Bukan Janda

Bukan Janda
Tentang Dia


__ADS_3

Hari ini Reno menghabiskan waktunya di rumah. Ia tidak pergi kemana mana karena kunci motornya disita oleh ibunya yang sangat cerewet menurutnya.


Alhasil Reno hanya bisa berguling guling di atas kasur tanpa tahu harus melalukan apa. Lalu ia teringat sesuatu. Reno mengambil handphone dari sakunya lalu membuka kontak isabella yang diberikan Mahendra.


"Sumpah dah dia cantik banget, gue jadi minder mau ngechat dia. Gue ganti profil dulu dengan foto gue yang lebih ganteng" ucap Reno pada dirinya sendiri.


Setelah mengganti foto profilnya, Reno menunggu waktu yang tepat untuk mengirim pesannya.


Isabella


Online


Reno ganteng: P


Reno ganteng:P


Reno ganteng:P


Reno mengirim banyak pesan pada Isabella, karena masih belum dibaca juga.


10 menit kemudian


Isabella: Maaf ini siapa ya? Kenapa bisa tahu nomor saya


Reno terkikik geli di dalam kamarnya, ia sudah seperti remaia yang lagi kasmaran.


Reno ganteng: Kenalian Nama gue Reno Dirgantara, orang paling ganteng di planet bumi"


Isabella: iya ganteng, tapi sayangnya gue gak tertarik.


"Belum apa apa udah ditolak gimama nanti?" Gumamnya.


Reno ganteng: Tenang saja, gue akan membuat lo tertarik padaku sampai kau tergila gila denganku.


Isabella: kalau lo beneran ganteng bisa vc gak?


Gue masih ragu kalau di profil itu foto lo. Takutnya itu fake.


Reno ganteng: oke gue lagsung telfon.


Reno menekan tombol kamera video lalu menunggu panggilannya tersebut. Lalu ia melihat wajah isabella secara jelas di wajahnya. Ia terpesona dengan aura kecantikam yang dimilikinya.


"Oke, sekarang gue percaya kalau lo gak jelek jelek amat. Gue ada pekerjaan lagi, gue tutup telfonnya. Dasar cowok gak jelas"


Belum sempat Reno menjawab Isabella mematikan telfonnya. Reno mendengus kesal, ia bersumpah pada dirinya sendiri untuk menaklukan hati isabella.


Reno kembali melihat foto profil Isabella. "Hari ini gue cuma bisa lihat foto lo, besok besok gue bakal lihat dia secara langsung"


Reno menghempaskan tubuhnya di kasur. Ia memandang langit langit rumahnya dan tersenyum kecil. Reno sangat bodoh dalam urusan cinta karena ia tak pernah mencintai atau menyukai seseorang.


Reno bertekad untuk menghilangkan status jomblo nya dengan menjadikan isabella sebagai kekasihnya. Itu kalau Isabella nya mau? Kalau tidak jangan harap Reno punya pasangan.


Reno mengambil kunci motor ayahnya, karena motornya sedang disita. lalu bersiap untuk pergi ke markas. Ia akan meminta saran dari teman temannya tentang ini. Walaupun tahu ia hanya akan mendapat ledekan.


Saat dalam perjapanan menuju ke markas, motor Reno tiba tiba berhenti. Dan ternyata bensinnya habis. Reno merutuki dirinya sendiri karena lupa mengisi bensin.


Reno melihat ke sekelilingnya yang tidak ada satu pun penjual bensin di antara mereka. Jadi terpaksa ia harus menuntunnya.


____________________________________________


"Mas pergi ke kantor ya, kamu di rumah istirahat. Jangan bandel" pesan Keenan sebelum ia berangkat ke kantornya.


Syafira tersenyum singkat, ia memeluk dan menduselkan wajahnya di dada Keenan. Syafira 


Ingin bermanja manja dengan Keenan tapi sayang Keenan harus ke kantor.


Keenan mengerti akan kemauan istrinya. Ia mengelus rambut Syafira dengan pelan lalu mencium keningnya lama.


"Kamu mau Mas gak pergi ke kantor?"


Syafira menggelengkan kepalanya. "Mau ikut Mas ke kantor?"


Lagi lagi hanya gelengan kepala yang Keenan dapatkan.

