
Syafira pergi ke belakang dan mencari keberadaan ayah dan anak anaknya. Ia melihat Azka dan Azkia yang sedang bermain balon bersama Tio. Bibirnya tersenyum, baru tiga hari tanpa si kembar saja membuat Syafira rindu.
Syafira berjalan menghampiri mereka dengan pelan pelan. "Azka..Azkia" Syafira memanggilnya. Mendengar suara bundanya Azka dan Azkia langsung menoleh. "Ndaaaaaaa" ucap mereka bersamaan sambil berlari ke arah Syafira.
"Nda emana aja, Ka dan Kia dah angen banget ama nda." (Bunda kemana aja, Azka dan Azkia sudah kangen banget sama bunda) ucap Azka. Syafira berlutut di hadapan mereka lalu memeluk kedua anaknya.
"Kapan kamu datang nak?" Tanya Tio ketika melihat Syafira. "Baru saja yah, Syafira sudah kangen banget sama si kembar" jawab Syafira sambil menatap Tio. "Pergi kesini dengan siapa? Keenan?"
"Syafira pergi sendirian aja, Mas Keenan lagi ke kantor" jawab Syafira. Tio menganggukkan kepalanya dan tidak bertanya lagi. "Bunda kangen banget sama kalian, kalian apa kabar?" Tanya Syafira pada sang buah hati.
"Ehat nda, cekalang Ka dan kia dah uka makan ikan jua" (sehat bunda, sekarang Azka dan Azkia sudah suka makan ikan) jawab Kia dengan terseyum cerah. "Benarkah? Kalau begitu anak anak bunda sudah gede dong"
"Selama disini Azka dan Kia enggak nakal kan?" Tanya Syafira pada mereka. Keduanya menggelengkan kepalanya. "Kita bak aik nda, jadi ndak pelnah nakal. Kata akek kalo mau sepelti papa halus jadi anak yang aik"
(Kita anak baik bunda, jadi tidak pernah nakal. Kata kakek kalau mau seperti papa, harus jadi anak yang yang baik) ucap Azka. "Memangnya kenapa Azka mau jadi seperti papa?"
"Kata enek, papa lagi adi ahlawan buat Ka dan Kia. Apa au elindungi kita dali olang jahat" (Kata nenek, papa lagi jadi pahlawan buat Azka dan Azkia. Papa mau melindungi kita dari orang jahat)
Mata Syafira berkaca kaca mendengar putranya mengatakan hal itu. Ia menatap ke arah Tio. "Mereka terua menanyakan papa nya selama berada disini makanya ibumu bilang begitu"
"Kia angen apa nda, Kia pengen etemu apa. Kia engen didendong sama apa lagi." (Kia kangen papa Bunda, Kia pengen ketemu papa. Kita pengen digendong papa lagi) Azkia terus merengek pada Syafira.
Syafira mengusap wajah mereka dengan penuh kasih sayang. "Iya, nanti kita ketemu papa ya. Papa lagi sibuk sayang. Nanti kalau ada waktu papa pasti datang buat kalian" ucap Syafira.
Azka dan Azkia mengangguk. Lalu Wina datang dari dalam rumah dengan membawa kue cokelat. Wina membuatnya untuk cucu cucu kesayangannya itu. "Azka Azkia lihat nenek bawain apa"
Azka dan Azkia beralih menatap Wina. "Ue okelat...Kia au kia au" (Kue cokelat..Kia mau kia mau) Azkia meloncat loncat dengan senang di atas rumput yang hijau itu.
"Ya sudah, ayo kalian duduk dengan rapi. Biar nenek yang nyuapin Kalian" ucap Wina. Azka dan Azkia langsung duduk bersila di bawah. Syafira tidak melarangnya karena mereka duduk di atas rumput rumput yang hijau.
"Ayo Azka dulu, baru Azkia" Wina menyuapi mereka satu satu. Kue cokelat adalah kesukaan Azka dan Azkia. Wina membuatnya setiap hari agar si kembar tidak merengek mencari papanya terus.
"Bagaimana perkembangan kasusnya? Apa Keenan sudah menemukan pelakunya." Tanya Tio pada Syafira. "Belum yah, tapi Mas Keenan sudah mengetahui siapa pelakunya. Hanya tinggal menangkapnya saja"
Wina tertarik dengan pembahasan itu, sambil terus menyuapi si kembar ia menoleh pada Syafira. "Siapa pelakunya?" Tanya Wina. Syafira menghembuskan nafasnya pelan lalu menjawab. "Om Jack, mantan suami tante Riya"
"Mantan suami Riya? Dari mana kamu tahu kalau pelakunya adalah mantan suami Riya" Wina sangat penasaran sekali. Karena ini menyangkut tentang sahabatnya.
