya. Bahkan Mela pernah membawa Keenan dan memeriksakannya ke rumah sakit. Dokter hanya bilang kalau Keenan itu tidak bisa menangkap sesuatu dengan cepat, ia harus butuh proses lama. Ditambah lagi Keenan mempunyai disleksia (gangguan dalam proses belajar seperti kesulitan membaca, mengeja dan menulis)

__ADS_1


Memang Keenan belum pandai membaca dan menulis itulah sebabnya nilainya selalu 0. Tapi anehnya Keenan sangat lancar dengan berhitung. Tapi pada saat pelajaran matematika, Keenan tidak bisa menjawabnya.


"Enggak sayang, Anak Mama itu tidak bodoh. Justru Keenan yang paling pintar di sekolah. Jangan minder dengan nilai 0 ya Nak. Nilai itu tidak ada artinya di mata tuhan. Yang penting Keenan selalu berdoa sama allah, pasti nanti Keenan dapat nilai yang bagus"


"Tapi Keenan malu Ma, tadi bu guru menyuruh Keenan membaca tapi Keenan tidak bisa. Semuanya menertawakan Keenan. Keenan tidak mau sekolah lagi, Keenan mau di rumah aja. Mereka semua jahat" Keenan kecil kembali  menangis.


Mela memeluk Keenan dengan erat, air matanya turun dan mengenai wajah Keenan. "Kamu harus tetap sekolah sayang, menuntut ilmu kan wajib. Mama yakin suatu saat Anak Mama bisa jadi orang sukses. Keenan akan disegani masyarakat dan dihormati oleh semua orang. Percaya sama Mama, kamu pasti bisa."


"Jangan pedulikan teman teman kamu yang menertawakanmu ya? Mereka hanya iri karena tidak bisa dapat nilai 0 seperti itu. Buktinya di kelas cuma Keenan kan yang dapat nilai 0, itu artinya Keenan istimewa. Keenan beda dengan orang lain"


Keenan mengangkat kepalanya dan menatap wajah Mela. Lalu tangannya menghapus air mata Mela. "Jangan menangis Ma, Keenan janji akan merubah air mata Mama menjadi sebuah mutiara. Keenan sayang Mama"


Mahendra mengintip mereka dari balik itu, hatinya juga ikut sedih. Putranya berbeda dengan anak anak lain. Keenan mengalami kesulitan untuk belajar hingga tidak bisa mendapat nilai bagus ataupun memahami pelajarannya.


Tapi setiap kenaikan Kelas, Keenan mendapat nilai yang tertinggi. Entah bagaimana caranya ia bisa mendapat nilai yang sempurna. Keenan berlarian dari luar dan segera masuk ke dalam rumah. Keenan berteriak mencari Mela. Hingga akhirnya Mela keluar dari dapur.


"Ada apa Nak?" Keenan menenteng raport nya dengan perasaan gembira. "Keenan dapat nilai tinggi Ma, semuanya ada 0 nya" ucapnya dengan lugunya.


Mela membuka raport milik Keenan dan betapa terkejutnya saat melihat raport Keenan. Mela menutup mulutnya tak percaya. Semua nilai Keenan dapat 100. Mela menjatuhkan dirinya di hadapan Keenan.


"Ini adalah janji Keenan waktu itu, Keenan mengubah air mata mama menjadi mutiara. Dan mutiara itu adalah nilai Keenan. Mereka saling berpelukan satu sama lain. Pantas saja selama ini Keenan selalu mengunci kamarnya tiap malam, ternyata ia belajar sendiri.


Dan sejak saat itu Keenan yang bodoh sudah tidak ada lagi, hanya ada Keenan dengan otak jenius. Semua guru guru Keenan keheranan. Bahkan Keenan juga sudah pintar membaca, menulis dan berhitung.


[Flasback Off]


Keenan mendengarkan semua kisahnya dari Mahendra. Ya, Keenan mengingat semuanya. Dulu Mela yang selalu sabar mengajari Keenan walau Keenan tidak paham apa yang diajari Mela


"Berbaktilah Nak pada Mama mu walau dia sudah tiada. Kamu bisa mengirimkan doa padanya. Papa yakin Mama kamu sedang menunggu doa darimu di alam sana"


Keenan mengangguk lemah. Rahasia di balik kesuksesannya adalah Mama nya sendiri. Itu lah alasannya Keenan tidak pernah sombong dengan apa yang dimilikinya. Karena dulu ia pernah menjadi orang bodoh, yang kata tetangganya ia miskin otak.


