Bukan Janda

Bukan Janda
Farhan dan Reno


__ADS_3

Alvin menyetir mobilnya dengan santai, ia ingin memiliki waktu yang lebih banyak bersama adik kesayangannya itu. "Sasa, kamu gak mau ngenalin suami kamu pada abang?" ucap Alvin tiba tiba.


Syafira menoleh lalu menjawabnya "Iya, Nanti Sasa Kenalin kok. Tapi tidak sekarang"


"Memangnya kenapa?" tanya Alvin lagi.


"Sasa tidak akan bertemu dengan suami sasa sebelum satu bulan. Itu karena permintaan Sasa"


Alvin mengangguk mengerti. Lalu matanya teralihkan ke arah pipi Syafira. "Pipi kamu bukannya makin tirus tapi makin chubby, makan apa sih kamu?" ucap Alvin di sela sela menyetir.


"Abang tau kan sasa suka bakpau, mungkin karena itu" jawab Syafira.


"Emang iya?" tanya Alvin.


"Kan mungkin aja bang" jawab Sasa.


Alvin membawa Syafira ke tempat masa kecilnya. Yaitu taman bermain. Alvin mencari tempat parkir dan memarkirkan mobilnya.


"Ayo turun" ucap Alvin.


Syafira turun dari mobil Alvin lalu matanya menatap taman bermain itu dengan takjub. Rasanya sudah lama sekali Syafira tidak datang ke taman itu. Terakhir kali ia datang 12  tahun yang lalu bersama Alvin.


"Kamu suka abang ajak kesini?" tanya Alvin. Alvin memilih taman bermain bukan tanpa alasan. Taman bermain itu penuh dengan kenangan mereka berdua, jadi Alvin memutuskannya untuk pergi kesana.


Syafira memeluk Alvin dari samping lalu berkata "Sasa suka, sudah lama sasa tidak pernah kesini"


Alvin tersenyum, sungguh ia benar benar menyayangi Syafira. Seandainya Syafira bukan Adik nya ia akan menjadikannya sebagai kekasihnya.


"Ya udah kita duduk di bangku itu yuk"


Alvin menggenggam tangan Syafira dan membawanya duduk di bangku taman. Setelah keduanya duduk, Syafira menyandarkan kepalanya di bahu Alvin. "Sepertinya tak ada yang berubah dari taman ini, semuanya tetap sama seperti 12 tahun yang lalu" ucap Syafira.


"Kata siapa tidak ada yang berubah? Lihat, penjual lolippop yang dulu kau sukai sekarang sudah menua. Abang masih inget dulu kamu menembak penjual lolippop itu dengan permen yang kau beli darinya" ucap Alvin sembari tertawa.


"Ih abang itu kan dulu, waktu sasa masih kecil banget"


"Abang masih tidak menyangka, Adik bontot abang ini sudah menikah" ucap Alvin seraya mengelus rambut Syafira.


"Sasa udah nikah, terus abang kapan nikah?"


Pertanyaan Syafira membuat Alvin terbatuk batuk. Ia tidak siap jika adik kecilnya bertanya tentang hal ini.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Tentu saja Sasa bertanya, dari dulu Abang cuma sayang dan dekat sama sasa. Abang gak pernah dekat sama perempuan lain"


"Tentu saja abang sayang sama kamu. Kamu kan adik abang satu satunya"


Syafira menatap wajah Alvin. Lalu mengecek penampilan Abangnya itu. "Aku rasa abang gak jelek jelek amat kok buat dapatin cewek cantik"


Mendengar kata Jelek, Alvin tersenyum. "Mau abang buktiin kalau abangmu ini tidak jelek?"


"Silahkan"


Mata Alvin menelusuri ke seluruh taman bermain. Lalu menjatuhkan pandangannya pada seorang gadis muda yang ada disana. "Lihat Abang"


Syafira memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh abangnya itu. Alvin mendekati gadis muda itu dan sekarang ia sedang ada di hadapannya. Alvin mencolek bahu gadis itu.  Karena dicolek gadis itu menjadi kesal.


"Maksud mas mencolek saya apaan?"


"Saya mau nanya sama mbak, menurut mbak saya ganteng atau jelek?" ucap Alvin to the point.


Gadis itu menatap Alvin dari atas sampai bawah. "Mas nya ganteng sih, tapi lebih gantengan di samping saya"


Alvin melirik ke samping gadis itu, yang ternyata adalah monyet. Alvin segera pergi sambil mendumel tentang gadis itu. Bisa bisanya ia membandingkan dirinya dengan monyet.


