
Hari yang ditunggu telah tiba, batas waktu yang diminta oleh Syafira sudah selesai. Kini Keenan dan Syafira sudah bersama lagi, bahkan mereka telah melakukan Akad ulang.
Syafira tidur di pelukan Keenan, membuat Keenan tersenyum. Keenan bersyukur ia masih bisa bersama dengan Syafira. Keenan melihat wajah Syafia saat tertidur. Keenan menyentuhnya dengan tangannya. Ia mengelus pipi dan bibir Syafira. Membuat Syafira yang tidur nyenyak jadi terbangun karena sentuhan Keenan.
"Kenapa sayang?" ucap Syafira dengan tak begitu jelas.
"Enggak, aku masih tidak menyangka aku berhasil melewati waktu yang kamu minta dan akhirnya bisa bersamamu" jawab Keenan.
Syafira mendongak dan menatap wajah Keenan. Kemudian ia mengecup bibir Keenan. "Aku tahu kamu pasti bisa melewati semua ini"
Keenan tersenyum lalu mengeratkan pelukannya pada Syafira. "Aku sayang sama kamu dan aku juga cinta sama kamu" ucap Keenan.
"Aku juga" jawab Syafira sambil tersenyum.
Di tengah tengah keromantisan mereka, tiba tiba ada yang membunyikan bel dari luar Apartemennya. Keenan masih tetap diam.
"Sayang, ayo buka pintunya" ucap Syafira.
"Ya udah bentar aku buka dulu"
Keenan memakai pakaiannya karena sedari tadi ia hanya bertelanjang dada. Keenan pergi membukakan pintu. Saat pintu terbuka
"Halo Adek ipar, akhirnya kita ketemu lagi. Tolong bukakan pintu untuk kakak iparmu yang tampan ini"
Keenan merasa kesal, kenapa harus manusia micin ini yang datang. Kenapa tidak ada paket nyasar atau makanan gratis gitu.
Keenan bersedekap dada lalu menjawab "Ada apa lo kesini?"
Alvin tersenyum lebar, semenjak kejadian itu. Keenan semakin gencar menjauhkannya dari adik kesayangannya itu.
(Flasback)
Keenan menghembuskan nafas lega setelah tahu bahwa Reno dan Farhan berhasil memisahkan keduanya. Keenan pun akan pergi ke luar untuk makan siang. Saat dalam perjalanan makan siang, Keenan tak sengaja mendengar percakapan Reno dan Farhan yang telah kembali dari melaksanakan tugasnya.
"Ren, lo jangan sampe buka mulut di depan Keenan" peringat Farhan.
"Iya, lo tenang aja. Lagian gue gak mungkin bilang kalau kita cuma merekayasa semua itu kan. Bisa habis kita kalau Keenan sampai tahu"
Mendengar hal itu Keenan merasa geram pada kedua sahabatnya itu. Tanpa pikir panjang Keenan menyeret kedua sahabatnya itu ke luar kantor tanpa berbicara lebih dulu.
Setelah berada di luar kantor, Keenan menghempaskan mereka berdua. "Jadi lo berdua berani ngebohongin gue? Kalian tau kan kalau gue paling benci jika ada orang yang ngebohongi gue" ucap Keenan. Matanya menunjukan kilatan api.
Reno dan Farhan menunduk, mereka berdua tak tahu harus mengatakan apa. "Gue bisa maafin kalian berdua, asal kalian memberi tahu alamat taman bermain itu?"
Reno dan Farhan saling menatap, mereka berdua seperti mengatakan. "Selamatkan diri kita"
"Maafin kita Nan, kita bohong sama lo. Karena kita juga gak mungkin misahin mereka berdua. Lagian lo aneh aneh aja misahin adik kakak yang lagi bersama" ucap Farhan
"Gue gak peduli mau dia adik, teman, atau sepupu. Yang gue peduli dia itu laki laki dan berani beraninya dia menyentuh istri gue saat gue tidak ada di dekatnya." ucap Keenan.
Reno tak tahu harus mengatakan apa jadi ia hanya bilang "Sabar Nan, orang sabar disayang Allah"
Pletak
Keenan menjitak kepala Reno dengan keras, membuat sang empu nya kesakitan. "Kalau bilang pepatah itu yang bener, Orang sabar disayang allah, Keenan ganteng disayang syafira"
Farhan dan Reno saling bertatapan sebelum mengatakan "Gila" secara bersamaan.
