
Keenan berusaha menghilangkan rasa bosan Syafira. Karena sejak tadi teman temannya masih belum ada yang kembali ke markas. Akhirnya Keenan mengajak Syafira bermain.
"Janda, main truth or dare yuk?"
Syafira berpikir sebelum menyetujuinya. "Ayo deh"
Keenan pergi mengambil botol, lalu kembali lagi dan membuat peraturan bermainnya. "Kalau gak mau melakukan dare atau tidak mau menjawab truth hukumannya ditentukan oleh lawan mainnya. Gimana setuju?"
Keenan mengulurkan tangannya pada Syafira, dan Syafira langsung menjabatnya. "Setuju" jawab Syafira.
Keenan tersenyum Evil, sepertinya ia harus mengambil banyak kesempatan di permainan ini.
"Oke ayo kita mulai" ucap Keenan.
Keenan mulai memutar botolnya dan botol itu berhenti pada Syafira. "Yahhh kok aku sih" ucap Syafira.
"Sekarang kamu pilih dare atau truth?" tanya Keenan.
"Truth" jawab Syafira.
Keenan memikirkan pertanyaan yang sangat pas untuk Syafira. "Seberapa sayang kamu sama aku?" tanya Keenan.
"Gak tahu, rasa sayangku gak akan pernah bisa dihitung"
Inilah jawaban yang ditunggu Keenan, ia tahu syafira sangat cerdas. Dan jawaban ini sangat memuaskan bagi Keenan.
"Oke next"
Sekarang giliran Syafira yang memutar botol itu dan berhenti tepat di hadapan Keenan. "Truth or dare?" tanya Syafira.
"Dare" Jawab Keenan.
"Cium..."
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Keenan langsung menyosornya. Cuppp ia mengecup pipi Syafira singkat.
"Heh, kenapa cium cium?" tanya Syafira.
"Tadi kamu bilang dare nya cium" jawab Keenan.
Syafira memukul Keenan dengan tangannya. "Bukan cium aku maksudnya, maksudku cium tembok yang ada di belakang om"
Keenan mendengus lalu ia melakukan dare dari Syafira. Ia mulai mencium tembok. "Lakuin sampe 1 menit ya om, dimulai dari sekarang"
Saat Keenan masih mencium tembok, semua teman temannya sudah kembali. Mereka melihat Keenan yang mencium tembok. Mereka tertawa terbahak bahak, bahkan ada yang mengambil video nya.
Reno, farhan, Eka, dan Rendi berguling guling di lantai. Baru pertama kalinya bagi mereka melihat Keenan yang konyol seperti ini. Pemimpin yang selalu tegas dan berwibawa kini tak berdaya di hadapan mereka.
"Puter lagu guys" teriak Reno.
Farhan menghidupkan lagu goyang dumang milik cita citata. "Queen, kita mau izin joget ya"
Semua anggota Lavenzi benar benar berjoget. Mereka menggoyangkan badannya dengan asal asalan. Bahkan ada yang sengaja mendorong Keenan supaya makin erat mencium temboknya.
"Semoga malaikat maut tiba tiba datang buat mereka" batin Keenan.
Ia merasa Keesal karena diledek habis habisan sama semua temannya. Apalagi ditambah lagu dan goyangan mereka. Membuat markas menjadi berisik.
"Ayo om terus lanjutkan cium temboknya, baru tiga puluh detik ini" ucap Syafira mengompori.
"Tarik sis" teriak Reno.
"Semongko" jawab mereka semua.
Sedangkan Syafira ia hanya terkikik geli melihat wajah Keenan. Keenan segera menyelesaikan dare nya. Lalu menghampiri teman temannya. Keenan menggeplak kepala mereka satu satu.
"Aduh nan, baperan banget sih" sungut Farhan.
"Lagi PMS kali Keenan nya" tambah Dito.
"Kalian berani ya sama gue?" ucap Keenan sambil berkacak pinggang.
Saat Keenan akan memukul mereka lagi, tiba tiba telinganya di jewer oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan janda kesayangannya.
__ADS_1
"Janda, lepasin." ucap Nya.
"Lanjutkan bu bos" teriak Rifqi.
Syafira mengacungkan jempol pada mereka. "Makanya, jangan suka mukulin teman sendiri."
Semua anak anak Lavenzi tersenyum penuh kemenangan karena di bela oleh Queen mereka.