Alvin kembali duduk bersama Syafira. "Gimana bang?"


"Katanya sih Abang ganteng. Tapi.."


"Tapi apa?"


"Tapi lebih gantengan monyetnya"


Syafira tertawa ngakak sambil memegang perutnya. Menurutnya ini sangat lucu sekali.


"Beraninya kamu menertawakan abang. Sini kamu"


Mendapat Alarm bahaya Syafira segera berlari dan Alvin pun mengejarnya. Alhasil mereka saling kejar kejaran di taman bermain itu. Kemudian Alvin berhasil menangkap Syafira. Alvin menggelitiki Syafira dengan kedua tangannya.


Syafira merasa sangat geli, sampai ia meneteskan air matanya.


"Abang ampun" ucap Syafira


Kali ini giliran Alvin yang tertawa, ia senang melihat adik nya kini pasrah dan tak berdaya karena nya. Kemudian Alvin berhenti menggelitik Syafira.


Syafira tiba tiba teringat sama Keenan. Lalu matanya menatap Alvin.


"Abang, sasa boleh minta tolong?"


"Apa?"


Syafira membisikkan sesuatu di telinga Alvin. Membuat Alvin menatapnya. "Kamu ini jahil sekali ya, oke abang bakal bantuin kamu.


____________________________________________


Di sisi lain, Keenan mondar mondir di ruangan nya. Dari tadi ia belum mendapat kabar dari Syafira. Lalu tiba tiba handphone nya berbunyi. Syafira mengiriminya sebuah pesan. Keenan langsung membukanya.


Mata Keenan membelalak melihat foto foto Syafira bersama seorang pria.


Foto pertama: Syafira memeluk Alvin.

__ADS_1


Foto kedua : Alvin mencium kening Syafira


Foto Ketiga: Tangan Alvin dan Syafira yang saling bertautan.


Wajah Keenan memerah menahan amarah. Ia berteriak memanggil Bagas.


"BAGASSSSSSSSS"


Bagas yang mendengar teriakan Keenan segera berlari terbirit birit.


"Ada apa pak? Apa ada masalah?"


"Cepat ambilkan air dingin sebanyak mungkin" perintah Keenan.


"Baik pak"


Bagas dengan cepat mengambil dan membawa lima botol air dingin dan memberikannya pada Keenan. Keenan langsung merebutnya dari tangan Bagas lau meminumnya dengan cepat.


Bagas keheranan karena Keenan tiba tiba saja meminta air dingin. Keenan mengambil sebotol lagi lalu meminumnya sampai habis. Perutnya sampai kembung karena menghabiskan dua botol air dingin.


Setelah berhasilkan menghabiskan dua botol air, Keenan duduk di kursinya. "Apa bapak tidak apa apa?"


"Tidak, tolong panggilkan karyawan yang bernama Reno dan Farhan kesini" ucap Keenan pada Bagas.


"Baik pak"


Keenan melihat foto foto Syafira dan Alvin. Meskipun ia yakin pria itu adalah abang Syafira, tapi tetap saja dia laki laki. Keenan membalas pesan Syafira.


"Kamu dimana sekarang?"


Tak lama kemudian ia mendapat balasan dari Syafira. "Ada di suatu tempat" Jawab Syafira dengan tak menyebutkan nama tempatnya. Syafira takut Keenan tiba tiba menyusulnya.


Keenan menelfon Syafira, ia membuat panggilan Video call.


"Kenapa?" tanya Syafira.


"Kenapa kamu bilang? Setelah kamu bersikap mesra dengan abangmu itu kau bilang kenapa?" ucap Keenan.


"Dia itu abang aku sayang. Mana mungkin aku mesra dengan abang ku sendiri"


"Sekarang mana abang kamu aku mau bicara sama dia?" ucap Keenan.


Alvin yang berada di sebelah Syafira merebut handphone nya dan mengarahkan ke wajahnya.


"Hai bro"


"Bra bro bra bro, Jangan dekat dekat sama istri Gue" ucap Keenan.


Alvin melirik Syafira yang berada di sampingnya lalu mengedipkan sebelah matanya. "Enggak bisa dong bro, istri lo adek gue. Jadi gue gak bisa jauh jauh sama dia"


Alvin merangkul Syafira dengan sebelah tangan kanannya. Membuat hati Keenan merasa panas.