"Sekarang mana alamatnya?"
Dengan berat hari, Reno memberikan alamatnya pada Keenan. Setelah mendapatkan alamatnya Keenan langsung pergi.
"Lo sih tadi ngomongnya kekencangan" ucap Reno.
"Lo juga bego, lagian gue mana tahu kalau Keenan ada disitu"
"Pokoknya ini semua salah lo, titik"
Reno masuk ke dalam kantor dan meninggalkan Farhan sendirian. "Dasar kucing oren"
Keenan menyetir mobilnya dengan ngebut lalu setelah tiba di taman bermain. Keenan melihat Syafira dan Alvin sedang bermain bersama anak anak kecil. Keenan mendengar percakapan ibu ibu yang ada di dekatnya.
"Mereka romantis sekali ya bu?"
"Iya, apalagi cowoknya cakep dan ceweknya cantik"
"Dari tadi cowoknya selalu mencium kening si cewek, duh sweet banget pokoknya"
Mendengat hal itu tanpa pikir panjang Keenan langsung menghampiri Syafira dan menariknya untuk memisahkan dari Alvin.
"Sayang?" ucap Syafira.
__ADS_1
"Kenapa? Gak suka kalau aku datang dan menganggu acara kalian?" ucap Keenan. Keenan tak peduli kalau Syafira akan menambah batas waktu nya.
"Santai bro" ucap Alvin pada akhirnya. Baru kali ini Alvin melihat Keenan secara langsung.
"Santai santai pala lo, apa aja yang lo lakuin sama istri gue?"
"Banyak, gue tadi cium dia, peluk dia, gendong dia"
Keenan mendorong Alvin dan memegang kerah baju nya. "Beraninya lo melakukan semua itu, walaupun lo abangnya lo tidak boleh melakukan hal itu tanpa izin dari gue"
"Sayangnya dia adek gue bro, eh maksudnya Keenan. Sebelum dia menikah sama lo dia milik gue dan meskipun dia menikah sama lo dia tetap milik gue"
"Kurang ajar"
Keenan bersiap untuk memukulnya namun ia urungkan karena tiba tiba telinganya ditarik oleh Syafira.
"Kalau kamu berani mukul abang aku, aku tambah waktunya sampai 1 tahun lagi, mau?"
"Enggak kok, tadi aku gak mau mukul Abang kamu. Bagaimana bisa aku memukul kakak iparku sendiri. Tadi aku hanya bercanda, iya kan kakak ipar?" ucap Keenan dengan tatapan mengarah Ke arah Alvin.
"Tidak, dia tadi hampir memukulku" jawab Alvin.
"Kakak ipar setan" batin Keenan
(Flasback off)
"Ayo masuk" ucap Keenan.
Alvin pun masuk ke dalam Apartemen Keenan. "Dimana Sasa?" tanya Alvin.
"Dia masih tidur"
Syafira merasa penasaran tentang siapa yang datang, jadi ia pergi keluar dan memeriksanya. Setelah memeriksa, Syafira menemukan keberadaan abangnya di ruang tamu.
"Abang" ucap Syafira.
Alvin langsung menoleh pada Syafira, lalu matanya menatap ke arah. Keenan salah tingkah karena ia ketahuan berbohong.
"Abang ngapain kesini?" tanya Syafira lagi.
Alvin menjawab "Abang kesini mau ngasih ini sama kamu"
Alvin menyerahkan beberapa bungkus kotak belanja. Syafira pun menerima nya. "Apa ini bang?"
"Silahkan kakak ipar" jawab Keenan sambil tersenyum kesal.
Setelah Alvin pergi, Syafira segera membuka kotak tersebut. Yang di dalamnya berupa album foto yang berisi foto Syafira dan Alvin. Syafira tersenyum karena Alvin masih memiliki album itu.
"Sayang" rengek Keenan.
"Kenapa?"
"Hari ini aku kan libur ke kantor, jadi main yuk. Kita belum pernah melakukannya lho?"
Syafira merasa aneh dengan kata main. Ia menatap wajah Keenan lalu berkata "Main apa yang kamu maksud? Katakan dengan jelas" ucap Syafira.