"Semua bukti mengarah kepadanya Bu selebihnya hanya Mas Keenan yang tahu semuanya. Mas Keenan tidak cerita apapun lagi" jawab Syafira. Wina mengangguk mengerti.
"Si kembar sangat merindukan papanya, apa kamu tega membiarkan mereka terus terusan merengek hanya untuk bertemu dengan papanya sendiri" ucap Tio. Sejujurnya Syafira juga berpikir seperti itu.
"Nanti Syafira telfon Mas Keenan agar kesini."
Keenan menatap dua orang yang disekapnya dengan tajam. Ia sedang berada di rumah kosong yang dijadikan sebagai tempat penyekapan mereka. Sorot matanya yang tajam terus menyelidiki mereka.
"Katakan pada saya, kalian berdua ada hubungannya dengan Jack kan?" Tanya nya sekali lagi. Namun mereka tidak menjawa. Mereka terus membisu selama Keenan memberikan pertanyaan.
"Kalian butuh kekerasan agar bisa menjawab menjawab pertanyaan saya? Apa perlu saya memanggil para body guard saya di luar untuk menyiksa kalian." Ucap Keenan berusaha sabar. Kedua pria itu salint bertatapan dengan ragu.
"Saya akan menjawab semua pertanyaan anda, asalkan anda menjamin keselamatan kita berdua. Karena kami berada di bawah tekanan Jack. Kami berjanji untuk memberikan keterangan yang benar benar akurat" ucap salah satu dari mereka."
Keenan menganggukkan kepalanya. "Oke, apa jaminannya jika kalian tidak akan berbohong?" Tanya Keenan pada mereka. Ia tidak bisa asal percaya begitu saja. "Nyawa kami sebagai taruhannya" ucap OB palsu itu.
"Baiklah, sekarang beri tahu aku. Apa sebenarnya rencana Jack? Dan siapa yang waktu itu menculik anak saya? Saya pastikan kalian berdua akan selamat jika berada di pihak saya. Dan saya juga bisa memaafkan kesalahan kalian. Percobaan penculikan, menyusup ke dalam kantor saya itu sudah menjadi tindak kriminal dan saya bisa melaporkan kalian ke polisi kalau saya mau."
__ADS_1
"Dan saya ingin berbaik hati dengan kalian, jawab pertanyaan saya tadi dengan jujur. Siapa yang menculik anak saya dan apa rencana Jack sebenarnya?"
Anak buah Jack terdiam sebentar sebelum menatap Keenan. "Saya, saya dulu yang menculik anak anda. Dan itu semua atas perintah Jack si*lan itu" lebih baik ia mengaku dari pada berbohong.
Sebenarnya Keenan sudah tahu melihat dari tato nya saja. Tapi ia hanya ingin mendengar pengakuannya langsung. "Dan rencana Jack sebenarnya apa?" Tanya nya lagi.
"Saya yang akan memberi tahu anda tuan" ucap OB palsu itu dengan lantang. Keenan mengangguk. "Baiklah katakan semuanya padaku jangan ada yang dilebihkan dan jangan ada yang dikurangi."
"Tuan Jack merencanakan untuk menculik kedua anak anda. Tuan Jack tahu kalau Mantan istrinya yang menjaga anak anak itu. Tuan jack sendiri punya dendam dengan mantan istrinya ia ingin membalasnya dengan menculik putra dan putri anda"
"Dengan begitu, ia akan meminta uang tebusan yang banyak. Karena saat ini hidup tuan Jack luntang lantung tak jelas. Dan ia mempunyai banyak catatan kriminal. Intinya Tuan Jack mengincar kedua anak anda untik mendapatkan harta atau uang yang banyak"
Keenan mengangguk paham. Kisah Jack ternyata hampir sama dengan sinetron sinetron yang ada di tv. Tiap kali menculik pasti minta tebusan. "Lalu dimana keberadaan dia sekarang?"
"Saya tidak tahu mengenai keberadaannya. Dia tidak pernah memberi tahu kami setiap kali pergi. Sebenarnya kita berdua sudah muak dengan perintahnya. Kita sempat membuat rencana untuk balas dendam dengannya" ucap anak buah Jack itu.
Keenan mengangguk. "Saya akan membantu kalian membalaskan dendam. Dengan Syarat kalian juga harus membantu saya untuk menemukan keberadaannya" ucap Keenan pada mereka.
"Tentu saja"
Tiba tiba ponsel Keenan berbunyi, Keenan memeriksa ponselnya dan mengeceknya. Ace. "Halo pak, saya sudah menemukan keberadaan Jack" tanpa basa basi Ace langsung mengucapkan inti pembicaraannya.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Keenan. "Dari flasdisck itu, cepat bapak kesini. Saya sudah meletakkan kodenya ke tempat yang aman. Sebaiknya bapak mengajak semua anak buah bapak atau teman teman bapak. Jack sangat licik, ia tidak bisa ditangkap hanya dengan satu atau dua orang saja" ucap Ace dari sebrang sana.