"Alvin"


"Hah, micin. Jadi nama lo micin?" ucap Keenan dengan  memplesetkan nama Alvin menjadi micin.


"Serah lo deh bro, gue matikan telfonnya. Mau mesra mesraan sama adek gue"


Setelah itu Alvin menutup panggilannya. "Gimana akting abang, bagus gak" ucap Alvin.


Syafira mengacungkan jempolnya. Ia tertawa dalam hati, menertawakan kejahilannya pada Keenan.


Farhan dan Reno yang dipanggil Keenan masuk ke dalam ruangan Keenan. "Ada apa pak?" ucap Farhan dengan menggunakan bahasa formal.


Keenan menggebrak meja nya dengan kuat. Membuat Farhan dan Reno sangat terkejut. Keenan membuka pesan dari Syafira lalu menunjukan foto Syafira dan Alvin. "Kalian tau dimana tempat ini?"


Farhan dan Reno mendekat lalu melihat foto itu. "Itu taman bermain di dekat rumah saya pak" jawab Reno.


"Bagus, sekarang saya perintahkan sama kalian berdua untuk mengawasi istri saya disana. Gaji kalian akan saya naik kan dua kali lipat kalau bisa memisahkan mereka berdua"


Reno dan Farhan saling bertatapan sebelum kedua nya mengangguk. "Siap laksanakan pak"


"Pergilah" ucap Keenan.


Setelah itu Reno dan Farhan pergi dan melakukan apa yang diminta oleh Keenan. Keenan meremas rambutnya. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tidak bisa pulang begitu saja karena hari ini banyak berkas yang harus ia periksa dan di tanda tangani.


____________________________________________


Setelah melakukan Aktingnya, Syafira dan Alvin asyik makan es krim di bawah pohon. Kedua nya menikmati pemandangan taman bermain dari sana.


"Sasa"


"Kenapa bang"


"Kalau boleh tau nama suami kamu siapa? Setelah abang melihat wajahnya tadi abang seperti pernah melihatnya. Tapi abang lupa"


Syafira menyesap es krim nya sampai habis dan membuang stik nya. "Keenan Aldebaran Bright"


Alvin berusaha mengingat ingat itu. "Suami kamu seorang pembalap terkenal kan?"


Syafira mengangguk. "Abang gak nyangka punya adek ipar pembalap terkenal seperti dia"  ucap Alvin.


"Abang bilang adek ipar, terus sasa kapan punya kakak ipar dari abang?"


Alvin mencubit hidung Syafira. "Belum saatnya sasa, nanti kalau abang udah punya kekasih. Abang pasti kenalin sama kamu" ucap Alvin.


"Janji?"


"Janji"


Reno dan Farhan tiba di taman bermain itu. Mereka berdua berusaha mencari keberadaan Syafira dan Alvin.

__ADS_1


"Neng cantik dimana sih?" ucap Reno.


"Coba kita cari di sebelah sana" ucap Farhan sambil menunjuk ke arah lain.


Setelah lama mencari, Akhirnya Farhan dan Reno menemukan Syafira dan Alvin sedang duduk di bawah pohon. "Han, lo tau kan apa yang akan kita lakukan?" ucap Reno.


"Gue tahu"


Tanpa menunggu lama, Reno dan Farhan menghampiri Syafira. Farhan menarik Alvin agak sedikit menjauh dari Syafira lalu ia duduk di tengah tengah mereka.


"Halo neng cantik, apa kabar?" ucap Reno.


"Baik, oren ada apa kesini?"


Reno mengode Farhan dengan matanya. "Kita kesini mau nemanin  Queen Lavenzi dari godaan setan yang terkutuk" ucap Farhan sambil melirik Alvin di sampingnya.


Alvin mendengus sebal, sepertinya ia tahu tujuan mereka datang kesini. "Dia pasti utusannya suami Sasa" batin Alvin.  "Lo nyindir gue?" ucap Alvin.


"Siapa yang nyindir lo, gue kan bilangnya setan bukan lo. Mungkin lo merasa setan" Jawab Farhan.


"Neng cantik, kita foto sebentar dulu ya"


Reno mengambil foto dirinya dan Syafira, laku mengirimnya pada Keenan sebagai bukti bahwa ia sedang melaksanakan tugasnya.


"Sasa, kita pindah yuk. Disini banyak nyamuk" ucap Alvin.