"Main kuda kudaan di kasur"
Syafira menutup album foto yang ia pegang lalu berdiri dan melingkarkan tangannya di leher Keenan. "Ayo" bisik Syafira.
Mendapat lampu hijau, Keenan segera menggendong Syafira dan membawa nya ke kamar. Setelah itu Keenan menidurkan Syafira di atas kasur dengan pelan pelan. Ia mengurung Syafira dengan kedua tangannya. "Kamu yakin?" ucap Keenan. Kali ini ia tidak akan memaksa untuk hal ini.
Syafira mengangguk dengan mantap, ia sudah meyakinkan diri untuk memberikan hak suaminya.
Keenan langsung membuka kancing bajunya dan melepaskannya. Kemudian ia mencium bibir Syafira seraya melepaskan semua pakaian Syafira. Kini tubuh Syafira sudah tak terhalang apapun lagi. Keenan menghisap dan memberikan tanda kepemilikan di leher Keenan.
Perlakuan Keenan membuat Syafira sangat bergairah. Ia memejamkan matanya dan menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan erangan.
Keenan menatap puas dengan hasil karyanya, bukan hanya leher yang ia beri tanda melainkan juga bagian dada Syafira. Keenan melanjutkan kegiatannya, ia mulai memainkan kedua buah dada Syafira dengan bibirnya yang menjilat ****** Syafira. Tangannya memutar dan meremas dada Syafira.
Syafira tak dapat menahan lebih lama lagi, akhirnya Syafira mengeluarkan erangan. Yang Membuat Keenan semakin semangat. Keenan menatap kedua daging empuk di hadapannya sebelum menyantapnya.
Keenan memasukkan mulutnya ke dalam dada Syafira, sekarang ia seperti bayi yang sedang minum asi dari ibunya. Keenan melakukannya dengan sensual membuat Syafira terus mengerang.
Keenan melepaskan semua pakaiannya lalu melanjutkan kegiatannya. Keenan turun menyusuri perut indah Syafira. Ia juga memberikan tanda kepemilikan disana. Lalu ia menurunkan kepalanya lagi sampai tiba di pusat inti Syafira.
Keenan memasukkan lidahnya ke dalam milik Syafira, lidah nya terus menari di sana. Syafira menekan kepala Keenan agar semakin dalam melakukannya. Keenan yang mengerti langsung memasukkan lebih dalam lidah nya di milik Syafira.
"Sayang.."
"Hmm"
__ADS_1
"Ayo cepat lakukan"
Keenan mulai bersiap, ia menempelkan miliknya di milik Syafira sebelum memasukkannya. Keenan menatap Syafira. Syafira mengangguk. Keenan mulai memasukkan miliknya secara pelan pelan sampai ia bisa memasukkan semuanya.
Syafira meringis kesakitan saat milik Keenan sudah berada di dalam miliknya. Keenan mulai bergerak, hentakan demi hentakan ia lakukan. Miliknya terasa lebih nikmat saat berada di dalam milik Syafira.
Keenan mempercepat tempo nya, membuat Syafira semakin mengerang dengan keras. Syafira meremas sprei kasurnya karena tak kuat dengan kenikmatan ini.
Milik Keenan terus memasuki milik Syafira. Keenan memejamkan matanya, rasanya nikmat sekali. Masih belum ada tanda tanda akan keluar Keenan mengeluarkan miliknya dan menyuruh Syafira untuk duduk di pangkuannya.
Awalnya Syafira ragu, tapi Keenan meyakinkannya. Lalu Syafira duduk di pangkuan Keenan dengan memasukkan miliknya ke dalam milik Keenan.
Keenan mulai bergoyang lagi, kali ini hentakannya lebih dalam dari sepenuhnya. Ditambah lagi dua daging kenyal yang menempel di dadanya. Keenan terus melakukannya.
Syafira meremas rambut Keenan dengan kuat. Dada nya bergoyang mengikuti hentakan hentakan Keenan.
Keenan menarik wajah Syafira dan menpertemukan bibir mereka. Kedua nya berciuman sambil melakukannya. Saat akan tiba waktunya Keenan melepaskan ciumannya lalu menggerakan miliknya dengan cepat sampai sebuah cairan masuk ke dalam milik Syafira.