__ADS_1


Syafira melepaskan pelukannya lalu menatap Keenan. "Mas berangkat aja, aku tidak apa apa sendirian."


"Ya udah Mas berangkat ya, ingat kami harus istirahat dan jangan kemana mana. Kalau kamu butuh apa apa langsung hubungi Mas."


"Iya, Mas hati hati"


Keenan tersenyum lalu masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya. Setelah Keenan berangkat ke kantor Syafira masuk ke dalam kamarnya. Ia menangis sekuat kuatnya.


Pada kehamilannya kali ini ia sangat sensitif dibandingkan yang lalu. Syafira jadi suka marah marah, ngomel bahkan tertawa dengan sesuatu yang tidak lucu.


Beruntungnya Keenan bisa mengatasinya dengan baik.


Mobil Keenan telah tiba di kantor, sema karyawan yang melihatnya berhenti berjalan dan menunduk sebagai penghormatan kepada pimpinan mereka.


"Pagi semua" sapa Keenan.


"Pagi pak"


Keenan berjalan dengan gagahnya di depan semua karyawan. Hingga para wanita meneteskan air liurnya. Kemeja yang Keenan pakai sangat tipis dan mencetak tubuhnya yang kotak kotak.


Keenan masuk ke dalam ruangannya dan menaruh tas nya. Ia mengambil telfon lantor lalu menghubungi seseorang.


"Kamu dimana?"


(       )


"Cepat ke ruangan saya sekarang"


(         )


Tak lama kemudian dataglah Bagas, orang yang dihubungi Keenan tadi. "Duduk!" Ucap Keenan.


"Ada masalah apa di kantor selama aku tidak ada?" Mata Keenan menyorot Bagas dari atas sampai bawah. Ia tahu Bagas menyembunyikan sesuatu darinya. Keenan tahu jika ada seseorang yang berbohong padanya hanya dengan melihat raut wajah dan gerak gerik nya.


"Tidak ada pak" ucap Bagas dengan gemetar. Ia takut Keenan akan marah besar karena berita itu.


"Saya tahu kamu bohong Bagas, jadi katakan saja masalahnya atau kamu mau saya pecat" Nafas Keenan mulai memburu, tangannya mengepal dengan erat di bawah.


"Bagaimana bisa data kita kebobolan? Perusahaan kita tidak akan semudah itu untuk dibobol. Pasti ada salah satu dari karyawan yang berani melakukan itu."


"Panggil semuanya sekarang juga, termasuk semua OB. Kumpulkan mereka di lapangan belakang sekarang juga" perintah Keenan.


"Baik pak"


Dengan cepat Bagas keluar dari ruangan Keenan. Keenan memijit pelipisnya dengan pelan. Ia tidak akan mengampuni orang yang berani mengkhianati perusahaannya.


Siapapun itu ia pasti akan memberikannya pelajaran. Tidak peduli itu wanita atau pria. Lihat saja Nanti. Dia harus membayar kesalahannya.


20 menit kemudian Bagas berhasil mengumpulkan semua karyawan di lapangan belakang. Bagas memberi tahu Keenan kalau sudah siap.


Keenan merapikan jas nya lalu berjalan ke taman belakang. Tidak ada raut wajah yang ramah dan tenang. Ia menunjukkan amarahnya dengan gamblang.


"Shit your damn" umpatnya.


Saat Keenan tiba di lapangan belakang, suasana yang tadinya ricuh mendadak hening. Mereka penasaran kenapa mereka dipanggil ke sana.


"Kalian sudah tahu mengapa saya mengumpulkan kalian disini?"


"Tidak pak" ucap Mereka dengan serentak.


"Perusahaan kita kebobolan data, dan saya tahu di antara kalian adalah salah satu pelakunya. Kamu mau mengaku sendiri atau saya harus menyeretmu"


Semuanya diam tak ada yang menjawab. Mereka menundukkan kepalanya, termasuk orang yang diincar Keenan.


Keenan tersenyum sinis saat matanya melihat sesuatu. Sebelum ia pergi ke sini Keenan sudah melihat cctv di kantor. Dan memang benar, karyawannya lah yang melakukan hal itu. Mereka membobol dan menjual data perusahaan.