Dulu Keenan memang sempat dihina oleh tetangganya. Saat ia ikut Mela beli sayur di tukang sayur depan rumahnya. "Bu Mela tidak malu apa punya anak seperti Keenan, udah bodoh miskin otak lagi"


Keenan mengingat semuanya, ia juga masih mengingat nama tetangga yang pernah menghinanya seperti itu. Pernah saat itu Keenan bertemu lagi dengan tetangga itu. Dan dia bilang. "Wah ini  Keenan ya? sekarang udah sukses ya, udah kaya, tampan lagi"


Keenan hanya menanggapinya dengan tersenyum. "Iya, saya Keenan. Anak yang dulu dihina miskin otak oleh ibu" kemudian tetangganya itu terdiam.


Syafira mengelus bahu suaminya, ia tidak menyangka Keenan yang ia kira hidupnya sudah sangat sempurna ternyata mengalami hal seperti ini.


"Papa sudah selesai makan, Papa mau ajak anak anak kalian dan Alfon ke taman bermain. Papa sudah janji sama mereka. Kalau begitu papa pergi ya?"


"Iya pa" jawab Keenan. Kemudian Mahendra pergi dengan membawa cucu dan anaknya pergi. Kini di meja makan hanya ada Keenan dan Syafira. "Aku tidak menyangka kalau kamu dulu seperti itu Mas"


Keenan tersenyum tipis. "Setiap orang pasti punya masa malu. Baik itu masa lalu yang indah atau pun yang buruk." Syafira memeluk suaminya dari samping. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Keenan.


"Aku salut sama kamu Mas, Mama pasti benar benar bangga sama kamu. Sebelum kita ke korea kita ke makam mama dulu ya? Aku yakin Mas pengen ngobrol sesuatu sama Mama setelah mengingat semua ini"


Keenan mengelus rambut Syafira dan mengecupnya sekilas. "Iya, kita pasti pergi kesana."


.

__ADS_1


.


Di tempat lain, Mahendra dan ketiga anak anak lucu itu sudah berada di tempat bermain. Azka dan Azkia saling bermain kuda kudaan. Sementara Alfon ia hanya duduk di ayunan. Mahendra memutuskan untuk duduk di samping Alfon sambil mengawasi kedua cucunya.


"Pa, afon kangen ama." (Pa, Alfon kangen Mama) Mahendra menolehkan kepalanya lalu mengangkat Alfon hingga terduduk di pangkuannya. "Nanti Alfon ketemu sama Mama ya"


Alfon menggeleng pelan. "Ukan ama itu, api ama Afon cendili." (Bukan Mama yang itu, tapi Mama Alfon sendiri) Alfon memang sudah tahu kalau Riya bukan ibu kandungnya. Riya yang mengatakannya pada Alfon.


Riya takut Alfon melupakan figur ibu kandungnya yang sudah melahirkannya ke dunia. Mahendra menatap putranya dengan sedih. "Tapi Alfon sudah nggak bisa ketemu Mama, mama kan lagi di surga sama bidadari. Jadi Mama nggak bisa nemuin Alfon lagi"


"Api meleka kok ada ama nya? Meleka ain ain ama amanya. Alo afon cuma unya papa aja" (Tapi mereka kok ada Mamanya? Mereka main main sama mamanya. Kalau Alfon cuma punya papa doang)


Azkia dan Azkia turun dari kuda kudaannya mereka. Mereka berdua berjalan ke arah Alfon yang masih duduk di ayunan bersama Mahendra. "Om Alfon jangan sedih dong, kan om Alfon masih punya papa sama kakak. Papanya Kia sama abang adalah kakaknya Om Alfon"


Mahendra tersenyum mendengar penuturan mereka. "Iya Om, Lihat tuh disana. Mereka hanya punya mama sama papa doang. Tapi tidak punya kakak seperti om Alfon. Sedangkan Om Alfon punya kakak"


"Api akak nya om udah dede, om kan asih kecil.  " (Tapi kakaknya om kan udah gede, Om kan masih kecil) Alfon memanggil dirinya om saat berbicara dengan si kembar. Ia sudah diajarkan oleh Riya. Peran Riya sangat penting buat Alfon.