Milik Syafira terasa hangat karena cairan itu. Tubuhnya penuh dengan keringat setelah melakukannya. Syafira menatap Keenan.
"Apa kamu suka?" ucap Keenan.
Syafira mengangguk malu malu. Membuat Keenan gemas terhadapnya. Keenan mengambil selimut lalu menutubi tubuh keduanya dengan selimut. Setelah itu Syafira memeluknya dan menempelkan wajah nya di dada Keenan.
Keenan mengecup kening Syafira. "Tidur lah, kamu pasti capek habis berolahraga bersamaku"
"Sayang, jangan ngomong kek gitu. Aku malu" ucap Syafira.
Keenan tertawa kecil "Iya sayang, tidurlah"
____________________________________________
Setelah Kematian Rena, sikap Adit berubah. Ia jadi lebih pendiam. Adit sekarang dekat dengan Ana. Tapi Adit tidak tahu apa yang dilakukannya dengan Ana. Adit tahu kalau sekarang Ana sudah mulai menyukainya, jadi Adit sedikit menjauh dari Ana. Adit tidak mau memberikan harapan pada Ana.
Adit memutuskan untuk pergi ke club dan meminum beberapa botol minuman. Keadaannya saat ini sudah mabuk parah. Penjaga Klub mengambil handphone Adit lalu mencoba menghubungi seseorang. Lalu ia menemukan kontak Ana. Penjaga club langsung menghubunginya.
"Halo Dit"
"Halo mbak, ini Saya penjaga club di xxxx. Saya hanya ingin memberi tahukan pada mbak, kekasih mbak ada disini dan sekarang dia lagi mabuk berat."
"Adit mabuk? Bisa tolong kirimkan alamat club nya pak? Saya akan segera kesana"
"Baik mbak"
Penjaga club itu mengirimkan alamat club nya. Lalu menyimpan kembali handphone Adit di kantong Adit.
Ana segera bergegas pergi, ia tidak mau terjadi sesuatu sama Adit. Beberapa menit kemudian, Ana sudah tiba di club itu. Ana masuk ke dalam club itu.
Di dalam keadaannya sangat berisik dan ramai, jadi Ana sulit untuk menemukan Adit. Lalu matanya menatap seseorang yang sedang tidur di kursi paling pojok. Ana mencoba menghampirinya, ia pikir itu adalah Adit.
Dan ternyata benar, orang itu adalah Adit. Ana berusaha membangunkan dan menyadarkan Adit. Tapi Adit masih tetap sama. Akhirnya, Ana terpaksa meminta penjaga club yang tadi menelfonnya dan membantunya membawa Adit ke dalam mobilnya.
"Terima kasih pak"
"Sama sama mbak"
Setelah itu Ana membawa mobilnya pulang ke rumahnya. Ana membawa Adit ke kamarnya. Ia menidurkan Adit disana. Lalu setelah itu Ana menyelimutinya.
"Rena sayang...Rena...Rena..."
Adit meracau dengan menyebut nyebut nama Rena, membuat perasaan Ana campur aduk. Hatinya begitu tergores saat Adit menyebut nama Adiknya.
Ana keluar dari kamarnya dan membiarkan Adit istirahat dengan tenang.
"Halo Adit sayang... Apa kamu sekarang sudah menemukan pasangan baru mu? Aku harap iya. Aku sangat ingin mengatakan ini padamu langsung tetapi aku pikir itu akan sulit. Jadi aku menuliskannya disini.
Adit..
Kalau boleh aku meminta padamu
Tolong jaga lah kakakku
Tolong Lindungi dia
Kakakku sekarang tidak punya siapa siapa lagi
Kalau perlu, kau harus menjadikan kakakku sebagai kekasihmu. Aku ingin kakakku bahagia bersamamu. Tolong pertimbangkan"
Ana menemukan surat itu di kamarnya. Ana menangis sendirian. Ia begitu merindukan sang Adik. Ana memeluk surat itu dengan erat.
Ana akan memberikannya pada Adit besok.
__ADS_1
Seementa Adit, ia masih tetap berada di kamar Ana. Adit masih tidur dengan pulas. ia masih belum terbangun juga dari tidurnya. Adit sangat mabuk sehingga membuatnya tertidur seperti ini