Bukan Janda

Bukan Janda
Surprise


__ADS_3

Hari ini Syafira sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dengan syarat tidak boleh melakukan aktivitas apapun setelah melahirkan. Syafira hanya mengangguk saja. Karena ia juga tidak ingin melakukan aktivitas apapun.


Keenan menggendong Azka di tangannya, dan Azkia digendong Syafira. Tangannya yang bebas ia gunakan untuk merangkul pinggang Syafira.


"Azkia cantik banget sih" Syafira mencium pipi mungil milik Azkia dengan gemas. Pancaran kebahagiaan terlihat jelas di matanya. Siapa pun yang melihatnya pasti tahu kalau Syafira sedang bahagia.


Keenan tersenyum melihat tingkah istri nya, ia semakin mengeratkan rangkulannya di pinggang Syafira.


"Mas, nanti aku duduk di belakang ya" ucap Syafira sambil menatap ke arah Keenan.


"Kenapa tidak duduk di depan saja?"


Syafira menggeleng kuat. "Aku mau nya di belakang. Ini permintaan Azkia lo mas. Azkia mau lihat mas jadi supir hari ini. Iya kan sayang?" ucap Syafira meminta persetujuan dari putrinya.


Azkia hanya diam saja, membuat Syafira cemberut. Keenan tertawa kecil, sudah menjadi seorang ibu masih saja ada aura kekanakan dari istrinya.


"Dia masih bayi sayang, baru aja brojol dari perut kamu. Azkia mana ngerti sama omongan kamu" ucap Keenan.


"Ye mana tau aja Azkia ngerti Mas, Kan selama sembilan bulan ada di perut aku"


Keenan hanya menggelengkan kepalanya demi  menghentikan perdebatan yang tak berfaedah. Keenan dan Syafira sudah berada di samping mobilnya. Keenan membukakan pintu untuk Syafira dan menyuruhnya masuk.


Setelah Syafira masuk ia menyerahkan Azka pada Syafira. Karena tak mungkin juga Keenan menyetir sambil menggendong Azka. Bisa bisa keluarga mereka hanya tinggal nama saja.


"Azka sama Bunda dulu ya, Papa mau nyetir mobil." Yah Keenan memanggil dirinya dengan sebutan papa agar nanti Azka dan Azkia memanggilnya dengan sebutan papa. Karena setelah ia pikir pikir panggilan papa lebih keren daripada ayah.


"Iya papa" jawab Syafira dengan suara yang seperti anak kecil. Keenan terkekeh lalu memberikan Azka pada Syafira. Setelah Azka aman bersama Syafira, Keenan mengecup bibir Syafira dengan cepat.


"Itu hadiah dari Mas"


"Hadiah apanya? Itu mas Mas aja yang mengambil kesempatan dalam kesempitan" jawab Syafira.


"Tau aja kamu" Keenan mengacak acak rambut Syafira. Lalu ia menutup pintu mobilnya. Keenan pun mengelilingi mobilnya dan masuk ke dalam. Dan mereka pun meninggalkan rumah sakit.


Hanya dalam waktu setengah jam Keenan dan Syafira sudah tiba di apartemen. Keenan turun dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Syafira. Tak lupa ia mengambil sang buah hati dari Syafira. Kali ini ia meggendong Azkia.


"Ayo turun" ucap Keenan.


Syafira mengangguk lalu menapakkan kaki nya di tanah dan keluar dari mobil. Syafira bernafas lega, akhirnya ia bisa menghirup udara segar di apartemennya ini.


"Pelan pelan saja jalannya, Mas tahu kamu masih ngilu kan" ucap Keenan.


"Iya Mas, tapi cuma sedikit kok. Rasa ngilu nya tidak sebanding dengan rasa bahagiaku melahirkan dan melihat Azka dan Azkia"


Keduanya saling berbalas senyum lalu Keenan mengambil kartu miliknya dan mengaksesnya setelah itu ia memasukan beberapa digit angka dan terbuka lah pintu apartemen.


"Selamat datang Baby Z"


Keenan dan Syafira menatap takjub hal itu. Papan selamat datang beserta foto kedua putra putrinya, lalu foto pernikahan Keenan dan Syafira. Foto mereka diapit oleh Bunga bunga yang masih segar.

__ADS_1


Lalu semua orang keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka mengenakan topi yang bergambar Azka dan Azkia. Syafira sungguh tidak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini.


"Jangan Nangis Dek, Masih ada satu kejutan lagi" cegah Alvin.


Syafira menaikkan alisnya tanda kebingungan. Begitu pun dengan Keenan. Mereka berdia seperti orang bodoh yang tidak tahu apa apa.


Tiba tiba dari luar apartemen datanglah segerombolan geng sepeda motor, siapa lagi kalau bukan Lavenzi. Mendengar kabar Syafira yang melahirkan mereka sibuk mencari hadiah yang tepat untuk keponakan mereka.


Salah satu dari mereka mengusulkan untuk membeli sesuatu yang pasti sangat berguna. Eka menyetutujui nya lalu mereka pergi ke pasar. Setelah itu mereka langsung ke apartemen Keenan.


Dan disini lah mereka berada. Berada di tengah  tengah keluarga Keenan dan Syafira.


"Jadi kejutan selanjutnya adalah kalian?" ucap Keenan memecahkan keheningan.