"Iya, lepasin dulu tanganmu . Nanti telingaku mirip gajah. Kamu mau om kesayanganmu ini mirip gajah?"
Seketika Syafira langsung melepaskan tangan nya dari telinga Keenan.
Syafira tiba tiba ingin memeluk Reno. Ia ingin mengatakan pada Keenan, namun ia takut Keenan tak mengabulkannya.
Akhirnya Syafira nekat menghampiri Reno dan memeluknya erat. Mata Keenan terbelalak melihat hal itu, begitu pun dengan Reno. Ia tak bisa berkata kata.
Keenan akan melepaskan pelukan Syafira dengan Reno, tapi ia melihat wajah Syafira berkaca kaca. Akhirnya dengan terpaksa ia membiarkannya.
"Oren, Bisa elus rambut Syafira gak?"
Reno menatap ke arah Keenan untuk meminta izin. Keenan mengangguk, karena kalau tidak Syafira akan menangis.
Reno mengelus puncak kepala Syafira secara berulang kali. Sedangkan Syafira memejamkan mata nya di pelukan Reno. "Duduk aja Ren, biar Syafira gak capek" ucap Keenan.
Reno menuntun Syafira untuk duduk sambil tetap memeluknya. Reno memperhatikan wajah Syafira, yang begitu cantik. "seandainya dia bukan tunangan Keenan, gue pasti jatuh cinta sama dia"
Farhan dan yang lainnya mendekati Keenan. Eka menepuk bahu Keenan "Perlu air gak nan, soalnya gue liat di mata lo ada api"
"Gak perlu bang" jawab Keenan.
Keenan duduk bersama teman temannya, dengan mata masih menatap Reno dan Syafira.
Syafira tertidur di pelukan Reno, ia tidur dengan damai. Membuat Reno tak tega untuk membangunkannya. Reno memberi kode pada Keenan.
Keenan segera mengambil alih Syafira dari pelukan Reno. Keenan mengangkatnya dan membawa Syafira ke kamar. Di markas Lavenzi memang disediakan beberapa kamar. Kamar itu dipergunakan oleh anggota Lavenzi yang lagi suntuk di rumah.
Keenan menidurkan Syafira di kasur, ia memberinya selimut. Setelah itu Keenan keluar dari kamar dan membiarkan Syafira istirahat.
"Gimana nan?" ucap Rendi.
"Hubungan lo sama Queen, kira kira kapan lo mau menikahi dia?" ucap Rendi
Keenan menghela nafas dan menjawab "Gue masih nunggu dia lahiran dulu, kandungannya masih berumur 6 bulan. Kira kira 4 bulan lagi gue bakal menikahinya"
"Lo bener bener gila nan" ucap Dito
"Gila kenapa?"
"Lo bawa gadis yang lagi hamil 6 bulan dengan motor. Harus nya lo pakai mobil, kasian dia" ucap Dito.
"Yups, Dito benar nan. Mending nanti pulangnya lo bawa aja mobil gue. Lo gak liat apa perutnya udah membesar" ucap Farhan.
"Iya thanks buat kalian semua"
"Nih nan kartu kredit lo" Dito mengembalikan kartu kredit Keenan. Ia dan semua temannya sudah mengambil bagian masing masing. Keenan mengambil kartu kreditnya dan memasukkan ke dalam kantongnya.
*Rumah Adit*
"Adit buka pintunya, aku tahu kamu di dalam" teriak seseorang dari luar rumah Adit. Seseorang itu adalah Rena, mantan calon istrinya.
Adit tetap tak bergeming, ia terus memainkan game di ponselnya tanpa berniat untuk membukakan pintu.
"Adit jangan salahin aku kalau aku benar benar nekat" ancam Rena. Sudah dua jam ia menunggu Adit tapi adit tak keluar juga. Akhirnya karena tak ada cara lain, Rena berusaha memanjat pagar, untung hari ini ia memakai celana dan bukannya Rok.
Saat Rena berhasil memanjat pagar, ia bingung bagaimana cara turunnya. Pagar itu sangat tinggi sekali, Rena bergidik ngeri melihatnya.
"Gimana cara turunnya" gumam Rena.
Tanpa sengaja kaki Rena terbentur sesuatu hingga akhirnya Rena jatuh dari pagar. "Aduh" ringisnya.
"Kalau bukan demi Adit aku gak bakal lakuin hal ini"
Rena menepuk tangan nya yang kotor dan berdiri. Ia mengambil tas nya dan mulai masuk ke dalam rumah Adit.