"Heh kita itu bukan nyamuk, tapi segelintir manusia tampan" ucap Reno sambil menepuk dada nya.


"Tampan dari mana? Mirip ****** spiderman gitu" jawab Alvin lagi.


Farhan melotot, ia tak terima wajah tampannya  dibilang seperti ****** Spiderman.


"Udah udah jangan berantem, mendingan abang sama om om sekalian damai aja. Abis itu kita makan makan gimana?"


"Deal"


Reno dan Farhan mengulurkan tanganya pada Alvin sebagai tanda damai. Kedua nya melupakan apa yang diperintah oleh Keenan. Alvin menyambut uluran tangan mereka.


"Kita mau makan dimana?" tanya Alvin.


"Makan di cafe sasa aja bang" ucap Syafira.


"Kamu punya cafe sa?"


"Iya, ayah yang ngasih"


"Ya sudah mendingan kita berangkat aja guys daripada Kelamaan disini" ucap Reno.


"Yuk kita pergi"


____________________________________________


Setelah mendapat foto Reno bersama Syafira, Keenan tak lagi mendapat kabar dari Reno dan Farhan. Keenan berusaha menyibukkan dirinya dengan memeriksa berkas berkas penting sambil sesekali mengecek handphone nya.


1 jam sudah terlewati, Keenan sudah memeriksa semua berkas dan menandatanganinya. Ia kembali mengecek handphone nya dan ternyata masih belum ada pesan dari Farhan atau pun Reno.


Keenan berpikir mungkin Reno dan Farhan sibuk mengerjakan tugasnya. Jadi ia hanya santai saja. Padahal malah sebaiknya.


Farhan dan Reno malah ikut terjerumus bersama Alvin dan Syafira. Mereka semua memakan makanannya sampai habis. Lalu tiba tiba Reno teringat pada Keenan. Reno menepuk bahu Farhan dengan keras. Membuat Farhan yang sedang minum, menjadi tersedak.


"Ada apaan sih Ren?"


"Keenan" bisik Reno.


Seketika Farhan langsung mengingat Keenan dan tugas yang diberikan. Reno dan Farhan menepuk jidat mereka bersamaan. "Kalian kenapa?" tanya Syafira yang merasa aneh dengan mereka berdua.


Reno dan Farhan hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Reno berdeham lalu menatap Syafira. "Neng cantik, ada yang mau aku omongin, bisa ikut aku sebentar?" ucap Reno.


"Oke"


Reno berjalan menjauh dari jangkauan Alvin, sedangkan Farhan ia berusaha mengajak Alvin ngobrol. Walaupun obrolannya sangat garing. Farhan tidak ingin Alvin tau rencananya.


"Mau ngomong apa?" tanya Syafira.


Reno berusaha untuk bersikap biasa saja. Ia tak mau Syafira tahu kalau Keenan yang menyuruhnya kesini.


"Aku cuma mau minta foto neng cantik saat sendirian. Soalnya kita belum punya satu foto Queen Lavenzi"


"Ah aku kira apa, ya udah ayo foto"


Reno tertawa dalam hati. Dengan foto ini Keenan akan percaya bahwa ia berhasil memisahkan Syafira dan Alvin. Walaupun kenyataannya tidak.


Setelah mengambil foto Syafira saat sendirian. Reno langsung mengirim pada Keenan.


"Bos kita sudah berhasil memisahkan neng cantik dengan dia" tulis nya. Lalu Reno memasukkan handphone nya ke dalam saku nya. Semoga saja Keenan tidak menyadari kalau itu hanya rekayasa.


Syafira dan Reno kembali bergabung ke meja. Karena tugas nya sudah selesai, Reno dan Farhan pamit untuk pulang. Mereka berterima kasih atas makanannya.


"Sasa, kamu gak merasa aneh gitu sama mereka?" tanya Alvin saat Farhan dan Reno sudah pergi.


"Aneh kenapa bang?"


"Kenapa mereka bisa tiba tiba datang kesini? Gak mungkin cuma kebetulan kan? Abang yakin mereka adalah utusan suami kamu"


Apa yang Alvin katakan benar juga, Reno dan Farhan tiba tiba datang. Syafira yakin ini ulah Keenan.


Keenan tersenyum ketika melihat foto Syafira yang benar benar sendirian, tanpa ada manusia micin itu.


"Good"

__ADS_1


__ADS_2