"Baiklah, saya akan segera kesana." Keenan mematikan telfonnya. Keenan menatap kedua orang yang ada di depannya lalu ia melepaskan ikatan tangan mereka. "Kalian berdua ikut saya, kita akan menangkap Jack hari ini"
"Anda sudah menemukan keberadaannya?" Tanya anak buah Jack itu dengan raut wajah tak percaya. Bagaimana tidak, polisi saja sulit untuk melacak keberadaan Jack sedangkan Keenan dengan begitu mudahnya ia menemukannya.
Setengah jam kemudian, Keenan mengumpulkan semua anak buahnya dan Mahendra di suatu tempat, tak lupa pula ia juga menghubungi semua teman temannya termasuk Eka.
"Dan untuk anggota Lavenzi, anggaplah perang kali ini sebagai perang melawan penjajahan di atas dunia yang harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri keadilan dan pri kemanusiaan"
"Woyy itu undang undang geblekkk" teriak Reno dari arah lain. "Oh salah ya, maaf. Biar kalian rileks sedikit. Tidak usah tegang. Saya yakin kita bisa menangkap tikus liar itu. Kalian tahu pepatahnya kan?"
"Tahu pak" jawab mereka serentak. "Coba ucapkan pepatah itu dengan penuh semangat, saya hitung sampai tiga. Satu dua tiga"
"BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH" versi para anak buah Keenan. Sedangkan Versi anggota lavenzi lain lagi. BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA KAWIN LAGI" Keenan menggelengkan kepalanya. Lalu ia tinggal menunggu kedatangan Ace, detektif kesayangannya.
Selang beberapa menit kemudian orang yang ia tunggu sejak tadi akhirnya tiba. Keenan hampir tidak mengenalinya karena Ace tidak berpakaian seperti biasa lagi. Ia menggunakan pakaian ala ninja.
"Eh ada ninja nyasar woyy"
"Gila, datang dari mana tuh ninja"
"Akhirnya ninja bakal ikut nolongin kita"
Jangan tanya itu suara siapa, pasti lah anggota Lavenzi. Keenan menatap Ace dengan aneh. "Kamu ngapain memakai pakaian seperti itu?"
Tubuh Ace terbungkus dengan baju ninja itu. Hanya kedua matanya saja yang terlihat. "Pak, ini adalah pertama kalinya sejak saya menjadi detektif untuk terjun ke dunia perang. Jadi saya harus membuat diri saya terkesan. Dan lagi pula dengan mengenakan pakaian ini semua orang tidak ada yang tahu identitas saya"
Keenan mengangguk. "Lalu dimana keberadaan Jack sekarang?" Tanya Keenan. "Di hutan pak" jawab Ace. "Memangnya dia harimau apa sampe ada di hutan" ucap Keenan lagi. "Saya serius pak, ini buktinya kalo anda tidak percaya"
Ace memberikan Keenan sebuah foto yang menunjukkan gambar hutan dan sebuah gubuk tua. Kemudian ia melihat tulisan di balik fotonya. "House Of Jack" Keenan menatap Ace. "Kalau begitu ayo kita menjalankan ini dengan tenang, supaya Jack tidak mengetahui kehadiran kita.
Keenan menghampiri anak buah nya dan menjelaskan strateginya. Lalu ia berpindah ke arah anggota Lavenzi. "Jadi lo semua mengerti kan?" Tanya nya setelah selesai menjelaskan.
__ADS_1
"Oke, gue mengerti Nan" "gue juga" semuanya mengerti dengan penjelasan Keenan. "Baiklah sebelum kita berangkat untuk membela tanah air kita mari kita berdoa untuk pahlawan yang telah gugur mendahului kita, berdoa mulai"
"Sumpah, Keenan kenapa jadi bego gini. Omongannya makin ngaco" bisik Dito pada yang lainnya. "Diam kalian semua, tadi Keenan habis minum baygon makanya jadi aneh gitu" tambah Kevan.
Telinga Keenan sangat panas seperti ada yang membicarakan tentang dirinya. Lalu ia membuka matanya dan melihat semunya lagi berdoa dengan khusyuk. "Berdoa selesai"
"Indonesiaaaaaaa" teriak Keenan.
"Merdeka, merdeka dan merdekaaaa" jawab mereka serentak."
"Keenan aldebaraaaan"
"Merica, merica dan mericaaa"
Ace menggelengkan kepalanya, sepertinya tak ada yang waras disini kecuali dirinya. Mereka pun bersiap untuk berpetualang ke hutan. Tapi sebelum itu Keenan masih sempatnya menghubungi Syafira.