__ADS_1
Tanpa mengetuk pintu Rena langsung masuk, ia mencari keberadaan Adit sampai di kamarnya.
"Adit" ucap Rena sambil menyelonong masuk ke dalam kamar Adit.
Adit menoleh sejenak lalu kembali melanjutkan game nya. Karena sudah diabaikan, Rena merebut handphone Adit lalu melemparnya ke atas kasur.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Adit dengan ketus.
"Aku kesini cuma mau pamit sama kamu. Aku akan menyusul kakak ku ke singapura." ucapnya.
Adit melengos dan menjawab "lalu apa hubungannya denganku? Mau kamu mati sekali pun aku tidak peduli"
Rena tak menyangka kalau adit akan ngomong sekasar itu. "aku boleh memelukmu? Untuk yang terakhir kalinya Dit" ucap Rena.
Tanpa menunggu jawaban Adit, Rena langsung memeluk Adit. Rena menghirup aroma tubuh Adit yang benar benar membuatnya mabuk. Ia menatap wajah Adit, Rena mendekatkan wajahnya ke wajah Adit.
Saat Rena hampir mencium Adit "Jaga jarak aman" ucap Adit sambil mendorong kepala Rena.
Rena merasa malu sendiri, karena ini baru pertama kalinya ia ditolak. Ditolak oleh seseorang yang sangat ia cintainya baik itu dulu maupun sekarang.
"Kamu mau berangkat ke singapura kapan?" tanya Adit.
"Besok" jawan Rena.
Adit mangut mangut dan berkata "Apa aku boleh mengantarmu?" ucap Adit.
Rena sangat senang karena Adit menawarkan untuk mengantar dirinya ke bandara. "Boleh kok dit, justru aku sangat senang kalau kamu mau mengantarku" ucap Reja sambil tersenyum.
"Tentu saja aku mau. Besok aku mau nganterin kamu pake keranda mayat aja" ucap Adit.
"Yang mau ngangkat kerandanya siapa?"
"Aku lah" jawan Adit.
"Yang jadi mayatnya?"
"Nah yang itu adalah kamu"
Rena mencebikkan bibirnya Kesal. Masa Adit akan mengantar dirinya ke bandara menggunakan keranda mayat. Mau ditaruh dimana nanti wajahnya.
"Semoga dia tidak serius" batin Rena.
"Baiklah itu terserah kamu saja" jawab Rena akhirnya.
"Kita lihat saja besok"
Syafira menggeliat dari tidurnya, ia membuka matanya lalu melihat ke arah sekelilingnya "aku dimana?" batinnya.
Syafira teringat kalau saat itu ia sedang memeluk Reno, lalu bagaimana sekarang ia bisa ada di kamar ini.
Keenan membuka pintu kamarnya dan melihat Syafira sudah bangun dari tidurnya. Keenan membawakan Syafira bubur dan sop daging kesukaannya. Ia juga membuatkan susu hamil untuk Syafira.
Keenan menghampiri Syafira dan duduk di pinggir ranjang. "Janda, ayo makan dulu"
Keenan mulai menyuapi Syafira sampai makanannya habis, lalu ia memberinya minum.
"Nah sekarang, kamu minum ini juga" ucap Keenan sambil menyerahkan sebuah susu.
Tanpa bicara Syafira langsung mengambil dan meminumnya sampai habis tak bersisa. Keenan membersihkan sisa sisa susu di bibir Syafira. Ia mengelapnya dengan telaten.
"Terima kasih om" ucap Syafira.
"Ya udah sekarang kita pulang yuk. Yang lain sudah pada pulang semua, hanya ada kita berdua disini." ucap Keenan.
Syafira menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lalu Keenan menggendong Syafira dan pergi ke tempat parkir mobil Farhan. Farhan sudah memberikan kunci mobil padanya.
Keenan mendudukkan Syafira di jok depan lalu memasangkan sealt beth nya. Lalu ia sendiri duduk di kursi pengemudi dan mulai menjalankan mobilnya.
"Ini mobil siapa om?" tanya Syafira.
"Ini mobil Farhan, tadi dia minjemin mobilnya ke aku" jawab Keenan.
Selanjutnya tak ada suara lagi, hanya tersisa keheningan. Setelah sampai di rumah, Syafira turun dari mobil dan berpamitan pada Keenan. Habis itu ia langsung masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Keenan lalu memutar balik mobilnya dan segera pulang.