Bukan Janda

Bukan Janda
Rumah Sakit


__ADS_3

Saat Keenan asyik bermain, tiba tiba ponselnya berbunyi. Keenan mengambil ponselnya dari dalam kantongnya kemudian mengeceknya. Ia mendapat Panggilan dari Reno.


Langsung saja, Keenan sedikit menjauh dari anak anak. Kemudian mengangkat telfon nya.


"Halo Ren, ada apa?" Ucap Keenan.


"Lo bisa ke rumah sakit gak?" tanya Reno dari sebrang sana.


"Siapa yang sakit?" tanya Keenan.


"Farhan, dia kemaren di keroyok sama geng motor nya Rega." Ucap Reno.


Keenan mengeraskan rahangnya, ia juga mengepalkan tangannya. Sepertinya kali ini ia harus turun tangan. "Oke, bentar lagi gue kesana"


Keenan mematikan ponselnya dan menghampiri Syafira. "Ayo kita pulang" ucap nya.


"Kenapa buru buru sih om? Aku kan lagi main sama anak anak" ucap Syafira.


"Nanti kapan kapan kita bisa kesini lagi, ayo" Keenan menarik tangan Syafira dengan lembut. Syafira tidak punya pilihan lain selalin mengikuti Keenan. Keenan mengangkat Syafira dan mendudukkannya di jok motornya. Kemudian ia memberikan helm nya. Syafira mengambilnya tapi tidak memakainya. Membuat Keenan jadi gemas sendiri.


Keenan mengambil kembali helm nya dan memakaikan nya di kepala Syafira.


"Helm tuh dipake bukan dipegang" Oceh Keenan.


"Sama om, Syafira tuh disayang bukan disakiti"


Syafira mengingat semua perlakuan Adit dan rena padanya. Keenan terkejut mendengar perkataan Syafira. Ia segera mengalihkan pembicaraan, agar Syafira tidak mengingat hal itu lagi.


"Udah siap kan?, pegangan. ucap Keenan.


Syafira melingkarkan tangannya di pinggang Keenan. Ia juga menyandarkan kepalanya di punggung tegap milik Keenan.


Hangat, itulah yang dirasakan Keenan ketika tangan Syafira berada di pinggangnya. Keenan tersenyum tipis.


Keenan langsung pergi ke rumah sakit tanpa mengantar Syafira pulang dulu. Syafira heran, kenapa Keenan membawa nya pergi ke rumah sakit. Keenan menghentikan motornya di rumah sakit tempat Farhan dirawat.


Sebelum bertanya, Keenan lebih dulu menjelaskan pada Syafira. "Ikut aku menjenguk temanku yang sedang sakit". Syafira mengangguk paham. Lalu ia turun dari motor.


"Awh" Ringis nya.


"Kamu kenapa?" tanya Keenan dengan khawatir.


"Aku enggak apa apa om"


"Beneran kamu gak papa?"tanya Keenan sekali lagi. Pasca nya ia takut terjadi sesuatu sama Syafira. Syafira mengangguk berusaha menyakinkan kalau ia tidak apa apa.


"Ya udah ayo masuk" ucap Keenan.


"Om" panggil Syafira.


"Apa?" Jawab Keenan.


Syafira mengulurkan tangannya pada Keenan. Keenan tak mengerti apa maksud nya itu. Jadi dia hanya mengambil dan menggenggam tangannya.


"Bukan di genggam om" ucap Syafira.


"Terus?"


"Gendong" jawab Syafira.

__ADS_1


Keenan merasa aneh saja, saat tiba tiba Syafira minta digendongnya. Keenan berpikir mungkin kalau itu adalah keinginan bayi nya.


Keenan pun menggendong Syafira dan masuk ke dalam rumah sakit. Sepanjang perjalanan semua orang menatap mereka berdua. Tapi Keenan tak mempedulikannya. Ia tetap berjalan dengan menggendong Syafira.


Sedangkan Syafira ia hanya tertawa kecil. Sebenarnya ini bukan keinginan bayi nya, melainkan akal akalannya saja. Karena Syafira lelah kalau harus berjalan terus.