"Ndak papa yang penting kan om punya kakak. Iya kan opa?" Azkia menatap Mahendra dengan tatapan polosnya. Mahendra mengangguk. "Apa yang dikatakan mereka benar Nak, kamu kan masih punya Kakak. Kamu juga harus bersyukur karena punya kakak. Alfon sayang kan sama kakak?" Tabya Mahendra.


"Iya papa, Afon sayang." (Iya papa, Alfon sayang) Azka dan Azkia bertos ria karena berhasil menghibur Om kecilnya itu.


Rangga dan Nazwa saat ini sedang berbulan madu. Rangga sudah menyiapkan tiket pesawat jauh jauh hari sehingga mereka tinggal berangkat. Rangga dan Nazwa berada berbulan madu di perancis.


"Sayang, habis ini mau kemana lagi?" Tanya Rangga pada Nazwa. Mereka baru saja menghabiskan waktunya dengan melihat pemandangan menara eiffel.


"Gimana kalau kita pergi ke museum the Louvre, aku pengen banget kesana. Boleh ya sayang?" Nazwa menatap Rangga dengan tatapan memohon. Rangga mengangguk sambil tersenyum. "Apa sih yang enggak buat kamu, ayo kita pergi"


Kemudian Rangga dan Nazwa segerap pergi menuju ke tempat yang ingin mereka tuju. Mereka pergi dengan menggunakan mobil pribadi milik ayahnya Nazwa. Orang tua mereka sudah menyiapkan semuanya.


"Mau pergi kemana pak?" Tanya supir yang bersiap untuk mengantarkan mereka. Supir mereka berasal dari indonesia jadi Rangga tidak perlu menggunakan bahasa perancisnya lagi.


"Ke museum the louvre pak, bapak tahu kan dimana tempatnya?" Supir itu mengangguk. "Kalau begitu saya akan mengantarkan anda kesana" selama dalam perjalanan, Rangga menarik kepala Nazwa dan menyandarkan pada dadanya.


"Habis dari perancis mau ke negara mana lagi?  Sesuai dengan janji aku waktu itu. Aku akan membawamu bulan madu ke 5 negara. Jadi kamu memikirkannya dari sekarang. Dua hari lagi kita pergi dari negara ini"


"Aku sudah memikirkannya sebelumnya. Aku mau pergi ke london, jepang, hongkong dan terakhir korea. Aku ingin mengunjungi 4 negara itu setelah ini"


"Baiklah kita akan pergi kesana"


1 jam kemudian mereka telah sampai di tenpt yang dituju. Rangga dan Nazwa turun dari mobil lalu meninggalkan mobil mereka bersama sopirnya. Rangga menggandeng tangan Nazwa agar tidak terpisah darinya.


Karena pada saat itu museum the louvre sangat ramai. Ada beberapa orang dari mancanegara yang juga datang mengunjunginya.


"Wah ini di luar dugaanku, ternyata museum the louvre sangat indah" ucap Nazwa sambil mengamati museumnya dari luar. Rangga mengangguk menyetujuinya. "Ayo kita masuk"


The Louvre merupakan museum paling terkenal di Kota Paris, dengan ikon piramid kaca berukuran besar di bagian depan. Museum seni terbesar kedua di dunia ini memiliki lebih dari 35.000 karya seni, salah satunya adalah lukisan paling tersohor di dunia, lukisan Mona Lisa. Semua paket wisata ke Kota Paris pasti menawarkan destinasi populer satu ini.


Rangga dan Nazwa melihat banyak sekali karya seni di dalamnya. Nazwa begitu kagum sekali dengan apa yang ia lihat di dalam. Nazwa menatap satu persatu lukisan yang ada disana.


"Lukisannya sangat bagus, aku sangat menyukai lukisan Leonardo da vinci." Ucap Nazwa. "Kamu bahkan menyimpan gambar Leonardo Da vinci di ponselmu kan?" Tanya Rangga.

__ADS_1


Nazwa mengangguk. "Pokoknya segala sesuatu yang mengenai Leonardo dan Vinci aku sangat menyukainya" Rangga mengangguk. Lalu mereka melanjutkan melihat lihat karya seni lainnya.


__ADS_2