Bukan Janda

Bukan Janda
Asi


__ADS_3

Keenan menarik Syafira ke tempat parkir motornya. Setelah itu ia mengambil helm lalu menyerahkannya pada Syafira.


"Apa ini om?" tanya Syafira.


Keenan menjawab nya dengan asal "Ini cokelat, janda"


Syafira berdecak "Ini helm om bukan cokelat, masa gini aja gak tau"


"Lah kamu udah tau masih nanya" jawab Keenan.


Keenan memakaikan helm di kepala Syafira. Setelah itu ia melepaskan jaket nya dan memasangnya di pinggang Syafira, agar paha mulusnya tidak kelihatan saat naik motor nanti.


Kemudian Keenan mendudukkan Syafira di jok motornya.


Keenan sendiri tidak memakai helm, karena helm yang biasa ia pakek di pakai oleh Syafira.


Di perjalanan, Syafira bertanya tanya pada Keenan.


"Om, ini aku mau dibawa kemana sih?" tanya nya.


"Kemana aja asal bukan ke kuburan, kalo mau ke kuburan nanti aja pas kamu mati" jawab Keenan.


"Sembarangan aja ngomongnya,Jangan jangan om mau nyulik Syafira ya?" Ucap Syafira.


"Buat apa aku nyulik kamu, gak ada untung nya. Malah rugi." Jawab Keenan.


Syafira mencubit pinggang Keenan, Membuat pria 25 tahun itu kesakitan. Keenan melihat ke arah spion. Ia melihat Syafira yang sedang asik menikmati angin di atas motor nya.


Keenan menjalankan motor nya dengan pelan. Biasanya ia selalu ngebut. Tapi karena ia sedang membawa gadis hamil makanya dia pelan pelan.


Selama perjalanan Syafira mulai mengantuk, ia pun  tertidur di atas motor. Kepalanya bersandar di punggung Keenan. Keenan yang melihat Syafira tertidur langsung mengambil tangan Syafira dan melingkarkan di pinggangnya.


"Dasar kebo" ucap Keenan.


Tak lama kemudian Keenan sudah sampai pada tempat yang dituju. Keenan berusaha membangunkan Syafira.


"Janda, bangun. Kita udah sampek" ucapnya.


Syafira mulai membuka matanya. Ia melihat sekeliling nya. Dan betapa terkejut nya Syafira, ternyata dirinya ada di pantai. Syafira langsung membuka matanya lebar kemudian langsung turun dari motor Keenan. Ia berlari lari ke pinggir pantai, meninggalkan Keenan dengan motor nya. Keenan pun segera memarkirkan motornya dan menyusul Syafira.


"Janda, jangan lari lari. Inget kamu lagi hamil" teriak Keenan. Ia tak mau Syafira membahayakan kandungannya sendiri.


Sadar akan hal itu akhirnya Syafira berhenti lari larian. Ia sibuk mengagumi keindahan pantai. Tanpa mempedulikan Keenan yang berada di samping nya.


"Makasih ya om, udah bawa aku ke pantai" ucap Syafira sambil tersenyum tulus. Walau pun Keenan menyebalkan bagi nya tapi dia tetap baik.

__ADS_1


"Gak usah berterima kasih, aku cuma gak mau kamu sedih lagi. Soal nya kalau kamu sedih wajah mu mirip dengan orangutan" ucap Keenan.


"Orang secantik aku kayak orangutan? Lalu apa kabar dengan om" ucap Syafira.


"Tentu saja aku tampan, di dunia ini tidak ada yang memiliki ketampanan seperti aku." Ucap Keenan dengan bangganya.


Syafira tak menjawab lagi. Ia melihat pemandangan pantai dengan air berwarna biru, pasir putih dan langit yang cerah.


Tiba tiba Syafira merasa mual. Ia akan muntah namun tak bisa muntah. Keenan yang berada di samping nya khawatir. "Kamu kenapa?"


 tanya nya.


"Aku tidak apa apa, aku hanya merasa mual"  ucap Syafira.


Kemudian setelah rasa mual nya mulai mereda. Syafira terdiam sambil memandang ke arah pantai. Syafira memegang perut nya yang masih rata. Ia mengelus elus nya. Syafira sangat menyayangi anak yang di kandungnya. Tapi tidak dengan ayah nya. Syafira membenci ayah dari anak itu.


"Bagaimana kandunganmu?" tanya Keenan memecah keheningan.