Keenan mencari ruang inap Farhan, sampai akhirnya ia menemukannya. Keenan masuk tanpa mengetuk pintu. Membuat semua orang yang berada di dalam kaget. Ditambah lgi Keenan menggendong seorang gadis di hadapan mereka.


"Nan, kalo masuk bisa gak ngucapin salam duu kek atau ketuk pintu" protes Reno. Karena ia yang paling kaget di antara semua nya. Di sana  hanya ada Reza dan Eka. Sementara yang lain sudah pulang.


"Setuju gue sama lo Nino" tambah Reza.


"Eh zaza nama gue itu Reno bukan Nino." Protes Reno. Ia tak terima namanya yang indah diubah menjadi Nino.


"Lo juga, nama gue itu Reza bukan Zaza"


Kedua nya beradu mulut hanya karena sebuah nama. Sampai akhirnya Eka menggeplak kedua nya dengan buku tebal. Membuat kedua nya berhenti.


Syafira menatap teman teman Keenan dengan tatapan yang sulit diartikan. Keenan menurunkan Syafira dari gendongannya.


"Nan, siapa dia?" Tanya Farhan. Tokoh utama yang saat ini terbaring di ranjang rumah sakit.


"Dia janda" ups, sepertinya Keenan keceplosan. Karena ia sudah terbiasa memanggil Syafira dengan sebutan janda. Sedangkan Syafira, diam diam ia mencubit pinggang Keenan.


"Maksud aku, namanya adalah Syafira." Ucap Keenan.


Keenan mendekati Farhan dan mengecek keadaannya. Farhan mendapat luka di bagian lengan dan perut. Keenan tahu Rega melakukan pengeroyokan ini karena ia masih tak terima dikalahkan Keenan.


"Tenang aja Han, Di memberi lo satu masalah gue bakal kasih sepuluh masalah buat dia" Keenan tersenyum sinis. Farhan tau,  kalau sudah begini pasti Keenan akan melakukan sesuatu. Walau pun Keenan adalah orang yang sangat baik, kalau orang yang disayangi dilukai oleh orang lain dia tidak akan tinggal diam.


Keenan dan Farhan sedang asyik berbicara, Reno mempersilahkan Syafira duduk. Karena sedari tadi ia hanya duduk berdiam diri. "Terima kasih om"


Reno tercengang, bagaimana bisa ia yang masih 24 tahun dipanggil om. Tapi melihat Syafira yang masih unyu unyu Reno menebak bahwa Syafira itu baru lulus Sma.


"Ren, gak usah mulai deh." Ucap Eka.


"Apa sih lo bang, iri bilang bos" sahut Reno lagi.


Eka melemparkan bantal ke muka Reno. Membuat Reno sebal saja. Syafira tertawa kecil melihat hal itu.


"Kenapa ketawa?" tanya Reno.


"Om lucu" jawab Syafira singkat.


Keenan menoleh pada Reno, dan menghampiri kedua nya. "Sayang" ucap Keenan.


Semua orang terkejut, pasca nya Keenan mengucapkan kata sayang. Tunggu, disini cuma ada Eka, Reza, Farhan, Reno dan Syafira. Apakah orang yang dipanggil sayang adalah Syafira.


Keenan duduk di samping Syafira, ia memeluk pinggang Syafira dengan posessiv. Sedari tadi ia sadar kalau Reno menggodanya. Ia melakukan itu supaya Reno tidak berani menggodanya lagi.


Benar saja, sekarang Reno sudah sedikit menjauh dari Syafira. Reno tidak mau membuat Keenan marah. Karena kemarahan Keenan adalah hal yang paling ditakuti oleh teman temannya.


Syafira merasa risih karena pinggang nya dipeluk oleh Keenan, pelan pelan ia berusaha melepaskannya. Namun Keenan semakin mengeratkannya.


"Biarkan seperti ini untuk sesaat" bisik Keenan pada Syafira. Syafira hanya mendengus kesal.


"Hari ini aku bisa modus dua kali sama dia" batin nya.


"Lalu Nan, rencana lo ke depannya gimana?" tanya Eka.

__ADS_1


"Aku sudah menyiapkan rencana nya bang, untuk saat ini biarkan aku saja yang tahu. Kalian cukup menerima hasilnya".


"Oh iya han, semoga lo cepet sembuh ya" ucap Keenan.