"Yapp anggaplah kita sebagai sebuah kejutan"


"Ck gue pikir apaan" ucap Keenan.


"Ayo ayo kalian duduk dulu, tante sampe lupa buat nyuruh kalian duduk" ucap Mela sambil tersenyum pada mereka.


"Iya tante terima kasih"


Reno mendekat pada Keenan, begitu pun dengan yang lainnya. Mereka mengerubungi Keenan dan Syafira demi melihat keponakan lucu mereka.


"Ini siapa namanya Nan? Cantik banget"


Keenan memutar bola matanya. "Dia cowok woyy, namanya Azka junior Bright dan yang itu Azkia permata Bright"


"Oke semuanya, karena keponakan kita lahir dengan selamat. Kita sudah menyiapkan hadiah untuk si kembar"


"Lo ngomong gitu kayak bawa hadiah aja? Mana hadiahnya. Gue liat kalian masuk dengan tangan kosong" jawab Keenan yang langsung ditoyor oleh Alvin di sebelahnya.


"Sakit woyy"


"Bodo, dengerin tuh teman lo ngomong"


"Saya minta semuanya untuk keluar, karena hadiahnya telah kita siapkan di luar." Ucap Farhan melanjutkan perkataan Dito.


"Tunggu apa lagi, ayo kita keluar semua" ucap Mahendra.


Mereka semua keluar dari dalam Apartemen dan menemukan sesuatu yang aneh. Kertas kado dengan ukuran panjang membungkus sesuatu yang bisa bergerak. Bahkan ada beberapa lubang di sekitarnya.


"Kok hadiahnya bergerak?" tanya Syafira.


"Iya, itu apaan woy?" Lanjut Alvin.


"Itu sepeda remot ya?" Kali ini Tio yang bertanya.


"Bukan, itu kek nya keranda mayat deh" wina juga ikut menebak.

__ADS_1


"Ah bukan, itu pasti mobil mobilan"


Dito menyilangkan tangannya sebagai tanda bahwa jawaban mereka salah semua. Farhan dan Kevan turun ke bawah. Sebelum itu mereka menyeret Keenan yang tengah menggendong Azkia untuk turun ke bawah untuk difoto.


"Sekarang jabat tangan gue Nan, habis itu kita foto. Anggap saja ini adalah proses untuk mendapat hadiah istimewa"


"Bisa di skip gak?" tanya Keenan.


"No, gak boleh ada yang di skip."


Keenan pun menjabat tangan Dito Lalu Eka memotretnya layaknya fotografer yang handal. Setelah mendapat satu foto dari Keenan. Kevan juga membawa Syafira untuk turun ke bawah dan berdiri di samping Keenan.


"Nah sekarang kalian harus berfoto bersama dengan hadiahnya, ayo senyum. 3..2..1.."


Syafira yang tak siap langsung senyum seadanya.


"Oke, gambarnya bagus."


"Sekarang kita buka sama sama hadiahnya"


Dito mengarahkan Farhan dan Kevan untuk membuka hadiahnya. Mereka membukanya dengan perlahan lahan agar semua orang makin penasaran.


Saat Farhan hampir menyingkap kertas kadonya dan hampir kelihatan semua farhan menoleh. "Penasaran yaaa?"


"Puk"


Farhan mendapat timpukan gratis dari Alvin karena tingkahnya. Sedangkan Farhan hanya terkekeh. Ia berhasil membuat semua orang kesal.


Dalam beberapa detik hadiahnya telah dibuka. Berbagai reaksi yang mereka dapatkan. Tio dan Mahendra cengo tak jelas. Wina dan Mela terkikik geli, Alvin membuka mulutnya lebar. Sedangkan pemilik hadiahnya hanya menatap tak percaya.


Hadiahnya adalah tiga ekor kambing dengan bonus kotorannya yang ada dimana mana. Ditambah lagi di punggung kambing tersebut bertuliskan nama Keenan.


"Gimana hadiahnya? Bagus enggak?" tanya Farhan.


Keenan meminta tolong Alvin untuk menggendong Azkia. Alvin pun dengan sigap menerimanya. Lagi pula ia sangat menyukai kedua keponakannya tersebut.


Setelah menitipkan Azkia pada Alvin, Keenan maju lalu menggeplak kepala mereka satu satu. Kecuali Eka, Keenan tak berani menggeplak orang yang kebih tua darinya.


Mereka merigis kesakitan sambil mengelus kepala mereka. "Kenapa lo menggeplak kita sih, emang ada yang salah dengan hadiahnya?"


"Lo ngasih kambing sebagai hadiah, lo mau gue ternak kambing apa, yang benar saja kalian"


"Gini nih kalau bego dipelihara" ucap Kevan dalam hati.


"Tuan Keenan Aldebaran Bright, yang katanya seorang pengusaha terkenal, pembalap motor terhebat, bin teman terbego. Emangnya kita beli kambing buat lo? Kita beli kambing ini untuk Azka dan Azkia. Kambing ini untuk Akikahan mereka berdua. Jadi NGERTI GAK?" Jawab Dito dengan menekankan kata ngerti.


"Kenapa baru bilang?"


"Lo harusnya mikir sendiri dodol" gemas Eka.

__ADS_1


Syafira tertawa geli melihat Keenan mati kutu di hadapan teman temannya. Sedangkan Keenan ingin rasanya ia menyembunyikan wajahnya karena malu.


__ADS_2