"CEPAT NGAKU SEKARANG ATAU SAYA AKAN MENYURUH BODY GUARD SAYA UNTUK MENYERETMU DENGAN PAKSA, SAYA UDAH TAHU KALAU KAU ADALAH PELAKUKMYA. CEPAT MAJU"


Bagas sedikit ketakutan dengan Keenan. Baru kali ini ia melihat Keenan semarah ini.


Karena tidak ada yang mengaku, Keenan memberikan isyarat pada body guard yang ia sewa. Dua orang bertubuh besar masuk ke dalam barisan karyawan dan menyeret seorang pemuda kurus dan wanita.


Kedua body guard Keenan menghempaskan mereka berdua ke tanah. Mereka jatuh dengan pandangan yang tertunduk. Mereka berdua tidak berani menatap Keenan.

__ADS_1


"Ohoo seandainya kalian berdua sudah mengaku sejak tadi, hukumannya masih bisa saya pertimbangkan. Tapi sepertinya kalian tidak punya niatan untuk mengaku"


Keduanya tak berkutik, tubuh mereka bergetar karena ketakutan.


"Sekarang kalian katakan, siapa yang menyuruh kalian membocorkan dan menjual data perusahaan hah?"


"Ki..ta..pak" ucap laki laki tersebut dengan gugup. Ketara sekali kalau ia sedang berbohong.


Keenan mencengkram leher laki laki tersebut dengan tangannya hingga membuatnya kesulitan bernafas. "Saya tahu kamu berbohong, katakan sejujurnya atau saya hancurkan kamu sekarang juga"


Semua karyawan merasa lega sekaligus mengutuk kedua orang tersebut karena berani melakukan itu.


"Saya akan memberi tahu bapak, tapi tolong jangan sakiti suami saya pak" ucap wanita tersebut.


Keenan bertepuk tangan dengan keras membuat semuanya bingung. Bagas tidak tahu apa yang ada di pikiran Keenan saat ini. Mengapa ia bertepuk tangan seolah ia mendapat penghargaan.


"Saya hargai kejujuranmu, cepat katakan semuanya"


Keenan melepaskan cengkramannya dari leher suami dari wanita tersebut.


Wanita itu mulai menceritakan semuanya.


(Flasback)


Seorang pria memakai topeng hitam datang menemui mereka ketika keduanya sedang makan di sebuah cafe.


"Kamu siapa?" tanya nya.


"Kamu tidak perlu tahu siapa saya, saya ingin memberikan tawaran yang sangat menguntungkan bagi kalian. Apa kalian mau mendengarkan?"


Tentu saja mereka mengangguk.


"Saya akan memberikan kalian berdua 1 milyar jika kalian berhasil memberikanku data perusahaan dimana kamu bekerja"


"Tapi pak saya tidak berani" protesnya.


"Kamu mau uang atau tidak? Kalau kamu mau lakukan hal itu untukku. Dan yah ini untukmu" pria itu memberikan sebuah cek yang bertuliskan 1 milyar.


Keduanya menoleh saling bertatapan lalu mengangguk.


"Gimana?"


"Baik pak saya terima persyaratannya"


"Ambillah cek ini dan lakukan tugasmu"


"Boleh kami tahu nama bapak?"


"Fernando, kalian bisa panggil saya dengan panggilan Nando"


"Baik pak"


(Flasback off)


"Fernando... beraninya kamu bermain main denganku"


Keenan menatap keduanya. "Saya akan memaafkan kalian tapi kalian saya pecat dan tidak akan dapat pesangon. Kalian telah melakukan kesalahan besar, saya bisa melaporkan kalian ke polisi tapi saya masih berbaik hati, jadi pergilah"


"Terima kasih pak" ucap wanita itu sambil menangis terisak isak. Ia begitu menyesal mengkhianati perusahaan dan bos nya. Wanita itu pergi dengan membawa suaminya.


"Kalian berdua pergilah, saya akan memanggil kalian lagi jika butuh" ucap Keenan pada kedua body guard nya.


"Baik tuan"


"Kalian semua kembali lah bekerja, jangan kalian contoh kejadian ini. Mengerti?"


"Mengerti pak"


"Kembali"


"Bagas, ikut saya ke ruangan"


"Siap pak"

__ADS_1


__ADS_2