"Halo sayang" ucap Keenan di depan semua orang. "Iya ada apa Mas?" Jawab Syafira dari sebrang sana. "Doakan Mas semoga baik baik saja, hari ini tanggal 24 Mei 2020 pukul 12 siang akan pergi memperjuangkan keselamatan anak anak kita. Mas akan menangkap Jack, jadi kamu berdoa ya"
Keenan melouds speaker Handphonenya hingga semuanya bisa mendengar suara Syafira. "Mas pergi kesana sendiri?" Tanya Syafira dengan nada Khawatir.
Keenan melihat ke sekelilingnya. "Iya Mas sendirian kok, tapi kamu tenang saja Mas pasti baik baik saja. "Whoooooooooooo" sorak anggota Lavenzi.
"Katanya sendirian, itu kok kayak ada suara Oren" ucap Syafira sambil menatap Keenan. "Iya, Mas bercanda doang tadi. Disini ramai banget, ada banyak orang yang Mas ajak buat nangkap Jack itu" ucap Keenan.
"Berapa orang sekiranya nya?" Tanya Syafira penasaran. Keenan melihat ke arah mereka semua dan mencoba untuk menghitungnya. Teman temannya aja 29 dan di tambah lagi anak buah Mahendra dan Keenan yang jika digabungkan menjadi 100 orang. Berarti totalnya 129.
"Semuanya kalau gak salah 129 deh, itu pun ditambah sama anak buah Papa. Syafira tercengang di tempatnya. Keenan membawa 129 orang untuk menangkap satu tikus liar seperti Jack. Suaminya ini sangat luar biasa.
"Ya sudah, apapun itu. Mas harus tetap hati hati. Jangan sampai lengah, kalian harus menjaga satu sama lain." Pesan Syafira. "Iya, kamu juga. Ya sudah Mas matiin dulu telfonnya" Syafira mengiyakan.
Setelah menutup telfon Keenan membalikkan tubuhnya dan menghadap mereka. "Ayo kita berangkat, untuk kendaraannya saya sudah menyewa tiga bus untuk kita. Jangan sampai kita ketahuan hanya karena memakai kendaraan lain. Jadi bus adalah satu satunya jalan yang terbaik buat kita"
"Iya pak"
"Untuk Ace dan semua anggota Lavenzi kalian masuk ke bus 1. Dan sisanya 50 orang bus 2 dan 50 orang lagi bus 3. Kalian mengerti??" Tanya Keenan memastikan. "Mengerti pak'
"Bagus, ayo kita berangkat. Bus nya sudah menunggu"
Mereka semua masuk ke dalam bus satu persatu sesuai dengan yang diatur oleh Keenan. Selama berada di dalam bus tidak ada pembicaraan sedikit pun. Mereka semua diam.
Kali ini mereka tidak lagi dalam mode bercanda.
Reno, Farhan dan Dito yang biasanya tak bisa diam kini mereka terdiam. Hari ini, mereka akan membantu Keenan menangkap dalang dari penculikan Azka. Semua anggota Lavenzi memang pernah mendengar Jack dari berita yang ada di televisi.
Dua jam kemudian, mereka telah sampai di tempat yang dituju. Mereka berada di kawasan sekitar hutan. Dan masih di jalan raya jika mereka berjalan sedikit mereka sudah bisa masuk ke dalam hutan.
"Kamu yakin disini tempatnya?" Tanya Keenan pada Ace. Ace mengangguk lalu ia melihat kembali gambar hutannya dan tempat temapt di sekitarnya. "Ini sudah sesuai dengan gambarnya pak, saya yakin ini tempatnya" ucap Ace.
"Oke, sekarang sudah waktunya untuk kita serius. Sekarang kita lagi berada di kawasan musuh walaupun hanya satu tapi bisa saja dia lebih licik dari kita. Untuk itu kalian harus bekerja sama dan saling melindungi."
"Lo tenang aja Nan, kita semua pasti akan berhasil. Bagaimana pun juka kejahatan tidak akan pernah melawan kebaikan. Karena pada akhirnya Kebaikan lah yang akan menang" ucap Kevan.
"Oke, sebelum kita masuk ke dalam hutan. Sebaiknya kalian memakai ini terlebih dahulu. Demi keamanan kita semua" ucap Keenan sambil menunjukkan rompi anti peluru. Ia sudah memesannya tiga hari yang lalu.
Keenan membagi bagikan rompi itu dengan dibantu oleh Reno dan teman-temannya. Setelah memastikan mereka semua memakainya Keenan dan yang lainnya pun segera masuk ke dalam hutan.
__ADS_1