"Kandungan ku sangat baik" ucap Syafira.


"Boleh aku memegang perutmu?"


Syafira mengizinkan nya. Setelah mendapat izin dari Syafira, Keenan memegang perut syafira.


"Halo dedek bayi, ini uncle Keenan. Dedek bayi jangan nakal ya di perut bunda, kasian bundanya" ucap Keenan.


Keenan mengerucutkan bibirnya. Ia seperti anak kecil yang sedang merajuk pada ibu nya.


 "Kalau anak mu memanggilku kakek, lalu bagaimana denganmu? Mungkin dia akan memanggilmu Bunda janda" balas Keenan.


"Enak aja, anak ku hanya akan memanggilku dengan sebutan bunda" ucap Syafira.


Syafira sebal karena tiap saat Keenan selalu menggodanya. "Ini om om mungkin haus belaian kali" batin Syafira.


"Om, umur om kan 25 tahun tapi kenapa om kelihatan masih umur 20 tahun? Rahasia nya apa sih om biar keliatan awet muda kek om" tanya Syafira pada Keenan.


"Rahasia nya cuma satu, minum dan makan Asi setiap hari" ucap Keenan.


Syafira menutup mulutnya tak percaya. Ternyata Keenan masih minum asi.


"Aku gak nyangka kalau om masih nyusu sama ibu om" ucap Syafira.


Keenan mengernyitkan dahi nya. Baru setelah itu Keenan mengerti kalau Syafira salah paham terhadap Asi yang ia maksud. Padahal asi yang dimaksud Keenan adalah Asupan bergizi. "Dasar gadis bodoh, bisa bisa nya dia bilang kek gitu. Aku kerjain ah" Gumam kenan.


"Iya lah, Asi dari ibu membuat kita awet muda. Coba kamu praktekan nanti di rumah" ucap Keenan sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Oke deh aku coba. Awas aja kalau om bohong" jawab Syafira.


Hari sudah mulai sore, Keenan dan Syafira memutuskan untuk pulang. Keenan mengantar Syafira pulang ke rumah nya.


"Rumah kamu dimana?" tanya Keenan.


"Di jln pahlawan no 17 om, rumah nya warna ungu" jelas Syafira.


Keenan mengangguk mengerti. Tak lama kemudian Keenan sudah sampai di depan rumah Syafira. Syafira turun dari motor nya dan mengucapkan terima kasih.


Lagi lagi Keenan tak sempat meminta nomor Syafira. Keenan menghela nafas, tapi setidak nya Keenan tahu dimana rumah Syafira.


Syafira masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang lebih baik dari sebelum nya. Di dalam rumah Kedua orang tua nya sedang menonton televisi. Syafira menghampiri kedua nya dan duduk bersama mereka.


"Kamu dari mana?" tanya Tio.


"Syafira habis menemui teman, ayah" jawab Syafira.


Tio mengangguk dan kembali fokus pada televisi. Syafira mendekati wina dan berbisik


"Ibu, Syafira boleh gak minum asi ibu?" Ucap Syafira.


Wina melototkan matanya. Sebenarnya apa yang salah dengan putri nya ini. Otak nya semakin hari semakin aneh.


"Kenapa kamu ingin minum asi ibu?" tanya Wina.


"Kata teman wina, kalau minum asi ibu bisa awet muda bu. Syafira jadi ingin mencoba nya" ucap Syafira.


Wina menggelengkan kepalanya. "Sayang, teman mu itu pasti bohong. Karena semua itu tidak benar" ucap wina sambil mengelus kepala Syafira.


"Jadi itu enggak benar ya bu?"


Wina mengangguk. "Dasar om-om nyebelin, berani sekali dia membohongi aku" batin Syafira.


"Kalian membicarakan apa?" tanya Tio.


"Rahasia perempuan yah" jawab Syafira sambil cengengesan.


"Ya udah Syafira ke kamar duu ya bu, mau istirahat"  ucap Syafira.


"Iya sayang" jawab Wina.


Di malam hari


Keenan sedang tiduran di kasur dan membayangkan gimana caranya Syafira meminta asi dari ibu nya. Ia tertawa kecil.

__ADS_1


"Selain janda, panggilan yang tepat untuk nya adalah gadis bodoh. Karena dia benar benar bodoh" ucap Keenan.


Karena sudah mengantuk, Keenan mulai bersiap untuk tidur. Ia mematikan lampu nya dan tidur.


__ADS_2