Farhan merasa dejavu karena Keenan sangat perhatian padanya. "Soalnya kalau gak ada lo, gak ada lagi yang bisa dibully" lanjut Keenan.


"Bodo amat Nan" jawab Farhan kesal. Bayangkan tadi Farhan terbang ke atas langit lalu jatuh begitu saja. Sakit tak berdarah.


Syafira tidak mengerti dengan pembicaraan mereka. Jadi dia hanya diam saja. Tiba tiba syafira teringat kalau hari ini adalah jadwal ia memeriksa kandungan nya. Syafirak berbisik pada Keenan.


"Om, hari ini aku ada jadwal cek kandungan. Om bisa gak nganter aku?"


"Kamu mau aku temani?" Keenan balik bertanya. Syafira mengangguk.


Keenan pun melepaskan pelukannya dari Syafira dan berdiri. "Bang, Reza, Ren, Han gue pamit dulu. Gue ada urusan habis ini. Soal Rega tenang aja, biar gue yang urus"


"Yoi nan, Btw Syafira itu siapa lo nan?" tanya Reno penasaran.


"Dia pacar gue" jawab Keenan dengan entengnya. Ia tak mempedulikan Syafira yang menatap nya dengan tajam. "Waktu itu ngakuin istri sekarang pacar. Besok besok apa lagi" gerutu Syafira.


"Kok lo gak cerita sama kita kalau udah punya pacar?" tambah Reza.


"Jadian nya baru kemaren za, udah ah gue pamit dulu". Keenan memeluk satu persatu temannya. Saat tiba giliran Farhan, Keenan mengacak acak rambutnya dan dengan sengaja ia juga menekan lukanya.


"Keenan, lo kalau mau pulang, pulang aja sono. Ngapain gangguin gue sih" sebal Farhan. Membuat Keenan dan yang lain nya tertawa dengan keras. "Soalnya lo enak Han kalau diganggu" ucap Keenan.


Farhan hanya bersedekap dada dan memalingkan pandangannya. "Gak usah ngambek gitu ah ntar kalo lo udah sembuh gue traktir lo makan apa saja sepuas nya"


Mendengar hal itu, Farhan tersenyum pada Keenan dengan mata yang berbinar binar. "Yee giliran di traktir aja seneng banget" ucap Reno.


"Tau tuh" timpal Reza.


Farhan hanya cengengesan. Keenan langsung pergi keluar dari ruangan Farhan. Ia melirik ke arah Syafira.


"Ayo, katanya mau periksa kandungan" ajak Keenan.


Mereka berdua berjalan ke tempat dokter kandungan. Kemudian Syafira segera mendaftar dan menunggu gilirannya untuk dipanggil. Beberapa menit kemudian tiba lah giliran Syafira. Syafira mengajak Keenan juga untuk masuk ke dalam.


"Silahkan bu Syafira, tidur di kasur ini" ucap Dokter itu.


Syafira segera menurutinya. Kemudian dokter itu menyingkap baju Syafira sampai di bawah dada. Keenan memalingkan mukanya, walau pun sebenarnya ia ingin melihat.


Kemudian dokter itu memeriksa kandungan Syafira, dan juga memeriksa hasil usg nya.


"Bu Syafira lihat lah, itu adalah bayi ibu" Dokter itu menunjukkan gambar janin yang masih berbentuk seperti biji bijian.


Syafira sangat terharu sampai ia meneteskan air matanya. Ia melihat ke arah Keenan.Keenan juga menatap hasil usg itu.


Kemudian setelah memeriksanya, dokter itu duduk di meja nya dan mencatat semua hal yang perlu Syafira lakukan.


Syafira menutupi perutnya dan duduk menghadap dokternya. Sebelum itu dokternya menghela nafas


"Bu, Syafira saya ingin berpesan kepada anda"


Ucap Syafira.


"Apa itu dok?"


"Bu syafira tidak boleh memikirkan hal hal yang berat, karena itu akan bepengaruh pada janin ibu."

__ADS_1


"Baik dok terima kasih"


Dokter itu menyerahkan sebuah catatan pada Syafira, setelah berterima kasih Syafira pun segera pergi bersama Keenan.


__ADS_2